Sebuah Persembahan kecil ,Terimakasihku Yang Luar Biasa Untuk Teman – teman Akomodasi

November 10th, 2008

Teman, makasih kalian udah mau aku ajak sengsara. Sejujurnya aku gak bisa ngucapin seberapa besar hutang budiku pada kalian. Aku merasa telah menyengsarakan kalian. Aku merasa seperti menjerumuskan kalian ke dalam lubang, yang akan membuat kalian kapok atau bahkan jera. Mungkin sedikit tulisan ini dapat menggambarkan sedikit dari perasaanku ini.
Aku bukanlah orang yang pandai bicara di depan umum. Mungkin kalau aku seorang orator, aku sudah menangis di depan semua orang, kemaren, mengenang jasa – jasa kalian. Sekarang kita iklhaskan semua hanya kepada Allah. Insya Allah, Allah akan membalas dengan yang jauh lebih baik. Aminn. Insya Allah tidak bermaksud riya’ atau mengurangi rasa ikhlas, aku hanya merasa berdosa jasa – jasa kalian seolah aku sembunyikan. Dan aku gak mau mereka memicingkan mata mereka kepada kalian. Percayalah, kali ini, You are the man…

Mari kita buat iri teman – teman kita yang lain, dengan pengalaman – pengalaman yang sangat jarang bisa didapatkan. Mereka mungkin gak akan tahu rasanya berada di tempat yang lebih dekat dengan matahari daripada dengan bumi. Mereka mungkin gak akan tahu gimana rasanya memungut uang ribu per ribu dari adik kelas SMA kita, yang kenal dengan kita. Mereka mungkin gak akan tahu melihat ekspresi orang yang terbelalak ketika tahu harga tiketnya 2000 rupiah. Mereka mungkin gak tahu gimana rasanya bertengkar dengan orang kolot yang semaunya sendiri untuk memarkirkan mobilnya. Mereka gak akan pernah tahu rasanya diolok – olok orang sebagai orang kere. Mereka mungkin gak akan pernah tahu rasanya gimana beratnya mengusir pedagang yang sedang mencari nafkah buat anak dan istri mereka. Mereka mungkin gak tahu gimana bosannya duduk 4 jam di tempat yang sama, dengan pemandangan yang sama, tanpa melakukan apa - apa.Mereka mungkin gak akan tahu ada bencong yang kaya, yang baik, yang nganter anak didiknya buat ikut lomba. Mereka gak akan tahu gimana rasanya ketika ada orang kaya yang gak butuh uang kecil, dan meninggalkan kembaliannya kepada kita. Mereka gak akan tahu gimana rasanya sirah ngelu, setelah dipanaskan, diguyur dengan hujan selama 1 jam lebih. Tapi tiada sedikitpun kalian berniat meninggalkanku sendiri. Kalian tetap pada kalian berdiri. Tetap dengan senyum itu, tetap dengan candaan itu, kalian tetap menemani tersenyumku. Dan sejuta cerita itu menjadi warna yang menghiasi tiap sudut kenangan.
Kadang disini, aku bertanya,apa yang membuat mereka bertahan. Apakah karena diberi makan atau minuman? Tidak menurutku. Apakah karena diberi imbalan yang setimpal?? Tidak juga. Lalu apa??? Lalu aku coba mencari alasan yang paling mungkin.Kupikir… rasa tanggung jawab dan kesetiakawananlah sebenarnya yang menjadi kekuatan mereka berpijak. Melawan panasnya matahari maupun guyuran air langit. Aku merasa beruntung bisa Bertemu dengan orang – orang seperti kalian…,Kepada orang –orang seperti inilah seharusnya kita belajar tentang keikhlasan.

Nanang, Nying – nying, Erfan, Jambu,Tomi,Miyabi,Subhi,Hanny dan teman – teman yang selalu aku repotkan, terimakasih banyak…,maaf kalau ada nama yang kelewatan.Kalian gak terlewatkan di hatiku…

Jangan lupa, aku menunggu kalian minggu depan…Ojo bosen – bosen ya,..Lek minggu ngarep kapok, yoooohhh,yoooh titenono. Pesenku, omongan iku seng manfaat ae. Omongan ora mbejaji blas ae disuguhne.

This entry was posted on Monday, November 10th, 2008 at 4:39 pm and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

8 Responses to “Sebuah Persembahan kecil ,Terimakasihku Yang Luar Biasa Untuk Teman – teman Akomodasi”

  1. ibnufebry Says:

    sama-sama dik,,coba klo kmu tau gmn susahnya jadi CP.
    klo mau tau coba tanya agung ato kinanti,denger critanya aj ud bikin ati miris.yang komplain jauh lbh bnyk dari km dik.
    yg pnting tetep semangat aj lah,kita kerja bukan buat diri sendiri kan?!

    kok aku liat ada yg nyentrik ya (ngutip dari ketikanmu) :
    “Kepada orang –orang seperti inilah seharusnya kita belajar tentang keikhlasan.
    Nanang, Nying – nying, Erfan, Jambu,Tomi,Miyabi,Subhi,Hanny dan teman – teman yang selalu aku repotkan”

    penggemar sejati? :p

  2. only_rahma@cs.its.ac.id Says:

    Weeeeeeeeeeeeeeeee

    saluuutt…

    pengalaman itu katanya guru yang hebat,

    aku merasa jadi salah satu dalam MEREKA yang ini :

    “MEREKA mungkin gak akan tahu ada bencong yang kaya, yang baik, yang nganter anak didiknya buat ikut lomba.”

    aku gak pernah tau ada yang kayak gitu :D

    tapi aku punya banyak sahabat yang setia, alhamdulillah

  3. dhika_cool@cs.its.ac.id Says:

    Setuju nu,aku menulis ini tidak dengan meremehkan sie yang lain
    Tapi tulisan ini aku apresiasikan buat internal akomodasi, kalo pengen CP aku apresiasi, ntar tak tulise
    ok???
    Miyabi, Mohammad Yusuf Habibie… C17,

  4. sub Says:

    saluuttt…. minggu depan jadi jukir lagi…. akomodasi iku boso kerenne jukir yo.
    baru ngerti aq

  5. sing diceluk pepe Says:

    ndi duite ???
    bagi..bagi.. :D
    sory jeh wingi tak tinggal,, aq ngurusi nang nggon liyo

  6. dhika_cool@cs.its.ac.id Says:

    duite dipek ulik..,,njaluko neng ulik.
    nyantai jeh, aku neng mburimu

  7. Jambu Says:

    HIDUP AKOMODASI!!!!!

  8. dnu_spirit@cs.its.ac.id Says:

    saluutt…kalian emang keren…
    eits, hbs dipuji2 bnyk orang jngn jd melambung ya, jo lali ikhlase, eman kalo ikhlase ilang…
    jadi apapun, mau CP ato akomodasi, sing penting ikhlas, tul g?
    Semoga kita semua bisa jadi orang yg iklhas ya,,,amiinnnn… :)

Leave a Reply