<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>abai</title>
	<link>http://blog.its.ac.id/abai</link>
	<description>Just another ITS Blog weblog</description>
	<pubDate>Sat, 05 Jan 2008 17:41:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>CONTEKAN!SEDERHANA BUKAN?</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/abai/2008/01/06/contekansederhana-bukan/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/abai/2008/01/06/contekansederhana-bukan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jan 2008 17:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baidowi@its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/abai/2008/01/06/contekansederhana-bukan/</guid>
		<description><![CDATA[Contekan
yup sederhana sekali ,sebuah tindakan yang mgkn bagi kita suatu hal yang remeh,tapi sebenarnya bukan apalagi jika budaya itu dibawa di lingkungan internasional.hmmm kok bisa ?ceritanya gini&#8230;.
sebuah kejutan yg cukup luar biasa ketika mau register ke sebuah univ di Luar negeri yang mensyaratkan   toefl minimal 550 or ielts 6 u jadi international student [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Contekan<br />
yup sederhana sekali ,sebuah tindakan yang mgkn bagi kita suatu hal yang remeh,tapi sebenarnya bukan apalagi jika budaya itu dibawa di lingkungan internasional.hmmm kok bisa ?ceritanya gini&#8230;.<br />
sebuah kejutan yg cukup luar biasa ketika mau register ke sebuah univ di Luar negeri yang mensyaratkan   toefl minimal 550 or ielts 6 u jadi international student di situ,namun di offer letter or notice acceptance letternya tidak disebutkan bahwa itu adalah international toefl or international ielts,nah banyak temen2 dari bbrp negara spt timur tengah indonesia and lain2nya cm bermmodal toefl institutional yg ckp tekenal di masing2 negaranya,tapi ternyata sertifikat itu tidak bisa diterima disini,&#8221;what?&#8221;itulah ekspresi keterkejutan yang banyak muncul dari banyak new student disini,mau balik ke negara asal ya jauh and biaya mahal belum lagi rasa malu nanti ketika balik cm gara2 toefl&#8230;.he he he termasuk gue,tapi ada solusinya ,yaitu kita ikut ielts test yg diadakan disini beserta 72 new international student lain .hmmm meskipun bayarnya lumayan mahal sih&#8230;.menguras kantong..ihiks2&#8230;..tapi gak ada pilihan lain .akhirnya ikut deh tes ielts itu dgn penuh kenekatan ,nekat karena gue blm pernah ikut tes semacam ielts sebelumnya,yg pernah cuma semacam toefl dimana ielts itu sgt beda dgn toefl.setelah dafatar maka 3 hari lagi diadakan tes .<br />
hari yg mendebarkan tiba<br />
masuk ruang ujian agak telat ,yang sudah siap berada di kelas lumayan banyak ,gue ambil tempat duduk di belakang dan agak tinggi posisinya karena kelasnya seperti ruang bioskop.<br />
tes dimulai &#8230;.hmmmm 20 menit awal sempat stress krn ielts bener2 beda dgn toefl,tapi alhamdulillah mulai bisa mengerjakan .namun di tengah2 tes ada kejutan ,pengawas menampakkan wajah yg penuh curiga dan tergesa2 mendatangi seorang peserta ,yah pengawas itu memperingatkan peserta untuk tidak CONTEKAN ama temennya!setelah diperingatkan peserta yang berasal dari sebuah negara di timur tengah tsb melakuka lagi hal yg sama.dan fiperingatkan u kedua kalinya.dan peringatan ini ckp menyedot perhatian seluruh peserta tes,seluruh peserta tes mengalihkan perhatiannya pada peristiwa tsb ,hmmm kok gak malu sih org2 itu contekan ?kan disini dia membawa nama bangsanya ,jika dia melakukan sesuatu yg buruk maka org dari negara2 lain sangat dimungkinkan akan menganggap seluruh bangsanya seperti itu ,<br />
setelah selesai tes peserta yg lain cukup ramai membicarakan sekelompok peserta yg contekan tadi dan bertanya2 ternyata dia dari negara &#8220;I&#8221; ,sebuah negara di timur tengah yang penduduknya mayoritas islam dan menerapkan hukum islam (katanya sih).dan cilakanya label pencontek itu gak begitu saja ilang ,ketika ada acara2 lain yang diadakan kampus terutama International student union dimana para pencontek itu hadir,org2 selalu menggunjing para pencontek tsb dan menjulukinya &#8220;PENCONTEK,SUKA CURANG&#8221;dan lebih cilaka lagi ada brbrp orang yang menganggap seluruh bangsa &#8220;I&#8221; memang seperti itu ,dan mereka tidak respect lagi kpd org2 tsb.hmmm<br />
suatu hal yg sangat kontradiktif ,suatu hal yg sangat mengecewakan ,suatu hal yg memprihatinkan ,karena dia berasal dari sebuah negara islam dan jelas2 UU nya berdasar islam<br />
namun segelintir org tsb telah memberikan kontribusi thd pencorengan nama baik bangsanya ,sebuah bangsa dimana islam banyak berkembang dan tumbuh disana.sebuah bansa yg seharusnya mencerminkan keagungan,keluhuran  dan kebijaksanaan islam.sebuah negeri yang dianggao dan diharapkan menjadi sebuah contoh bagi penerapan islam yang terpancarkan dari akhlak mulia and lain lain lah,eeeeh malah merusaknya &#8230;&#8230;.pfiuh&#8230;<br />
pokoknya kecewa berat,wes embohlah<br />
kenapa?</p>
<p>haari pengumuman kelulusan tiba,35 peserta dari 72 peserta gagal alias 48.2% gagal,alhamdulilah dari indonesia 90% lulus termasuk gue&#8230;lega deh&#8230;..</p>
<p>dan peserta yg yg paling banyak g lulus berasal dari negara &#8220;I&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/abai/2008/01/06/contekansederhana-bukan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wes emboh ,edan</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/abai/2007/12/11/wes-emboh-edan/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/abai/2007/12/11/wes-emboh-edan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 16:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baidowi@its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/abai/2007/12/11/wes-emboh-edan/</guid>
		<description><![CDATA[di waca kabeh yaaaaaaaaa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..
Linknya:
http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&#38;id=316691
============================================
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;
Selasa, 11 Des 2007,
Wajah Pemberantasan Korupsi
Oleh Salahuddin Wahid
Saat kita menggugat kepemimpinan Pak Harto sekitar 10 tahun lalu, sejumlah dosa Orde Baru
diungkap. Di antaranya, yang terbesar ialah pelanggaran berat HAM, otoritarianisme, dan KKN
(korupsi, kolusi, dan nepotisme).
