3 Proyek Besar Umat Manusia

August 30th, 2009

1. Mengenal Allah Secara Mendekat dan Mendasar
Bahwa nilai diri ini awal mulanya hanya tercipta dari setetes air mani yang hina. Dipancarkan dari tulang sulbi seorang ayah kemudian ditampung di rahim seorang ibu. Selama sembilan bulan ia diolah melalui proses maha halus nan super canggih, terbentuklah zygot hingga menjadi janin bayi yang sempurna.
Hanya dari tetes air hina itu, terbentuklah sosok fisik kita yang gateng dan cantik. Yang tinggi dan berwibawa. Yang pandai dan kaya. Dari setetes air hina itu, muncullah diri kita yang gagah-gagah dan unggul. Setetes air hina itu menjelma ke dalam wujud orang Eropa yang tinggi bermata biru dan berkulit putih, membentuk fisik orang Afrika yang kekar dan berkulit legam, membentuk ciri ras Asia yang bermata sipit, berkulit langsat dan coklat.
Setetes air hina itu kemudian nampak dalam wujud seekor jerapah badannya yang tinggi menjulang, membentuk seekor semut yang kecil, mewujud fisik gajah yang besar, dst.
Lalu siapakah kreator ulung di balik proses penciptaan tersebut? Siapakah Sang Pencipta Yang Maha Sempurna itu? Dialah ALLAH Yang Maha Agung. Dengan kuasaNYA, segala kerumitan mekanis pembuatan makhlukNYA diproses tanpa suara dan tak terlihat. Maha Besar ALLAH.
Lalu apa balas budi kita sebagai rasa syukur atas segala pemberianNYA yang gratis tanpa dipungut biaya?? Alih-alih berterimakasih, kita malah seringkali membangkang terhadap aturanNYA dan mengabaikan keberadaanNYA.
Tanah, air, udara, sawah, ternak, tumbuhan, hewan, buah-buahan, hasil tambang, minyak, seluruh sumber daya alam yang ada di bumi ini kita ambil, kita rebut dan kita nikmati. Semuanya itu milik ALLAH. Semuanya itu ciptaan ALLAH. Alangkah naifnya kalau kita hanya berusaha merebut, mengambil dan menikmati ciptaanNYA sementara ALLAH sang Pemilik dan PenciptaNYA kita lupakan??
Hanya senang barangNYA namun tidak mempedulikan pemilik barang yakni ALLAH. Ini tidak benar. Harus diubah. Kita boleh senang dan merebut barang-barang ciptaan ALLAH, tapi juga harus senang dan cinta kepada pemilik dan pencipta barang-barang tersebut yakni, ALLAH. Lalu bagaimana agar bisa cinta kepada ALLAH?? Kita harus mengenalNYA. Mari kita “Mengenal ALLAH Secara Mendekat dan Mendasar”.
Sungguh kita manusia wajib mengenalNYA secara mendekat dan mendasar.
Kita kepada Allah seperti halnya ikan kepada air. Kemanapun ikan bergerak selalu diliputi dan digenangi air. Tetapi si ikan tidak merasa digenangi air. Padahal kalau air itu berbentuk es padat, tentu si ikan tidak akan bisa bertempat/berenang.
Begitulah. Kita hidup ini digenangi zat Allah yang memenuhi jagad langit dan bumi. Tidak ada ruang kosong tersisa. Semuanya digenangi oleh kebesaran, keagungan, kekuasaan zat ALLAH Yang Maha Besar dan Agung. Tapi kebanyakan manusia tidak merasakan hal itu. Seolah-olah kosong tidak ada apa-apa. Padahal benar-benar ada zat Allah yang menggenangi jagad ini. Untungnya ALLAH tidak berbentuk zat padat. Sebab andaikan berbentuk padat, maka kita semua tidak akan bisa bertempat.
Ajakan ini menuntun kita pada sebuah latihan untuk senantiasa merasakan keberadaanNYA di setiap gerak langkah. Bahkan di setiap hembusan nafas kita. Berangkat dari rumah ke kantor, berjalan, naik kendaraan, sedang berdiskusi, kita semuanya sedang digenangi ALLAH.
Bagai spon yang terendam air. Maka keberadaan kita ini menjadi nisbi oleh keberadaan ALLAH. “Aku lebih dekat kepada manusia daripada dekatnya leher dengan urat nadi”, firman ALLAH. Sangat dekat.
Sifat dasar Allah adalah Pengasih dan Penyayang, maka jika kita sudah berdekatan denganNYA, sifat-sifatNYA akan menular ke kita. Ibarat jika kita berdekatan dengan penjual minyak wangi, bau-bauan dari minyak wangi akan melekat di badan kita. Sebaliknya kalau kita dekat dengan Syetan yang terbuat dari panas api, maka diri ini akan mudah marah. Hati terasa panas dan gampang dikuasai amarah.
Demikianlah jika kita dekat kepada ALLAH, niscaya kita akan “terpengaruh” sifat-sifat ALLAH yang ArRahman dan ArRahiim. Pengasih dan Penyayang. Maka jiwa kita akan menjadi penuh kasih dan saying. Hilang sifat iri, dengki, hasud, riya, dendam dan amarah. Berganti jiwa kasih, pemaaf, penolong dan dermawan.
Contoh lain adalah seperti saat kita melihat jam dinding. Kita hanya mampu melihat jarum jam dan angka saja. Padahal sebelum jarum jam dan angka, ada kaca yang membatasi pandangan kita. Tapi karena kaca itu begitu bening/transparan, sehingga mata kita tidak melihat kaca. Seolah kita meniadakan kaca. Padahal kaca itu benar-benar ada.
Begitulah ALLAH ada menggenangi kita semua. Namun karena ALLAH Maha Suci sehingga ia tak tertangkap oleh indera mata kita. Sesungguhnya sebelum mata kita menangkap obyek di depan kita, ada ALLAH yang menggenangi. Tapi karena ia ghaib, maka ia seolah-olah tidak ada. Seolah kita menafikan keberadaan ALLAH diantara kita semua. Padahal ALLAH benar-benar ada.
Sesungguhnya saat ada 2 orang berhadapan, diantara mereka itu ada ALLAH. Tapi saking suciNYA ALLAH, Subhaanallaah, Latif, sehingga mata telanjang tidak bisa melihatNYA dan langsung melihat orang di depannya. Mata biasa tidak bisa melihat ALLAH, maka seharusnya mata hati dan sinar imanlah yang bisa merasakan keberadaan ALLAH. Jika mampu berlaku demikian, maka seseorang tidak akan berani menghina orang di depannya. Karena sebelum menghina orang di depannya, maka sudah terlebih dulu menghina ALLAH. Karena sebelum dia dan orang yang dihina ada ALLAH.
Jika kita sudah mengenal Allah secara mendekat dan mendasar, diri ini akan ketularan sifat-sifat Allah. Kita akan terbebas dari sifat marah, dendam, iri, dengki, benci, hasud, sombong, bohong, riya, ujub/pamrih, dll. Yang muncul dari diri kita hanya sifat kasih sayang, seperti sifat Allah AR RAHMAN (Pengasih) dan AR RAHIIM (Penyayang). Saling menghormati, mencintai sesama manusia, menolong, berkorban untuk kepentingan saudara sebangsanya.
Misalnya kita hendak marah, memaki, meremehkan saudara/teman karena disulut perasaan yang kesal, kita akan langsung ingat bahwa ALLAH menggenangi antara kita dan saudara itu. Sehingga kita akan mengurungkan rasa marah, tidak berani meremehkan dan tidak jadi memaki-maki. Karena sebelum kita memarahi memaki saudara/teman kita itu, rasa marah dan kata makian kita akan ‘menyentuh’ ALLAH terlebih dulu. Tentu akan sangat celaka bila berani meremehkan, memaki dan marah kepada ALLAH.
Penyebab situasi politik Indonesia dan dunia yang senantiasa panas, saling hina, saling serang, saling menjatuhkan, saling mencari kelemahan lawan, ini semua karena masing-masing pihak tidak merasa diliputi digenangi kebesaran dzat ALLAH. Akhirnya jauh dari sifat kasih ALLAH.
Maka ajakan saya (Gus Glory) adalah, mari Mengenal Allah Secara Mendekat dan Mendasar. Jika semua umat manusia sudah mengenalNYA, maka semuanya akan saling bantu menolong. Adanya hanya sifat kasih dan saling menyayangi diantara sesama bangsa manusia. Kualitas hidup akan sejahtera dunia akhirat. Impian tentang tatanan dunia yang damai tanpa kekerasan dapat dicapai segera.
Stabilitas negara dengan dinamika politik yang harmonis dan sinergis akan mewujudkan pembangunan Indonesia sejahtera. Para elit politik akan berlomba berusaha mendahulukan kepentingan kemanusiaan, kenegaraan, dan kebangsaan. Semua aktifitas politik kenegaraan dilaksanakan dengan senantiasa merasakan bahwa ALLAH meliputi menggenangi jagad ini.

