<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Dhika_cool,just like always...</title>
	<link>http://blog.its.ac.id/rahasia</link>
	<description>Berjuta pesan untuk aku, dia dan Dia...</description>
	<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 18:01:57 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Tanganku sakit</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/rahasia/2009/04/21/tanganku-sakit/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/rahasia/2009/04/21/tanganku-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 18:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhika_cool@cs.its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/rahasia/2009/04/21/tanganku-sakit/</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu aku titip si ayuk buat beliin aku aqua. dia beli di lab ajk. karena males naik, makanya aku minta si ayuk supaya nglempar botolnya dari lantai 3, sedangkan aku ada di lantai bawah. setelah dilempar, ternyata tanganku sakit banget. iseng - iseng aku ngitung, berapa se, gaya yang dihasilkan botol tersebut, sampai tanganku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore itu aku titip si ayuk buat beliin aku aqua. dia beli di lab ajk. karena males naik, makanya aku minta si ayuk supaya nglempar botolnya dari lantai 3, sedangkan aku ada di lantai bawah. setelah dilempar, ternyata tanganku sakit banget. iseng - iseng aku ngitung, berapa se, gaya yang dihasilkan botol tersebut, sampai tanganku kok sakit banget.</p>
<p>langkah pertama adalah dengan menghitung kecepatan botol itu sampai di tanganku.  aku menggunakan hukum kekekalan energi dengan asumsi gesekan udara diabaikan.</p>
<p>m * g * h = 1/2 * m * V^2</p>
<p>dengan menyederhanakan rumus di atas, maka akan didapatkan</p>
<p>V=(2 * g * h)^(1/2)</p>
<p>setelah ketemu V, maka langkah selanjutnya adalah menghitung impuls.  Impuls adalah sesuatu yang dapat menyebabkan perubahan momentum. kalau dirimuskan kira - kira:</p>
<p>I=delta(m)</p>
<p>m= M * V</p>
<p>I=F * delta(t)</p>
<p>dengan asumsi delta(t) adalah 1 detik, maka dapat disimpulkan persamaan baru:</p>
<p>F*delta(t)= M * (V-0).</p>
<p>subtitusikan V</p>
<p>F*delta(t)= M * ((2*g*h)^(1/2)-0).</p>
<p>dengan asumsi ketinggian adalah 8 m, dan percepatan gravitasi = 10m/s^2</p>
<p>F=0.7 * (2*10*8)^(1/2)</p>
<p>= 10.58.</p>
<p>wah, ternyata dengan gaya 10.58 newton saja, tangan bisa sakit ya. <img src='http://blog.its.ac.id/rahasia/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/rahasia/2009/04/21/tanganku-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata di ITS gak boleh Pacaran Loooow&#8230;</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/rahasia/2009/01/02/ternyata-di-its-gak-boleh-pacaran-loooow/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/rahasia/2009/01/02/ternyata-di-its-gak-boleh-pacaran-loooow/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 00:17:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhika_cool@cs.its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/rahasia/2009/01/02/ternyata-di-its-gak-boleh-pacaran-loooow/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini aku persembahkan buat temen2ku yang terkena virus pink, biar lebih hati – hati dan berpikir masak – masak bila mau bertindak lebih lanjut. Karena setelah dikaji lebih lanjut, banyak dari temen kita yang lagi terserang virus pink. Baj*ri,subh*,pep*, dan masih berentet nama yang gak mungkin saya sebutkan. Kalo gak percaya, liat aja status [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini aku persembahkan buat temen2ku yang terkena virus pink, biar lebih hati – hati dan berpikir masak – masak bila mau bertindak lebih lanjut. Karena setelah dikaji lebih lanjut, banyak dari temen kita yang lagi terserang virus pink. Baj*ri,subh*,pep*, dan masih berentet nama yang gak mungkin saya sebutkan. Kalo gak percaya, liat aja status ym mereka, keliatan banget.</p>
<p>Eum, di ITS ternyata gak boleh pacaran low, percaya atau enggak ternyata aturan ini uda resmi, dan bahkan tulisannya pun sudah tersebar dimana-mana. Bila anda belum tau, mungkin anda golongan orang yang apatis dan gak perhatian dengan pamflet-pamflet yang ada. Sekarang yang saya belum mengerti yaitu kategori pacaran yang kayak gimana yang gak dibolehin di ITS. Apakah gandengan bareng gak boleh, atau sekedar smsan  aja gak boleh?ataukah pacaran sesama anak ITS dilarang, atau sama anak luar ITS diperbolehkan?akan kita bahas lebih lanjut&#8230;</p>
<p>Dulu aku pernah bahas sama salah seorang temen juga, katanya telpon cewek itu kalo berlama – lama gak boleh. Tanya Kenapa? Karena pulsa itu mahal, ntar habis- habisin pulsa. Ntar kalo pulsa habis merengek-rengek sama ibuk, dan orang tua yang jadi korban&#8230;</p>
<p>Kembali kepada topic awal, saya di sini ingin mengundang diskusi, kategori pacaran mana yang gak dibolehin di ITS. Kalau saya boleh membuka  pendapat  dari pamfletnya, pacaran yang tidak boleh dilakukan di ITS itu ,pacaran yang diungkapkan. Mungkin anda punya pendapat lain? Silahkan coment&#8230;</p>
<p>BDW, kalian udah tau apa belum pamphlet atau tulisan yang melarang buat pacaran di ITS? Ada banyak. Di pintu gerbang depan, bahkan di sebelah PENS juga ada. Bahkan bukan dalam bentuk pamphlet biasa, tetapi dalam bentuk plang permanen. Tulisannya gini&#8230;” DILARANG MENEMBAK”. Kalau gak percaya silahkan di cek.</p>
