Dikutip dari : detikSport

Los Angeles - Masa depan partisipasi Team Roberts di Moto GP 2008 menjadi mengambang setelah tim asal Amerika Serikat itu gagal memperoleh mesin dari Ducati. Sponsor pun belum didapat.
Nama Team Roberts memang tercantum dalam daftar tim peserta yang dirilis oleh Dorna, promotor Moto GP, sejak tahun lalu. Tapi tim yang didirikan oleh Kenny Roberts Senior ini belum memasukkan nama pembalap yang akan menunggangi motor mereka.
Setelah persoalan sponsor, Team Roberts mendapat masalah baru dengan kepastian gagalnya deal penyuplaian mesin dengan Ducati. Kabar gagalnya deal ini diungkapkan oleh Claudio Domenicali, CEO Ducati Corse, di sebuah situs di Italia.
Meski situasi cukup genting, Roberts sendiri belum perlu merasa panik tentangnya. “Kami belum secara resmi bicara dengan Ducati karena memang tak ada yang bisa dibicarakan. Hingga kami memastikan punya sponsor, tidak berguna bicara soal suplai mesin ini,” kilah Roberts Sr kepada CycleNews.
“Jika kami tidak disuplai, hal itu tidak bermasalah karena kami belum dapat sponsor. Jika Anda memiliki sponsor tapi tidak punya mesin, baru itu jadi masalah. Kami tidak memiliki kekhawatiran tentang keduanya,” lanjut juara dunia GP Motor tahun 1978-1980 itu lagi.
Di luar Ducati, Roberts Sr ternyata tidak memiliki alternatif lain sebagai calon penyuplai mesin. “Tak ada yang lain. Bahkan deal dengan Honda tidak termasuk sesuatu yang bisa kami dapatkan.”
Tahun lalu, Team Roberts mendapat mesin RC212V dari Honda. Dipasangkan dengan sasis dari mereka sendiri, hasilnya tidaklah terlalu baik. Kenny Roberts Jr dan Kurtis Roberts yang bergantian menggeber KR212V masing-masing hanya mampu mengumpulkan 4 (Roberts Jr) dan 10 angka (Kurtis).
Roberts Sr lebih menekankan upaya untuk menggaet sponsor penyokong. “First thing first, kami harus mendapat sponsor, sesuatu yang tidak kami dapatkan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan sponsor, semua bisa terjadi,” tegasnya.
Dikutip dari : detikSport

Madonna di Campiglio - Pergantian ban Michelin ke Bridgestone yang dilakukan Valentino Rossi membuat persaingan Moto GP 2008 diyakini makin sengit. Tapi Casey Stoner santai saja dan mengaku tak khawatir pada “Si Dokter”.
“Saya tidak khawatir dengan fakta bahwa Valentino sekarang menggunakan Bridgestone,” ungkap Stoner dalam peluncuran Desmosedici GP8 di Madonna di Campiglio, Italia, Selasa (8/1/2008) waktu setempat.
Hampir sepanjang musim lalu Rossi memang selalu mengeluhkan Michellin yang tak kunjung menghasilkan ban yang kompetitif. Rasa tidak puas yang akhirnya berbuntut pada keputusan untuk meninggalkan pabrikan ban Prancis itu dan beralih ke Bridgestone.
Kalau kemudian Stoner tak khawatir pada komposisi Honda-Bridgestone tentu dia punya alasan. Adalah kasil pengamatan pada sesi tes pertama sang lawan yang membuat pemuda Australia itu yakin.
“Kami melihat tes pertama mereka, tak ada ada yang sangat spesial. Tapi kami akan terus melihat perkembangannya seiring berjalannya musim,” pungkas Stoner seperti diberitakan Autosport, Rabu (9/1/2008).
Dikutip dari : detikSport