2. Melatih Diri Untuk Mengetahui Musuh Ghaib Syetan
Pertengkaran dan permusuhan yang semakin tajam antar manusia, individu, maupun kelompok dipicu oleh kesalahan manusia dalam memahami dan mengenali siapa sesungguhnya musuh mereka.
Bahwa sesungguhnya musuh bangsa manusia adalah syetan. Bukan manusia antar manusia. Syetan sekali-kali tidak tinggal di hutan, lautan, angkasa luar, atau di tempat-tempat keramat. Syetan tinggal dan beroperasi di dalam hati setiap manusia untuk keperluan menjerumuskan manusia kepad dosa dan kesalahan. Syetan selalu mendatangi manusia dari kiri dari kanan, dari muka dan dari belakang. Ia terus berusaha membisiki, menasehati, mengintai dari tempat yang tidak diketahui manusia, menguasai sehingga melupakan kita dari ingatan kepada ALLAH.
Kalau manusia sudah dikuasai syetan, ibarat penumpang mobil yang sudah dikuasai sopir. Belok kanan, belok kiri, ikut apa kata sopir. Demikian pula kalau manusia dikuasai setan, apa saja yang muncul dari dalam hatinya selalu diikuti. Seolah-olah itu kehendak sendiri. Padahal itu kehendak dari bisikan setan.
Misalnya ingin marah, menghina, mencaci-maki, menjegal karir teman, memfitnah demi kekuasaan, dan seterusnya. Semuanya muncul dari bisikan hati, terasa seolah-olah suara hati sendiri. Padahal itu bisikan setan, terpaksa manusia mengikuti begitu saja.
Padahal Tuhan berfirman, “Hai anak cucu Adam, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan adalah musuh yang nyata bagimu.”
Karena syetan ghaib dan operasi kerjanya di dalam hati, maka setiap keinginan/kutikan jahat yang muncul dari hati kita, seolah-olah dari diri kita sendiri. Karena tidak sadar bahwa itu bisikan/nasehat syetan, terpaksa banyak manusia menuruti nasehat jahat tersebut.
Akhirnya timbul kasus kriminalitas seperti korupsi, pembunuhan, mutilasi, perampokan, pencurian, peperangan, kejahatan seksual, perdagangan manusia, kekerasan rumah tangga, kanibalisme, saling mengolok, kerusuhan SARA, fitnah, saling menjatuhkan antar sesama, mementingkan urusan pribadi dan keluarganya daripada urusan kepentingan umat dst.
Syetan mampu membuat tipuan yang begitu halus dan lihai. Seolah-olah bisikan Syetan itu hal yang benar. Sehingga manusia sering menganggap benar perbuatannya. Terpaksa semua orang merasa benar dan gampang menyalahkan orang lain. Kelompok satu mengaku benar, kelompok lainnya juga mengaku paling benar. Tidak ada yang mau mengalah. Atau minimal mengakui bahwa diri/kelompoknya ada kekurangan.
Akhirnya terjadi kondisi seperti sekarang ini. Saling ribut menyalahkan. Bangsa manusia diadu domba antar agama, antar bangsa, bentrok antar kelompok, antar partai politik, antar suku, antar ras, antar individu, sehingga tidak ada kerukunan sama sekali. Semuanya saling menuding. Membenarkan kelompoknya dan berusaha menjatuhkan kelompok lain. Itulah bukti kerja syetan dalam menyesatkan manusia.
Bukti-bukti lain dari hasil kerja syetan bisa dilihat dari ragam dan meningkatnya kasus kriminalitas akhir-akhir ini. Seorang bapak tega menghamili anak sendiri. Suami yang memotong-motong tubuh istrinya menjadi 10 bagian. Seorang anak muda membantai seluruh anggota keluarganya hanya karena minta dibelikan sepeda motor belum terkabul. Ibu menjual anak perawannya ke pelacuran. Kasus traffickking, pelacuran anak, genosida, pembersihan etnis, dst. Bahkan Di China dan Taiwan, ada sebuah restoran yang menyajikan menu sup orok bayi. Katanya menu itu bisa meningkatkan metabolisme tubuh sekaligus berfungsi sebagai obat kuat penambah nafsu syahwat. Na’uduzubillah.
Andaikan masih fitrah manusia biasa, tentu tak akan terjadi perbuatan-perbuatan yang nista dan bejat itu. Tapi karena diri dan jiwa manusia sudah dikuasai musuh syetan, terpaksa perbuatan itu dituruti begitu saja. Keadaan seperti ini menunjukkan kondisi psikologis derajat umat sudah melorot drastis. Jangankan derajat kemanusiaan, mencapai taraf kehewanan pun tidak. Manusia sudah jadi kesetanan.
Untuk itu, ajakan saya (Gus Glory) adalah mari “Melatih Diri Mengetahui Musuh Ghaib Syetan”. Musuh kita bukan sesama manusia. Tapi musuh kita adalah syetan yang ada di dalam diri kita masing-masing.
Kalau kita senantiasa melatih diri mengetahui musuh ghaib syetan, maka setiap kutikan/bisikan/keinginan yang muncul dari hati ini hendaklah di saring dulu. Jangan langsung diturut atau diikuti. Karena bisa jadi keinginan tersebut bersumber dari bisikan/nasehat syetan. Misalnya ingin marah, dendam, hasud, iri, dengki, sombong, bohong, pamrih, mementingkan pribadi, tega mengalahkan diri lain, melupakan Allah, meremehkan bangsa yang miskin, mengutamakan dunia melalaikan akhirat dst, itu adalah dari syetan. Jangan sekali-kali dituruti.
Demikian pula saat muncul desakan hati ingin menyalahkan dan menghakimi orang yang salah. Mari kita balik polanya. Yang biasanya menjadikan pelaku kesalahan sebagai obyek untuk dihakimi, diubah dengan memposisikan setan sebagai pelaku. Manusia adalah korban. Meskipun secara lahir dia pelaku kejahatan.
Bila kita sudah melatih diri mengetahui musuh ghaib syetan, maka kita tidak akan mudah marah atau mengolok ketika melihat saudara sebangsa manusia yang terlibat dosa/salah. Karena kita sadar setiap diri bersifat lemah dan apes. Sehingga sering kalah tak kuat menolak saat dibisiki syetan untuk berbuat jahat.
Akhirnya di hati kita akan timbul rasa sayang dan kasihan kepada orang yang berbuat jahat. Kemudian kita akan memperingatkannya dan mendoakannya agar terlepas dari cengkeraman syetan.
Ibarat kita melihat seorang anak yang tercebur sumur, kita akan langsung cepat-cepat menyelamatkan anak itu. Bukan malah melemparinya dengan batu supaya lekas tenggelam dan mati.
Ibarat ketika melihat rumah yang terbakar, kita akan segera berupaya memadamkan api itu dengan menyiramkan air. Bukan malah menuangi bensin/minyak tanah agar rumah yang terbakar itu semakin membara.
Demikianlah. Kalau kita melihat saudara sebangsa yang salah atau terlibat dosa, jangan kemudian dihina, dicaci maki, diperbincangkan, dimusuhi dan dijauhi. Itu sama saja dengan menyiram bensin ke rumah yang terbakar. Orang yang dosa/salah kalau kita hina, kita musuhi dan kita jauhi, akan semakin bertambah dosa kesalahannya.
Ibarat kita melihat ada seekor burung yang dicengkeram harimau. Kalau mau menyelamatkan, jangan burungnya yang kita seret-seret, tapi harimaunya yang harus kita pukul agar segera melepaskan burung yang ada dalam cengkeramannya.
Tindakan yang benar bila melihat saudara sebangsa manusia yang dosa adalah lekas doakan dan beri peringatan dengan pendekatan kasih nan ikhlas. Minta kepada ALLAH agar syetan yang menguasai sedulur bangsa manusia itu segera lepas, sehingga manusianya insaf kemudan sadar kembali ke jalan yang benar.
Reformasi menjadi tidak berada di jalur yang benar karena dimaknai dan dipraktikkan sebagai reformasi diri lain. Sementara diri atau kelompoknya sendiri tidak pernah direformasi. Gajah di pelupuk mata tidak tampak. Tapi kuman di seberang lautan nampak jelas. Sulit mendeteksi dan mengakui kesalahan/kekurangan diri dan kelompoknya. Tapi sangat piawai dan teliti dalam menemukan kesalahan orang/kelompok lain. Sekecil apapun kesalahan itu.
Maka ajakan kami adalah bagaimana mendahulukan reformasi untuk diri sendiri sebelum mereformasi diri lain. Dengan cara jeli melatih diri mengetahui musuh ghaib kita semua, yakni syetan.