<p>Buat temen2  yang lagi sakit pink tadi, Aku pernah mendapat nasihat dari seseorang, nasihatnya kayak gini,” jangan jadikan dia kekasihmu, tapi jadikan dia orang yang kamu kasihi”. Mungkin bisa dijadikan inspirasi buat ke depan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/rahasia/2009/01/02/ternyata-di-its-gak-boleh-pacaran-loooow/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Persembahan kecil ,Terimakasihku Yang Luar Biasa Untuk Teman – teman Akomodasi</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/11/10/sebuah-persembahan-kecil-terimakasihku-yang-luar-biasa-untuk-teman-%e2%80%93-teman-akomodasi/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/11/10/sebuah-persembahan-kecil-terimakasihku-yang-luar-biasa-untuk-teman-%e2%80%93-teman-akomodasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 09:39:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhika_cool@cs.its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/11/10/sebuah-persembahan-kecil-terimakasihku-yang-luar-biasa-untuk-teman-%e2%80%93-teman-akomodasi/</guid>
		<description><![CDATA[Teman, makasih kalian udah mau aku ajak sengsara.  Sejujurnya aku gak bisa ngucapin seberapa besar hutang budiku pada kalian. Aku merasa telah menyengsarakan kalian. Aku merasa seperti menjerumuskan kalian ke dalam lubang, yang akan membuat kalian kapok atau bahkan jera. Mungkin sedikit tulisan ini dapat menggambarkan sedikit dari perasaanku ini.
Aku bukanlah orang yang pandai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman, makasih kalian udah mau aku ajak sengsara.  Sejujurnya aku gak bisa ngucapin seberapa besar hutang budiku pada kalian. Aku merasa telah menyengsarakan kalian. Aku merasa seperti menjerumuskan kalian ke dalam lubang, yang akan membuat kalian kapok atau bahkan jera. Mungkin sedikit tulisan ini dapat menggambarkan sedikit dari perasaanku ini.<br />
Aku bukanlah orang yang pandai bicara di depan umum. Mungkin kalau aku seorang orator, aku sudah menangis di depan semua orang, kemaren, mengenang jasa – jasa kalian. Sekarang kita iklhaskan semua hanya kepada Allah. Insya Allah, Allah akan membalas dengan yang jauh lebih baik. Aminn. Insya Allah tidak bermaksud riya’ atau mengurangi rasa ikhlas, aku hanya merasa berdosa jasa – jasa kalian seolah aku sembunyikan. Dan aku gak mau mereka memicingkan mata mereka kepada kalian. Percayalah, kali ini, You are the man&#8230;</p>
<p>Mari kita buat iri teman – teman kita yang lain, dengan pengalaman – pengalaman yang sangat jarang bisa didapatkan. Mereka mungkin gak akan tahu rasanya berada di tempat yang lebih dekat dengan matahari daripada dengan bumi.  Mereka mungkin gak akan tahu gimana rasanya memungut uang ribu per ribu dari adik kelas SMA kita, yang kenal dengan kita. Mereka mungkin gak akan tahu melihat ekspresi orang yang terbelalak ketika tahu harga tiketnya 2000 rupiah. Mereka mungkin gak tahu gimana rasanya bertengkar dengan orang kolot yang semaunya sendiri untuk memarkirkan mobilnya. Mereka gak akan pernah tahu rasanya diolok – olok orang sebagai orang kere. Mereka mungkin gak akan pernah tahu rasanya gimana beratnya mengusir pedagang yang sedang mencari nafkah buat anak dan istri mereka. Mereka mungkin gak tahu gimana bosannya duduk 4 jam di tempat yang sama, dengan pemandangan yang sama, tanpa melakukan apa - apa.Mereka mungkin gak akan tahu ada bencong yang kaya, yang baik, yang nganter anak didiknya buat ikut lomba. Mereka gak akan tahu gimana rasanya ketika ada orang kaya yang gak butuh uang kecil, dan meninggalkan kembaliannya kepada kita. Mereka gak akan tahu gimana rasanya sirah ngelu, setelah dipanaskan, diguyur dengan hujan selama 1 jam lebih. Tapi tiada sedikitpun kalian berniat meninggalkanku sendiri. Kalian tetap pada kalian berdiri. Tetap dengan senyum itu, tetap dengan candaan itu, kalian tetap menemani tersenyumku. Dan sejuta cerita itu menjadi warna yang menghiasi tiap sudut kenangan.<br />
Kadang disini, aku bertanya,apa yang membuat mereka bertahan. Apakah karena diberi makan atau minuman? Tidak menurutku. Apakah karena diberi imbalan yang setimpal?? Tidak juga. Lalu apa??? Lalu aku coba mencari alasan yang paling mungkin.Kupikir&#8230; rasa tanggung jawab dan kesetiakawananlah sebenarnya yang menjadi kekuatan mereka berpijak. Melawan panasnya matahari maupun guyuran air langit. Aku merasa beruntung bisa Bertemu dengan orang – orang seperti kalian&#8230;,Kepada orang –orang seperti inilah seharusnya kita belajar tentang keikhlasan.</p>
<p>Nanang, Nying – nying, Erfan, Jambu,Tomi,Miyabi,Subhi,Hanny dan teman – teman yang selalu aku repotkan, terimakasih banyak&#8230;,maaf kalau ada nama yang kelewatan.Kalian gak terlewatkan di hatiku&#8230;</p>
<p>Jangan lupa, aku menunggu kalian minggu depan&#8230;Ojo bosen – bosen ya,..Lek minggu ngarep kapok, yoooohhh,yoooh titenono. Pesenku, omongan iku seng manfaat ae. Omongan ora mbejaji blas ae disuguhne.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/11/10/sebuah-persembahan-kecil-terimakasihku-yang-luar-biasa-untuk-teman-%e2%80%93-teman-akomodasi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SEKELUMIT OCEHAN PENGAMEN</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/11/05/sekelumit-ocehan-pengamen/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/11/05/sekelumit-ocehan-pengamen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 13:36:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhika_cool@cs.its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/11/05/sekelumit-ocehan-pengamen/</guid>
		<description><![CDATA[Aku iki wong ra nduwe
Jare bapak aku wes gedhe
Aku iki nakal dhewe,aku iki ndableg dhewe
Jare Bapak nggantheng dhewe.
