eh ternyata … (bag.2 selesai)
November 23, 2007sepeda motor saya masih terjebak di parkiran dalam kampus tc yang tercinta. dengan terdiam kaku dan penuh kekhidmatan, memang sudah sejak pagi tadi terjebak disana sepeda motorku.
akhirnya masuklah saya dan pak montir itu dan dengan segera dia membongkar body sepeda motor saya, dengan cekatan dia membuka satu persatu baut yang ada kemudian mencoba mengakali bagaimana caranya agar kunci saya bisa dibukakan tanpa menggunakan kunci kontak.
Setelah beberapa saat mempreteli dan mencoba membongkar kunci sepeda motorku, ternyata masih belum bisa juga, dan sampai pada satu tawaran; “mas, sampeyan lak arepe ganti kunci to, mesisan tak jebol no ae yo opo ? ga opo-opo yo”, karena memang saya sudah merencanakan untuk mengganti kunci yang lama itu, yang memang cuma tinggal satu-satunya. Ya sudah, saya setujui saya tawaran dari pak montir itu, dan benar dengan satu gerakan ia dengan mudah membuatkunci setir sepeda motor saya patah dan terbuka, belum sempat berkomentar ia sudah langsung melanjutkan aksinya dengan membongkar kabel-kabel listrik serta menyambungkan kembali satu dengan yang lainnya dengan urutan yang berlainan. Dan ternyata listrik sepeda motorku sudah hidup begitu saja. Sehingga dapat dengan mudah dihidupkan, meskipun harus agak dipanaskan karena sejak kemarin malam mesinnya tidak dihidupkan.
Sembari pak montir mengumpulkan baut-baut yang bergeletakan, saya meminjam kunci gerbang dalam kemudian bersegera meluncur ke bengkel motor di keputih. Tapi sebelumnya saya menyempatkan diri mampir dulu ke kantin pusat untuk mengambil uang di atm, karena mau mengganti kunci motor. Karen motor dihidupkan dengan paksa maka tidak bisa dimatikan begitu saja, sehingga dibiarkan hidup dan ditunggui oleh pak montir.
Segera setelah itu kami melanjutkan ke bengkel untuk diservis. Sampai di bengkel langsung sepeda motorku di alih tangankan ke montir yang lainnya, dia mematikan motorku dengan mencabut tutup businya (ternyata begitu caranya baru mengerti aku). Dan bapak montir berbaju hitam yang pertama tadi pergi menggunakan motor untuk membeli set kunci ganti yang baru. Sementara bapak montir yang satu lagi ini mulai melepaskan kunci motorku yang lama. baik kunci setir dan juga kunci joknya. Tidak lama sedang menunggu motorku di servis datanglah dua orang temanku, andi (alias cacing) dan nofian (alias opick alias pak no). Andi mengantarkan opik men-servis motornya, katanya tempat dudukan busi motornya sudah aus / los. Setelah itu andi kembali ke kosannya, sementara opik tetap menuggu motornya bersama ku.
Kami menunggu cukup lama ternyata waktu ashar telah tiba, maka kami berdua memutuskan untuk sholat ashar dulu. Setelah itu kami makan di warung dekat masjid BM (Baitul Muttaqin). Tidak lama setelah kami kembali sepeda motorku sudah selesai di servis. Kemudian menyusul sepeda motor opik juga selesai. Opik kembali ke kos mencuci, Sementara saya ke langsung meluncur ke kampus untuk mengambil helm. Sampai dikampus, eh ternyata saya dipanggil pak baggio, yang biasa menjaga parkir TC di malam hari. Dia bilang “kuncimu ketinggalan ya ? “, saya jawab “ngga pak tapi emang hilang, jatuh di musholla atau di lab.”, “Lha wong kuncimu lho ketinggalan di sepeda malam2 kemarin, ada yang menemukan terus saya bilang kasihkan ke saya saja,”. Benar ternyata seketika itu juga pak baggio mengeluarkan kunci dari lemari dan ternyata itu adalah kunci sepeda motor saya. Yang saya kira jatuh dan hilang eh ternyata tertinggal di sepeda motor dan ditemukan pak baggio. Sekarang kunci itu sudah ada sama saya lagi. Terima kasih Pak Baggio. Meskipun terasa sayang sudah terlanjur mengganti dengan kunci yang baru, namun tidak apa-apa, karena memang kunci yang lama hanya tinggal ada satu, dan tidak ada candangannya. Jadi memang lebih baik punya kunci yang ada candangannya …
(bweh, kepanjangan cerita yg ga penting satu ini)
Add A Comment