3. Menanam Keyakinan Dunia Akhirat
Dunia akhirat adalah satu paket kehidupan yang saling berkait. Sebagaimana ALLAH telah menciptakan segala sesuatu secara seimbang, adil dan sepadan. Seperti halnya ada kiri ada kanan. Ada pria dan wanita. Ada atas ada bawah. Ada miskin dan kaya. Ada sehat ada sakit. Ada hidup dan mati. Ada kehidupan dunia dan ada kehidupan akhirat. Dua sisi kehidupan yang harus dipikir, disikapi, dan dijalani secara adil seimbang. Jangan pincang memikirkan kehidupan dunia saja atau akhirat saja.
Tidak bisa kita mengurusi kebutuhan dunia saja dan melupakan akhirat. Sebaliknya kita tidak bisa ke akhirat tanpa melalui kehidupan di dunia. Sukses dan gagal kita di akhirat, bergantung dari perjuangan dan upaya kita saat di dunia.
Dunia akhirat ibarat buah pisang yang terdiri dari kulit dan isi. Kulit pisang adalah dunia. Isi pisang adalah akhirat. Keduanya sama penting berdasarkan fungsi dan manfaatnya. Kulit berfungsi melindungi higienitas dan keaslian rasa isi pisang. Namun begitu, isi pisang jauh lebih penting. Karena isi pisang adalah yang kita makan. Bukan kulitnya.
Keduanya erat melekat. Tidak ada jarak yang memisahkan satu sama lain. Tidak mungkin kulit pisang ada di Lamongan, sedang isi pisang berada di London. Pastinya kulit pisang dan isi pisang menyatu dalam sebentuk buah yang utuh. Begitulah. Dunia dan akhirat sebenarnya sangat erat dekat. Seperti menempel dekatnya antara kulit pisang dengan isi pisang.
Hanya saja kulit pisang membungkus isi pisang begitu rapat. Sehingga saking rapatnya kulit menutupi, isinya menjadi tidak kelihatan. Begitulah. Saking rapatnya kulit menut
jangankan orang buta, kita yang memiliki penglihatan normal saja tidak mampu melihat isi pisang. Kita baru bisa melihat isi pisang kalau kulit pisang dikupas terlebih dulu.
Begitulah. Kehidupan dunia ini sangat rapat menutup akhirat. Sehingga yang tersaji di depan kita hanya urusan seputar kehidupan materi dunia. Urusan persiapan kehidupan akhirat jarang mampir ke benak kita. Karena dunia langsung terlihat dan bisa dirasakan. Sementara akhirat belum terasa dan tidak bisa dilihat sekarang.
Lapar dan haus di dunia langsung terasa. Miskin dan kaya di dunia bisa dilihat sekarang. Bangga dan malu di dunia dapat kita rasa sekarang. Kehujanan kepanasan karena tidak punya rumah di dunia, bisa kita rasakan sekarang. Sedih dan gembira di dunia semua dapat kita rasakan sekarang. Nikmat dan sengsara di dunia bisa dirasa saat ini juga. Hadiah dan hukuman di dunia bisa disaksikan sekarang.
Tapi kalau kelaparan dan kehausan di akhirat, kita belum tahu. Miskin dan kaya di akhirat, kita belum dapat merasakan. Belum punya rumah di akhirat, kita belum dapat melihat. Hadiah dan ancaman di akhirat, belum bisa dibuktikan. Semua masih ghaib dan disamarkan.
Karena urusan dunia begitu rapat menutupi perkara akhirat, terpaksa kita hanya mampu melihat dan berfikir yang lahir saja, yakni semua urusan dunia. Kita lupa bahwa di akhirat juga memerlukan persiapan yang harusnya difikirkan dari sekarang saat kita masih hidup di dunia.
Jangan sampai kita lengah disesatkan syetan. Kita disibukkan urusan dunia hingga lupa persiapan akhirat. Kita ditakut-takuti kemiskinan sehingga enggan berbagi kepada sesama. Semua harta benda kita habiskan untuk kebutuhan dunia. Tidak ada yang terkirim untuk kehidupan akhirat. Jika ini yang terjadi, kita akan melarat di akhirat telantar bersama syetan yang umumnya disebut neraka. Neraka berasal dari kata-kata ‘celaka’ karena kita telantar di akhirat akibat tidak membawa bekal dari dunia.
Maka ajakan dari saya (Gus Glory) adalah, mari Menanam Keyakinan Dunia Akhirat. Setiap kita berupaya memenuhi kebutuhan dunia, saat itu juga usahakan dapat memenuhi kebutuhan akhirat. Ingin sukses dan bangga di dunia, maka saat itu juga persiapkan sukses dan bangga di akhirat. Sudah punya rumah dan kendaraan di dunia, sudahkah kita sediakan kendaraan dan rumah di akhirat??? Sudah cukup makan dan berpakaian di dunia, apakah sudah cukup tersedia pakaian dan makanan kita di akhirat??? Karena kita percaya adanya kehidupan akhirat, maka sudah selayaknya kita persiapkan dari sekarang saat kita masih di dunia.
