Man Laa Yarham Laa Yurham

Siapa-siapa yang tidak menyayangi maka tidak disayangi.

Shrink Log File (.ldf) di SQL Server

*repost

Adalah sangat tidak menyenangkan ketika pagi hari disaat menikmati kopi tiba-tiba ditelpon orang bahwa database-nya error. Setelah dicek ternyata error-nya gara-gara log file databasenya udah menghabiskan sebagian besar partisi harddisk –dooh!.

Log file yang besar memang nggak bisa dihindari apalagi dengan database yang punya intensitas transaksi sangat tinggi. Ada langkah yang cukup efektif untuk `merampingkan` log file yang udah terlanjur gendut yaitu dengan men-shrink log file tersebut sehingga log file-nya bisa kembali langsing tanpa healthy diet-nya WRP –lho?.

EXEC sp_dboption ‘DBYangMoDiShrinkLognya’, ‘trunc. log on chkpt.’, ‘TRUE’
go

Skrip diatas memerintahkan SQL Server untuk menjalankan sp_dboption dengan parameter-parameter tertentu di belakangnya.

  • ‘DBYangMoDiShrinkLognya’ adalah nama database yang mo dishrink lognya –alah, kan sudah jelas di nama databasenya.
  • ‘trunc. log on chkpt.’ adalah option apa yang akan dilakukan kepada database yang dimaksud. Dalam skrip di atas maksudnya adalah truncate log file pada waktu checkpoint.
  • ‘TRUE’ adalah.. ngg… ini belum tahu buat apa.

Nah, agar si log file segera langsing tanpa Haiping maka kita bisa memaksa database untuk segera checkpoint. Begini caranya:

use DBYangMoDiShrinkLognya
checkpoint
go

Hmm, setelah itu terjadi –apa seh- maksudnya sudah dilakukan, maka sekarang kita siap untuk mengubur lemak yang sudah digelontor tadi dengan shrink. Begini skrip-nya:

DBCC SHRINKDATABASE (DBYangMoDiShrinkLognya, 10)

Apa sih angka 10 di akhir skrip itu? Itu adalah angka yang memberitahukan kepada DBCC SHRINKDATABASE untuk menyisakan 10 persen dari file log yang ada sekarang. Ini berguna untuk database sendiri biar ntar setelah di-shrink masih bisa auto-growth.

Selesai deh, tanpa WRP, haiping, dan obat urus-urus –opo tho? maka log file sudah langsing dan seksi.

PS. Skrip di atas sebagai pengingat penulis saja. Skrip di atas sudah dicoba di database yang kebetulan pake SQL Server 2000. Kalo ada pembaca yang menggunakan skrip di atas terhadap databasenya lalu ada masalah, penulis tidak bertanggung jawab, lho.

Pindahan Rumah

OK, saya kembali ke rumah saya yang dulu.

What Kind of Blogger Are You?


What Kind of Blogger Are You?

Bi Ism Allah, Al Rahman, Al Rahim

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang

Gamer?

Akhir-akhir ini aku sering ngumpulin game-game ‘enteng’ untuk memanfaatkan bandwidth berlebih di malam hari. Hm, emang berlebih ya?

Niat sebenernya sih ngumpulin game-game yang gampang dimainin adikku di rumah, secara adikku gak bisa main game-game ber-genre strategi semacam Age of Empires, atau semacam Warcraft Frozen Throne. Apalagi Pro Evolution Soccer, yang notabene kedemenannya masnya ini, nggak banget buat dia. Yah, paling banter dia main Virtua Tennis 3 atau Bus Driver.

Continue reading ‘Gamer?’

Kemenangan?

Hari kemenangan? Kemenagan dari apa?

Hm. Pak Ustad sih bilang kemenangan dari hawa nafsu? Rasul SAW pernah bersabda, perang Badr adalah perang yang besar, tapi ada yang lebih besar dari perang Badr, yaitu perang melawan hawa nafsu.

Apakah benar kita udah menang dari hawa nafsu setelah berpuasa di bulan Ramadan kemaren? Semoga aja, sehingga kita nggak malu nge-sms-in temen ngucapin ‘Minal Aidin wal Faidzin’ sedangkan kita malah kalah perang.

Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga allah menerima amalku dan amal kalian.

Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.

PS. posting dari Pamekasan - Madura pake Telkomsel GPRS. Mahal!

Pulang

Pulang kampung hari ini.

Jangan Sekarang, Kickers

Hm,

Abis dari TP cari celana buat ngantor. Nemu bugatti dengan harga yang masih bisa dijangkau isi kantong. Eh, bugatti kan merek mobil?

Lirak-lirik kanan kiri kebetulan di sebelah counter celana tadi ada display-nya kickers. Wah, jadi pengen liat, dan akhirnya liat juga.

Ada satu model yang pada pandangan pertama udah langsung jatuh cinta. Iseng-iseng liat label harganya. Mak! hampir sebulan gaji!

Yah, meskipun kepengen banget, tapi kayaknya nggak sekarang deh. Daripada sebulan gak makan dan cuma bisa menthelengi sepatu doank ditambah perut yang akan semakin lapar?

Masih Tentang Kopi

Ngaco. Gara-gara ketergantungan sama kopi yang katanya cuma sugesti itu, pola hidupku nyaris-ris berubah. Siang jadi malam, malam jadi siang, siang jadi malam, malam jadi siang lagi.

Ramadhan otomatis siang-siang nggak bisa ngopi kan? Akibatnya bisa ditebak, kalo siang males banget koding, bisa sih koding tapi kecepatan menurun drastis, jadinya milih koding malam hari.

Nah, koding waktu malam otomatis memakan waktu tidur standarku. Kalo udah koding, biasanya berhenti kalo pas waktunya sahur. Abis subuhan baru bobo, dan biasanya bablas sampe minimal jam 10 siang. Itupun dengan mata yang masih merah dan panas.

Ngantor pun akhirnya dengan perasaan nggak enak sama sekali. Tenggorokan kering, mata panas, kepala pusing, nguantuk pol, dan wajah masih berbentuk bantal.

Pernah kondisi badanku hampir drop pas hari kedua ngejalanin hidup seperti itu, tapi alhamdulillah mungkin berkah puasa juga, nggak jadi sakit.