PerJalaNan RuH
Aku salin tulisan berikut dari majalah Asy-Syariah Vol. IV/No.39/1429 H/2008
Oleh : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
(sungguh di dalamnya terdapat kandungan ilmu yang sangat mulia bagi kita…, so dibaca ya…)
Sahabat Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam, Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu berkisah, “Kami keluar bersama Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam untuk mengantar jenazah seorang dari kalangan Anshar. Kami tiba di pemakaman dan ketika itu lahadnya sedang dipersiapkan. Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam duduk. Kami pun ikut duduk di sekitar beliau dalam keadaan terdiam, tak bergerak. Seakan-akan diatas kepala kami ada burung yang kami khawatirkan terbang. Di tangan Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam ketika itu ada sebuah ranting yang digunakannya untuk mencocok-cocok tanah. Mulailah beliau melihat ke langit dan melihat ke bumi, mengangkat pandangannya dan menundukkannya sebanyak tiga kali. Kemudian bersabda, “Hendaklah kalian meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dari adzab kubur,” diucapkannya sebanyak dua atau tiga kali, lalu beliau berdoa, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur,” pinta beliau sebanyak tiga kali.
(Disadur dari situs almanhaj.or.id)