Persiapan itu adalah sedekah harta, tenaga, jiwa, fikiran, untuk didermakan bagi kepentingan umat. Semakin banyak kepemilikian di dunia yang kita berikan, makin banyak pula hasil yang kita unduh di akhirat kelak.
Kalau ingin melihat isi pisang, buka dan kupaslah kulit pisang itu terlebih dulu. Kalau ingin mengetahui akhirat, kurangilah kesenangan nikmat di dunia. Misalnya hendak membeli rumah di dunia seharga Rp. 70 juta. Jangan semua dari 70 juta itu yang dibelikan. Tapi cukup 30 juta saja yang dibelikan rumah dunia. Sisanya yang 40 juta dibelikan rumah di akhirat dengan cara dibagikan kepada fakir miskin, anak yatim, mengobatkan tetangga yang sakit, membangun jalan, menyumbang korban bencana, merenovasi gedung sekolah yang ambruk, dst. Kalau mau membeli pakaian seharga 100 ribu, cukuplah 40 ribu yang dibelikan. Sisanya yang 60 ribu, belikan seragam bagi anak yang tak mampu sekolah, dst.
Konsep Iman A, B, C
Untuk memudahkan kita dalam meneliti, mengukur dan membandingkan (benchmarking) kualitas kepercayaan kita tentang keyakinan dunia akhirat, maka berikut ini saya berikan rumus pembanding yang disebut “konsep IMAN A, B, C”. Iman A adalah iman dengan ukuran tipis/rendah. Iman B adalah iman dengan ukuran sedang. Iman C adalah iman dengan ukuran tebal/tinggi.
Contoh pelasanaannya seperti ini. Misalnya dalam bekerja kita memperoleh hasil upah sebesar 4.000 rupiah. Jika kita memiliki Iman A iman yang rendah/tipis, hasil upah 4.000 tadi akan dibagi menjadi: 3.000 untuk kebutuhan hidup di dunia dan sisanya yang 1.000 disedekahkan untuk kebutuhan akhirat.
Iman B iman yang sedang, hasil upah 4.000 rupiah akan dibagi menjadi: 2.000 untuk kebutuhan dunia, 2.000 untuk disedekahkan sebagai bekal hidup di akhirat. Jadi seimbang fifty-fifty. Iman C yang tinggi/tebal, hasil upah 4.000 rupiah akan dibagi menjadi: 1.ooo rupiah untuk kebutuhan dunia, 3.000 disedekahkan untuk kebutuhan akhirat. Dunia dijatah secukupnya karena hidup sementara. Sedang akhirat diperbanyak karena hidup lebih abadi dan selamanya.
Di mana iman kita?? Masuk kategori Iman A; Iman B; atau Iman C ??? Biasanya yang umum terjadi, semua hasil usaha kita habiskan untuk memenuhi kebutuhan di dunia. Kebutuhan akhirat terlupakan. Tidak tersisa sedikitpun dari hasil usaha kita yang tersedekahkan sebagai bekal hidup di akhirat. Artinya kita tidak masuk kategori iman manapun. Bahkan Iman A iman yang rendah/tipis saja, belum.
Karena keyakinan iman akhirat belum tertanam dengan baik, maka terjadi kasus-kasus korupsi. Karena dipicu nafsu berlomba memperkaya diri dan keluarga di dunia dengan segala cara. Dibayangi ketakutan miskin di dunia sehingga enggan menempuh hidup sederhana. Maunya hidup enak dan serba mewah. Tidak berani melarat demi rakyat. Gaji berapapun dirasa tidak mencukupi sehingga korupsi menjadi hobi.
Untuk itu saya mengajak agar kita semua segera mencari iman kita. Meneliti dan membandingkan kembali di mana posisi iman kita tentang kehidupan akhirat.
Sebagai perbandingan, Profesor Yunus peraih Nobel pernah berujar bahwa 30 tahun lagi Indonesia bisa keluar dari kemiskinan bila mau/mampu menggunakan konsep Garmen Bank dengan benar.
Namun bila mau serius menggunakan “Konsep Iman A, B, C” dengan pondasi kepercayaan akhirat, maka tidak perlu menunggi sampai 30 tahun. Dengan tekad bulat Bismillaahirrahmaanirrahiim, cukup 30 hari saja persoalan kemiskinan di Indonesia akan teratasi. Kesejahteraan, pemerataan dan keadilan sosial di Indonesia akan segera terwujud. InsyaAllah.
Pelaksanaan Konsep Iman A, B, C ini bisa dimulai dari para anggota dewan yang terhormat. Selanjutnya diikuti para pejabat, pengusaha, dan seluruh lapisan masyarakat. Sisihkan gaji, tunjangan, kelebihan rejeki di dunia untuk kebutuhan bangsa, agama dan negara. Niati itu sebagai bekal hidup di akhirat. Dijamin negeri ini akan menjadi bangsa yang kuat, mandiri, bermartabat, dan diridhoi Allah dunia akhirat. Aamiin.

