Analisis Kondisi ObjekStasiun Semut Merah
Oleh :
Kinanti E.P.P. (5106100060)
Aulia Fauziyah (5106100082)
Rahmah Mustika (5106100161)
General
aKereta api menjelang era globalisasi ini termasuk transportasi yang ekonomis, aman, efisien, dan menguntungkan, karena biaya perjalanan yang relatif murah untuk perjalanan jauh, mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya, mengurangi kecelakaan lalu lintas, dan sangat membantu bagi merka yang berekonomi lemah dalam mengatasi krisis ekonomi yang sampai saat ini belum berakhir juga.Stasiun Semut Merah merupakan salah satu stasiun yang masih eksis hingga saat ini, terhitung dari berdirinya stasiun ini, yaitu pada tanggal 16 April 1918, stasiun ini sudah beroperasi selama 90 tahun, bahkan sejak zaman penjajahan Belanda, stasiun ini merupakan stasiun yang padat pengunjung setiap akhir pekan, terlebih saat-saat menjelang perayaan hari Besar atau liburan sekolah. Banyak sekali peristiwa yang telah dilalui dan dialami oleh Stasiun Kereta Api Semut Merah, dari masa penjajahan, masa perjuangan kemerdekaan, hingga sekarang. Bangunan stasiun seolah-olah menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa yang terjadi di sekitarnya.Di kota Sarang, mulanya hanya ada satu stasiun, yakni stasiun Semut Merah, namun seiring dengan berjalannya waktu dan juga semakin berlembangnya segala sesuatu di kota Sarang, pemerintah mendirikan beberapa stasiun baru untuk memperlancar arus transportasi kereta api.Meskipun kondisi bangunannya yang sudah tua, namun pemerintah sengaja tidak memperbarui atau merenovasinya. Hal ini disebabkan stasiun Semut Merah juga turut berpartisipasi dalam mengembangkan kota Sarang. Fungsi utama stasiun yaitu sebagai salah satu sarana transportasi yang membantu terjadinya sirkulasi manusia dari satu tempat ke tempat lain. Akibatnya, banyak penginapan, rumah makan dan pusat perbelanjaan yang dibangun di sekitar stasiun. Semua itu seolah-olah menjadikan Stasiun Kereta Api Bandung sebagai pusat kegiatannya.Pengaruh stasiun tidak hanya terjadi pada kawasannya saja, namun di dalam stasiun itu sendiri terjadi perubahan-perubahan/transformasi, baik dari segi fasilitas, fungsi maupun perilaku manusia yang berada di dalamnya. Stasiun Kereta Api Semut Merah terus berkembang mengikuti kebutuhan-kebutuhan manusia pengguna stasiun.Dari segi budaya, stasiun merupakan pintu masuk seseorang dari satu daerah menuju daerah lain, yang memiliki kebudayaan yang berbeda. Sehingga stasiun dapat diumpamakan sebagai gerbang budaya, di mana dapat kita masukkan ciri-ciri kebudayaan suatu daerah pada bangunan stasiun.Karena semakin diminati akhir-akhir ini dan semakin berkembangnya kota Sarang maka perlu dilengkapi fasilitasnya dan diperdalam perencanaannya karena dengan semakin diminati juga semakin bertambahnya penumpang begitu juga dengan pengantar dan penjemputnya, sehingga mutlak untuk disesuaikan lagi dengan kebutuhan masyarakat sekarang ini dan untuk masa yang akan datang.Selain itu juga karena tidak tertampungnya aktivitas-aktivitas masyarakat di sekitarnya, seperti pasar tradisional, ketidakteraturan sirkulasi jalan raya, dan kurangnya fasilitas-fasilitas yang lain dapat dihindari, sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan kota Sarang.
