Dikejar-kejar…

October 13th, 2008

Sejak setengah tahun yang lalu aku mengontrak rumah di daerah Mulyosari. Aku suka alamatnya, MTV 109. keren khann. Awalnya aku gak terlalu kerasan tinggal di daerah sini. alasan pertama yaitu agak jauh, juga makanan agak susah. Tapi gak apalah. Karena aku di sana nggak sendirian. aku punya teman - teman luar biasa yang bisa selalu kuandalkan.

Kawasan rumah di Mulyosari 80% atau bahkan lebih, adalah Chinese. Di sana, kami adalah kaum minoritas yang patut dilestarikan. Hehe,,. Tapi ada sesuatu yang agak menggelitikku. Ada seekor anjing yang buas sekaligus liar yang senantiasa dibiarkan di depan rumah tanpa penjagaan khusus maupun rantai. Hampir setiap hari, anjing itu menjadi kawan bermainku yang baru. Karena hampir setiap pulang dan pergi aku selalu dikejar anjing itu.begini cerita lengkapnya…

Awalnya,, ada seorang temanku yang komplain ke aku karena dia dikejar anjing sepulang dari kontrakanku. Dengan iseng tiada berdosa aku bilang, mungkin kamu dikira temennya. hehe…. Aku mulai mencari anjing mana seh yang suka ngejar. soalnya aku belum pernah dikejar anjing daerah ini,, lagipula aku masih baru. Tapi hasilnya nihil.

Selang seminggu kemudian, kejadian awal mulai terjadi. Karena di jalan ada polisi tidur yang tinggi banget, sepeda motorku aku gas pelan -pelan. Eh, tiba - tiba aku merasa diawasi sesuatu, sungguh perasaan yang aneh. Aku menengok kiri - kanan sebentar, gak ada orang. Tapi setelah kuamati lebih lanjut astaga, ada seekor anjing yang tanpa rantai tengah mengawasi pergerakanku. Ketika aku melihatnya, dia merasa seperti tertantang,mungkin ini adalah daerah kekuasaanNya. Anjing itu mengejarku dengan kecepatan maximal, spontan aku gas sepeda motorku dengan tergesa - gesa. huff,, selamat. Memang si anjing sudah kalah start sama aku. Terpaut sekitar 5 meter. Itu adalah pengalaman awalku dikejar si anjing.

Esoknya, seperti mencari masalah dengan aku, hampir setiap aku lewat, aku selalu dikejarnya. Karena aku nggak merasa punya salah sama dia, aku gak mau mencari jalan lain buat ke kampus. Sebenarnya ada jalan yang sama - sama dekat, tetapi aku tensin,aku gak merasa punya salah, kenapa harus lari??Selang sekitar sebulan kemudian, aku komplain ke teman - temanku, anehnya, mereka gak pernah ada yang dikejar sama anjing itu. Aneh bin mat soleh, padahal setiap melihat aku, anjing itu seperti…..’anjing’….

Pada suatu sore yang nganggur akhirnya aku menyelidiki asal muasal kenapa anjing itu selalu mengejarku. Kukendarai sepedaku dan aku menunggu di sekitar kawasan anjing itu. Aku menjaga jarak dengan anjing itu dan dalam keadaan siaga 1 bila anjing itu mengetahui keberadaanku. Setelah mendapat posisi yang nyaman untuk mengawasi, aku lihat anjing itu sedang malas- malasan di atas pasir. Tidak berapa lama kemudian, ada seorang tukang bakso yang lewat,aku pengen ngasih tau si tukang bakso, hati - hati pak, anjingnya galak. Tetapi aku melihat keadaan dulu, baru setelah keadaan terpepet, aku akan bantu pak tukang bakso. Di luar dugaan, anjing itu seakan tak mempedulikan keberadaan tukang bakso tersebut. “Ada Apa Dengan Anjing itu??”pikirku. Dan keadaan itu masih belum mengejutkanku setelah kejadian esoknya.

Esoknya aku lewat kerajaan si anjing. Ada beberapa anak kecil yang bahkan bermain - main dengan si Anjing. mereka lari - lari bareng seolah akrab banget. Sambil ketawa- ketawa si anak - anak kecil itu kelihatan bergembira dengan si anjing. Entah kenapa, aku seperti merasakan si anjing juga tengah bahagia.”wahh,, si anjing moodnya lagi bagus”,pikirku. Dengan PD aku melintasi kawasan itu. Ketika aku tengah berpapasan dengan si anjing, si anjing langsung bermuka masam( “bisa bayangin anjing bermuka masam??” ).Spontan dia mengejarku dengan kecepatan yang tak terduga. Mendapat perlakuan sedemikian istimewa, aku langsung teriak sekuat - kuatku sambil mengegas sepeda dengan akselerasi maksimal.”WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……………..”,teriakku. Mungkin lucu sekali wajahku waktu itu.

