Bermula ketika hari pengumuman kelulusan SMA, disaat-saat aku masih cupu-cupunya (sekarang sih masih cupu, cuma level kecupuannya udah menurun), aku langsung menyambar koran untuk melihat siapakah yang beruntung meraih danem tertinggi tingkat SMA se-Jawa Timur. Ow…ternyata bukan aku anak smala. Melainkan anak SMA 21 Surabaya. Di koran tersebut diberitakan bahwa rumah anak itu (aku lupa namanya, tapi sebut saja Amir) di Dukuh Kupang Barat. Yah nggak jauh-jauh amat dari rumahku yang Dukuh Kupang Timur. Amir ini anak tukang tambal ban. Tapi hebat banget bisa bikin orangtuanya bangga.
continue reading "Sepenggal kisah di SPMB 2005"