Walau masih ada catatan negatif, penghormatan dan promosi HAM serta demokratisasi sudah
memperoleh kemajuan yang cukup. Hanya KKN yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>di waca kabeh yaaaaaaaaa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Linknya:<br />
http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=316691<br />
============================================<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Selasa, 11 Des 2007,<br />
Wajah Pemberantasan Korupsi</p>
<p>Oleh Salahuddin Wahid</p>
<p>Saat kita menggugat kepemimpinan Pak Harto sekitar 10 tahun lalu, sejumlah dosa Orde Baru</p>
<p>diungkap. Di antaranya, yang terbesar ialah pelanggaran berat HAM, otoritarianisme, dan KKN</p>
<p>(korupsi, kolusi, dan nepotisme).</p>
<p>Walau masih ada catatan negatif, penghormatan dan promosi HAM serta demokratisasi sudah</p>
<p>memperoleh kemajuan yang cukup. Hanya KKN yang tampaknya belum tersentuh dengan memadai.</p>
<p>Awal reformasi, kita menggarisbawahi bahwa KKN adalah semacam penyakit kanker yang secara</p>
<p>perlahan akan membuat Indonesia yang saat itu sempoyongan menjadi mati. Karena itu, kita</p>
<p>sepakat untuk memerangi korupsi dengan segala daya.</p>
<p>LSM antikorupsi bermunculan, yang bertahan ialah ICW dan Transparency International</p>
<p>Indonesia. UU Antikorupsi diperbarui. Bahkan, kita juga berhasil membentuk Komisi</p>
<p>Pemberantasan Korupsi (KPK), sebuah superbodi yang diharapkan akan menjadi senjata</p>
<p>pemungkas. Lembaga itu mengakhiri tugas kepemimpinannya pada Desember 2007.</p>
<p>Harapan terhadap KPK yang menggunung akhirnya hanya berbuah kekecewaan. Menghabiskan biaya</p>
<p>sekitar Rp 600 miliar, KPK hanya bisa membongkar kasus sebesar 5 persen dari pengeluaran</p>
<p>itu.</p>
<p>Apakah kini korupsi telah berkurang dalam jumlah signifikan? Mestinya sudah berkurang tetapi</p>
<p>tidak signifikan. Kawan-kawan yang masih aktif di dunia konstruksi, baik sebagai kontraktor</p>
<p>maupun konsultan, masih mengalami pungutan besar, bahkan mungkin ada yang lebih besar</p>
<p>dibanding masa Orde Baru.</p>
<p>Sebenarnya, rekanan itu mau menyisihkan sebagian nilai kontraknya untuk instansi yang punya</p>
<p>proyek, tetapi jumlahnya jangan terlalu besar agar tidak mengurangi mutu pekerjaan. Mereka</p>
<p>memahami bahwa anggaran lembaga pemerintah dan kesejahteraan pegawai negeri tidak memadai.</p>
<p>Pungutan yang angkanya tidak tinggi itu secara sosial masih bisa disebut bukan korupsi.</p>
<p>Tetapi, kalau tertangkap basah, secara hukum hal itu dinyatakan sebagai korupsi.</p>
<p>Dipertanyakan</p>
<p>Pada awal era reformasi, muncul banyak tulisan di media atau buku tentang dugaan KKN oleh</p>
<p>para pejabat tinggi Indonesia. Paling awal tentu Pak Harto dan keluarga. Lalu, Pak Habibie</p>
<p>dan keluarga besarnya. Juga, Ginandjar Kartasasmita dan Akbar Tandjung. Dua nama terakhir</p>
<p>pernah diadili dan dinyatakan tidak bersalah, walau kredibilitas proses peradilannya</p>
<p>dipertanyakan sebagian besar masyarakat.</p>
<p>Keluarga Cendana yang tersentuh hukum adalah Tommy Soeharto dan Probosutedjo. Mereka pernah</p>
<p>menjalani hukuman penjara. Proses hukum terhadap Pak Harto terhenti terkait kondisi</p>
<p>kesehatan beliau yang tidak memungkinkan menjalani proses peradilan.</p>
<p>George Y. Aditjondro menulis buku Membongkar KKN Keluarga Besar Habibie (penerbit</p>
<p>Pusdikaron,1998). Tetapi, hingga saat ini, tidak pernah ada proses hukum terhadap proyek</p>
<p>yang disebut dalam buku itu.</p>
<p>Korupsi besar yang masih digugat adalah kasus BLBI yang mencapai ratusan triliun rupiah.</p>
<p>Sebagian diselesaikan melalui MSAA dan memperoleh Release and Discharge.</p>
<p>Secara hukum, sejumlah pengusaha bermasalah sebenarnya sudah tidak ada masalah lagi, tetapi</p>
<p>secara substansial masih banyak yang dipertanyakan oleh mereka yang kritis.</p>
<p>Sejumlah perusahaan yang sudah diselesaikan BPPN juga masih digugat lembaga penegak hukum.</p>
<p>Memang sulit menghadapi masalah semacam itu. Situasi ekonomi sekitar 2000 memang membuat</p>
<p>nilai perusahaan amat rendah. Namun, pemilik perusahaan membuatnya lebih rendah, lalu</p>
<p>membelinya melalui tangan perusahaan lain. Sekali lagi, terdapat dugaan permainan bisnis</p>
<p>yang dikemas dengan baik secara hukum.</p>
<p>Dugaan adanya permainan tingkat tinggi juga terdengar saat terjadi penjualan Indosat.</p>
<p>Prabowo Subianto waktu itu mengatakan bahwa penawarannya lebih baik dan lebih menarik</p>
<p>daripada Temasek tetapi diabaikan. Sayang, tidak ada tanggapan positif dari pemerintah dan</p>
<p>lembaga penegak hukum saat itu.</p>
<p>Sekitar akhir 2000 atau awal 2001, pernah mencuat berita tentang dugaan adanya permainan</p>
<p>dalam tender pembangunan terminal baru Bandara Juanda. Berita tersebut menyatakan bahwa</p>
<p>terdapat selisih yang amat besar antara penawaran calon pemenang dan perkiraan harga oleh</p>
<p>ahli dari Angkasa Pura, yakni sekitar Rp 2,1 triliun dan sekitar Rp 1,2 triliun.</p>
<p>Komisi di DPR yang membidangi Dept PU dan Perhubungan saat itu mempermasalahkan tender</p>
<p>tersebut, tetapi akhirnya selesai begitu saja. Padahal, menurut saya, hal itu perlu</p>
<p>diinvestigasi dengan cermat.</p>
<p>Menurut saya, kalau mau, KPK bisa saja menyelidiki ulang kasus itu. Masih banyak kasus besar</p>
<p>lain yang perlu diusut oleh lembaga yang kuat seperti KPK. Daripada KPK hanya mengusut kasus</p>
<p>yang tidak besar dan tidak mampu menumbuhkan rasa percaya masyarakat terhadap KPK.</p>
<p>Belakangan ini, muncul polemik antara Polri dan menteri kehutanan terkait pembalakan liar.</p>
<p>Di lapangan, fakta terjadinya penggundulan hutan dalam jumlah luar biasa besar bisa dilihat</p>
<p>siapa pun. Tetapi di pengadilan, hampir tidak ada yang bisa dijatuhi hukuman. Terakhir</p>
<p>adalah kasus Adelin Lis yang berakhir dengan tanda tanya besar.</p>