Bojoku cendek elek tuwek,tapi sugeh
Rambute entek, irunge pesek
Malem minggu lagi bokek, Ra nduwe rokok ra nduwe korek
Bojo loro meteng tuwek.
Satus-rongatus kulo terimo
Sewu rongatus tak damel nedha
Limangewu kulo anggep morotuwa
Seketewu, gambare pak Suharto.
Jaman saiki jaman EsBeYe
Akeh prawan ketok udele
Dikandhani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku iki wong ra nduwe</p>
<p>Jare bapak aku wes gedhe</p>
<p>Aku iki nakal dhewe,aku iki ndableg dhewe</p>
<p>Jare Bapak nggantheng dhewe.</p>
<p>Bojoku cendek elek tuwek,tapi sugeh</p>
<p>Rambute entek, irunge pesek</p>
<p>Malem minggu lagi bokek, Ra nduwe rokok ra nduwe korek</p>
<p>Bojo loro meteng tuwek.</p>
<p>Satus-rongatus kulo terimo</p>
<p>Sewu rongatus tak damel nedha</p>
<p>Limangewu kulo anggep morotuwa</p>
<p>Seketewu, gambare pak Suharto.</p>
<p>Jaman saiki jaman EsBeYe</p>
<p>Akeh prawan ketok udele</p>
<p>Dikandhani kok malah memble</p>
<p>Jarene cek tambah pedhe</p>
<p>Jaman saiki jaman wes bubrah</p>
<p>Akeh prawan sing lali omah</p>
<p>Teko ngomah pamit kuliah</p>
<p>Muleh-muleh malah nggembol bocah</p>
<p>Penumpang seng amale kurang</p>
<p>Neng neroko dijegurno jurang</p>
<p>Penumpang seng akeh amale</p>
<p>Mbesok-mbesok tibo penake,</p>
<p>(Neng suargo dipakani sate).</p>
<p>Ciri – cirrine wong pelit</p>
<p>Jare ngamale ra tau</p>
<p>Paribasan onok wong ngamen</p>
<p>Agi – agi etok-etok turu</p>
<p>(etok-etok turu karo ngempet ngguyu)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/11/05/sekelumit-ocehan-pengamen/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>OPINI&#8230;</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/10/21/opini/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/10/21/opini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 09:48:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhika_cool@cs.its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/10/21/opini/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir 2,5 tahun sudah aku kuliah di kampus yang paling kucintai sedunia ini. Berjuta suka dan duka aku alami bersama dengan teman – temanku di sini. Lucu – lucu kalau mau dikenang satu – per satu. Temenku di TC, hmmm&#8230;.. sebagian besar dari mereka adalah anak – anak yang baik. Tetapi walaupun begitu banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah hampir 2,5 tahun sudah aku kuliah di kampus yang paling kucintai sedunia ini. Berjuta suka dan duka aku alami bersama dengan teman – temanku di sini. Lucu – lucu kalau mau dikenang satu – per satu. Temenku di TC, hmmm&#8230;.. sebagian besar dari mereka adalah anak – anak yang baik. Tetapi walaupun begitu banyak dari mereka yang sikapnya nyentrik atau bahkan aneh. Dalam kesempatan kali ini aku mau bahas beberapa temanku yang lucu – lucu. Bersiap – siaplah&#8230;!!!<br />
1.	Wimb*<br />
Dia adalah sesosok yang fenomenal sekaligus controversial menurutku. Sikapnya, gayanya, bahkan penampilannya dengan jaket juventus super keramatnya nggak akan ada yang bisa nandingin. Walaupun dia punya kakak di 2005, namun nasib keduanya di mata pak Ruly sangatlah berbeda. Kita focus ke <a href="http://www.ngulangppt.blogspot.com">Wimb*</a>. Aku tahu, jauh di lubuk hatinya, Wimb* itu adalah seseorang yang sangat baik. Ilmunya tentang agama pun gak bisa diremehkan. Kepandaiannya ngoding ibarat larutan H2SO4 0.01 M. encer sekali. Tetapi itu jauh di dalam lubuk hatinya. Jauuuuuuuuhh banget. Kenyataannya dia adalah seseorang yang gak pernah mikirin perkataannya sendiri. Suka sekali cari musuh, dan musuhnya di angkatanpun gak bisa dibilang sedikit. Terbukti ketika aku sedang ada gara – gara dengan dia, temen – temen yang juga punya dendam sama dia pasti ikut menghabisinya. Mulai dari ikut mukulin sampai mengisolasi supaya dia gak punya temen. Wimb*, sampai kapanpun, kamu gak akan pernah menang lawan aku.<br />
2.	Gibr*n<br />