Madonna di Campiglio - Ducati menjadi tim pertama yang meluncurkan motor untuk musim 2008. Di kawasan ski Madonna di Campiglio, Italia, juara Moto GP 2007 itu secara resmi meluncurkan Desmosedici GP8.
Sebenarnya ini bukan kali pertama GP8 diperkenalkan pada publik karena akhir tahun lalu motor yang sama bahkan sudah melakukan uji coba di sirkuit. Namun baru sekaranglah pabrikan Italia itu secara resmi me-launching suksesor GP7.
Seremoni peluncuran yang dilakukan di kawasan ski Madonna di Campiglio, Italia, Selasa (8/1/2008) waktu setempat berlangsung menarik. Casey Stoner bersama rekan barunya Marco Melandri harus memecahkan bongkahan es yang menutupi GP8 sebelum para undangan dan wartawan bisa menyaksikan motor tersebut.
Meski sudah resmi diluncurkan tapi Ducati belum membeberkan detil karakteristik GP8. Rencananya baru Rabu (9/1/2008) ini waktu setempat CEO dan Direktur Umum Ducati, Claudio Domenicali, akan mengadakan konferensi pers untuk memaparkan inovasi terbaru di motor tersebut.
“Saya senang bisa memulai musim baru dengan motor yang sama dan tim yang sama, ini adalah yang pertama sejak saya mulai membalap. Ini adalah moment yang indah. Saya bahagia bisa berada di sini meskipun itu berarti saya harus merayakan ulang tahun perkawinan saya yang pertama di atas pesawat dalam penerbangan dari Australia,” ungkap Stoner di Crash, Rabu (9/1/2008).
Selain peluncuran GP8, acara tersebut sekaligus menjadi perkenalan resmi pertama bagi Melandri yang musim lalu masih memperkuat Honda Gresini.
“Saya merasa hebat dengan merah,” senyum rider Italia itu. “Saya senang bisa jadi bagian keluarga Ducati. Saya memimpikan mengendarai Ducati sejak pertama melihatnya. (Musim ini) tidak akan mudah, tapi saya antusias menyambutnya dan saya siap memberikan komitmen saya pada mereka yang menginginkan saya di sini,” lanjut Melandri.
Musim lalu komposisi Ducati dan Bridgestone mengantar Stoner menjadi juara dunia termuda kedua sepanjang sejarah setelah memenangai 10 dari 18 seri yang digelar.
Dikutip dari : detikSport

Jakarta - Tahun 2007 benar-benar menjadi milik Casey Stoner. Berbagai penghargaan pun dialamatkan kepada juara dunia baru Moto GP asal Australia tersebut. Apa saja?
Sedikitnya tiga majalah motor terkemuka di Eropa menobatkan Stoner sebagai pembalap Moto GP terbaik tahun 2007, yang semuanya didasari pada hasil polling para pembaca.
Tiga media yang dimaksud adalah Motosprint (Italia), Motorcycle News (Inggris), dan MotorsportAktuell (Jerman), yang juga mengombinasikan Moto GP dengan F1 dalam pemberitaannya.
Khusus untuk majalah Motosprint, Stoner mengakhiri dominasi Valentino Rossi yang menyabet penghargaan tersebut dalam delapan musim sebelumnya. Walaupun Stoner seorang Australia, tapi publik Italia agaknya cukup merasa terwakili karena berkat dia Ducati — pabrikan asal Negeri Pizza — untuk pertama kalinya merengkuh titel juara dunia di kelas primer.
Stoner pun tidak selalu “narsis”. Ia tak lupa menyebut nama Rossi sebagai salah satu refleksi kesuksesannya, yang mana ia memenangi 10 seri pada balapan musim lalu.
“Memenangi gelar juara dunia adalah impianku sewaktu kanak-kanak. Dan Valentino Rossi salah satu idolaku, yang kini saya membalap melawan dia,” tukasnya seperti dikutip theage.com.
Dikutip dari : detikSport