<p>Masyarakat amat bingung melihat fakta itu dan presiden diam seribu bahasa mengenai masalah</p>
<p>itu. Dulu Presiden Megawati juga hanya bisa berkomentar singkat terhadap pembalakan liar</p>
<p>tanpa ada tindakan konkret memeranginya.</p>
<p>Dugaan korupsi terhadap anggota Komisi Yudisial Irawady Joenoes makin melengkapi kebingungan</p>
<p>dan rasa putus asa publik terhadap kredibilitas lembaga dan aparat penegak hukum. Pemilihan</p>
<p>pimpinan KPK yang memunculkan dugaan korupsi terhadap salah seorang calon mengisyaratkan</p>
<p>kepada kita untuk tidak berharap terlalu banyak pada KPK yang pimpinan barunya akan segera</p>
<p>dilantik. Tetapi, kita tetap harus mengawasi dan mengkritisi serta memompa keberanian</p>
<p>mereka. Pimpinan baru KPK harus pandai menentukan prioritas pada kasus besar.</p>
<p>Hilang Bersama Waktu</p>
<p>Waktu bergulir dengan cepat. Hampir sepuluh tahun berlalu sejak rezim Orde Baru tumbang,</p>
<p>tetapi perilaku Orde Baru tidak ikut hilang bersama rezim itu. Orde reformasi ternyata masih</p>
<p>terjangkiti perilaku itu, sebagian mengatasnamakan partai. Kasus besar yang dulu mencuat</p>
<p>hilang dari peredaran bersama waktu.</p>
<p>Sejumlah calon tersangka sudah meninggal dunia dan akan disusul yang lain. Para aparat</p>
<p>penegak hukum yang amanah terbatas. Waktu yang tersedia juga terbatas. Dana negara yang bisa</p>
<p>diselamatkan tidak banyak. Jumlahnya hanya seperlima dari dana operasional KPK.</p>
<p>Perlu ada terobosan untuk bisa mengembalikan dana negara yang hilang dalam jumlah berarti</p>
<p>dan mencegah berlanjutnya perilaku korup dari para pejabat negara, baik di pusat maupun</p>
<p>daerah.</p>
<p>Kondisi darurat memerlukan tindakan luar biasa. Pertama, memberlakukan ketentuan pembuktian</p>
<p>terbalik secara penuh, dari proses hukum tingkat awal sampai tingkat akhir.</p>
<p>Kedua, memberlakukan ketentuan bahwa semua orang yang punya kekayaan cukup harus</p>
<p>mendaftarkan semua kekayaannya. Kekayaan di luar daftar itu, kalau ditemukan, akan menjadi</p>
<p>milik negara. Kekayaan yang didaftarkan itu dan belum pernah didaftarkan sebelumnya akan</p>
<p>dikenai pajak sebesar 30 persen. Selain itu, perlu dibuat ketentuan seseorang hanya boleh</p>
<p>mempunyai satu rekening bank.</p>
<p>Memang langkah itu terasa mengurangi kebebasan pribadi. Tetapi, apa boleh buat, hal tersebut</p>
<p>harus dilakukan demi menyelamatkan kehidupan bangsa. Kalau kondisi sudah jauh lebih baik,</p>
<p>bisa dilakukan pelonggaran.</p>
<p>Tanpa tindakan terobosan di atas, sulit mengharapkan pemberantasan korupsi berjalan dengan</p>
<p>baik.</p>
<p>Salahuddin Wahid, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang</p>
<p>==============================================================================<br />
Setelah mbaca artikel itu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Saya cuplik dari jawapos edisi 11 desember 2007 ,sangat menarik jika disimak memang korupsi</p>
<p>adalah salah satu faktor kerusakan terbesar di negeri ini yang menghancurkan banyak harapan2</p>
<p>kaum muda dan potensial bangsa ini entah jadi apa bangsa ini jika seperti ini terus<br />
teman2 ku sering bilang &#8220;jangan pesimis gitu donk ama bangsa sendiri&#8221;<br />
ah dari sejak saya lulus SMA tahun 98 ketika reformasi  di kuamndangkan ,genderang perang</p>
<p>thd KKN di tabuh saya tidak melihat perubahan yg signifikan sudah 10 artinya sejak reformasi</p>
<p>,10 th bkn waktu yg sedikit kalo menurut saya .<br />
yang jelas terasa bagi saya dari akibat korupsi ini adalah masalah pendidikan dan stabilitas</p>
<p>ekonomi diman keduanya sangat berkaitan ,yah berkaitan seperti lingkaran setan untuk lepas</p>
<p>dari jeratan ekonomi mgkn salah satunya adlah pendidikan tapi org susah sekolah kalo miskin</p>
<p>alias org miskin gak boleh sekolah lihat saja biaya kuliah di PTN2 yang begitu besarnya,ada</p>
<p>yg bilang itu demi kemajua ,kemajuan apanya&#8230;&#8230;<br />
pfiuh &#8230;..ada juga yg pake alasan karena subsidi pemerintah kecil jadi jalan keluarnya</p>
<p>adalah menaikkan SPP  mhsiswa weleh apa g bisa buat university based venture?kayak bbrp univ</p>
<p>di eropa or Jepang (example: Tokyo University )daripada dosennya mroyek untuk kepentingan</p>
<p>pribadi aja&#8230;<br />
ada alasan lain juga &#8220;demi kemandirian dan kebebasan universitas&#8221; walah apa harus spt itu</p>
<p>ketika kemandirian univ harus berujung ato berakibat mahalnya SPP ?emboh kok iso koyok ngono<br />
saya sangat iri dgn negeri tetangga ,Malaysia ,terlepas dari status arogan dan bnyk yg</p>
<p>bilang malaysia =Malingasia ,untuk satu riset kecil dalam satu lab aja (2 org mahasiswa</p>
<p>master) mereka mau mendanai sampai 1 M padahal dalam satu lab ada bbrp riset ,dan dalam</p>
<p>fakultas  ada bbrp dept ,dalam satu univ ada bbrp  fakultas &#8230;<br />
apa lagi negara2 maju kayak jepang ,untuk riset 1 (satu) lab(Hiroshima university untuk grid</p>
<p>computing) mereka  berani sampe memberi ijin penggunaan satelit kementrian INFOKOM jepang</p>
<p>(dan seingat saya proses ijinnya hanya butuh waktu sebulan),<br />
ada yang bilang &#8220;kamu ini org indonesia kok njelek2 kan bangsa mu sendiri?&#8221;<br />
aku punya jawaban<br />
&#8220;ketika aku ditanay org asing aku berikan jawaban yg menghibur kepada mereka&#8221;<br />
tapi kita tidak bisa menutup mata akan keadaan negeri kita<br />
WES EMBOH ,EDAN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/abai/2007/12/11/wes-emboh-edan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>hampir ketangkap polisi di negeri orang</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/abai/2007/12/08/hampir-ketangkap-polisi-di-negeri-orang/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/abai/2007/12/08/hampir-ketangkap-polisi-di-negeri-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 14:58:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baidowi@its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/abai/2007/12/08/hampir-ketangkap-polisi-di-negeri-orang/</guid>