Dia adalah sesosok orang yang paling terstruktur yang pernah aku tahu. Impiannya adalah menjadi HOKAGE. Tetapi sebelum itu dia ingin menjadi professor terlebih dahulu. Dulu dia kupanggil gibgolo tapi, dia gak suka, makanya tak panggil Gibbonk ajah. Biar keren.  Sama kayak Wimb*, otaknya encer kayak susu kedelai. Dan persamaan yang aku lihat di keduanya adalah sifat malas yang meraja lela. Baru kali ini ada anak TC yang punya program tidur di bawah jam 10 mlm. Plis deh, ini TC gt loh!!! Tapi gimanapun juga aku tetep dukung kamu Gib. Nyantei jeh, aku neng mburimu.<br />
3.	Pit*nk<br />
Pit*nk itu salah satu anak gokil yang paling gothic. Otaknya, perkataannya, tingkah lakunya, semuanya selaraas banget. Anak itu bener2 buruk luar dalam. Mungkin kalau ada yang mau les misuh, gak usah ragu2.  Hubungi Pit*nk, the king of jungle. Tapi gimanapun buruknya, jeleknya, wajah dan sikap seseorang, masih ada sisi baiknya. Dia itu setia kawan.<br />
4.	Septi*n<br />
Temenku yang satu ini adalah the king of phornography of the year. Mau nggosip porno, mau ngomongin masalah cewek, dan hal – hal yang bersifat pribadi tentang cewek. Septi*nlah orang yang kamu cari. Ironis memang, di balik kuliahnya di kampus TC, dengan usia segini dewasa, dengan kapabilitasnya yang aktif berorganisasi, dia masih mengedepankan emosinya. Atau lebih tepatnya emosi gembolannya. Dan yang paling mengerikan, dia tidak merasa keberatan dengan julukannya itu.wkwkwk. man,pisssss&#8230;<br />
Terlepas dari itu semua, dia adalah salah satu kawan terbaikku. Kita pernah menjalani suka dan duka bersama. Dia itu pekerja keras, dan kesetiakawanannya tidak perlu diragukan lagi. Man, I LOVE YOU AT ALL. Septi*n mampu memberi warna baru tersendiri pada angkatan 2006 Tek Informatika pada umumnya, dan aku sendiri pada khususnya.<br />
5.	Cewek cewek judes tapi baik hati<br />
Yang aku kategorikan cewek – cewek ini adalah cewek – cewek, yang aslinya baik hati. Tapi yang tampak itu malah antagonisnya. Antara lain Est*,R*hma,juga K*nanti. Est* itu lebih pada pedasnya kata – kata. R*hma itu lebih pada highspeed talkingnya sedangkan k*nanti tergantung pada level kemarahannya. Kalu level kemarahannya maksimal, waduh kupingkupun sampai panas dibuatnya.<br />
6.	Prin*a&amp;Ay*<br />
Prin*a ini cewek paling aneh yang pernah aku temui. Udah baunya kayak teh, sifatnya manja,lucu, kekanak-kanakan banget. Kalau kamu lihat paling kayak anak berumur 2 tahun. Mirip dengan prin*a, ay* ini juga berbau sangat khas. Hidung sama mataku sama – sama bagusnya untuk mengenali ay*. Tapi mereka berdua ini juga teman baikku. Piss&#8230;!<br />
7.	Akb*r<br />
Akb*r ini satu – satunya cowok yang aku tahu yang bisa menyamakan frekuensi dengan pak Fajar. Dia itu hebat banget. Berjiwa kepemimpinan, dan keren banget.</p>
<p>8.	Ik*<br />
Cewek yang satu ini seperti Cinderella kesiangan. Gak tahu kenapa bisa begitu. Yang jelas jamnya dia itu seperti kereta api rapih dhoho jurusan Tulungagung. Muesti telat&#8230; tapi jangan salah, walaupun telat begitu, masalah pelajaran aku masih gak bisa dibandingkan dengan dia. Dia itu pinter, aktif berorganisasi, keren dan sebagainya. Kalau belajar sama dia,,, huff, berapi – api. Semangatnya terasa banget. Suka aku kalau belajar sama dia. Tapi tetep aja aku gak suka kalau janjian sama dia. hehe</p>
<p>9.	Ov*<br />
Ov* ini temenku cowok yang suka berpakaian cewek. Wkwkwk. No comment!<br />
10.	Ikt*<br />
Ciri temenku yang satu ini adalah gantungan kunci yang menggantung di setiap sudut tasnya.</p>
<p>11. S*ptian lagi</p>
<p>khusus buat temenku yang satu ini aku keluarin 2 episode.</p>
<p>Menurut suatu sumber yang bisa kami percaya, Sekarang septian sudah merambah ke dunia malam&#8230;</p>
<p>pengalaman pertamanya di &#8220;redboXX&#8221; . Bayangin, seorang cowok, bujang, sedang menahan nafsu karena belum punya istri, malam - malam ke redboXX. Kira - kira ngapain?? Kita sama - sama gak tahu. Mendingan kita tanya Septian langsung. OK!!!</p>
<p>Sementara ini dulu ya,, tunggu kisah kelanjutannya mengenai pendapatku tentang kamu!!!<br />
