December 25, 2008
Tentang Mama
8 Comments
Desember tahun lalu, aku menulis tentang mama di beberapa hari menjelang hari perayaan untuk pengabdiannya di CINTA BUNDA UNTUK CINTA
Sekarang, aku menulis lagi dengan tujuan yang sama, namun, kali ini, hari perayaan itu sudah terlewat
Pagi itu, tepat tanggal 22 Desember, hari dimana dunia memperingati pengabdian semua ibu, mama, seperti biasa, akna mengajar, meninggalkan kami sejenak, bahkan aku belum berangkat ke kampus, selalu, mama meninggalkan kecupan hangat di kening dan kedua pipiku, mmmm, kasih sayang seorang ibu…, kubisikan lirih “Ma, selamat hari ibu ya….” Mama hanya diam, senyuman kecil terukir di wajahnya, membuatnya semakin berwibawa…
—
Setibanya di kampus, mmm, aku harus segera ke rektorat untuk menghadiri kunjungan DIKTI ke ITS, jam 11 harusnya, kupikir, setelah itu aku bisa ke Kayon untuk beli bunga buat mama, tapi ah, acara ditunda jam 2, karena keberangkatan pesawat yang akan ditumpangi orang DIKTI itu ditunda, …
Singkat cerita, aku baru selesai dengan urusanku jam setengah lima sore, mm, alhamdulillah, aku bisa juga ke KAYON, beli bungan buat orang terspesial
ditemani orang yang spesial juga 
Aku dapet bunganya lhooooooooooooo



Malam pun tak kuasa menggelapkan terangnya kasihmu, seperti dinginnya salju yang tak akan bisa membekukan hangatnya sayangmu, maaaaaaaaaaaa,,,, akan ku balas cintamu……
December 19, 2008
kuat bersama Allah
No Comments
kasih sayang itu titi
kasih sayang penghubung hati
kasih sayang itu tali
kasih sayang pengikat diri
dari kasih timbul simpati
dari sayang ada persaudaraan
karena kasih ingin berbagi
saling sayang maaf-memaafkan Read the rest…
December 19, 2008
kuat bersama Allah
1 Comment
hidup di dunia hanya sebentar saja..
bila duka, bila tawa,
semoga hati kembali padaNYA..
waktu yang berlari,
tak kan pernah bisa kembali lagi..
bila perih bila sedih,
air mata bukan segalanya..
hanya hamba Allah yang selalu berserah, hanya hamba Allah yang selalu berpasrah..
karena segalanya bergantung padaNya..
hanya pada Dia semua bermuara.. Read the rest…
December 18, 2008
kuat bersama Allah
4 Comments
Tulisan dengan font paling besar pada sampul salah satu majalah itu mengingatkanku padanya
Sebut saja Bunga,
Bagi sebagian orang mungkin bukanlah sebuah kepahitan, bila orang-orang terkasihnya memilihkan orang baru untuk menjadi salah seorang penghuni baru pikirannya. Tapi nggk begitu dengan Bunga, aku setuju, nggk mudah menerima kehadiran orang dalam kehidupan kita. Berkali-kali kalimat penolakan harus terlontar dari sang Bunga, tentu, merupakan kalimat halus, karena penolakan ini tertuju untuk 2 orang paling berarti dalam hidupnya, yup, untuk sang ayah dan bunda. ” Bukan berarti tidak berbakti, bukan juga sudah hilang kasih pada ayah dan bunda, tapi, aku hanya ingin memilih sendiri untuk yang satu ini”, aku memahami benar isi dari kalimatnya, aku bisa memahaminya. Tapi, adakah pilihannya? Read the rest…
December 18, 2008
kuat bersama Allah
No Comments
Saat semua kekhawatiranku kembali terjadi
Saat perlahan mereka mulai pergi
Saat tangisku menjadi teman abadi
Saat kusadari mereka tak akan pernah kembali
Aku kembali tersadar, aku harus keluar dari semua mimpi
Seperti mereka yang kini telah pergi, meninggalkan mimpi yang mereka ciptakan sendiri
December 15, 2008
kuliah
5 Comments
Masih urut2annya aja :p
Hari/tanggal : Kamis/ 17 Desember 2008 pk 10.10 - selesai untuk kelompok 1-6, sisanya
waktu UAS
Tempat : Default : TC 105
Semoga sukses
next…. Read the rest…
December 15, 2008
kuliah
2 Comments
Masih urut2annya aja :p
Hari/tanggal : Kamis/ 17 Desember 2008 pk 10.10 - selesai hanya untuk kelompok 1-6, sisanya waktu UAS..
Tempat : Default : Ruang TC 105, Read the rest…
December 1, 2008
Uncategorized
No Comments
Jam sudah menunjukkan pk 06.30, padahal agenda pagi ini, aku sama mama mau ke dokter, dan jadwal praktik sang dokter yang (klo senin) hanya dari pk 06.00-08.00 memakasaku dan mama bersegera untuk berangkat kesana. Tepat di Jl Sumurwelut, di daerah kolam pemancingan itu, mmm, tempat wisata air baru di daerah surabaya barat, kulihat macet brekepanjangan, mm, lalu mama nanya ke orang-orang yang sedang berdiri tanpa ku tau sedang apa mereka, mama : “Ada kecelakaan, pak”, orang yang ditanya : “Bukan, ada Bu wali”. Hmm, ya kupikir hanya akan terjadi kemacetan dalam hitungan menit, rupanya kali ini dugaanku meleset, lama nian aku berada di tengah jalan bersama banyak orang dengan kendaraannya masing-masing, tanpa ada perubahan berarti dari roda kendaraan kami, kami seperti parkir di tengah jalan, tak bergerak, tapi , klo parkir kan harusnya kendaraan ditinggal oleh pemiliknya, bodohnya, kami tetap berada di atas kendaraan kami, hingga terjadi perbincangan kecil antara masing-masing pengendara yang akhirnya sudah (seolah-olah) seperti saudara karena terlalu lama bersama tanpa kata-kata
Ibu-ibu : “Ini gimana sih? kayak nggk ada hari lain aja, sabtu atau minggu gitu kan bisa, kenapa harus senin? :O kan jadi macet gini, telat semua”
AKu+Mama : (hanya senyum) Read the rest…