		<description><![CDATA[hari itu setelah menemui supervisor aku dan temen satu lab bergegas menuju masjid yang jaraknya kebetulan g bgt jauh dari kampus, dengan mengendarai sebuah sepeda motor dan kami nekat untuk tidak memakai helm ,he he he sepeda pinjaman lagi hi hi hi&#8230;suatu perbuatan yang sangat konyol dan beresiko ,terlebih aku gak bawa paspor dan student [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hari itu setelah menemui supervisor aku dan temen satu lab bergegas menuju masjid yang jaraknya kebetulan g bgt jauh dari kampus, dengan mengendarai sebuah sepeda motor dan kami nekat untuk tidak memakai helm ,he he he sepeda pinjaman lagi hi hi hi&#8230;suatu perbuatan yang sangat konyol dan beresiko ,terlebih aku gak bawa paspor dan student pas juga belum jadi (hmmmm ngawur pol pokoknya),aku berada di depan pegang kendali melewati jalan yang biasanya sepi dari polisi ,eh tiba2 di kejauhan tmpak bbrp polisi sedang berdiri &#8230;he he he dasar ngawur kita pasang tmaapang bego dan gak tahu kalo di situ ada polisi dan tetep ngacir ..haaah lega lolos dari seorang polisi tapi tiba2 di depan setelah tikungan ternyata telah siap bbrp polisi menghadang.waduh cilaka nih pikirku&#8230;..ternyata polisi sebelumnya mengontak polisi setelah tikungan&#8230;.kami di berhentikan,&#8221;stop,kenapa kok tidak pakai helm?&#8221;tanya polisi itu,kami pasang strategi tampang bego tapi &#8220;ramah&#8221; alias cengar cengir dgn harapan sang polisi tidak naik pitam&#8230;kami berikan sebuah jawaban&#8221;oh helm kami tertinggal di lab ,maafkan kami pak polisi&#8221;&#8230;.sejenak polisi terdiam dan kemudian dia meminta kartu ID ,waduh cilaka aku &#8230;.untung temanku bertindak cepat dgn memberikan student card nya,dan pak polisi akhirnya tidak jadi menanyakan hal yang sama kepadaku&#8230;dia kemudian berkata&#8221;ambi helm dan kembali lagi kesini!&#8221;tanpa pikir panjang kammi segera ngacir dari situ sebelum polisi lainnya dateng mengerubung dan membuat situasi semakin sulit&#8230;.kami segera menuju lab dan segerea meminjam helm dari teman mhsiswa lokal dan lahamdulillah adpet trus kami segera menuju ke kamar kuuntuk mengambi paspor setelah itu ngacir lagi menemui polisi tadi&#8230;.di kejauhan tampak bbrp polisi berkumpul tampak sebuah mobil patroli polisi mitsubishi lancer dan sepeda patroli ,mereka sedang berbincang2 &#8230;deg2 an juga ketika menghadapi mereka &#8230;.kuatkan tekad dan tetep menghadap untuk mengambil student card (student card sgt penting bagi pelajar asing,seperti sebuah  jimat sakti yg g boleh lupa untuk dibawa),tanpa di duga2 pak polisi yang tadi mendekati kami terlebih dahulu dan dgn segera menyerahkan kembali student card temanku sambil berujar&#8221;lain kali pake helm,dasar student,sudah pergi sana!&#8221; Alhamdulillah tidak kena tilang atau tidak ditanya macam2 apakah itu pasport ijin tinggal or semacamnya&#8230;.tanpa pikir panjang lagi aku bilang ke teman ku &#8220;ayo segera kabur ,sak durunge wonge berubah pikiran&#8221;(ayo segera kabur sebelum polisi itu berubah pikiran),dgn sedikit tergopoh2 ku pancal pedal starter dan rueeeeeng &#8230;kabuuuuur &#8230;..pfiuh<br />
waktu sangat mepet kami segera mengarahkan speda motor menuju masjid dan alhamdulillah tidak telat &#8230;<br />
aku sangat bersyukur polisi tadi tidak tanya macam2</p>
<p>aku tidak bisa membayangkan ketika  tanya pasporku dan aku tidak membawa,kemungkinan besar diproses di kantor polisi dan imigrasi g tahu deh gimana jadinya&#8230;</p>
<p>sebuah pelajaran sederhana yang bgt berharga</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/abai/2007/12/08/hampir-ketangkap-polisi-di-negeri-orang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Di Relung kamar(katon bagaskara)</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/abai/2007/12/04/di-relung-kamarkaton-bagaskara/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/abai/2007/12/04/di-relung-kamarkaton-bagaskara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 04:20:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baidowi@its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/abai/2007/12/04/di-relung-kamarkaton-bagaskara/</guid>
		<description><![CDATA[Di Relung Kamarku
Artist: Katon Bagaskara
Di relung relung kamarku
Kulihat kau tersenyum
Berangkaian kata rindu
Puisiku untukmu
Kasih adakah waktu tersisa
Untuk dapat saling bicara
Tentang kembang mawar kita
Yang berwarna jingga
Kini dia mekar kelopaknya
Sayang tersia sia
Walau setia di dalam makna
Tidakkah kau tahu
Kuselalu mencari waktu
&#8216;Tuk bertemu denganmu
Lihatlah kedua mataku
Bersinar resah dan jiwaku telah lelah
Ataukah karena
Selalu kubersikap seperti adanya
Yang lemah dan berhias kesalahan
Tiada sempurna
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Relung Kamarku<br />
Artist: Katon Bagaskara<br />
Di relung relung kamarku<br />
Kulihat kau tersenyum<br />
Berangkaian kata rindu<br />
Puisiku untukmu</p>
<p>Kasih adakah waktu tersisa<br />
Untuk dapat saling bicara<br />
Tentang kembang mawar kita<br />
Yang berwarna jingga</p>
<p>Kini dia mekar kelopaknya<br />
Sayang tersia sia<br />
Walau setia di dalam makna</p>
<p>Tidakkah kau tahu<br />
Kuselalu mencari waktu<br />
&#8216;Tuk bertemu denganmu<br />
Lihatlah kedua mataku<br />
Bersinar resah dan jiwaku telah lelah</p>
<p>Ataukah karena<br />
Selalu kubersikap seperti adanya<br />
Yang lemah dan berhias kesalahan<br />