Don’t miss it&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/10/21/opini/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dikejar-kejar&#8230;</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/10/13/dikejar-kejar/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/10/13/dikejar-kejar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 14:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhika_cool@cs.its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/10/13/dikejar-kejar/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak setengah tahun yang lalu aku mengontrak rumah di daerah Mulyosari. Aku suka alamatnya, MTV 109. keren khann. Awalnya aku gak terlalu kerasan tinggal di daerah sini. alasan pertama yaitu agak jauh, juga makanan agak susah. Tapi gak apalah. Karena aku di sana nggak sendirian. aku punya teman - teman luar biasa yang bisa selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak setengah tahun yang lalu aku mengontrak rumah di daerah Mulyosari. Aku suka alamatnya, MTV 109. keren khann. Awalnya aku gak terlalu kerasan tinggal di daerah sini. alasan pertama yaitu agak jauh, juga makanan agak susah. Tapi gak apalah. Karena aku di sana nggak sendirian. aku punya teman - teman luar biasa yang bisa selalu kuandalkan.</p>
<p>Kawasan rumah di Mulyosari 80% atau bahkan lebih, adalah Chinese. Di sana, kami adalah kaum minoritas yang patut dilestarikan. Hehe,,. Tapi ada sesuatu yang agak menggelitikku. Ada seekor anjing yang buas sekaligus liar yang senantiasa dibiarkan di depan rumah tanpa penjagaan khusus maupun rantai. Hampir setiap hari, anjing itu menjadi kawan bermainku yang baru. Karena hampir setiap pulang dan pergi aku selalu dikejar anjing itu.begini cerita lengkapnya&#8230;</p>
<p>Awalnya,, ada seorang temanku yang komplain ke aku karena dia dikejar anjing sepulang dari kontrakanku. Dengan iseng tiada berdosa aku bilang, mungkin kamu dikira temennya. hehe&#8230;. Aku mulai mencari anjing mana seh yang suka ngejar. soalnya aku belum pernah dikejar anjing daerah ini,, lagipula aku masih baru. Tapi hasilnya nihil.</p>
<p>Selang seminggu kemudian, kejadian awal mulai terjadi. Karena di jalan ada polisi tidur yang tinggi banget, sepeda motorku aku gas pelan -pelan. Eh, tiba - tiba aku merasa diawasi sesuatu, sungguh perasaan yang aneh. Aku menengok kiri - kanan sebentar, gak ada orang. Tapi setelah kuamati lebih lanjut astaga, ada seekor anjing yang tanpa rantai tengah mengawasi pergerakanku. Ketika aku melihatnya, dia merasa seperti tertantang,mungkin ini adalah daerah kekuasaanNya. Anjing itu mengejarku dengan kecepatan maximal, spontan aku gas sepeda motorku dengan tergesa - gesa. huff,, selamat. Memang si anjing sudah kalah start sama aku. Terpaut sekitar 5 meter. Itu adalah pengalaman awalku dikejar si anjing.</p>
<p>Esoknya, seperti mencari masalah dengan aku, hampir setiap aku lewat, aku selalu dikejarnya. Karena aku nggak merasa punya salah sama dia, aku gak mau mencari jalan lain buat ke  kampus. Sebenarnya ada jalan yang sama - sama dekat, tetapi aku tensin,aku gak merasa punya salah, kenapa harus lari??Selang sekitar sebulan kemudian, aku komplain ke teman - temanku, anehnya, mereka gak pernah ada yang dikejar sama anjing itu. Aneh bin mat soleh, padahal setiap melihat aku, anjing itu seperti&#8230;..&#8217;anjing&#8217;&#8230;.</p>
<p>Pada suatu sore yang nganggur akhirnya aku menyelidiki asal muasal kenapa anjing itu selalu mengejarku. Kukendarai sepedaku dan aku menunggu di sekitar kawasan anjing itu. Aku menjaga jarak dengan anjing itu dan dalam keadaan siaga 1 bila anjing itu mengetahui keberadaanku. Setelah mendapat posisi yang nyaman untuk mengawasi, aku lihat anjing itu sedang malas- malasan di atas pasir. Tidak berapa lama kemudian, ada seorang tukang bakso yang lewat,aku pengen ngasih tau si tukang bakso, hati - hati pak, anjingnya galak. Tetapi aku melihat keadaan dulu, baru setelah keadaan terpepet, aku akan bantu pak tukang bakso. Di luar dugaan, anjing itu seakan tak mempedulikan keberadaan tukang bakso tersebut. &#8220;Ada Apa Dengan Anjing itu??&#8221;pikirku. Dan keadaan itu masih belum mengejutkanku setelah kejadian esoknya.</p>
