“Apa rencanamu buat ke depan?”
Tiga hari terakhir, itulah pertanyaan klise yang selalu dilontarkan teman-teman kantor. Teman-teman yang kebanyakan ‘mengaku’ jurnalis. Teman-teman yang bekerja di kantor penyiaran dengan konsep ‘penyuguhan berita yang beda’. Tapi kenapa yah, pertanyaannya ngga ada yang beda. Sama sekali. Selalu….
“Apa rencanamu buat ke depan?”
Kejadian yang sama saat aku mulai memutuskan berjilbab. Semua teman selalu menanyakan hal serupa.
”Apa yang membuat kamu berjilbab?”
Dan kemudian berulang saat orang-orang pertama kali melihat ’sumthin catchy’ di gigiku.
”Gimana cara masangnya?”
Dududu dudu…
Aku mulai berpikir, apa setiap ada kejadian unik di hidupku, aku buat semacam ’press release’ aja yah. Jadi kalau ada petanyaan serupa senada seirama, aku tinggal sebarin. Tapi, ngga ah. Kalau suatu saat, yang nglempar pertanyaan, cowok tampan mapan beriman, aku kan harus berimprovisasi untuk memikatnya.
Hohoho hoho…
Eniwei, kembali ke topik penyikapan pertanyaan pertama tentang rencana ke depan.
Aku selalu bersikap sama. Menghindar dan tidak ingin menjawabnya. Bukan karena tidak ada rencana. Tapi justru terlalu banyak rencana dan mimpi-mimpi yang ingin aku rajut dan wujudkan ke depannya.
Mengenai ibadahku, kesehatanku, keluargaku, cita-cita, dan cinta…
Aku tak ingin membaginya dengan orang-orang di sekitarku sekarang. Karena aku tahu, dalam rencana ke depanku hampir tidak ada mereka. Orang-orang yang mengajari, mendampingi dan menemaniku selama aku di Jakarta. Di tempat aku mengalami kesendirian, kemandirian, sekaligus kebersamaan dalam persahabatan dan cinta. Aku selalu merasa akan ada perpisahan ketika harus menyatakan rencana-rencanaku. Sembari bersyukur dan bersabar, aku hanya ingin menikmati sisa-sisa waktuku bersama mereka.
Indah Nildha Ekowati
0804329
”Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan pada ibu bapakku untuk mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmt-Mu ke dalam hamba-hamba yang shaleh” (QS. An Naml: 19)
Related posts:
- Place related post plugin php here...
Comments
This entry was posted on Saturday, January 31st, 2009 at 12:21 pm and is filed under Metamorfosis. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.





say..puinter banget kamuw berkata2…
wah…dunia jurnalis membuatmuw belajar banyak tentang bahasa…hahaha…
baydeway..cukup tertohok niy…
aku juga sempet yang ngalamin..pertanyaan2muw itu…
apa rencanamuw ke depan?
kenapa pake jilbab???
bener juga…bosen ditnyain gitu…
hehehe….
tp untuk pertanyaan yang ke depan itu yang bikin akuw mikir…
iya ya…
banyak mimpi2 akuw untuk ke depan…tp ampe detik ini semuanya cuma mimpi dan rencana.
mungkin kalo aku cuma punya 1 mimpi…mungkin aku bisa fokus dan semuanay gak sekedar rencana…
hahaha…ngomong apa akuw…
tp kata2 ituw cukup membuat kerjaankuw terganggu…^^