Munajat Cinta (2)
Menjelang shalat maghrib pada 15 Februari 2008 lalu, sebuah kejadian menyapa saya yang menyebabkan saya harus mabit di rumah sakit. Saya teringat pada hikayat seorang hamba yang bermunajat cinta; seperti yang saya tulis beberapa hari lalu. Berat rasanya, tapi saya tetap berusaha mengikuti jejak seorang hamba tadi. Sepanjang berbaring di rumah sakit, bukan kesembuhan yang saya mohonkan kepada Allah. Dalam benak saya terpikir, mungkin saya telah berbuat dosa sehingga Allah memperingatkan saya. Saya pun memanfaatkan waktu istirahat di rumah sakit untuk bermuhasabah. Karena itu saya banyak beristighfar dan memohon kasih sayangNya. Allah Maha Tahu, kasih sayang dalam bentuk apa yang hendak Allah berikan kepada saya. Apa pun yang akan terjadi akan saya terima dengan ikhlas, asalkan Allah tetap memberikan cintaNya kepada saya.