Ini kejadian ketika waktu subuh. Aku mau sholat subuh di masjid. Dengan berpikir, ingin menghemat, aku naik “sepeda onthel” punya temenku. Tanpa berpikir panjang, aku mengayuh sepedaku dengan santai. Sampai aku ingat dengan kekasihku yang baru. Si anjing budug, kudisan, panuan, bermuka pucat,buruk rupa. Waduh beneran, ketika aku datang, dia langsung menggonggong menggila seperti fans ketemu dengan artis. Aku langsung ambil jalan memutar, berharap anjing itu tidak mengejar. Karena tahu sendiri, dengan kecepatan “sepeda onthel” mungkin habis dagingku dikoyak - koyak sang anjing perkasa. Aku cuma bisa berpikir,, ya Allah, berat sekali cobaanku(astaghfirullah)… Sepulang dari masjid, aku cuma berpositif thinking dengan menganggap aku ini keren, sampai - sampai spesies seburuk anjing pun bisa merasakan auraku. Tetapi sampai di rumah aku bercerita dengan temanku, “Aku besok ke masjid sambil bawa parang. Tunggu oleh - olehku besok. Mau kucincang habis anjing itu.”kataku. Temanku cuma bisa tertawa. bahkan berjuta prasangka luar biasa meluncur dari mulut- mulut mereka. Gak papa, Anjing Menggonggong, Kafilah berlalu.

Besoknya, ketika pulang dari masjid, temenku teriak - teriak sama aku. Dia bilang dikejar anjing. Katanya, mungkin saja sudah kena gigit kalau kedua kakinya gak diangkat ke atas. Katanya dia penasaran dengan anjing yang selalu aku cerita - ceritakan. Dan sekarang dia membuktikan dengan se terbukti - terbuktinya. Temenku menambah ceritanya, sambil mengangkat kaki karena takut dikejar anjing, temenku masih sempat melontarkan umpatan kepada anjing itu.’Asuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu……………….’. Aku cuma bisa ketawa - ketawa menahan kebodohan temanku ini.

Saat ini, aku sudah bisa memperkirakan sudut yang harus kuambil bila bertemu dengan anjing. aku bahkan sudah gak takut lagi buat dikejar. Yang penting yakin dulu,, baru kita bisa lolos. Soalnya kalo kita gak berpikir jernih, malah kita bisa celaka. aku gak bisa bayangin kalau terjatuh di kawasan anjing itu. Paling anjing itu menertawaiku sambil memakan dagingku mentah - mentah.(Astaghfirullah..);

This entry was posted on Monday, October 13th, 2008 at 9:10 pm and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

10 Responses to “Dikejar-kejar…”

  1. Fans berat Dhika Says:

    Ooo.. mas dhika rajin salat subuh ke masjid ya
    pasti habis itu diterusin ngaji sampe pagi kan?
    Ramadhan kemarin juga rajin tarawih kayaknya, sampe dateng ke lab masih pake sarung. Memang alim banget temenku yang satu ini.

  2. dhika_cool@cs.its.ac.id Says:

    eits….
    Alhamdulillah,,aminn

  3. Fans berat Dhika Says:

    Mending habis ibadah Mas dhika posting aja ceritanya. Biar semua orang tau kalo Mas Dhika orangnya alim

  4. dhika_cool@cs.its.ac.id Says:

    Seep
    tak lakuin saranmu mbi….
    pokoke anda puas,,, kami lemas

  5. PiTy Says:

    wakakaakak
    dik..dik…
    ono-ono ae kisah hidupmu

    jadi inget cerita nya raditya dika, cerita hidup yang konyol bin aneh bin ajaib
    (sama2 “dika” - nya, tapi beda jauh deh keyaknya :D)

  6. dhika_cool@cs.its.ac.id Says:

    aku mbaca sekalipun blm pernah.
    cuma pernah denger namane…raditya dika. Kayake dia uda terkenal banget
    Tapi aku lebih keren. Juga lebih beruntung.wkwkwk

  7. ikaaa Says:

    he, ingat Summum bukmun umyun bla bla bla gag???
    doa to makane :D

  8. dhika_cool@cs.its.ac.id Says:

    Summum bukmun umyun fahum layarji’un kalau gak salah

    iya aku kok lupa ya ka, sudah diliputi kebencian aku
    kebencian sama anjing budug kudisan itu
    hehe…

  9. rthamrinr Says:

    wah iki jenenge ulo marani gepuk
    kowe marai nesu asune sih

  10. dhika_cool@cs.its.ac.id Says:

    kalah ganteng asune,he,,,.

Leave a Reply