Hasil KLAS Cangkru’an Judul Dilema Open Source di Kampus Dalam Menjawab Kebutuhan Masyarakat

March 24th, 2009

Dengan adanya posting ini, maka saya memberitahukan bahwa materi dari hasil KLAS Cangkru’an dengan Judul Dilema Open Source di Kampus Dalam Menjawab Kebutuhan Masyarakat dapat di download pada alamat dibawah ini :

1. Materi Cangkru’an di 4shared.com

2. Materi Cangkru’an di Google.com

Demikian pemberitahuan ini saya buat, semoga banyak manfaatnya.

Salam Hormat,

Masgandhul

http://masgandhul.web.id/

NB: Photo-photo dan hasil TP-TP di lokasi cangkru’an menyusul.

Wawancara dengan First Lady Ibu Ani Yudhoyono

February 20th, 2009

Susah Tidur Jelang Naikkan Harga BBMDi sela-sela waktunya yang sempit saat mendampingi sang suami (Presiden SBY) melakukan lawatan ke empat negara -Amerika Serikat, Meksiko, Brazil, dan terakhir Peru- Ny Ani Yudhoyono, first lady Indonesia itu, meluangkan waktu untuk ngobrol secara khusus dengan media ini. Berbagai pengalaman pahit dan manis sebagai first lady, sebagai ibu bagi anak-anaknya, sebagai nenek bagi cucu pertamanya, dan sebagai pendamping setia presiden dikemukakan kepada Dahlan Iskan dan Budi Rahman Hakim dari Jawa Pos di Presidential Suites Room, Hotel Melia, Lima, ibu kota Peru.

Empat tahun sudah Ibu menjadi first lady. Seperti apa rasanya?

Banyak sekali pengalaman. Ada yang bilang, Ibu Ani ini paling siap menjadi seorang ibu negara. Kenapa orang berpikir seperti itu? Oh, saya pikir, saya memang berbeda dengan first lady yang dulu-dulu. Bapak kan yang pertama dipilih langsung oleh rakyat. Jadi, sejak menjelang kampanye, kami memang sudah harus siap jadi ibu negara. Bukan tiba-tiba jadi ibu negara. Bapak jadi presiden kan melalui proses kampanye yang panjang dan kerja keras untuk bisa terpilih. Sejak itu pun, saya sudah siap, kalau sang suami menjadi presiden, tentu istrinya menjadi ibu negara.

Ketika kampamye dulu, orang melihat sebuah kursi RI-1 dan segala keindahannya. Tapi, dalam pandangan saya, di belakang kursi RI-1 itu justru ada pekerjaan dan tanggung jawab yang sangat banyak. Maka, menjadi ibu negara atau menjadi istri presiden, tentu banyak sekali pekerjaannya, tidak ada habis-habisnya. Jadi, kesan utamanya itu ya bekerja keras.

Apa yang dirasakan paling berat?

Suka dukanya banyak sekali, terutama saat awal-awal penugasan. Belum lagi, hantaman dari banyaknya orang yang menginginkan perubahan secara cepat. Perasaan saya luar biasa saat itu. Saya pernah sangat bersedih sampai menangis. Karena komentar-komentar yang menyudutkan bapak luar biasa dan saya ikut merasakan sebagai seorang istri. Padahal, bapak sudah bekerja siang malam, bahkan sampai larut sekali. Tetapi, bapak masih saja diserang dengan komentar-komentar negatif.

Sebagai manusia biasa, pertahanan saya bisa jebol juga. Saya sampai menangis. Erni, ajudan saya, melihat. Dia juga sangat sedih. Tapi, dia berusaha menabahkan saya agar sabar dalam mendampingi bapak. Kalau saya tidak kuat, maka bapak pasti lebih sulit lagi. Saya sebagai penopang di belakang harus kuat. Bapak pun manusia biasa juga. Kadang, bapak juga sedih. Maka, waktu saling berbagi perasaan, kani ambilah suatu kesimpulan: dalam kondisi apa pun, kami harus selalu bersama sebagai suami, istri, dan anak sebagai suatu kesatuan keluarga. Itulah yang saya rasakan, suka dukanya luar biasa.

Keputusan yang paling berat adalah saat bapak harus menaikkan harga BBM. Sepertinya, bapak tidak punya hati. Ketika akan menaikkan harga BBM, berhari-hari beliau tidak tidur. Beliau juga mengerti, kalau beliau dipilih oleh rakyat, maka segala keputusannya pasti akan menyangkut rakyat juga. Rasanya berat sekali waktu itu, bahkan saya pernah menangis saat berjalan di karpet merah bersama bapak.

Kiat yang dilakukan Ibu untuk membantu meringankan beban pikiran dan perasaan bapak terutama di saat-saat sulit?

Pertama, saya berzikir dan berdoa kepada Allah. Kedua, kami saling berbagi perasaan. Ketiga, saya lihat bapak membaca buku yang sangat bagus sekali. Judulnya: La Tahzan (jangan bersedih). Kalau kita membaca itu, hati kita menjadi dingin. Perbanyak doa dan zikir untuk menguatkan iman dan perasaan. Itu saja yang biasa kita lakukan.

Bapak juga senang menulis puisi dan mengarang lagu sebagai pelepas kepenatan, kabarnya…

Memang, bapak juga sering membuat puisi-puisi untuk mencurahkan isi hati. Sejak menjadi Danrem di Jogjakarta dulu, bapak sering membuat puisi. Kalau boleh saya cerita sedikit, bapak masih ada keturunan seorang pujangga. Karena, eyangnya bapak dari garis bapak itu seorang pujangga zaman dulu dan sering membuat puisi dalam bahasa Jawa. Ini saya dengar langsung dari orang tuanya bapak. Bahkan, eyangnya bapak mewasiatkan ketika akan meninggal agar puisi-puisi ciptaanya itu dibacakan.

Puisi-puisi sang kakek masih disimpan?

Wah, kalau itu saya tidak tahu ya.

Puisi ciptaan Pak SBY sendiri waktu jadi Danrem di Jogja masih disimpan?

Nah, itu yang hilang. Puisi-puisi itu dimasukkan ke file komputer, tetapi hilang saat kami pindah dari Jogja ke Bosnia. Bapak tugas ke Bosnia dan saya pindah ke Jakarta.

Kalau yang belakangan masih disimpan?

Ya, sudah diterbitkan sebagai buku.

Ibu masih sempat menyiapkan makannya bapak?

Ya, masih sempat. Tapi, kan juga ada juru masak. Dan lagi, bapak kan makannya simpel saja, seperti tahu, tempe, kerupuk, atau nasi goreng. Bahkan, bapak acap kali menggorengnya sendiri. Saya baru bantu-bantu menyiapkan hidangan bapak sepanjang ada special request saja. Misalnya, minta digorengkan telur ceplok atau dibuatkan nasi goreng favorit. Selebihnya, sudah ada ahli masak di istana yang menyiapkan segala sesuatunya.

Busana Presideb SBY kan selalu necis matching. Bagaimana soal ini, apa Ibu yang menata semua?