Roma - Jika Team Roberts kelimpungan mencari sponsor, tidak demikian dengan Ducati. Juara dunia konstruktor 2007 ini malah mendapat tambahan bantuan dana dari perusahaan lain.
Adalah Enel, perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan asal Italia, yang menjadi rekanan Ducati mulai musim ini. Kedua belah pihak sepakat untuk menjalin kerja sama di dua musim kompetisi.
Tidak diketahui nilai kesepakatan dari kontrak tersebut, namun berapapun nilainya, kubu Ducati mengaku sangat terbantu dengan kerja sama ini.
“Kesepakatan ini, seperti halnya semua kesepakatan yang mendukung kami di kompetisi Moto GP, menegaskan level kredibilitas akan brand dan profesionalisme kami. Enel juga tak hanya sebagai partner kami, tapi juga berperan sebagai supplier resmi energi bagi kami, yang mana memberi kontribusi penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan kami,” tegas Gabriele del Torchio, CEO Ducati Motor Holding seperti dikutip Crash.
Bentuk nyata dari sponsorship ini adalah nama dan logo Enel akan muncul pada bodi motor Ducati Desmosedici, wearpack serta helm Casey Stoner dan Marco Melandri, jagoan Ducati musim ini.
Kesepakatan tersebut juga menegaskan komitmen Enel di dunia olahraga. Sebelum menjadi sponsor Ducati, yang merupakan pengalaman pertama perusahaan ini masuk ke cabang balapan, Enel sudah terlibat dalam pemberian bantuan dana di cabang basket, voli dan sepakbola.
Dikutip dari : detikSport

Las Vegas - Team Roberts masih ingin ambil bagian di musim 2008. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai siapa yang akan mensponsori mereka. Perburuan pun berlanjut.
“Kami masih mencari sponsorship,” ungkap manajer tim Chuck Aksland kepada Crash, Selasa (8/1/2007).
“Tidak ada hal yang baru, pencarian sponsor ini ternyata berjalan lebih lama dari perkiraan kami, yang memang sudah menjadi hal yang normal,” imbuhnya.
Karena faktor itulah yang membuat Team Roberts belum bisa memastikan pabrikan mana yang akan mensuplai mesin untuk mereka. Jika masalah sponsor teratasi, kemungkinan besar mereka akan beralih dari Honda ke Ducati.
Kondisi itupun juga dipersulit dengan minimnya waktu untuk mempersiapkan settingan mesin yang pas untuk pembalap mereka. Paling mungkin, Team Roberts akan mengambil opsi menggunakan motor Desmosedici, ketimbang mencari kesepakatan untuk suplai mesin.
Jika kemungkinan terburuk terjadi (Team Roberts tidak mendapat sponsor), kondisi ini bisa dipastikan tak akan mempengaruhi jalannya kompetisi Moto GP 2008. Ditegaskan bos Dorna Carmelo Ezpelata bahwa berapapun jumlah kontestan, balapan akan tetap digelar.
Dikutip dari : detikSport

London - Menyandang status rookie tak membuat James Toseland bisa dipandang sebelah mata. Bahkan legenda Superbike Carl Fogarty memprediksikan dia bisa meraih kemenangan dalam debutnya di Moto GP.
Toseland musim ini hijrah ke Moto GP dan bergabung dengan Tec-3 Yamaha setelah dua kali mempertahkan gelar Superbike di musim 2007 dengan tim Ten Kate Honda. Bagi Fogarti, yang mencatat sebagai pembalap paling sukses dalam sejarah Superbike, Toseland tidak akan mengalami kesulitan berkarir di lahan barunya.
Bahkan Fogarty merasa yakin rider Inggris berusia 27 tahun ini sudah akan menunjukkan kemampuannya di Sirkuit Losail, Doha. “Saya pikir dia akan sangat bersemangat dan saya ingin sekali melihatnya memenangi lomba,” ungkapnya seperti dilansir Eurosport.
“Tidak ada alasan mengapa dia tidak bisa. Yang dia lakukan adalah membalap motor sedikit lebih cepat dan sedikit lebih ringan. Itu saja. Dia tahu setiap sirkuit seperti Qatar, di mana dia menang superbike. Dia akan ke sana dan memenangi balapan,” ujar Fogarty.
Dia merasa sangat yakin bahwa Toseland juga akan mampu bersaing melawan Valentino Rossi dan juga juara dunia Casey Stoner. Namun Fogarty menyatakan bahwa kunci untuk meraih sukses adalah melakukan uji coba yang cukup sebelum musim 2008 di mulai.
“Dia perlu banyak melakukan pengujian dan tidak terganggu dengan nama-nama besar. Saya sangat ingin melihatnya menang khususnya di Donington, meskipun hal tersebut tentu akan membuat saya cemburu,” tambah Fogarty yang juga sama-sama berasal dari Inggris.
Dikutip dari : detikSport

