Jelang MotoGP 2009 : Bayliss Minta 21 Miliar untuk Lawan Rossi

Categories: MotoGP

Dikutip dari : detikSport

Bayliss Minta 21 Miliar untuk Lawan Rossi

Perth - Juara dunia Superbike Troy Bayliss menyatakan bersedia menghadapi Valentino Rossi. Namun Bayliss meminta bayaran untuk bertarung dengan juara dunia di ajang MotoGP tersebut.

Rossi sempat menyatakan tantangan kepada Bayliss untuk beradu balap dengan motor Superbike. Rossi dikabarkan akan menunggangi Yamaha YZF-R1, yang akan dipakai oleh pembalap Yamaha Tom Sykes dan Ben Spies di ajang Superbike musim depan.

Bayliss pun dikabarkan akan memakai motor yang menghantarnya menjadi juara yaitu Ducati. Tanggal dan tempat pun telah disiapkan untuk pertarungan ini, yaitu di Qatar pada 14 Maret 2009.

Bayliss pun angkat bicara mengenai tantangan yang dilontarkan oleh pembalap Italia itu. Dia pun mengaku telah berbicara dengan Rossi tentang ide ini.

“Saya telah berbicara dengan Rossi dan dia mengatakan kepada saya bahwa dia ingin balapan dengan saya. Tentunya akan berat buat dia bisa kompetitif dengan superbike,” ungkap Bayliss seperti dilansir The Age.

“Yamaha motor tangguh. Jadi bukanlah masalah bagi dia untuk bisa melaju cepat. Valentino Rossi adalah Valentino Rossi. Sedangkan saya sekarang sudah berhenti latihan dan saya senang dengan saat pensiun saya saat ini,” ujarnya.

Namun, rider Australia ini mengaku bahwa dia bersedia untuk kembali memacu motor lagi dan menghadapi Rossi. “Bagi saya untuk melakukan itu saya butuh sesuatu seperti US$ 2 juta dan jika tidak, itu tak akan terjadi,” tegas Bayliss.

Meski demikian, pertarungan Rossi dengan Bayliss tampaknya akan sulit digelar. Pasalnya tim Yamaha tidak memberi izin pada pembalapnya itu.

Jelang MotoGP 2009 : Yamaha Tak Izinkan Rossi vs Bayliss

Categories: MotoGP

Dikutip dari : detikSport

Yamaha Tak Izinkan Rossi vs Bayliss

Madrid - Duel antara Valentino Rossi dan Troy Bayliss diklaim Yamaha tak akan pernah terjadi. Pasalnya, pabrikan asal Jepang itu tak mengizinkan Rossi untuk turun di ajang balapan Superbike.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Rossi sudah mengajukan duel kepada Bayliss untuk beradu balap di dengan motor Superbike. Ketika itu dikabarkan The Doctor akan menunggangi Yamaha YZF-R1, yang akan dipakai oleh pembalap Yamaha Tom Sykes and Ben Spies di ajang Superbike.

“Jika ada kesempatan dan tanggal yang tepat maka saya ingin membalap. Saya suka superbike dan saya sering menyaksikannya. Saya juga ingin mengendarainya,” ungkap Rossi beberapa waktu lalu.

Duel antara juara MotoGP dan juara Superbike  itu pun nyaris menjadi kenyataan setelah Bayliss dikabarkan telah menerima tantangan Rossi. Bahkan tempat dan tanggal pun sudah direncanakan, yaitu di Qatar pada 14 Maret 2009.

Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh Yamaha. Tim yang menaungi Rossi di ajang MotoGP itu menyatakan bahwa mereka tak memiliki rencana untuk membiarkan sang pembalap turun berlaga di Superbike.

“Valentino telah memberikan beberapa pernyataan sejak GP Valencia mengenai ketertarikannya terhadap Superbike dan bagaimana ia sangat menikmatinya.”