Sejak dulu, sejak baru nikah, kami memang senang mengenakan baju yang tepat. Termasuk matching-matching-an. Misalnya, biru dengan biru, merah dengan merah. Jadi, kita dari dulu memang begitu. Sering saya yang menyesuaikan dengan baju yang hari itu dikenakan bapak. Tapi, sesekali, saya minta bapak yang menyesuaikan dengan pilihan saya. Termasuk sampai soal sepatu. Bapak itu kan kakinya cukup besar, ukuran 43. Agus itu (anak pertama) malah lebih besar lagi. Jadi, kita susah mencari sepatu dalam negeri. Bapak agak konvensional. Kalau sudah satu, ya satu itu. Ibaratnya, mencarikan yang sama itu sulit. Motifnya gak ada yang aneh-aneh, paling konvensional saja. (*)

What Positive Are You?

November 25th, 2008
Which Positive Quality Are You?

Your Result: Faith

 

You are Faith. Faith is the belief in better things, in spite of the cynicism and doubt that swirls around us. Faith gives us strength; it inpsires us to move forward and follow our hearts. “Faith tells us what the senses do not.”

Courage

 

Charity

 

Love

 

Friendship

 

Peace

 

Which Positive Quality Are You?
Quiz Created on GoToQuiz

Chickenstrip Character

November 25th, 2008

Which Chickenstrip Character Are You?
Your Result: Boy Suresh
 

Anda adalah orang yang gemar dipuji, extrovert dan kadang tidak peduli apa kata orang. Lebih memilih bertindak cepat sebelum berpikir. Berani mengambil prediksi dan keputusan dalam waktu singkat, bahkan di dalamnya termasuk statistik dan analisa ala koboy.

Si Boss
 
Si Ayam
 
Dadan Bulu
 
Which Chickenstrip Character Are You?
Quiz Created on GoToQuiz

Asal - Usul Telematika

November 25th, 2008

Kata TELEMATIKA, berasal dari istilah dalam bahasa
Perancis “TELEMATIQUE” yang merujuk pada
bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan
teknologi informasi. Istilah Teknologi Informasi
itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi
perangkat-perangkat pengolah informasi. Para
praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah
singkatan dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS”
sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and
Communication. Istilah Telematics juga dikenal
sebagai “the new hybrid technology” yang lahir
karena perkembangan teknologi digital.
Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi
telekomunikasi dan informatika menjadi semakin
terpadu atau populer dengan istilah “konvergensi”.
Semula Media masih belum menjadi bagian integral
dari isu konvergensi teknologi informasi dan
komunikasi pada saat itu.Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem
komputer dan sistem komunikasi ternyata juga
menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh
lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada
perkembangan konvergensi antara teknologi
TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula
masing-masing berkembang secara terpisah.
Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai
sistem elektronik berbasiskan teknologi digital
atau “the Net”. Dalam perkembangannya istilah
Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana
MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan
masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya
merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk
mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah
suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami
sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan
Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi
Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun
Information and Communication Technologies (ICT)
mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai
definisi sangat tergantung kepada lingkup dan
sudut pandang pengkajiannya.

Seiring dengan semakin populernya Inter-Net
sebagai “the network of the networks”, masyarakat
penggunanya (internet global community)
seakan-akan mendapati suatu dunia baru yang
dinamakan cyberspace - sebagaimana dipopulerkan
oleh William Gibson dalam novel sci-fi-nya
Neuromancer - yang merupakan khayalan tentang
adanya alam lain pada saat teknologi
telekomunikasi dan informatika bertemu. Di “alam
baru” ini - bagi kebanyakan netter - tidak ada
hukum. Karena tidak adanya kedaulatan dalam
jaringan komputer maha besar (gigantic network)
ini, mereka beranggapan bahwa tidak ada satupun
hukum suatu negara yang berlaku, karena hukum
network tumbuh dari kalangan mayarakat global
penggunanya. “Alam baru” ini seakan-akan menjadi
suatu jawaban dari impian untuk melampiaskan
kebebasan berkomunikasi (free flow of information)
dan kebebasan mengemukakan pendapat (freedom of
speech) tanpa mengindahkan lagi norma-norma yang
berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Perlu digarisbawahi, bahwa substansi cyberspace
sebenarnya adalah keberadaan informasi dan
komunikasi yang dalam konteks ini dilakukan secara
elektronik dalam bentuk visualisasi tatap muka
interaktif. Komunikasi virtual (virtual
communication) tersebut - yang dipahami sebagai
virtual reality - sering disalahpahami sebagai
“alam maya”, padahal keberadaan sistem elektronik
itu sendiri adalah konkrit di mana komunikasi
virtual sebenarnya dilakukan dengan cara
representasi informasi digital yang bersifat
diskrit. Sehubungan dengan itu, Wiener dan Bigelow
mencetuskan Cybernetics Theory, mengenai suatu
pendekatan interdisipliner terhadap sistem kendali
dan komunikasi dari hewan, manusia, mesin dan
organisasi. Uniknya teori tersebut sebenarnya
lebih menekankan pada pentingnya umpan balik dari
sistem komunikasi itu sendiri. Teori tersebut
menyiratkan bahwa dalam memahami suatu informasi
yang disampaikan pada suatu sistem komunikasi yang
baik harus dengan memperhatikan umpan balik dari
sistem tersebut. Sebagai catatan, Wiener juga
mengakui bahwa istilah Cyber sebenarnya pernah
digagas oleh Ampere yang namanya digunakan sebagai
satuan kuat arus. Oleh karena itu jika ditilik
dari asal-usulnya, istilah cyber sebenarnya erat
hubungannya dengan kawat listrik. Sehingga tidak
mengherankan, jika istilah tersebut juga digunakan
untuk organ buatan listrik CYBORG yang merupakan
singkatan dari Cybernetics Organics.

Dengan demikian, istilah “cyber law” sebagaimana
dipahami oleh masyarakat sekarang ini kurang tepat
jika digunakan untuk merujuk pada hukum yang
tumbuh dalam medium cyberspace. Istilah
“cyberspace law” justru lebih tepat untuk itu.
Namun demikian, Istilah “telematika” paling tepat
digunakan karena lebih memperlihatkan hakekat
keberadaannya dan layak untuk digunakan sebagai
definisi guna melakukan pengkajian hukum
selanjutnya. Istilah “telematika” merujuk pada
hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik
yang lahir dari perkembangan dan konvergensi
telekomunikasi, media dan informatika.

Berbicara tentang hukum dalam arti luas, berarti
mencakup segala macam ketentuan hukum yang ada
baik materi hukum tertulis - tertuang dalam
peraturan perundang-undangan - maupun materi hukum
tidak tertulis - tertuang dalam kebiasaan ataupun
praktek bisnis yang berkembang. Sehubungan dengan
itu, sistem hukum nasional sesungguhnya tetap
berlaku terhadap segala aktivitas komunikasi yang
dilakukan dalam lingkup cyberspace. Hal ini
berarti bahwa domain-domain hukum yang semula
dipahami secara sektoral, baik dalam bidang
telekomunikasi, media maupun informatika akan
semakin konvergen. Yang terjadi bukan kevakuman
hukum, melainkan suatu pembidangan hukum yang
lebih khusus tanpa menafikan keberlakuan
bidang-bidang hukum yang telah ada dalam sistem
hukum yang berlaku. Dengan demikian definisi Hukum
Telematika adalah hukum terhadap perkembangan
konvergensi TELEMATIKA yang berwujud dalam
penyelenggaraan suatu sistem elektronik, baik yang
terkoneksi melalui internet (cyberspace) maupun
yang tidak terkoneksi dengan internet.

