Catatan one way trip back-forth Surabaya-Jakarta-Surabaya. Visiting The 11th Inacraft 2009. (part 1).
April 27, 2009Weekend kemarin, 25-26 April 2009, saya berkesempatan mengikuti sebuah perjalanan yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya namakan perjalan itu, one way trip back-forth Surabaya-Jakarta-Surabaya. Atau dalam bahasa Indonesianya, perjalanan bolak-balik sekali jalan Surabaya-Jakarta-Surabaya.
Mungkin sebelumnya saya ceritakan dulu latar belakangnya saya bisa mengikuti perjalanan ini. Sebenarnya perjalanan ini inisiatif dari sahabat saya Fahmi Machdan. Dia yang mengajak saya untuk melakukan perjalanan ini. Tujuan utamanya adalah mengunjungi pameran kerajinan Indonesia, Inacraft, tahun 2009. Sebenarnya Fahmi mengajak saya untuk berangkat ke Jakarta dari hari jum’at, namun dikarenakan saya masih harus menyiapkan dan ikut mendampingi rapat persiapan EASTS Conference 2009, maka saya mengatakan kalau saya baru punya waktu hari sabtu malam. Ternyata mengetahui keadaan itu, fahmi langsung menyanggupinya dengan membelikan dua buah tiket perjalanan ke Jakarta hari sabtu malam, dengan kereta Argo Bromo Anggrek. Sebenarnya fahmi juga mengajak sahabat kita yang lain, yaitu Nurvan Indra Praja. Namun karena praja ada acara keluarga sehingga tidak dapat ikut serta dalam perjalanan. Jadilah hanya kita berdua yang berangkat.
Kami berangkat hari sabtu malam dengan kereta Argo Bromo Anggrek. Kami bertemu langsung di Stasiun Pasar Turi Surabaya. Kereta berangkat pada pukul 20.00. Saya berangkat ke Stasiun diantar oleh sahabat kos saya Daniel Permana Putra. Sesampainya di Stasiun saya langsung bertemu dengan Fahmi. Tidak perlu menunggu, kami langsung menuju ke kereta. Kereta kami terletak di peron satu langsung terlihat begitu kami memasuki stasiun. Dengan mengecek tiket yang betuliskan Gerbong 5 kursi nomor 6C dan 6D, kami langsung menaiki kereta.Kereta tidak terlalu ramai, terlihat beberapa penumpang lainnya yang juga menaiki kereta, entah mereka menuju ke Jakarta juga, atau hendak turun di Semarang. Langsung kami mencari kursi tempat kami duduk. Tidak terlalu lama sejak kami meletakkan kedua ‘ekor’ kami kursi, dan bercakap-cakap sejenak, terasalah kereta mulai bergerak.
Perlahan kereta beranjak meninggalkan Stasiun Pasar Turi, menuju Jakarta. Semenjak awal perjalanan kami berdua telah berdiskusi. Kami berdiskusi tentang bermacam-macam hal. Mulai dari hal-hal yang berhubungan seputar impian kita berdua dalam mengerjakan proyek Komunitas Batik (atau kedepannya impian ini mengembang menjadi Komunitas Budaya dan Kerajinan Indonesia), sampai kami mendiskusikan bagaimana perkembangan masyarakat Indonesia (kedengarannya memang agak ‘berat’ sih.. ), tapi sebenarnya ini berawal dari kedua pasang telinga kami yang mendengar gumaman seorang anak perempuan kecil yang lucu, diperkirakan anak itu masih tergolong balita, ataupun sd kelas awal. Anak perempuan itu bergumam, atau ya.. maksudnya dia bersenandun, menyanyikan lagu-lagu. Sepenangkapan telinga kami anak itu bernyanyi beraneka macam lagu-lagu pop yang sedang hits saat ini, mulai dari kangen band, st12, dirly, dll. Luar biasa juga penguasaan lagu anak itu, ‘wawasan’-nya cukup luas. Tapi ya karena itu.. Kami jadi heran.. anak seusia itu, apakah bukan sebaiknya mereka menyanyikan lagu-lagu anak-anak ciptaan Bapak & Ibu Kasur, atau ya mungkin karya Papa T Bob. Yah begitulah keadaannya saat ini. Media begitu banyak menyajikan hiburan-hiburan yang seperti itu sedemikian rupa. Sehingga hiburan-hiburan yang selayaknya untuk anak-anak seusia mereka bisa dibilang hampir tidak ada.
Diskusi kami pun berlanjut ke beraneka macam topik lainnya. Tapi lebih banyak kami mendiskusikan dua buah buku yang dibawa oleh Fahmi, dan saat itu saya pinjam untuk dibaca. Buku pertama adalah Buku kumpulan blog dari sebuah Perusahaan IT yang mempunyai filosofi sederhana yang sangat mengena, Perusahaan itu bernama 37Signals. Sedangkan buku kedua adalah Buku Rahasia Kesuksesan Perdaganga Orang Cina. Kami mendiskusikan kedua buku ini hingga larut. Insya Allah pada kesempatan lain akan saya coba meresensi kedua buku ini (tentunya ketika saya sudah selesai membacanya. :-) )
Ketika kami mulai lelah, Fahmi terlebih dahulu bersiap-siap merebahkan diri ke sandaran kursi. Sementara saya masih melanjutkan membaca buku yang kedua.
Waduh, sepertinya tulisan kali ini harus saya cukupkan sampai disini dulu. Saya ada hal yang harus dikerjakan sebagai bahan persiapan rapat tim kecil malam nanti. Rapatnya bertempat di Shangri-La rek.. ^^ ). Oke, Insya Allah akan saya lanjutkan besok.
Wassalam.