“Tak diragukan lagi bahwa balapan tersbut akan menjadi duel yang sangat epik, namun Yamaha tak memiliki rencana untuk membiarkan Valentino membalap di Superbike,” demikian statemen yang dikeluarkan Yamaha seperti dilansir MCN.

Bayliss saat ini sudah menyatakan pensiun dari ajang World Superbike setelah meraih gelar ketiganya dengan Ducati di tahun ini. Sementara Rossi pun sudah kembali meraih tahtanya sebagai juara MotoGP, setelah sempat direbut Nicky Hayden (2006) dan Casey Stoner (2007).

Jelang MotoGP 2009 : Rossi Terima Tantangan Bayliss, Duel di Superbike

Categories: MotoGP

Dikutip dari : detikSport

Rossi Terima Tantangan Bayliss, Duel di Superbike

Madrid - Harapan Valentino Rossi bertarung dengan Troy Bayliss tampaknya akan menjadi kenyataan. Duel antara juara MotoGP dan Superbike itu kemungkinan besar bakal digelar.

Adalah majalah motorsport di Spanyol, Solo Moto, yang mengabarkan bahwa Rossi bersiap duel head to head dengan Bayliss. Bahkan tempat dan tanggal pun sudah direncanakan, yaitu di Qatar pada 14 Maret 2009.

Seperti dilansir Euro Sport, majalah Solo Moto juga telah mengklaim bahwa kesepakatan sudah diungkapkan dan telah dilakukan. Duel tersebut akan digelar di sirkuit Losail saat putaran kedua Superbike Dunia musim depan.

Rossi kemungkinan besar akan menunggangi motor Yamaha YZF-R1, yang akan dipakai oleh pembalap Yamaha Tom Sykes and Ben Spies di ajang Superbike. Sedangkan Bayliss akan melaju dengan motor yang sudah sangat dikenalnya, Xerox Ducati.

Bayliss sudah menyatakan pensiun dari ajang World Superbike setelah meraih gelar ketiganya dengan Ducati di tahun ini. Sementara Rossi pun sudah kembali meraih tahtanya sebagai juara MotoGP, setelah sempat direbut Nicky Hayden (2006) dan Casey Stoner (2007).

Pembalap Italia ini sebelumnya telah menantang Bayliss untuk duel satu lawan satu dengan memakai motor Superbike. “Saya sedih tak dapat balapan melawan Bayliss di trek. Sekarang saya akan menantangnya di Superbike,” ujar Rossi beberapa waktu lalu.

Tentu saja klaim majalah Solo Moto ini membuat harapan Rossi melawan Bayliss akan terkabul. Meski demikian belum ada konfirmasi resmi dari kedua pembalap tersebut guna memastikan kabar ini.

Jelang MotoGP 2009 : Rossi Tetap Pakai Nomor 46

Categories: MotoGP

Dikutip dari : detikSport

Rossi Tetap Pakai Nomor 46

Paris - Sembilan belas rider yang akan ikut serta pada balap MotoGP 2009 resmi diumumkan. Seperti biasa, Valentino Rossi tidak akan memakai nomor 1 walaupun statusnya adalah juara bertahan.

Sebagai juara dunia 2008, Rossi berhak menempelkan nomor 1 pada motornya dalam balapan musim 2009. Namun pembalap Italia ini tetap setia pada nomor keramatnya, yaitu 46.

Sementara dalam daftar resmi yang diumumkan oleh FIM, Selasa (16/12/2008), Casey Stoner akan memakai nomor 27. Sebelumnya rider Ducati Malboro ini menyandang No.1 menyusul keberhasilannya menjadi juara di musim 2007.

Stoner akan didampingi oleh rekan barunya yaitu Nicky Hayden. Rider asal Amerika Serkat ini tetap memakai nomor 69. Sedangkan pembalap Rizla Suzuki Loris Capirossi juga bertahan dengan nomor ciri khasnya, 65.

