ceramah ukhuwah islamiyah
Ceramah sholat tarawih di Manarul Ilmi tadi begitu berkesan dan mengena. Dibawakan oleh Ust. Abdullah Shahab dengan tema “ukhuwah islamiyah”. Berikut point-point yang sempat saya ingat:
[1]. Kita ini selalu rela dan ridho dengan kesuksesan yang diraih oleh orang non-muslim. Tapi ketika tetangga/teman/kerabat kita yang sesama muslim sukses melebihi diri kita, kita sering iri dengki dengannya. Masya Allah…
Salah satu terapinya menurut pak Shahab: “Apabila ada seseorang yang sukses usahanya, perusahaannya banyak, mobilnya mewah, istrinya cantik, anaknya sholeh. Lebih ridho mana hati anda? dia seorang muslim atau dia seorang non-muslim”.
[2]. Kita ini sangat bertoleransi kepada umat agama lain. Tapi kepada sesama muslim, beda qunut dan tidak qunut saja sudah tidak saling menyapa. beda 11 dan 23 saja sudah tidak akur. beda tahlilan dan tidak tahlilan saja sudah menuduh saudaranya kafir. Masya Allah… padahal yang terpenting adalah menjaga ukhuwah islamiyah sesama muslim.
Alkisah, ketika akan melaksanakan sholat taraweh. Ada dua kelompok yang saling berbeda pendapat, kelompok pertama ingin melakukan dengan 23 rakaat sedangkan kelompok ke 2 ingin melakukan dengan 11 rakaat. Kemudian kedua kelompok itu menanyakan ke syeih Hasan Al-bana, dan beliau menjawab “pulanglah kerumah kalian masing-masing, sesungguhnya sholat tarawih itu hukumnya sunnat sedangkan menjaga kerukunan (ukhuwah islamiyah) hukumnya wajib“
[3]. Sekarang ini banyak penceramah/dai/kyai/ustad yang lebih sering mengungkapkan perbedaan dari pada beribu-ribu persamaan antar sesama muslim. Dan orang yang senang mengungkit-ungkit perbedaan itu akan selalu ada sepanjang zaman.
[4]. Ada 2 hal utama yang memecah ukhuwah islamiyah adalah dengki dan merasa paling benar.
[5]. Perbedaan-perbedaan itu sudah ada sejak 14 abad yang lalu. Saat dimana islam dipuncak kejayaannya, andai saja itu suatu hal yang kecil. sudah dari dulu bisa di hilangkan oleh sahabat-sahabat nabi serta imam-imam besar islam. Maka adalah suatu hal yang lucu apabila saat ini ada seseorang yang berkata hanya ajaranku yang benar sedang yang lain salah.
Alkisah Iman Assyafi’i dikenal berqunut saat sholat shubuh, sedang Imam Hanafi tidak. Suatu saat Iman Syafi’i berkunjung ke tempat Imam Hanafi, saat sholat shubuh semua murid Imam Hanafi sudah siap akan melakukan qunut karena Imam Syafi’i yang bertindak sebagai Imam. Namun Imam Syafi’i tahu dia sedang berada di tempat yang biasa tidak berqunut, maka Imam Syafi’i menghormatinya dan tidak melakukan qunut saat sholat shubuh tersebut.
[6]. Siapa yang berani mengatakan mushaf Alqur’an yang kita baca sehari-hari adalah bid’ah? padahal jelas-jelas mushaf Alqur’an tidak ada dijaman Rasulullah. Mushaf Alqur’an baru dibukukan saat Kholifah Utsman bin Affan.
[7]. Kebenaran sejati hanya Allah yang tau. Maka marilah kita bersama-sama berdoa agar apa yang kita kerjakan sesuai dengan apa yang Dia perintahkan.
Alkisah, Suatu waktu saat Rasullulah berperang, beliau memerintahkan sahabat “Jangan engkau sholat ashar sebelum sampai ke bani Fulan“. Ditengah perjalanan tibalah waktu ashar, kelompok tersebut terpecah menjadi 2 golongan. Golongan pertama berpendapat untuk berhenti dan melaksanakan sholat ashar alasannya karena perintah “jangan” tersebut berarti menyuruh kita cepat-cepat sampai. Sedang kelompok yang kedua berpendapat benar-benar tidak boleh sholat ashar sebelum sampai ditempat yang ditentukan Rasul dan merekapun melanjutkan perjalanan. Peristiwa ini diketahui sahabat dan dilaporkan ke Rasulullah, Rasulullah pun menjawab “Keduanya sama-sama benar”.
bagi yg taraweh bareng saya, mungkin ada yg menambahkan? maaf klo ada kesalahan…
——–
- lihat versi lain dari mas adam if 04.
September 19th, 2008 at 10:25 pm
sip….
aku bareng sampeyan waktu trawih…
tapi seingetku, aku cuma inget aku terkantuk2 pada awalnya,,,tapi karna cramahnya bagus banget..aku langsung melek….wuih.bener2 cramah yang bagus…
padahal cramah sebelum2nya yg sama2 bertemakan ukhuwah islamiyah saya kurang begitu menanggapinya…tapi ceramah yang satu ini..bener2 good…and the best lah…..
syalut buat pak ust. abdullah shahab..dan syalut juga bagi penulis blog ini…ternyata beliau masih inget…kalo saya cuma inget2 dikit….padahal juga punya niatan mo nulis diblog ku juga…..tapi g jadi..dah keduluan ..
hehe..
thanx bro…dah kebanyakan comment ku
September 19th, 2008 at 11:15 pm
subhanallah… udah lama ngak tarawih di manarul
mantap banget tuh isi tarawihnya…
September 20th, 2008 at 6:37 am
ini teh buat ngatasin perbedaan fiqih y?
aah~fiqih mah gapap beda2 dikit, yg penting akidah,
yaga, yaga?
September 20th, 2008 at 6:58 am
@ bejitalun

lbh banyak lg juga gpp….hehe
@ aRuL
kemana aja rul? taraweh di blok-u ya?
@phiy
tul.
tapi kadang ada aja orang yg g toleran, merasa ajarannya yg paling bener.
padahal akidah kita sama. lailaha illallah muhammadur rasulullah.
September 21st, 2008 at 1:36 pm
Wah ternyata ada yang nulis ceramahnya pak shahab juga. Tapi jadi malu nih, lebih lengkap dan kerenan punyanya kholis…
Ayo bisa di rilis ngga nih jadwal ceramahnya di manarul, siapa penceramahnya dan apa temanya gt…
September 23rd, 2008 at 2:20 pm
Assalamualaikum… kabar dari Bang Arul klo artikelnya bagus n menarik ternyata bener… memang sekarang banyak orang yang mempermasalahkan perbedaan satu sama lain… semoga saja Allah SWT menyadarkan umat Islam yang masih awam akan hal tersebut… Amien… salam knal … kebetulan saja juga mempunyai postingan terkait dengan hal tersebut… anda bisa baca di : http://bagdemagus.wordpress.com/2008/09/16/perbedaan-itu-indah/ terima kasih..
October 11th, 2008 at 9:16 pm
iya, ceramahnya keren waktu itu, begitu tahu yang ceramah pak shahab, aku langsung semangat mendengarkan, di kampusku, terutama di kalangan temen2 yang sering dateng kajian, pak shahab jadi favorit. Temen2 sering request pak shahab buat jadi pembicara.
buat yang nulis, thanks resumenya ya, lengkap banget, sempet nyatet ya waktu itu?