June 18
7 ciri guru disukai murid
ardi Berkata:
komen 7 point
- guru sosok pembimbing/pengasuh /pamong bukan bersifat instruktur melihat hitam-putih persoalan {spt. tertera di point 1 atas] ;
- usai dibimbing/diasuh/diemong, tentu ada “serapan” informasi baru diperoleh, itu perlu dilakukan uji coba keberanian/tumbuhkan percaya diri dalam hati buah asuhannya… tu’ cheq & recheq sejauh mana daya tangkap & nalar si receiver {lancar atau ada derau/noise.. karna apa?}
- sebentuk ekspresi dari point 2 lebih tinggi tingkatnya,dr. perbuatan diubah menjadi verbal {banyak siswa disini alami kesulitan, ungkap “ide/ kemauan” di dalam otak/hati mereka u dikomunikasikan kepada orang lain lewat verbal… [cara hilangkan bagaimana ya…? biasa diidap kaum pekerja teknokrat = banyak kerja tanpa cakap, bukannya birokrat apalagi administrator = banyak cakap tanpa kerja/pembual ulung]
- Adil, mudah diajak berkomunikasi, selalu ada saat mereka membutuhkan, selalu mendukung. 4. menjadi ortu SIAGA nih, siap antar jaga ; sahabat/sobat setia = ing madyo mangun karso
- kalau ini sih pembawaan lahir, susah diubah, terkecuali mereka mau dan berani berkorban;karna KETEGANGAN itu=kenikmatan–> dibilang berwibawa; MENYENANGKAN?—> wah bisa kurang ajar tak terkendali tuh siswa, dan tak siap kendali, apa kata rekan di Ruang Guru bagaimana nanti….? BERMACAM CARA & METODE?—> ini butuh MODAL kreatifitas & intelektual luas kalau pas-2an bagaimana… kan bisa-2 kamu ketahuan….?!?! ; biaya & harus kepada siapa peroleh akses informasi? ; kebo kabotan sungu= beban setumpuk, duit sejumput, masih dituntut cam-macam pula… apa’an tuh maunya?? enak aza… bagi rajin bikin policy, sing ngelakoni policy, mbingungi rek!
- tersurat & tersirat diatas jujur haris DIPAHAMI oleh siPENYAMPAI pesan dan memang benar demikian adanya. Adalah sungguh kelewatan banget,kalau sampai mengatakan si murid “dobog” gara-2 tak paham apa diomongkan guru= dia pasti dan belum membaca dan menyelami blog ini [khususon poin 6) periode intelektual {oemoemnya lho] periode S1 ; sama bingungnya periode S2 : sombongkan ilmu dipunyai jadi bahan Trade Mark, semakin sulit, smakin membanggakan [sok penguasa/ pakar ilmu itu banget ngaten lo] periode S3 ; temukan & mengurai titik kesulitan periode sebelumnya kemudian “pahami & ngerti” bnagets kesulitan dihadapi juniornya….
- Jangan menyerah terhadap mereka. Ada banyak film yang menjelaska menganai hal ini salah satunya film Dangerous Minds. Mudah-mudahan anda pernah menontonnya. 7. Sosok Guru = Ki Dalang,gak bakalan kehilangan Lakon/Akal melawan muridna itu pakemnya demikian, karena dari segi sisi usia, kehadiran dan makan asam garam dunia > senior dbanding muridnya, bukan begitu? filmnya sampun diterjemahkan ke bahasa ibu kah, sehingga ayas gampang meres sapi? matur nuwun sanget tulisanipun sae lan guyon parikeno…
June 30th, 2008 at 11:12 am
benar-benar “suasana” amat menyenangkan …
mengharukan kesemuanya “pada” melibatkan
diri memberi dan mengerahkan apa yang dimiliki dan yang dipunyai
dengan semangat “melu handarbeni”,
dari kami orang tua sekalian guru juga murid
memang benar, dalam era keterbatasan dan kesulitan, balutan “kepolosan” [perwujudan sifat ikhlas kah?] akan muncul serta merta mampu meruntuhkan “sekat-2″ ego sentral dan hegemoni/ borderless/bureaukrasi …, akan tumbuh pelahan manakala ada “virus sok/kepalsuan” [perwujudan sifat riya’ kah!] merusak swasana lagi terbangun …
[klasikal terjadi di tanah air] = alias berebut bungkus tanpa isi [pentingnya penampilan, bukan
mutu pembelajaran = kejar prestise tanpa prestasi;
bukan uber prestasi otomatis prestise menyertai]
semoga virus kepalsuan/riya’ itu tumbuh di kawasan tropika-hangat, “termatikan” di bumi jepang nan dingin [semoga tak bermutasi gen]
bilakah “swasana” itu terbangun dan terjadi
inkubasi di sini… di bumi pertiwi?