Dani Pedrosa akan memakai nomor 3 dan rekannya di Repsol Honda Andrea Dovizioso memakai nomor 4. Masuknya nama Repsol Honda sekaligus memastikan keiikutsertaan mereka di ajang MotoGP, walaupun di dunia Formula 1 Honda sudah mundur.

Wajah baru tapi lama yaitu Sete Gibernau pun telah siap bertarung kembali. Pembalap Spanyol itu akan memperkuat tim baru yaitu Grupo Francisco Hernando dan akan menunggangi motor Ducati.

Daftar Rider Resmi Moto GP 2009 :

  • 3 Dani Pedrosa Repsol Honda Honda
  • 4 Andrea Dovizioso Repsol Honda Honda
  • 5 Colin Edwards Tech 3 Yamaha
  • 7 Chris Vermeulen Rizla Suzuki Suzuki
  • 14 Randy De Puniet LCR Honda Honda
  • 15 Alex De Angelis San Carlo Gresini Honda
  • 21 John Hopkins Kawasaki Racing Kawasaki
  • 24 Toni Elias San Carlo Gresini Honda
  • 27 Casey Stoner Ducati Marlboro Ducati
  • 33 Marco Melandri Kawasaki Racing Kawasaki
  • 36 Mika Kallio Pramac Racing Ducati
  • 46 Valentino Rossi Fiat Yamaha Yamaha
  • 52 James Toseland Tech 3 Yamaha
  • 59 Sete Gibernau Grupo Francisco Hernando Ducati
  • 65 Loris Capirossi Rizla Suzuki Suzuki
  • 69 Nicky Hayden Ducati Marlboro Ducati
  • 72 Yuki Takahashi Scot Racing Honda
  • 88 Niccolo Canepa Pramac Racing Ducati
  • 99 Jorge Lorenzo Fiat Yamaha Yamaha

Jelang MotoGP 2009 : Pelajaran dari Rossi buat Rider Muda

Categories: MotoGP

Dikutip dari : detikSport

Pelajaran dari Rossi buat Rider Muda

Jakarta - Kesuksesan Valentino Rossi usai menjuarai MotoGP 2008 bisa menginspirasi para pembalap muda. Rossi boleh jadi berbakat, tapi dia jadi hebat bukan karena itu semata. Kerja keraslah kunci utamanya.

Di tahun 2008, Rossi meraih gelar juara dunia ke-8 (di semua kelas) dengan jadi jawara di MotoGP. Ini juga menjadi gelar juara dunia keenam pembalap Italia itu di kelas primer (500cc dan MotoGP).

Rossi yang di musim 2008 memenangi sembilan seri itu sekaligus menyudahi “puasa” gelar juara dunia, di mana sudah dua musim titel itu lepas dari genggamannya.

Kejayaan pembalap Italia berusia 29 tahun itu musim ini juga tak diraih dengan mudah. Sang penunggang Yamaha harus mengatasi perlawanan para “darah muda” MotoGP macam Dani Pedrosa dan Casey Stoner — yang juara dunia 2007.

“Hal luar biasa yang dia lakukan musim ini adalah menunjukkan bahwa kalaupun kamu punya bakat besar dan juga seorang Valentino Rossi, kamu tetap harus bekerja keras mencapai gelar,” tukas Davide Brivio di motorcyclenews.com.

Bos tim Yamaha Fiat tempat Rossi bernaung itu lantas menjabarkan bahwa apa yang telah diperagakan Rossi di lintasan, yakni berusaha giat dan tak semata mengandalkan bakat, adalah aspek yang harus ditiru para pembalap muda.

“Saya pikir ini adalah pesan yang harus dicamkan para rider muda. Kebanyakan dari pembalap muda terlalu mengandalkan bakat dan mungkin sedikit melupakan untuk terus berusaha.”

“Valentino tak menghadapi musim ini dengan berkoar ‘Aku juara dunia tujuh kali, dan jika ban dan motornya dalam kondisi bagus maka aku bisa memenangi balapan apapun.’ Dia berpikir seperti itu tapi ini saja tak cukup dan dia banyak bekerja keras,” pungkas Brivio.