<p>Esoknya aku lewat kerajaan si anjing. Ada beberapa anak kecil yang bahkan bermain - main dengan si Anjing. mereka lari - lari bareng seolah akrab banget. Sambil ketawa- ketawa si anak - anak kecil itu kelihatan bergembira dengan si anjing. Entah kenapa, aku seperti merasakan si anjing juga tengah bahagia.&#8221;wahh,, si anjing moodnya lagi bagus&#8221;,pikirku. Dengan PD aku melintasi kawasan itu. Ketika aku tengah berpapasan dengan si anjing, si anjing langsung bermuka masam( &#8220;bisa bayangin anjing bermuka masam??&#8221; ).Spontan dia mengejarku dengan kecepatan yang tak terduga. Mendapat perlakuan sedemikian istimewa, aku langsung teriak sekuat - kuatku sambil mengegas sepeda dengan akselerasi maksimal.&#8221;WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..&#8221;,teriakku. Mungkin lucu sekali wajahku waktu itu.</p>
<p>Ini kejadian ketika waktu subuh. Aku mau sholat subuh di masjid. Dengan berpikir, ingin menghemat, aku naik &#8220;sepeda onthel&#8221; punya temenku. Tanpa berpikir panjang, aku mengayuh sepedaku dengan santai. Sampai aku ingat dengan kekasihku yang baru. Si anjing budug, kudisan, panuan, bermuka pucat,buruk rupa. Waduh beneran, ketika aku datang, dia langsung menggonggong menggila seperti fans ketemu dengan artis. Aku langsung ambil jalan memutar, berharap anjing itu tidak mengejar. Karena tahu sendiri, dengan kecepatan &#8220;sepeda onthel&#8221; mungkin habis dagingku dikoyak - koyak sang anjing perkasa. Aku cuma bisa berpikir,, ya Allah, berat sekali cobaanku(astaghfirullah)&#8230; Sepulang dari masjid, aku cuma berpositif thinking dengan menganggap aku ini keren, sampai - sampai spesies seburuk anjing pun bisa merasakan auraku. Tetapi sampai di rumah aku bercerita dengan temanku, &#8220;Aku besok ke masjid sambil bawa parang. Tunggu oleh - olehku besok. Mau kucincang habis anjing itu.&#8221;kataku. Temanku cuma bisa tertawa. bahkan berjuta prasangka luar biasa meluncur dari mulut- mulut mereka. Gak papa, Anjing Menggonggong, Kafilah berlalu.</p>
<p>Besoknya, ketika pulang dari masjid, temenku teriak - teriak sama aku. Dia bilang dikejar anjing. Katanya, mungkin saja sudah kena gigit kalau kedua kakinya gak diangkat ke atas. Katanya dia penasaran dengan anjing yang selalu aku cerita - ceritakan. Dan sekarang dia membuktikan dengan se terbukti - terbuktinya. Temenku menambah ceritanya, sambil mengangkat kaki karena takut dikejar anjing, temenku masih sempat melontarkan umpatan kepada anjing itu.&#8217;Asuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.&#8217;. Aku cuma bisa ketawa - ketawa menahan kebodohan temanku ini.</p>
<p>Saat ini, aku sudah bisa memperkirakan sudut yang harus kuambil bila bertemu dengan anjing. aku bahkan sudah gak takut lagi buat dikejar. Yang penting yakin dulu,, baru kita bisa lolos. Soalnya kalo kita gak berpikir jernih, malah kita bisa celaka. aku gak bisa bayangin kalau terjatuh di kawasan anjing itu. Paling anjing itu menertawaiku sambil memakan dagingku mentah - mentah.(Astaghfirullah..);</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/10/13/dikejar-kejar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Candu</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/10/06/candu/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/10/06/candu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 09:26:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhika_cool@cs.its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/10/06/candu/</guid>
		<description><![CDATA[aku dalam keadaan baik dan aku dalam keadaan terbaik adalah saat engkau tak ada di sampingku
kamu bilang ingin memulai dari awal,,,
bulshit&#8230;
aku sudah gak percaya lagi sama kamu,,,tetap saja kamu memaksaku untuk &#8216;mencicipimu&#8217;,, sedikit demi sedikit&#8230;
seharusnya kamu tahu betapa bencinya aku dengan kamu.
seharusnya kamu tahu betapa aku tidak menginginkan keberadaanmu.