Sydney - Di atas kendaraan roda dua Casey Stoner mampu melesat jadi juara dunia Moto GP 2007, namun kalau melaju di atas roda empat nanti dulu. Alhasil, Stoner pun masih enggan menjajal F1.
Mantan pembalap F1 yang pernah jadi juara dunia tujuh kali, Michael Schumacher, sebelumnya tampil mengesankan ketika menunggangi motor Ducati yang mengantar Stoner jadi juara dunia. Pembalap Moto GP Valentino Rossi pun tak jarang bermain-main dengan kendaraan roda empat.
Suatu hari nanti Stoner mengaku ingin mengikuti jejak Schumacher dan Valentino Rossi untuk menjajal kendaraan lain, kendati tidak untuk saat ini.
“Saya tidak siap untuk itu karena saya belum pernah benar-benar mengemudikan mobil. Saya sering mengendarai kart, tapi tidak mobil,” ceplos Stoner dilansir Motor Cycle News, Kamis (3/1/2008).
Pembalap asal Australia itu kemudian mengenang ketika dirinya mengendarai sebuah Fiat Panda bersama Loris Capirossi dan Kimi Raikkonen di Madonna di Campiglio musim dingin lalu. “Dan saya sama sekali tidak bagus.”
“Tapi pastinya ini adalah sesuatu yang ingin saya lakukan. Tapi mungkin saya akan menunggu beberapa tahun lagi dan pasti akan meminta wejangan dari Michael (Schumacher),” pungkas Stoner.
Dikutip dari : detikSport

Roma - Dua tahun dipecundangi lawan-lawannya tak membuat Valentino Rossi hilang keyakinan kembali menjadi juara dunia. Namun ia mengakui bahwa rivalnya kali ini lebih baik dibanding sebelumnya.
Dalam dua perhelatan terakhir, Rossi tak lagi mendominasi kompetisi Moto GP. Nicky Hayden berhasil mencuri gelarnya di tahun 2006, diikuti Casey Stoner di musim 2007.
Akan tetapi, kondisi tersebut tak membuat keyakinan Rossi kembali menjadi nomor satu pudar. Ia percaya bahwa suatu hari nanti bisa menambah catatan prestasinya sebagai juara dunia.
“Saya yakin, tak ada keraguan mengenai hal ini, semua pembalap yang tak lagi bisa menang, atau jarang menang lagi, pasti akan terbesit pertanyaan : ‘apakah saya bisa menang lagi?’”
“Bagi saya jawabannya adalah YA, karena saya memang berharap bisa memenangi kejuaraan dunia lagi,” ungkap pembalap berjuluk The Doctor itu kepada Motorcycle News.
Namun demikian, Rossi menilai bahwa usahanya tersebut tidak akan mudah. Tak hanya karena performa motor yang saat ini kurang mendukung, kemampuan rival seperti Stoner dan Dani Pedrosa (runner up 2007,) juga patut dipertimbangkan.
“Lawan saya kali ini lebih baik dari sebelumnya. Max Biaggi dan Sete Gibernau memang pembalap yang tangguh (kala itu), namun sekarang, Stoner dan Pedrosa adalah generasi baru, dan mereka lebih tangguh,” ungkapnya.
Namun tekad sudah bulat. Bagaimanapun kondisi dan lawannya, menjadi juara dunia tetap menjadi target. “Saya serius dengan keinginan (menjadi juara dunia lagi) itu,” pungkasnya.
Berusahalah, Rossi!