Jadi, kira-kira ‘The Doctor‘ telah “mengajarkan” bahwa bakat boleh luar biasa, tapi jangan pula lupakan untuk terus berusaha.

Jelang MotoGP 2009 : Lorenzo : Rossi? Dia yang Terbaik

Categories: MotoGP

Dikutip dari : detikSport

Lorenzo - Rossi? Dia yang Terbaik

Jakarta - Jorge Lorenzo langsung mendapat pasangan yang sempurna pada tahun pertamanya di MotoGP : Valentino Rossi. Lorenzo pun berpendapat bahwa rekan setimnya itu adalah rider terbaik saat ini.

Musim ini Lorenzo bergabung dengan tim Fiat Yamaha dalam statusnya sebagai juara dunia dua kali berturut-turut di kelas 250cc bersama tim Aprilia. Di tim tersebut ia diduetkan dengan Rossi yang sudah jadi legenda balap motor itu.

Meski sempat diganggu cedera, Lorenzo akhirnya berhasil membuktikan kemampuannya dengan finish di urutan empat besar. Ia empat kali naik podium dan meraih satu kemenangan di Estoril, Portugal.

Pembalap kelahiran 4 Mei 1987 itu pun mengaku cukup puas dengan penampilannya di musim 2008, meski berjanji akan tampil lebih baik lagi tahun depan. Itu baru soal penampilan, lalu apa katanya soal Rossi? Adakah tekanan padanya dipasangkan dengan sang juara dunia?

“Tekanan? Saya pikir tak ada. Saya tak menganggapnya sebagai saingan. Dia sangat hebat, dia yang terbaik saat ini,” tandas Lorenzo dalam jumpa penggemar di Jakarta Motorcycle Show 2008 di JHCC Jakarta, Minggu (7/12/2008).

“Dia sangat tangguh dan sangat cepat, sangat sulit untuk ditaklukkan. Saya pikir ia belum memiliki lawan saat ini,” lanjut pembalap asal Spanyol ini.

Lalu, kalau bukan Rossi, siapa yang dianggap saingan oleh Lorenzo? Pengendara motor berencana mengganti nomor motornya menjadi 23 atau 99 tahun depan ini menyebut beberapa nama.

“Untuk tahun depan saya menganggap (Andrea) Dovizioso, (Casey) Stoner, dan (Dani) Pedrosa sebagai saingan saya,” tukasnya.

Jelang MotoGP 2009 250cc : Doni Suka Brno, Indianapolis, dan Hujan

Categories: MotoGP

Dikutip dari : detikSport

Doni Suka Brno, Indianapolis, dan Hujan

Jakarta - Doni Tata mengaku, petualangannya di balap motor kelas 250cc telah banyak memberikan pengalaman. Ia juga mengaku menyukai Sirkuit Brno, Indianapolis, dan hujan.

Doni yang adalah satu-satunya wakil Indonesia di balapan kelas 250cc, menyelesaikan musim 2008 dengan koleksi satu poin. Catatan tersebut didapatnya setelah finish di posisi 15 pada seri GP China. Meski hanya meraih satu poin, Doni mengaku dirinya mendapat banyak pelajaran berharga dari petualangannya di kelas 250cc.

“Bagi saya balapan di kelas 250cc merupakan pengalaman tersendiri. Saya ingin berterima kasih kepada Yamaha yang telah membawa saya ke ajang tersebut,” ujarnya ketika menjawab pertanyaan seorang penggemar dalam acara Jakarta Motorcycle Show 2008, Minggu (7/12/2008), di JHCC, Jakarta.

Doni yang dalam acara tersebut tampil dengan mengenakan kemeja putih-biru, tampak santai menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para pengunjung event tersebut. Para pengunjung pun tak henti-hentinya mengabadikan gambarnya dengan kamera ponsel ataupun digital.

