kehidupan impian

dari dulu saya termasuk orang yang paling bingung klo ditanya tentang cita-cita. setiap kali guruku menanyakan kepada murid-muridnya tentang apa cita-citanya kelak. saya hanya bisa tersenyum kecut tak bisa menjawab, dan hanya bisa ikut apa yang disarankan teman-teman atau ibu guru itu.

ini terus berlanjut sampe lulus kuliah. sampe saat ini pun klo ditanya tentang cita-cita, saya juga sering bingung sendiri.

saya masih bingung apakah cita-cita itu berhubungan dengan pekerjaan? atau berhubungan dengan pencapaian sesuatu? berhubungan dengan pengakuan orang lain terhadap diri kita? atau berhubungan dengan kepopuleran misalnya… saya masih tidak tau…

saat ini yang saya tau, didalam kehidupan yg akan datang saya ingin:

1. pekerjaan yg tidak terlalu banyak menyita waktu.
maksimal 8 jam lah sehari. ntah kenapa akhir-akhir ini keinginan menggebu-gebu untuk mendapatkan uang banyak dengan bekerja mati-matian di perusahaan-perusahaan besar itu sudah semakin surut. saya menjadi tidak rela memberikan sebagian besar waktu saya dalam sehari hanya untuk mereka. saya jadi sadar, klo disamping kebutuhan finansial masih ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi dalam 24 jam. kebutuhan berkumpul bersama keluarga, kebutuhan belajar agama, kebutuhan mendekatkan diri padaNya, kebutuhan silaturrahmi ke teman/famili, dll.

2. pekerjaan yang menghormati/memanusiakan pekerjanya.
saya sering melihat/mengalami tingkah polah seorang bos yang menyuruh anak buahnya melakukan sesuatu tanpa berpikir. “pokoknya harus selesai besok!” begitulah kira-kira ucapannya.

saya paling tidak suka orang bodoh yang hanya karena uangnya menyuruh-nyuruh saya untuk melakukan sesuatu seakan-akan dia memiliki saya seutuhnya. karena saya pikir, ilmu yang saya tahu sekarang ini (walaupun masih sangat sedikit). tidak saya dapatkan dalam semalam. ada pengorbanan yang harus diberikan, waktu, tenaga, pikiran. jadi, klo gampangnya sih “enak saja mereka main suruh hanya gara-gara punya uang! matilah mereka bersama uangnya”.

ya kalau mau nyuruh saya, ya minimal tau apa yang disuruh dan berikan waktu yang cukup (toleransi), tidak ada yang instan di dunia ini. atau boleh saja jika anda lebih tahu dari saya, dan berniat mengajari saya. saya akan sangat senang!, karena saya tdk ingin 24 jam waktu saya sehari hanya dihabiskan untuk pekerjaan. masih banyak yg lebih penting.

ya bolehlah anda mengatakan saya tidak berani mengambil resiko. dan orang yg tidak berani mengambil resiko tidak akan pernah maju. tetapi saya masih sangat percaya Allah itu maha pemurah.

3. ingin hidup yang sederhana.
dulu waktu masih kecil saya kira saya termasuk orang yang melarat. ke sekolah yang jaraknya 4km-an cuma pake sepeda ontel, uang jajan jarang-jarang. tapi sekarang saya tahu kalau hidup sederhana itu sangat baik/mulia. dengan hidup seperti itu…saya mempunyai harapan-harapan yang sangat kuat untuk berubah. saya jadi punya motivasi lebih untuk melakukan sesuatu untuk memperbaiki hidup di masa mendatang. dimana semangat itu tidak/jarang saya temui pada anak orang-orang kaya itu. mereka terlalu hidup enak, cendurung kurang empati, kurang menghormati orang lain, mau menang sendiri, kurang peduli dengan lingkungan sekitar, lalai memikirkan masa depan dan hanya ikut apa kata babe.

saya masih ingin anak-anak saya merasakan lezatnya daging, merasakan nikmatnya anggur. dimana kenikmatan itu sudah tidak lagi dirasakan orang-orang kaya itu. saya masih percaya dengan kondisi yang serba terbatas akan lahir jiwa-jiwa penuh rasa syukur, jiwa-jiwa pejuang pengubah kehidupan, jiwa-jiwa yang penuh motivasi, jiwa-jiwa yang sangat menghormati oranglain dan tidak memandang orang lain dengan hartanya.

saya masih ingin memasakkan nasi goreng sebelum anak-anak saya berangkat sekolah. dan menjemput mereka saat pulang sekolah. saya tidak rela anak saya tumbuh jadi anak pembantu atau anak sopir. yang hanya bisa ketemu orang tuanya sehari tak lebih dari 1 atau 2 jam, itu pun sudah larut malam.