Tiada sempurna</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/abai/2007/12/04/di-relung-kamarkaton-bagaskara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>DON’T ASK ME ABOUT THAT!!!(di hapus dulu)</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/abai/2007/11/15/don%e2%80%99t-ask-me-about-that/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/abai/2007/11/15/don%e2%80%99t-ask-me-about-that/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 13:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baidowi@its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/abai/2007/11/15/don%e2%80%99t-ask-me-about-that/</guid>
		<description><![CDATA[Maaf sementara dihapus karena banyak menuai protes,knp tuh mereka protes?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf sementara dihapus karena banyak menuai protes,knp tuh mereka protes?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/abai/2007/11/15/don%e2%80%99t-ask-me-about-that/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kuta Bali</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/abai/2007/11/06/kuta-bali/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/abai/2007/11/06/kuta-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 06:19:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baidowi@its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/abai/2007/11/06/kuta-bali/</guid>
		<description><![CDATA[Kuta ,Bali 30 October 2007

Sebenernya ini pertama kali aku pergi ke Bali,Yang kebanyakan oran gberkata Pulau Dewata(aku tidak sepakat,penjelasannya nanti),siang hari 10.00 pesawat menyentuh landasan bandara Ngurah Rai setelah keluar abandara aku melanjutkan perjalanan ke Sebuah hotel bintang 5 dan menempati kamar yang sudah dipesan panitia ,jadwal pertemuan masih nanti sore ,maka aku merebahkan diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kuta ,Bali 30 October 2007</p>
<p><a href="http://blog.its.ac.id/abai/files/2007/11/bali.jpg" title="Direct link to file"><img src="http://blog.its.ac.id/abai/files/2007/11/bali.thumbnail.jpg" alt="bali.jpg" height="128" width="170" /></a></p>
<p>Sebenernya ini pertama kali aku pergi ke Bali,Yang kebanyakan oran gberkata Pulau Dewata(aku tidak sepakat,penjelasannya nanti),siang hari 10.00 pesawat menyentuh landasan bandara Ngurah Rai setelah keluar abandara aku melanjutkan perjalanan ke Sebuah hotel bintang 5 dan menempati kamar yang sudah dipesan panitia ,jadwal pertemuan masih nanti sore ,maka aku merebahkan diri dahulu karena saking lelahnya kemudian terbangun jam sudah menunjukkan pukul 13.46 bergegas aku bangun dan berwudhu dan “TUING” kemana arah kiblat?matahari tertutup mendung jadi agak binngung namun akhirnya kutemukan juga setelah bertanya..Sore hari menuju lobby dan di lobby sudah terlihat bbrp orang sudah siap ,tampak seorang wanita berjilbab putih memulai pembicaraan di pertemuan tersebut dan bla bla bla pertemuan selesai ,kami menuju ke sebuah tempat makan seafood yang cukup terkenal di jimbaran  dengan sebuah Mazda E 2000 ,sepanjanga makan kami ngobrol2 dan wanita berjilbab yang kira2 usianya 30 an tadi rupanya cukup banyak bicara dan bercerita mengenai dirinya mulai pekerjaannya sebgai seorang EO yang terkenal di negeri ini,sampai keluarganya,dan membuatku terkejut setelah dia selesai menyantap makanannya dia keluarkan sebungkus rokok putihan (A Mild) ,dan segera munyulutnya …….asap putih mengepul keluar dari mulutnya ,waaaaks gile ,kemudian dia bertanya :</p>
<p>A : kaget ya liat gue ngerokok?</p>
<p>Aku menjawab</p>
<p>B:”ooo tidak cuman Belum terbiasa aja”</p>
<p>A : “gue gak peduli apa kata orang ,aku dah ngurangi sebenarnya ,dulu gue habis 3 bungkus perhari sekarnag cuman satu” (Gile bener kataku dalam hati)</p>
<p>B : “nggak ernha mencoba berhenti?”</p>
<p>A:”dulu pernah gara2 batuk dan sakit ,trus setelah ganti jenis rokoknya aku baik kembali so gue terusin”</p>
<p>And bla bla &#8230;.dari ceritanya pun aku baru tahu kalo dia sebenarnya sudah naik haji ,aku gak tahu apkah dia sudah menikah or not tapi yang pasti umurnya sudah di atas kepala 3 dan karirnya  sangat lumayan ,sebelum dia jadi EO dia bekerja di Coca Cola dan dipromosikan menjadi Manager hanya dalam waktu 1 tahun  ,aku gak tahu harus menilai apa dalam kondisi seperti ini,yang jelas pemandanganini sangat kontras sekali bagiku.</p>
<p>Malam hari ,aku dan temanku mencoba keluar jalan2 ke jalanan Kuta yang kudapati di sisi kanan kiri jalanan adalah Pub yang hingar bingar dengan musik disco or karaoke dan tampak turis2 berjingkrak2 berdansa bersama pasangannya &#8230;aku meneruskan langkah kakiku menyusuri sampailah ke jalanan yang agak sepi tiba2 seorang laki2 mendekati ku &#8230;.aku agak khwatir sih ,kemudian dengan ramahnya menyapaku dan menawarkan koleksi cewek2 yang dia miliki &#8230;&#8230;wataw emangnya gue hidung belang apa?</p>
<p>Segera aja aku balik ke Hotel ah mendingan tidur aja daripada gak jelas &#8230;&#8230;.</p>
<p>Hmmmmm aku mungkin mengerti kenap Imam Samudara Cs membidik Bali sebagai target bom  mereka ,Sesajen di tiap depan toko,tidak ad asuara adzan,hotel2 yang seringkali tidak terdapat musholanya,kemaksiatan merebak dimana-mana tanpa ditutup2i ”tedeng aling2”kata orang jawa,orang 2  telanjang tanpa rasa malu.</p>
<p>Oleh karena itu jika orang bilang Bali adalah Pulau Dewata sepertinya aku tidak sepakat karena suasananya sangat berkebalikan.Ya Allah jika aku harus berada disana lagi lindungilah hambaMu yang lemah dan rentan ini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/abai/2007/11/06/kuta-bali/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>I Miss U Father</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/abai/2007/11/02/i-miss-u-father/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/abai/2007/11/02/i-miss-u-father/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2007 11:44:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baidowi@its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/abai/2007/11/02/i-miss-u-father/</guid>
		<description><![CDATA[