Beberapa pengunjung penasaran mengenai sirkuit mana saja yang menjadi favorit pemuda berusia 18 tahun itu. Dengan lugas ia pun menjawab, “Saya suka Ceko (Sirkuit Brno), dan Indianapolis karena saya cepat menyesuaikan diri di sana.”

Rider kelahiran 21 Januari itu pun tak ragu mengungkapkan bahwa ia menyenangi trek basah. Oleh karena itu ia suka jika pada akhirnya hujan turun ketika balapan tengah berlangsung. Alasannya?

“Saya lebih suka trek basah ketimbang trek kering karena hal itu membuat pembalap lain kesulitan dan memudahkan balapan untuk saya,” tandasnya.

Jelang MotoGP 2009 250cc : 2009 Doni Tata Tak Lagi di 250cc

Categories: MotoGP

Dikutip dari : detikSport

2009 Doni Tata Tak Lagi di 250cc

Jakarta - Petualangan Doni Tata di balapan kelas 250cc usai sudah. Pembalap Indonesia itu tak akan berkompetisi lagi di sana tahun depan.

Doni, yang musim 2008 meraih satu poin dari hasil menempati posisi 15 di GP Cina, dipastikan tak akan ambil bagian tahun depan setelah Yamaha Jepang memutuskan untuk mengeliminasi keikutsertaan mereka di kelas 250cc. Keputusan tersebut diambil setelah melihat prestasi timpang pembalap Yamaha di kelas MotoGP dan 250cc.

Prestasi Yamaha di kelas MotoGP memang gemilang di tahun 2008. Selain menempatkan Valentino Rossi sebagai juara dunia, mereka juga sukses memunculkan Jorge Lorenzo sebagai Rookie of The Year. Catatan tersebut memang timpang jika melihat Doni yang hanya meraih satu poin di sepangan musim.

Tetapi, hal itu dinilai bukan disebabkan oleh Doni. Yamaha sadar bahwa sebagus apapun potensi pembalap asal Yogyakarta itu, ia tetap akan kesulitan meraih poin jika masih menunggangi motornya musim lalu. Pasalnya, motor yang dikendarai Doni musim lalu adalah motor dua-tak yang sudah lama tidak dikembangkan Yamaha sejak beberapa tahun lalu.

Jadilah Doni kemudian dipindahkan ke ajang lain dulu, yakni Supersport World Championship. Ajang tersebut merupakan balap motor empat-tak 600cc yang menjadi supporting event untuk Superbike. “Tahun depan saya tak akan berlaga di 250cc. Saya akan berlaga di Supersport,” ujar Doni di acara Jakarta Motorcycle Show 2008, Minggu (7/12/2008).

Pindahnya Doni ke ajang ini pun terkait regulasi baru untuk kelas 250cc untuk tahun 2010. Nantinya, kelas tersebut akan memakai motor empat-tak dengan mesin 600cc sehingga pindahnya pemuda berusia 18 tahun itu ke ajang Supersport World Championship dimaksudkan sebagai proses adaptasi diri.

Meski Doni tak lagi berlaga di kelas 250cc, Indonesia dikabarkan tak akan kehilangan wakilnya. Tahun depan direncanakan akan ada rider lain yang bakal menggantikan posisi Doni.

Jelang MotoGP 2009 250cc : Lorenzo : Doni Tata Calon Pembalap Dunia

Categories: MotoGP

Dikutip dari : detikSport

Lorenzo - Doni Tata Calon Pembalap Dunia

Jakarta - Hanya meraup satu poin di musim pertamanya di GP 250cc, Doni Tata Pradita belum bisa memenuhi ekspektasi fans Indonesia. Namun di mata Jorge Lorenzo, Doni diyakini bakal menjadi pembalap berkualitas.