4. pekerjaan yang bisa bermanfaat buat orang banyak.
salah satunya dengan membuat usaha sendiri. walaupun kecil sekira bisa membantu tetangga sebelah, saya akan sangat bahagia. seperti yang sudah dilakukan teman saya ini, paksi namanya.  yang udah buka usaha jualan pentol, martabak, teh, jamur, dan banyak lagi, sekaligus bantu anak yatim. salut banget untuk dia.

saya juga ingin memberi ide atau berkontribusi untuk proyek-proyek untuk kepentingan umum. proyek open source misalnya.

semoga bisa tercapai…amin…

12 Responses to “kehidupan impian”

  1. aRuL Says:

    duh jadi terharu sama postinganmu ini…
    kalo sy eperti apa yah?
    saya punya cita-cita dan idealisme, namun sayang…. entah bisa terwujud atau ngak.
    hopeless banget….
    ngak ngerti bisa terwujud apa ngak…

    ingin bekerja di perusahaan gede….. menikah, punya anak, memiliki keluarga yang bahagia… impian semoga terwujud…

    salam buat paksi, temannya yang hebat itu…

  2. kholis Says:

    @ aRuL
    tidak terlalu penting cita2 ato idealime mu tercapai rul…
    yang penting. bgm usahamu mencapainya?
    *sok bijak sekali ya aku ini * :D
    yee..paksi juga kan tmenmu. gimana sih.

  3. phiy Says:

    alhamudulillah, akhirnya ada tulisan yg bisa dibaca xD
    Nomer 4, ok tu..

    saya masih ingin memasakkan nasi goreng sebelum anak-anak saya berangkat sekolah. dan menjemput mereka saat pulang sekolah.

    ini mah tugas mamahnya,
    bapaknya mah benerin genteng aj,

    gihihi :D

  4. kholis Says:

    @phiy
    hwahaha iya…lagi pengen jadi manusia nih kita… :P

    ini mah tugas mamahnya,
    bapaknya mah benerin genteng aj,
    gihihi :D

    ini emansipasi pria fiy… :D

  5. paksi dewandaru Says:

    Wah!! Keren bgt temenmu yg namanya paksi itu lis!! Kok kebetulan namanya sama ya?? Hehehe …
    Btw, kbapakku juga sering masakin nasi goreng loh.. Hehehe sampai2 waktu adekku yg paling kecil dpt. Tugas dari gurunya.. Mengisii titik2.. Di pagi hari ayah ….. Adek ku jawabnya memasak ibu …. Sama adekku diisi baca koran.. Hahahaha..

    Oke juga tuh lis.. :) smoga bisa jadi tkg nasi goreng yg sukses.. Loh?? :)

  6. kholis Says:

    @paksi
    wah paksi kenalan dong…! *histeris* :D

    pinter sekali adekmu itu…:P

    amin…
    tukang nasi goreng ya? hmm… boleh juga.
    asal halal dan sukses mah kagak apa2… hihihi… :)

  7. antok Says:

    Kamu tidak cocok kerja di air…
    Cocoknya kerja di rumah.

  8. kholis Says:

    @antok
    enggih mbah. *manggut2*
    saya sudah UNREG SEPASI MANJUR kirim ke 9877, tapi koq masih di kirimin terus… :(

  9. Akhmad Guntar Says:

    ya ampun, Paksi yg dimaksud tu Paksi Dewandaru itu kan ya. Subhanallah. Anak itu emg hebat dan inspiratif banget.

  10. iis Says:

    semoga tercapai, temenmu lucu-lucu ya Lis

  11. kholis Says:

    @Akhmad Guntar
    yup. betul mas guntar. dia memang inspiratif.
    saya harus banyak belajar dari dia…!

    @iis
    amin…
    ya begitulah is :P

  12. kusptr4@gmail.com Says:

    Paksi aku kagum sama kamu
    Inspiratif banget

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image