&#160;
&#160;
&#160;


2 hari lagi,ya 2 hari lagi ramadhan berakhir,hari ini seharusnyamenjadi hari yang biasa saja bagiku ,rutinitas biasa,dateng kantor ,nyalakan komp,danmelakukan tugasa2 seperti biasa,namun hari ini ketika ku buka sebah website muslim,kudapati sebuah artikel yang mungkin biasa bagi kebanyakan orang namun itu tidak biasa bagiku,sebuah artikel yang ditulis oleh seorang yang ayahnya sudah meninggal,artikel yang berjudul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td width="24">&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<p>2 hari lagi,ya 2 hari lagi ramadhan berakhir,hari ini seharusnyamenjadi hari yang biasa saja bagiku ,rutinitas biasa,dateng kantor ,nyalakan komp,danmelakukan tugasa2 seperti biasa,namun hari ini ketika ku buka sebah website muslim,kudapati sebuah artikel yang mungkin biasa bagi kebanyakan orang namun itu tidak biasa bagiku,sebuah artikel yang ditulis oleh seorang yang ayahnya sudah meninggal,artikel yang berjudul &#8220;sepercik rindu buat papa&#8221;,kubaca perlahan-lahan artikel itu tanpa kusadari buliran2 hangat kurasakan air mata dipipiku,dadaku serasa sesak hingga aku terpaksa mengambil napas panjang untuk sejenak melonggarkan dadaku dan menenangkan perasaanku,naun usaha2 itu tidak bisa menghentikan  pikiranku yang melayang mengingatnya,artikel itu mengingatkan ku akan Bapak ku yang sudah dipanggil Allah 2 tahun lalu,ku tundukkan kepalaku dan kusembunyikan di balik monitor komputer agar temen2 kantor tidakmelihatku menitikkan air mata.<br />
tampak di wallpaper komp ku wajah bapakku diantara seluruh keluarga ku ketika masih utuh yah aku eringat ketika aku masih kecil ,sebuah suling sunda dimainkan dan diselingi cerita2 yang lucu terkadang dengan sengaja  nada2 sulingnya dibuat  cepat dan  lucu sekedar  untuk membuatku  tertawa,kuingat  setelah maghrib  penunjuk terbuat dari bambu selalu dipegangnya ketika beliau mengajariku baca quran huruf demi huruf,di ketahuinya kesalahan2 kecil dalam cara ku baca alquran hanya dengan menengarkannya,di saaat listrik padam wajah cerianya masih terbayang di benakku,garis wajahnya tampak remang2 oleh terpaan cahaya lampu minyak tanah sambil bercerita dan menghangatkan malam yang diringi oleh hujan lebat serta remangnya cahaya lampu minyak.<br />
Ya Allah akumerindukannya,ya Allah lapangkanlah alam kuburnya,ampunilah segala dosa2nya,tempatkanlah di sisiMu yang mulia.Andai aku bisa bertemu dengannya walau hanya sesaat ,akan-ku dekap erat sekuat tenaga ku ,<br />
ini adalah tahun ke 3 tanpamu bapak tak ada lagi yang kunanti di rumah ketika sholat idulfitri usai ,untuk ku cium tanganmu dan ku haturkan  berribu maaf ,sampai kau usapkan tangamu di kepalaku<br />
I MISS U FATHER<br />
u are the best man i ever seen in the entire my life</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/abai/2007/11/02/i-miss-u-father/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>tamparan di pagi hari</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/abai/2007/10/23/tamparan-di-pagi-hari/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/abai/2007/10/23/tamparan-di-pagi-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 09:37:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baidowi@its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/abai/2007/10/23/tamparan-di-pagi-hari/</guid>
		<description><![CDATA[

Tausiyah pagi
kutemukan Sebuah tulisan
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia..
Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih.
Allah SWT sudah menghitung airmatamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja.
Allah SWT sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>
<a href="http://blog.its.ac.id/abai/files/2007/10/sunrise.jpg" title="sunrise.jpg"><img src="http://blog.its.ac.id/abai/files/2007/10/sunrise.thumbnail.jpg" alt="sunrise.jpg" /></a></pre>
<p><strong>Tausiyah pagi</strong></p>
<p>kutemukan Sebuah tulisan</p>
<p>Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia..<br />
Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.</p>
<p>Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih.<br />
Allah SWT sudah menghitung airmatamu.</p>
<p>Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja.<br />
Allah SWT sedang menunggu bersama denganmu.</p>
<p>Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.<br />
Allah SWT selalu berada disampingmu.</p>
<p>Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi.<br />
Allah SWT punya jawabannya.</p>
<p>Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan.<br />
Allah SWT dapat menenangkanmu.</p>
<p>Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan.<br />
Allah SWT sedang berbisik kepadamu.</p>
<p>Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur.<br />
Allah SWT telah memberkatimu.</p>
<p>Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.<br />
Allah SWT telah tersenyum padamu.</p>
<p>Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi.<br />
Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.</p>
<p>Ingatlah bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap.<br />
Allah SWT Maha Mengetahui.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/abai/2007/10/23/tamparan-di-pagi-hari/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk apa hidup kita?</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/abai/2007/10/23/untuk-apa-hidup-kita/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/abai/2007/10/23/untuk-apa-hidup-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 03:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baidowi@its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/abai/2007/10/23/untuk-apa-hidup-kita/</guid>
		<description><![CDATA[


hmmm kalo gak salah ini dari hidayatullah.com  yaaa maklum untuk sementara bisanya repost(wah jadi malu niiih)
Untuk Apa Hidup Kita?