seharusnya kamu tahu&#8230;
kamu bilang bosan dengan sifat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>aku dalam keadaan baik dan aku dalam keadaan terbaik adalah saat engkau tak ada di sampingku</p>
<p>kamu bilang ingin memulai dari awal,,,<br />
bulshit&#8230;</p>
<p>aku sudah gak percaya lagi sama kamu,,,tetap saja kamu memaksaku untuk &#8216;mencicipimu&#8217;,, sedikit demi sedikit&#8230;</p>
<p>seharusnya kamu tahu betapa bencinya aku dengan kamu.</p>
<p>seharusnya kamu tahu betapa aku tidak menginginkan keberadaanmu.<br />
seharusnya kamu tahu&#8230;</p>
<p>kamu bilang bosan dengan sifat sok dewasaku ketika aku gak berada di sampingmu&#8230;</p>
<p>asal kamu tahu, aku memang dewasa dan aku hebat ketika tidak ada kamu..</p>
<p>ketika tak ada kamu,, aku berkuasa penuh terhadap diriku sendiri&#8230;<br />
skala 1 sampai seratus mungkin 99.</p>
<p>ketika ada kamu, aku sungguh tak berdaya,,, mungkin cuma 1 %, atau bahkan mungkin kurang&#8230;</p>
<p>Kenapa kamu terus menggodaku, dengan segala upaya yang bisa kubilang hina&#8230;</p>
<p>kenapa kamu gak kasian melihat aku yang terus saja berlimang dosa. kenapa??</p>
<p>seandainya aku bisa mengulang dari awal,, mungkin sudah kuusir engkau sejak pertama kita bertemu.</p>
<p>Kamu tahu kenapa aku selalu meremehkanmu ketika kamu berkata dewasa&#8230;<br />
Itu karena aku bisa ngrasain beratnya kata-kata&#8230;</p>
<p>kata-katamu itu sungguh bukanlah kata-kata yang memberi bobot atau membuka pintuku padamu&#8230;</p>
<p>sungguh kata-kata yang anak kecil aja juga bisa&#8230;</p>
<p>Kamu bilang solusiku gak cerdas,,,</p>
<p>ingat, dengan solusi itu setidaknya qt hanya sekali melakukan kesalahan&#8230;.</p>
<p>mungkin dengan solusi lain aku bakal ratusan atau ribuan kali tergoda dengan tipuan dunia itu&#8230;</p>
<p>Dan saat - saat paling berat yang kurasakan saat ini adalah saat aku bertemu denganmu.</p>
<p>dengan semua bahasamu yang gmulai namun menggoda, senantiasa membangunkan sisi jahatku.<br />
SIALLLL&#8230;&#8230;!!!!!!!!!!!</p>
<p>padahal aku sudah berupaya untuk membentengi diriku dengan segala cara,,,<br />
namun setan itu tetap saja menari - nari di atas kepalaku&#8230;</p>
<p>dan semua tindakanmu untuk meyakinkan aku bahwa engkaulah yang terbaik,, semakin aku yakin,, kamu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku&#8230;.</p>
<p>maaf&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;,,,,,,,,,,,,,,,,</p>
<p>tapi aku benar - benar tidak menyukaimu..<br />
aku tak suka kamu,, tak suka sikap sok mu, tak suka bau mu,,dan aku tak suka</p>
<p>semua&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Dan satu - satu Nya yang membuat aku bertahan di sini adalah kejahatan diriku</p>
<p>yang kuinginkan saat ini adalah,,,pergilah!!!!!!!!!!!!!!!!!<br />
tinggalkan aku&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
jika engkau ingin melihatku menjadi seseorang yang jauh lebih baik</p>
<p>atau engkau lebih memilih memaksakan egomu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
paksakan saja&#8230;.dan buat aku terjerumus jauh lebih dalam&#8230;&#8230;.</p>
<p>i was once like u are now</p>
<p>n i know that it&#8217;s not easy</p>
<p>but take your time, think a lot</p>
<p>think of everything you&#8217;ve got</p>
<p>you will still be here tomorow but your dreams may not</p>
<p>there&#8217;s a way n i know that i have to go away</p>
<p>i know, i have to go</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/10/06/candu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>AL-Fatihah</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/09/06/al-fatihah/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/09/06/al-fatihah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 06:31:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhika_cool@cs.its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/09/06/al-fatihah/</guid>
		<description><![CDATA[kubaca niat untuk melakukan sholat
dan mulailah kuangkat tanganku untuk melakukan takbiratul ihram
Allaahuakbar&#8230;..

Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang


Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Serasa seluruh tubuhku ikut terbang hanya dengan memuji namaNya,kubiarkan tubuhku terlena dengan kebesaranNya
Betapa Kuasanya dia,,

 Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Sungguh sku merasakan cinta, cinta yang begitu tulus dariNya
Sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kubaca niat untuk melakukan sholat<br />
dan mulailah kuangkat tanganku untuk melakukan takbiratul ihram<br />
Allaahuakbar&#8230;..</p>
<ul>
<li>Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang</li>
</ul>
<ul>
<li>Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.</li>
</ul>
<p>Serasa seluruh tubuhku ikut terbang hanya dengan memuji namaNya,kubiarkan tubuhku terlena dengan kebesaranNya<br />
Betapa Kuasanya dia,,</p>
<ul>
<li> Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang</li>
</ul>
<p>Sungguh sku merasakan cinta, cinta yang begitu tulus dariNya<br />
Sebuah cinta yang sudah lama tidak aku rasakan<br />
tiada terasa air mataku jatuh,,ternyata Allah masih sudi memberikan kasih sayangnya kepada seorang hamba yang hina     seperti aku<br />
begitu banyak dosa yang aku lakukan,,<br />
tiba- tiba dosa-dosa tersebut muncul dalam pikiranku,,,ya Allah aku takut&#8230;</p>
<ul>