Pada sistem informasi di Stasiun Semut Merah kota Sarang ini lebih menekankan pada kenyamanan pengunjung, sehingga meskipun notabene gedung stasiun yang terlihat sangat tua, namun hal ini tidak akan mengurangi tingkat kecanggihan sistem informasinya. Sistem informasi ini bekerja untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang cukup kecil sampai pada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan tanpa sistem informasi ini. Permasalahan pembelian tiket, pemesanan tempat duduk, dan permasalahan – permasalahan yang muncul dapat diselesaikan oleh sistem dengan mudah. Sehingga hal ini akan meminimalisir beberapa problem yang mungkin akan muncul akibat keterbatasan teknologi. Hal yang juga perlu mendapat perhatian adalah komunikasi antarstasiun. Komunikasi antar stasiun diperlukan untuk mengetahui posisi kereta api, baik saat kereta berada di stasiun maupun saat kereta berada di antara dua stasiun. Untuk itu diperlukan alat bantu komunikasi yang mempunyai identifikasi khusus, yaitu hanya dipunyai oleh stasiun-stasiun yang berkomunikasi. Peralatan Station To Station Information / Interlocking ( Penguncian persinyalan antar stasiun dan komunikasinya ) merupakan peralatan kontrol persinyalan interlocking elektronik yang bisa menjawab kebutuhan ini.Ketika seorang penumpang ingin membeli tiket pada satu stasiun, maka secara langsung dia dapat memesan tempat duduk berdasarkan keinginnannya. Setelah order penumpang dicatat oleh sistem yang ada di stasiun ini, maka penumpang yang lain tidak dapat memesan tiket pada tempat duduk yang sama di stasiun yang lain. Hal ini disebabkan informasi yang telah dicatat di satu stasiun akan dapat diakses oleh stasiun yang lain. Sehingga akan terjadi suatu komunikasi yang cukup baik di antaranya.Sistem ini akan dirancang sedemikian hingga, sehingga penggunaan sistem akan terasa mudah dan ringan apabila diakses oleh banyak user. Ini semua demi memenuhi kebutuhan kenyamanan calon penumpang KA. Mengenai hal pemberangkatan kereta, pihak stasiun selalu mengusahakan untuk tepat waktu dengan pengaturan sistem yang tepat. Apabila ada keterlambatan, selalu ada pemberitahuan dari pihak stasiun. Jika keterlambatan disebabkan kesalahan oleh pihak stasiun, seperti kerusakan rel atau kerusakan mesin, maka akan ada kompensasi dari stasiun, -misalnya dengan memberikan makanan ringan berupa roti atau bahkan makanan pokok, misalnya roti, bahkan demi menjaga nama baik stasiun, stasiun berani mengganti tiket KA untuk keberangkatan yang selanjutnya bila calon penumpang menginginkannya-. Hal ini mungkin saja terjadi, meskipun sistem yang dibuat sudah mencakup hal ini. Dengan peenjadwalan yang telah terkonsep dalam sistem ini, maka jadwal pemberangkatan akan dapat dengan mudah diorganisir. Dengan demikian, masalah – masalah yang dimungkinkan muncul secara tiba – tiba dapat diminimalisasikan serta dapat dipersiapkan beberapa solusi yang akan diambil.Semua ini dilakukan hanya demi suatu tujuan, yaitu kenyamanan penumpang. Sistem ini memang sengaja tidak dirancang untuk masyarakat yang ingin memesan tiket secara online. Hal ini ditujukan agar ke-rahasia-an perusahaan terjamin. Perlu diketahui, sistem ini juga mengatur tentang kepegawaian, sehingga apabila sistem ini dapat diakses oleh masyarakat maka secara tidak langsung, rahasia perusahaan akan diketahui oleh public. Tidak bisa dipungkiri, meskipun stasiun kereta api merupakan salah satu perusahaan miliki negara, namun ke-rahasia-an perusahaan juga perlu dihormati.
Staf
Staf stasiun kereta api yang langsung dan sering berinteraksi dengan masyarakat antara lain : Kepala Stasiun beserta staf manajemennya, Masinis, penjaga Peron, dan staf restoran. Seluruh staf stasiun bertanggung jawab atas manajemen yang terjadi, baik dalam hal pembelian tiket, maupun kepegawaian. Namun demikian, tidak semua staf bertanggung jawab atas semua kepentingan yang berhubungan dengan stasiun. Setiap permasalahan akan dilimpahkan pada setiap staf yang berhubungan.
Kepala StasiunMerupakan seseorang yang bertugas sebagai pimpinan yang bertanggung jawab atas keadaan stasiun. Semua kepala staf yang ada di badan kepengurusan stasiun harus bertanggung jawab pada pimpinan. Dengan demikian, apabila terjadi sesuatu terhadap stasiun yang merugikan masyarakat, pengunjung, pengantar, dan penumpang, kepala stasiun lah yang berkewajiban untuk menjelaskan dan meyelesaikan permasalahan tersebut. Sehingga tidak akan timbul sebuah masalah yang baru. Dalam pekerjaannya, kepala stasiun dibantu oleh beberapa staf manajemen stasiun yang tentu tidak berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, misalnya staf perbendaharaan stasiun.Penjaga PeronMerupakan seseorang yang bertugas untuk menjaga ketertiban atas pengunjung yang ingin masuk ke ruang tunggu stasiun. Sedangkan staf restoran bertugas untuk melayani kebutuhan makanan dan minuman pengunjung, pengantar, dan penumpang yang ada di dalam stasiunPenjaga Loket Merupakan seseorang yang memegang kendali paling penting, mengingat pihak yang paling berkepentingan di dalam stasiun adalah penumpang, maka penjaga loket lah yang secara langsung berhubungan dengan penumpang dalam proses pemesanan tiket. Penjaga tiket juga berperan mencatat setiap transaksi yang dilakukan oleh penumpang. Pencatatan ini yang berpengaruh terhadap sistem pembelian tiket di stasiun lain.Cleaning Service Cleaning Service juga merupakan anggota staf stasiun yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Cleanng Service juga turut membantu dan bertanggung jawab atas kebersihan stasiun. (more…)