Lingkup pengkajian Hukum Telematika terfokus pada
aspek-aspek hukum yang terkait dengan sistem
informasi dan sistem komunikasi, khususnya yang
diselenggarakan dengan sistem elektronik, dengan
tetap memperhatikan esensi dari:

komponen-komponen dalam sistem tersebut, mencakup:
(i) perangkat keras (ii) perangkat lunak, (iii)
prosedur-prosedur (iv) perangkat manusia, dan (v)
informasi itu sendiri; serta
(2) fungsi-fungsi teknologi di dalamnya yaitu: (i)
input, (ii) proses, (iii) output, (iv) penyimpanan
dan (v) komunikasi.
Dalam prakteknya kedua lingkup tadi dalam
cyberspace dikenal sebagai (i) Content, (ii)
Computing, (iii) Communication dan (iv) Community.

1.Content, yaitu Isi atau substansi Data
dan/atau Informasi berupa input dan output dari
penyelenggaraan sistem informasi yang
disampaikan pada publik, mencakup semua bentuk
data/informasi baik yang tersimpan dalam bentuk
cetak maupun elektronik, maupun yang disimpan
sebagai basis data (databases) maupun yang
dikomunikasikan sebagai bentuk pesan (data
messages);

2.Computing, yaitu Sistem Pengolah Informasi
yang berbasiskan sistem komputer (Computer based
Information System) berupa jaringan sistem
informasi (computer network) organisasional yang
efisien, efektif dan legal. Dalam hal ini, suatu
Sistem Informasi merupakan perwujudan penerapan
perkembangan teknologi informasi ke dalam suatu
bentuk organisasional/organisasi perusahaan
(bisnis).;

3.Communication, yaitu Sistem Komunikasi yang
juga berupa sistem keterhubungan
(interconnection) dan sistem pengoperasian
global (interoperational) antar sistem
informasi/jaringan komputer (computer network)
maupun penyelenggaraan jasa dan/atau jaringan
telekomunikasi.
4.Community, yaitu masyarakat berikut sistem
kemasyarakatannya yang merupakan pelaku
intelektual (brainware), baik dalam kedudukannya
sebagai Pelaku Usaha, Profesional Penunjang
maupun sebagai Pengguna dalam sistem tersebut.

Sesungguhnya terdapat korelasi yang kuat antara
cybernetics theory dengan sistem hukum nasional,
dalam hal efektifitas suatu sistem hukum di
tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam
pembentukan perilaku sosial (social behaviour).
Hukum sebagai suatu aturan (rule of law)
berbanding lurus dengan pemamahan hukum dan
kesadaran hukum masyarakat terhadap hukum - yang
wujudnya berupa informasi - yang tengah berlaku.
Tidak akan ada ketentuan hukum yang berlaku
efektif dalam masyarakat, jika informasi hukum
tersebut tidak dikomunikasikan dengan baik kepada
masyarakat. Oleh karena itu, pengkomunikasian
informasi hukum harus dirancang dalam pola yang
lebih interaktif sehingga dapat menangkap dengan
baik umpan balik dari masyarakatnya sehingga
menimbulkan kesadaran hukum. Hal tersebut tidak
akan didapat hanya dengan sosialisasi ataupun
penyuluhan hukum saja, melainkan juga harus dengan
pengembangan sarana komunikasi ataupun
infrastruktur informasi yang baik dan dapat
diakses dengan mudah dan murah oleh masyarakat.

Merujuk pada dasar keberlakuan hukum yang mencakup
aspek-aspek filosofis, sosiologis, dan yuridis;
Jika pembuatan hukum hanya memperhatikan aspek
yuridis saja melalui perumusan hukum (legal
drafting) oleh segelintir elit tanpa melibatkan
peran aktif masyarakatnya, maka wacana hukum tidak
akan pernah berkembang di tengah masyarakat dan
masyarakat tidak akan pernah berperan aktif di
dalamnya. Hikmah dari cybernetics theory bagi
sistem hukum adalah keberadaan sistem informasi
hukum sebagai komponen keempat dalam sistem hukum
nasional; di samping tiga komponen yang selama ini
dikenal, yaitu substansi, struktur dan budaya.
Dengan demikian secara teoritis kesenjangan antara
rule of law dengan social behaviour dapat
dijembatani. Hal ini juga sepatutnya membuka
pemikiran tentang birokrasi bahwa keberadaannya
sebagai mitra rakyat - bukan penguasa rakyat -
mewajibkannya memberikan layanan yang lebih baik.
Dengan pengembangan sistem informasi yang baik,
kegiatan pemerintahan menjadi lebih transparan,
dan akuntabel, karena pemerintah mampu menangkap
feedback dan meningkatkan peran serta masyarakat.
Good governance tidak lain adalah cita negara
berdasarkan hukum, di mana masyarakatnya merupakan
self regulatory society. Dengan demikian,
pemerintah sudah dapat mereduksi perannya sebagai
pembina dan pengawas implementasi visi dan misi
bangsa dalam seluruh sendi-sendi kenegaraan
melalui pemantauan terhadap masalah-masalah hukum
yang timbul dan menindaklanjuti keluhan-keluhan
masyarakat.

Kesimpulannya, Pemerintah dan masyarakat harus
meningkatkan kesadaran berinformasi dan
berkomunikasi, untuk kemudian mampu mengembangkan
dan menguasai serta membina dan mengendalikan
seluruh infrastruktur informasi nasional maupun
global agar keberadaannya dapat sesuai dengan
kebutuhan dan dinamika masyarakat itu sendiri.
Sistem hukum yang baik belum tentu dapat terwujud
dengan terus menerus membuat undang-undang baru.
Justru kajian mendalam harus ditingkatkan tentang
sejauh mana sistem hukum yang telah berlaku
(existing legal framework) dapat dioptimalkan
terlebih dahulu oleh para penegak hukumnya yang
berdedikasi tinggi dalam pelaksanaan tugasnya.

Teknik System Komputer Elektro ITS

November 25th, 2008

Assalamu’alaikum.Dari hasil berbagai survey, opentalk, dan kegiatan praktikum, ternyata sebagian besar mahasiswa Elektro ITS menyetujui bahwa Bidang Study Komputer memang bidang study yang terkenal : ANGKER, SURAM, SUSAH, SEGELINTIR ORANG YANG MAU MASUK DLL (POKOKE YANG SEREM2X).