“Tata itu sangat bagus, muda, dan cepat. Motornya pun dapat ia kendalikan dengan baik. Ini yang membuat saya optimis bahwa ia dapat menjadi seorang pembalap kelas dunia, ” ujar Lorenzo dalam jumpa pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Sabtu (06/12/2008).

Rookie of the Year di arena MotoGP itu juga tak lupa memberi saran kepada Doni supaya kemampuannya meningkat dan karir balapannya bisa menanjak hingga jenjang MotoGP.

“Doni harus berlatih lebih keras untuk meraih kesuksesan. Tapi saya yakin dia mampu melakukannya,” pungkas pembalap Spanyol tersebut, yang berada di Jakarta sebagai tamu khusus Yamaha di event Jakarta Motorcycle Show 2008.

Dipuji oleh Lorenzo, Doni yang juga menunggangi motor Yamaha di kelasnya merasa tersanjung. Serta merta pembalap muda kelahiran 21 Januari 1990 itu memberi komentar balasan yang positif.

“Saya salut pada Lorenzo. Dia seseorang yang mempunyai motivasi tinggi untuk memenangi lomba. Saya patut mengikuti jejaknya,” ucap pembalap yang bergabung di Tim Yamaha Pertamina Indonesia ini.

Jelang MotoGP 2009 : 2009 Lorenzo Janji Tampil Beda

Categories: MotoGP

Dikutip dari : detikSport

2009 Lorenzo Janji Tampil Beda

Jakarta - Meskipun terseok-seok sejak pertengahan musim, tapi Jorge Lorenzo tetap tergolong sukses dalam debutnya di pentas MotoGP tahun ini. Musim depan rookie of the year ini menjanjikan sesuatu yang istimewa.

Musim ini Lorenzo bergabung dengan tim Fiat Yamaha dalam statusnya sebagai juara dunia dua kali berturut-turut di kelas 250cc bersama tim Aprilia. Di tim tersebut ia diduetkan dengan Valentino Rossi yang sudah jadi legenda balap motor itu.

Namun ia membuktikan bahwa pilihan Yamaha pada dirinya tidak salah. Walau di tengah musim penampilannya menurun akibat cedera dan masalah pada mesin motornya, Lorenzo finish di posisi empat besar. Ia empat kali naik podium dan meraih satu kemenangan di Estoril, Portugal.

“Saya memulai musim dengan baik, tiga pole positon saya raih. Namun cedera yang menimpa dan masalah mesin yang sempat saya alami memang mengganggu. Namun saya senang karena bisa finish di posisi empat akhir musim. Saya mau finish lebih baik lagi musim depan,” ujar Lorenzo saat menjadi tamu istimewa Yamaha dalam event Jakarta Motorcycle Show 2008 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Sabtu (6/12/2008).

Lebih lanjut rider berjulukan ‘X-Furea’ itu mengatakan bahwa dirinya merasa “nyaman” bersama Yamaha dan optimismis menghadapi musim 2009. “Kalian akan melihat Lorenzo yang berbeda,” cetusnya.

Aturan pemasok ban tunggal (Bridgestone) yang mulai diberlakukan musim depan akan membuat persaingan di MotoGP menjadi lebih berimbang. Demikian diprediksi Lonrezo.

“Sangat sulit untuk membandingkan Michelin dengan Bridgestone. Tapi saya percaya keputusan ini akan membawa kebaikan bagi saya dan tim.” Musim lalu Lorenzo berlaga menggunakan ban Michelin, sedangkan rekannya Rossi memakai ban Bridgestone.

Lorenzo juga ditanya tentang rumor bahwa hubungan pertemanan dirinya dengan kompatriotnya yang bergabung di tim Repsol Honda, Dani Pedrosa, tidaklah bagus.

“Saya membangun banyak hubungan dengan semua orang, termasuk dengan dia (Pedrosa). Jadi saya rasa itu (rumor retaknya hubungan Pedrosa dan Lorenzo) tidak akan mengganggu saya,” sambung pembalap kelahiran Mallorca, 4 Mei 1987 tersebut.