 




Kita lahir ke dunia. Tumbuh   menjadi besar. Sekolah dari TK,   SD, SMP, SMU dan jika beruntung meneruskan kuliah. Lalu bekerja dan menikah.   Punya anak. Jika umur panjang, masih bisa lihat cucu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellpadding="0" width="100%">
<tr>
<td width="27%">
<p align="center">hmmm kalo gak salah ini dari hidayatullah.com  yaaa maklum untuk sementara bisanya repost(wah jadi malu niiih)</p>
<p align="center"><strong>Untuk Apa Hidup Kita?</strong></p>
</td>
<td width="3%">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" valign="top">
<p>Kita lahir ke dunia. Tumbuh   menjadi besar. Sekolah dari TK,   SD, SMP, SMU dan jika beruntung meneruskan kuliah. Lalu bekerja dan menikah.   Punya anak. Jika umur panjang, masih bisa lihat cucu, buyut, dan -jika   beruntung- canggah. Lalu mati. Itulah gambar kasar dari hidup kita. Lalu   hari-hari hidup itu adalah bangun, mandi, makan pagi, bekerja atau sekolah,   makan siang, mengisi waktu dengan berbagai aktivitas, mandi lagi, makan   malam, dan tidur lagi. Kebanyakan dari kita melakukan hari-harinya seperti   itu.</p>
<p>Lalu apa sebenarnya hidup kita ini ?   Karl Marx  pernah berkata, &#8221; Hidup itu perut kenyang&#8221;.   Maksudnya hidup itu untuk makan (saja). Sedangkan Sigmund Freud berpendapat   hidup itu pemenuhan kebutuhan seksual belaka, lain tidak. Jika kita tanya   orang-orang di sekitar kita tentang &#8216;untuk apa kita hidup ?&#8217; mungkin -dan   sangat mungkin- jawaban yang kita peroleh adalah sebanyak orang yang kita   tanyai. Maksudnya adalah satu orang menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda   dari yang lainnya, sebagaimana pendapat Karl Marx berbeda dengan Sigmund   Freud.</p>
<p>
Untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat, maka gunakan akal sehat kita   ! Yang paling tahu untuk apa kita hidup tentu saja ialah Yang Menghidupkan   kita, yaitu Sang Pencipta, Alloh <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em>. Alloh <em>subhaanahu   wa ta&#8217;ala </em>berfirman, yang artinya: <em>&#8221; Dan Aku tidak menciptakan   jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu..&#8221;</em> (QS:   Adz-Dzaariyaat: 56).</p>
<p>
<strong>Sekarang sudah jelas bagi kita, bahwa kita diciptakan dan dihidupkan hanya   untuk beribadah kepada Alloh <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em> saja dan tidak   ada tujuan yang lain.</strong></p>
<p>
Mungkin timbul pertanyaan: Lalu apakah hidup kita ini hanya  untuk   sholat saja, ke masjid saja, mengaji saja ? Kemudian tidak mancari nafkah,   tidak menikah ? Sebelum bertanya-tanya, lebih dulu harus kita pahami makna   &#8216;ibadah&#8217; itu.</p>
<p>
Pengertian Ibadah yang biasa dirujuk oleh ulama adalah pengertian yang   dirumuskan oleh Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah, yaitu ibadah adalah sebutan   yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Alloh <em>subhaanahu wa   ta&#8217;ala</em>, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang nampak (lahir) maupun   yang tersembunyi (batin). Sebagian ulama menambahkan dengan: disertai oleh   ketundukan yang paling tinggi dan rasa kecintaan yang paling tinggi kepada   Alloh <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em>.</p>
<p> </p>
<p>Ibadah itu banyak macamnya dan terbagi   menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut kepada Alloh   <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em>), raja&#8217; (mengaharap rahmat Alloh <em>subhaanahu wa   ta&#8217;ala</em>), mahabbah (cinta kepada Alloh <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em>),   tawakkal adalah ibadah yang berkaitan dengan hati. Sedangkan membaca   Al-Qur&#8217;an, tasbih, tahlil, takbir, tahmid adalah ibadah lisan dan hati.   Sedangkan shalat, zakat, haji, berbakti pada orang tua, membantu orang   kesulitan adalah ibadah badan dan hati.</p>
<p> </p>
<p>Jadi ibadah mencakup seluruh tingkah   laku seorang mukmin jika diniatkan qurbah (untuk mendekatkan diri kepada   Alloh <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em>) atau apa saja yang membantu qurbah. Bahkan   adat kebiasaan yang mubah pun bernilai ibadah jika diniatkan sebagai bekal   untuk taat kepada Alloh <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em>. Seperti tidur, makan,   minum, jual beli, bekerja mencari nafkah, menikah, dan sebagainya. Jadi   ibadah itu tidaklah sempit cakupannya, bahkan ia mencakup seluruh aspek   kehidupan muslim, baik di masjid maupun di luar masjid.</p>
<p> </p>
<p>Sebagai contoh ibadah di luar masjid   adalah bekerja. Banyak hadits yang menganjurkan seorang muslim untuk bekerja   dan memuji para pelakunya. Rasululloh <em>shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam</em>   bersabda, yang artinya:<em> &#8221; Sesungguhnya sebaik-baik yang kamu makan   adalah dari hasil kerjamu sendiri&#8221; </em>(HR: Abu Dawud, At-Tirmidzy, dan   An-Nasa-i, dari &#8216;A-isyah dengan sanad shahih).</p>
<p> </p>
<p>Ketika para sahabat menyaksikan seorang   laki-laki berjalan dengan gesit, mereka berkomentar, &#8221; Seandainya (saja)   ia berjalan di jalan Allah (berjihad).&#8221; Kemudian Nabi <em>Shallaallaahu    &#8216;alaihi wa sallam</em> meluruskan pernyataan tersebut dan bersabda, yang   artinya: &#8220;Jika ia keluar mencarikan nafkah anaknya yang kecil, maka ia   di jalan Alloh <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em>. Jika ia keluar mencarikan nafkah   kedua orang tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan allah, dan jika ia keluar   mencari nafkah untuk dirinya dengan maksud menjauhkan diri dari yang tidak   baik, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia keluar dengan maksud riya&#8217; (pamer)   dan sombong, maka ia di jalan setan. &#8221; (HR. Ath-Thabrany dari Ka&#8217;ab bin   Ujrah dengan sanad shahih).</p>
<p> </p>
<p>Rasululloh <em>shallaalaahu &#8216;alaihi wa   sallam</em> <strong><em>-yang merupakan teladan yang utama dan pertama dalam   beribadah-</em></strong>  pada waktu kecil bekerja menggembala kambing dengan   upah beberapa dinar. Kemudian beliau juga pernah berdagang. Begitu pula   dengan para salafush-sholih (para pendahulu Islam yang sholih) mereka juga   mencari nafkah dan membenci pengangguran. Abu Bakar, Utsman dan Thalhah <em>Radhiyallahu   &#8216;anhum</em> adalah pedagang kain. Az-Zubair, dan Amr bin Al-Ash <em>Radhiyallaahu   &#8216;anhuma</em> bekerja menjual pakaian jadi. Imam Ahmad <em>Rahimahullah</em>   bekerja sebagai penulis kitab bayaran.</p>