<li> Yang merajai hari pembalasan</li>
</ul>
<p>sketika tubuhku tertunduk,,sungguh aku takut dengan dosa - dosa yang pernah aku lakukan<br />
sungguh betapa aku tak sanggup untuk menanggung semua dosa- dosa itu<br />
Sungguh di hari pembalasan ini, aku akan mempertanggungjawabkan semuanya.<br />
Sungguh tanpa ampunan dariMu, aku tiada sanggup untuk menjalani semuaNya.<br />
Hanya kepadaMu aku menyembah dan Hanya kepadamulah aku memohon pertolongan<br />
Dan aku sedang meminta petunjuk kepada Raja yang sangat mengasihiku<br />
yang masih ingat dengan aku walaupun aku sering melupakanNya<br />
Sebuah pengakuan betapa aku tidak berarti dan tidak apa-apanya di hadapan Raja tersebut</p>
<ul>
<li> Tunjukkanlah aku jalan yang lurus</li>
</ul>
<ul>
<li> Jalan orang - orang yang Engkau Ridhoi</li>
</ul>
<p>Seluruh perasaan bercampur - campur,<br />
aku takut untuk menambah dosa yang sudah menggunung ini<br />
Aku memohon kepada Allah betapa aku akan tersesat bilamana tiada petunjuk dariNya</p>
<ul>
<li>Bukan Jalan jalan yang Engkau murkai dan orang - orang tersesat</li>
</ul>
<p>Betapa aku merugi bila aku mendapati jalanKu adalah jalan yang salah,<br />
Betapa ketidakmampuanku tanpa petunjuk dariMu<br />
Betapa aku tidak ingin digolongkan dengan orang - orang yang celaka<br />
Aminn,,&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/09/06/al-fatihah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sesalku&#8230;</title>
		<link>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/08/26/penyesalan-tiada-akhir/</link>
		<comments>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/08/26/penyesalan-tiada-akhir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 02:15:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhika_cool@cs.its.ac.id</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/08/26/penyesalan-tiada-akhir/</guid>
		<description><![CDATA[ Sepi hatiku yang tak kunjung tenggelam
rindu yang kuagung-agungkan
maya seperti kelabu dunia
Melihatmu yang begitu jauh di sana
begitu jauh sehingga mataku pun nanar&#8230;&#8230;&#8230;melihatmu
Jauh dalam hatiku berbisik
Apa yang kau lakukan selama ini
Apa yang ada dalam hatimu,
benarkah jalan yang kau tempuh selama ini
mengapa engkau baru mempertanyakan saat ini
mengapa tidak dari awal, dari dimulainya kau pikul semua tanggung jawabmu.
Ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Sepi hatiku yang tak kunjung tenggelam<br />
rindu yang kuagung-agungkan<br />
maya seperti kelabu dunia<br />
Melihatmu yang begitu jauh di sana<br />
begitu jauh sehingga mataku pun nanar&#8230;&#8230;&#8230;melihatmu</p>
<p>Jauh dalam hatiku berbisik<br />
Apa yang kau lakukan selama ini<br />
Apa yang ada dalam hatimu,<br />
benarkah jalan yang kau tempuh selama ini<br />
mengapa engkau baru mempertanyakan saat ini<br />
mengapa tidak dari awal, dari dimulainya kau pikul semua tanggung jawabmu.</p>
<p>Ya Allah, amanah yang kupegang sungguh sangat berat<br />
aku tak sanggup ya Allah&#8230;.<br />
aku tak sanggup mewujudkan bayang semu yang kubuat<br />
bayang semu yang mereka lihat ketika mereka melihatku<br />
tahukah mereka bahwa diriku ini begitu hina,<br />
begitu hina hingga untuk bercerminpun aku tak sanggup.</p>
<p>Ya Allah, Aku tak sanggup menatap orang tuaku<br />
menatap mata sayu orang tuaku<br />
menatap sejuta harapan mereka kepadaku<br />
sejuta harapan yang mereka pancarkan dari matanya<br />
sedangkan aku disini tetap saja tak beranjak dari penyesalanku<br />
wahai orangtuaku, maafkan aku<br />
aku sebenarnya tak pernah bisa menjadi yang kau mau</p>
<p>Sampai kapan belenggu ini menjeratku<br />
belenggu yang bahkan aku tak tahu mengapa dan bagaimana<br />
belenggu yang membelengguku sejak aku bahkan tak tahu<br />
siapa aku,,?</p>
<p>bermain dengan api adalah pekerjaanku<br />
kini aku terbakar menjadi abu,<br />
aku tak tahu lagi harus ke mana bercerita<br />
haruskah kepada mereka,<br />
yang hanya bisa  menyalahkan aku tanpa mengerti apa yang kurasakan,<br />
ataukah pada dia yang hanya akan membuatnya kecewa terhadapku.</p>
<p>Sungguh tiada tempat peraduan terbaik selain Dirimu,<br />
namun mata hatiku sekarang sudah buta<br />
buta oleh semua dosa-dosaku<br />
tak mampu lagi kudengarkan belaian kasihMu<br />
tak bisa kurasakan lagi linangan manja air mataku karenaMu<br />
Dan ternyata aku hanyalah seorang buta<br />
Seseorang yang buta mata hatinya,</p>
<p>Ya Allah,<br />
biarkan anginMu menggoncangku,<br />
biarkan masalah menerpaku,<br />
jika hal itu bisa membuatku lebih kuat dan lebih baik,<br />
serta ikhlas atas segala pemberian dan cobaanMu.</p>
<p>Ya Allah,<br />
aku tak ingin menjadi orang yang merugi di kemudian hari,<br />
hukumlah aku hari ini tapi jangan di hari nanti<br />
karena aku sungguh - sungguh tak sanggup ya Allah<br />
tak cukupkah air mataku menghapus semua dosaku?<br />
dosa yang menggunung yang bahkan aku tak bisa melihatnya<br />
selama ini.</p>
<p>Ya Allah,<br />
seandainya aku boleh berandai-andai<br />
ingin kuulangi semuanya dari awal<br />
ingin kuulangi setiap kejadian dalam hidupku<br />
dengan segenap ilmu, kemampuan, dan jiwaku<br />
agar penyesalan tak datang lagi seperti saat ini&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.its.ac.id/rahasia/2008/08/26/penyesalan-tiada-akhir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