Akan tetapi, penulis tidak percaya kalau tidak di cek langsung kesana. Nyatanya, memang, sebagian dari mitos diatas dapat dibuktikan sendiri, akan tetapi, penulis berhasil mendapatkan alamat salah seorang penghuni lab.komputer. Dan hasil dari mencari wangsit tersebut, penulis mendapatkan beberapa gambaran-gambaran lainnya, yaitu sebagai berikut:

Di bidang studi komputer yg dipelajari antara lain :
1. Programming -> basis data, struktur data, pemrograman lanjut, dll

2. Networking -> Proktikum Jaringan, Aplikasi Jarkom, Mobile Computing, dll

3. Multimedia -> Multimedia, multimedia di jaringan.

4. Grafik -> Komputer grafik, pengolahan citra digital, dll

5. Research2 lain yg biasanya kebetulan dilakukan o/ dosen.

6. dll,dll,dll -> pokoke sing seru-seru (dan biasane angel2)

Dari hasil wangsit tersebut diatas, silahkan pembaca sendiri yang menafsirkannya.

Wassalamu’alaikum.

Derajat orang yang Berilmu

November 25th, 2008

Beberapa saat yang lalu, sempat terpikirkan maksud dari suatu ayat AL QUR’AN yang intinya adalah “ALLAH AKAN MENGANGKAT ORANG YANG BERILMU BEBERAPA DERAJAT” .Dahulu, kukira itu cuman membedakan antara kita yang berpendidikan dengan saudara kita yang masih rendah tingkat pendidikannya. Hal tersebut tercermin dengan adanya perbedaan cara berpikir dan nalar yang digunakan untuk memecahkan masalah setiap hari dan masalah yang lainnya. Ternyata, kalau cuman untuk mengangkat derajat orang yang berilmu, ALLAH tidak akan menciptakan sesuatu yang sangat implisit.

Yang dimaksud beberapa derajat itu, bahwa setiap manusia yang berilmu, memiliki tingkatan - tingkatan tertentu, semakin tinggi ilmunya, semakin tinggi tingkatan orang tersebut. Tentunya, tingkatan itu sendirilah yang disebut sebagai DERAJAT. Akan tetapi, derajat yang dimaksudkan tidak hanya sebatas tingkatan ilmu dunia, melainkan ilmu akhirat. Dan ilmu akhiratlah yang paling menentukan, seberapa jauh dan besarnya derajat orang tersebut diangkat oleh ALLAH.

Alasannya adalah, karena keimanan seseorang menentukan bagaimanakah dia menggunakan ilmu yang telah didapatnya untuk digunakan dalam kehidupannya setiap hari, apakah akan digunakan untuk menolong orang lain, atau malah dijadikan untuk memanfaatkan keadaan orang lain untuk kepentingannya sendiri.

Untuk lebih jelasnya, silahkan bertanya pada yang lebih berilmu dari saya.

Terima Kasih.

Diantara Ketidakteraturan terdapat Keteraturan

November 25th, 2008

Pada saat kuliah, dosenku bilang, bahwa di dalam ketidakteraturan terdapat keteraturan. awalnya aq masih agak bingung dengan maksud kalimat ini, tapi setelah beberapa lama mikir (loading with P1)…. aq sadar ternyata kata itu dapat dengan mudahnya dibuktikan pada diri kita sendiri, bahkan dalam lingkungan kita hidup tiap hari.
Sebagai contoh kecil nya, ketidakteraturan tersebut adalah kesemrawutan kehidupan manusia mencari nafkah, ada yang ke arah barat, timur, utara, selatan dan arah - arah yang lainnya. Sedangkan keteraturan itu sendiri adalah keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di dunia ini.
Masih banyak contoh - contoh yang lain yang dapat kita temukan di dalam kehidupan kita sehari - hari. Apalagi jika kita bisa memilah dan menelitinya dengan baik.Seorang “Manusia” harus bisa mengerti dengan situsai dan memaknai kondisi sekitar lingkungan dimana dia berada.

Cukup sekian dan terima kasih.

Indahnya Bahasa Indonesia (Stop Perang !)

November 19th, 2008

INDAHNYA BAHASA INDONESIA (Tidak untuk menjadi bagian dari perang antara orang indon dan malingsia)INDONESIA : Kementerian Hukum dan
HAM
MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh

INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa (oh please…)

INDONESIA : Angkatan Darat
MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi

INDONESIA : Angkatan Udara
MALAYSIA : Laskar Angin-Angin

INDONESIA : Pasukan bubar jalan !!!
MALAYSIA : Pasukan
cerai berai !!!

INDONESIA : Merayap
MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi

INDONESIA : rumah sakit bersalin
MALAYSIA: hospital korban lelaki (bener jg sih…)

INDONESIA : telepon selular
MALAYSIA : talipon bimbit

INDONESIA : Pasukan terjung payung
MALAYSIA : Aska begayut

INDONESIA : belok kiri, belok kanan
MALAYSIA : pusing kiri,
pusing kanan

INDONESIA : Departemen Pertanian
MALAYSIA : Departemen
Cucuk Tanam

INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh
MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah

INDONESIA : gratis ngobrol 30menit
MALAYSIA : percuma berbual 30minit

INDONESIA : tidak bisa
MALAYSIA : tak boleh

INDONESIA : WC
MALAYSIA : tandas

INDONESIA : Satpam
MALAYSIA : Penunggu Maling

INDONESIA : Aduk
MALAYSIA : Kacau

INDONESIA : Di aduk hingga merata
MALAYSIA : kacaukan tuk datar

INDONESIA : 7 putaran
MALAYSIA : 7 pusingan

INDONESIA : Imut-imut
MALAYSIA : Comel benar

INDONESIA : pejabat negara
MALAYSIA : kaki tangan negara

INDONESIA :bertengkar
MALAYSIA : bertumbuk

INDONESIA : pemerkosaan
MALAYSIA : perogolan

INDONESIA :
Pencopet
MALAYSIA : Penyeluk Saku

INDONESIA : joystick
MALAYSIA : batang senang

INDONESIA : Tidur
siang
MALAYSIA : Petang telentang
INDONESIA : Air Hangat
MALAYSIA : Air Suam

INDONESIA : Terasi
MALAYSIA : Belacan

INDONESIA : Pengacara
MALAYSIA : Penguam

INDONESIA : Sepatu
MALAYSIA :
Kasut

INDONESIA : Ban
MALAYSIA : Tayar (diambil dari cara baca tulisan Tyredalam english)

INDONESIA : remote
MALAYSIA : kawalan
jauh

INDONESIA : kulkas
MALAYSIA : peti sejuk

INDONESIA : chatting
MALAYSIA : bilik berbual

INDONESIA : rusak
MALAYSIA : tak sihat

INDONESIA : keliling kota
MALAYSIA : pusing pusing ke bandar

INDONESIA : Tank
MALAYSIA :
Kereta
kebal

INDONESIA : Kedatangan
MALAYSIA : ketibaan

INDONESIA : bersenang-senang
MALAYSIA : berseronok

INDONESIA : bioskop
MALAYSIA : panggung wayang

INDONESIA : rumah sakit jiwa
MALAYSIA : gubuk gila

INDONESIA : dokter ahli jiwa
MALAYSIA : Dokter
gila

INDONESIA : narkoba
MALAYSIA : dadah

INDONESIA : pintu
darurat
MALAYSIA : Pintu kecemasan

INDONESIA : hantu Pocong
MALAYSIA : hantu Bungkus