<p> </p>
<p>Jadi merupakan pandangan yang salah jika   ada orang yang menganggap bekerja itu tidak termasuk ibadah. Namun tentu saja,   bekerja yang dihitung sebagai ibadah adalah bekerja yang diniatkan untuk   mencari bekal agar bisa mendekatkan diri kepada Alloh <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em>   dan menjaga kehormatan muslim serta harus dengan cara yang halal. Jika   bekerja namun diniatkan untuk menumpuk harta atau berfoya-foya tanpa   memikirkan hak anak, istri, orang tua serta ditempuh dengan cara yang haram   masih ditambah lagi dengan melalaikan kewajiban agama (sholat dan mncari ilmu   agama misalnya), tentu saja bekerja yang seperti ini tidaklah bernilai   ibadah, bahkan hanya menambah dosa.</p>
<p> </p>
<p>Ibadah yang bermanfaat adalah ibadah   yang diterima oleh Alloh <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em>. Jika kita telah   berlelah-lelah beribadah namun tidak diterima oleh Alloh <em>subhaanahu wa   ta&#8217;ala</em> maka ibadah kita tidak bermanfaat dan arti hidup kita akan tidak   bermakna serta tujuan hidup kita tidaklah tercapai. </p>
<p>
Agar bisa diterima oleh Alloh <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em>, ibadah disyaratkan   harus benar. Dan ibadah itu tidak benar kecuali dengan syarat: <strong>Ikhlas   karena Alloh <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em> semata, bebas dari syirik besar dan   kecil &amp; Sesuai tuntunan Rasullulloh <em>shallaallaahu &#8216;alaihi wa sallam </em></strong></p>
<p> </p>
<p>Syarat pertama adalah konsekuensi dari   syahadat <em>laa ilaaha ilaaLlaah</em>, karena ia mengharuskan ikhlas beribadah   hanya untuk Allah dan jauh dari syirik kepadaNya. Syarat kedua adalah   konsekuensi dari syahadat Muhammadur-Rasululloh karena ia menuntut wajibnya   ta&#8217;at keada Nabi, mengikuti tuntunannya dan meninggalkan bid&#8217;ah (ibadah atau   cara beribadah yang tidak pernah dituntunkan Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa   sallam</em>). </p>
<p> </p>
<p>Dalil bagi kedua syarat ini ialah firman   Alloh <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala,</em> yang artinya: <em>&#8221; Barang siapa yang   mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaknya ia mengerjakan amal   shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun (terhadap Alloh) dalam   beribadah kepada Tuhannya.&#8221; </em>(QS: Al-Kahfi :110).</p>
<p> </p>
<p>Kalimat &#8220;..maka hendaknya ia   mengerjakan amal shalih..&#8221; merupakan manifestasi syarat kedua, yaitu   sesuai tuntunan Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, karena amal shalih   itu adalah amal yang pasti telah dituntunkan Nabi. Sedangkan &#8220;..dan   janganlah ia mermpersekutukan seorang pun (terhadap Allah) dalam beribadah   kepada Tuhannya.&#8221; meruplakan manifestasi syarat pertama, yaitu keharusan   ikhlash.</p>
<p> </p>
<p>Dua syarat ini merupakan keharusan yang   mutlak. Jadi adalah salah jika orang beribadah dengan cara yang tidak pernah   dituntunkan Nabi kemudian dia berkata untuk membenarkan ibadahnya : &#8221;   Yang penting kan niatnya&#8221; atau &#8221; Yang penting kan ikhlas&#8221;.</p>
<p> </p>
<p>Niat ikhlas tidak bisa mengubah cara   beribadah yang salah menjadi benar. Apalagi Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa   sallam</em> bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Barang siapa melaksanakan suatu   amalan tidak atas perintah kami (yang Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam   tidak pernah memerintahkannya dan tidak pernah membolehkannya) maka amal itu   ditolak&#8221;</em> (HR: Al-Bukhary dan Muslim ). Begitu pula sebaliknya, jika   kita telah sesuai dengan tuntunan Nabi namun niatnya tidak ikhlas, maka   amalan kita juga ditolak Alloh <em>azza wa jalla</em>. </p>
<p> </p>
<p>Dua syarat ini haruslah dipahami dan   berusaha terus untuk dikaji secara mendalam dan dipraktekkan. Maka tentu saja   merupakan suatu kebohongan yang besar jika ada seorang muslim banyak   ibadahnya tapi tidak pernah belajar bagaimana cara beribadah yang benar dan   bagaimana agar amal ibadahnya dapat diterima Alloh <em>subhaanahu wa ta&#8217;ala</em>.   Oleh karena itu, langkah awal seorang muslim agar tujuan hidupnya tercapai   adalah belajar dulu bagaimana cara beribadah yang benar dan dapat diterima.   Tidak mungkin seorang yang tidak pernah mengaji, tidak pernah belajar   agama  bisa benar ibadahnya. Padahal tujuan dihidupkannya kita ini   adalah ibadah -yang mencakup seluruh aspek kehidupan, lain tidak. </p>
<p> </p>
<p>Maka   marilah kita hidupkan semangat mencari ilmu agama agar kemudian ibadah kita   benar dan dapat diterima oleh Allah, sehingga hidup kita benar-benar bermakna   dan tujuan hidup kita tercapai. Marilah kita baca Al-Qur&#8217;an, kita pelajari   isinya melalui buku-buku agama, kita baca hadits-hadits, kita pahami maknanya   melalui majelis-majelis pengajian, agar tak menyesal jika sudah sampai di   kuburan nanti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Sumber   Rujukan: Kitab Tauhid, Asy-Syaikh Dr. Shaleh Al Fauzan)</p>
</td>
</tr>
</table>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/abai/2007/10/23/untuk-apa-hidup-kita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>it&#8217;s me</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/abai/2007/10/23/its-me/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/abai/2007/10/23/its-me/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 03:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baidowi@its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/abai/2007/10/23/its-me/</guid>
		<description><![CDATA[
Yes that is me,just an ordinary simple guy,hmmm i&#8217;m quite old enough 27 years .
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.its.ac.id/abai/files/2007/10/me.jpg" title="me.jpg"><img src="http://blog.its.ac.id/abai/files/2007/10/me.thumbnail.jpg" alt="me.jpg" /></a></p>
<p>Yes that is me,just an ordinary simple guy,hmmm i&#8217;m quite old enough 27 years .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/abai/2007/10/23/its-me/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
