Impian

October 30th, 2008

Ingatkah anda dengan seekor panda yang bermimpi menjadi pendekar kungfu? Poo.. itulah namanya.. bila anda sudah menonton film berjudul Kungfu Panda ini pasti akan ada banyak kesan d benak anda. Apakah anda pernah bertanya kenapa dia akhirnya mampu menjadi pendekar Kungfu? Bahkan mengalahkan kelima murid Guru Shifu yang notabene dididik bertahun-tahun. Salah satu kata-kata yang saya suka dari Master Oggway adalah “Tidak ada yang kebetulan…. Kamu hanya harus mempercayainya….”. Berbicara hal tersebut, bisa jadi ini adalah kunci titik balik perjalanan Poo.

Bukan kebetulan Poo adalah seorang Panda yang menyukai Kungfu….

Bukan kebetulan Poo memiliki ayah seorang pedagang Mie…

Bukan kebetulan Poo terpilih sebagai pendekar Naga…

Semuanya berubah karena Poo memiliki IMPIAN…

Impian yang membuatnya berangkat menuju acara Pemilihan Pendekar Naga…..

Impian yang membuatnya meninggalkan gerobak mie dan meniti anak tangga yang berjumlah ratusan..

Impian yang membuatnya beusaha masuk walaupun pintu sudah tertutup….

Impian yang membuatnya tidak menyerah walapun sekitarnya berkata “Kamu tidak layak!”

Impian itu memberikannya kekuatan…..

Seringkali kita takut untuk bermimpi. Padahal membangun impian adalah sebuah hak yang Tuhan berikan kepada manusia untuk menentukan garis hidupnya. Seriusss…! Apa yang orang katakan bahwa “Manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang menentukan.” menurut saya adalah kurang tepat. Ya, Menurut Tuhanlah yang membuat rencana-rencana dalam hidup kita, namun pada akhirnya manusia sendirilah yang harus memutuskan arah hidupnya. Manusia dikaruniai Tuhan kebebasan untuk memilih. memilih menjadi jahat atau menjadi baik, kaya atau miskin (walaupun kita tidak bisa memilih dimana kita dilahirkan), rajin atau malas, pesimis atau optimis, dsb. Lagipula memiliki impian tidak membuat kita berdosa. Yang membuat berdosa adalah bila hidup kita hanya tertuju untuk mengejar impian sampai kita tidak lagi berpikir antara benar dan salah. Selamat Pagi

Menunggu

October 29th, 2008

Banyak orang mengatakan bahwa menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan. Namun tidak semua “menunggu” adalah membosankan. Saat ini saya sedang menunggu. Menunggu seseorang yang berjanji akan datang. Walaupun tidak memberikan waktu yang pasti, saya tahu dia pasti akan datang sebentar lagi. Menunggu memberikan saya waktu untuk merenung sejenak. Terkadang kita tenggelam dalam keseharian dan kesibukan kita. Seluruh pikiran kita terfokus pada pekerjaan, target, tugas, dsb. Hal itu membuat kita lupa untuk sejenak keluar dari alam sadar kita dan mencoba menelaah semua yang terjadi dalam hidup kita. Keponakan yang sakit, tetangga mengalami masalah finansial ataupun setiap hal sekecil yang terjadi dalam kehidupan kita. Bahkan pun kadang kita lupa untuk mengucapkan syukur pada Sang Pencipta…Memang betul kata Bung Einstein bahwa jika waktu yang dirasakan oleh orang yang melakukan sesuatu jauh lebih cepat dibandingkan waktu yang dirasakan oleh orang yang tidak melakukan apa-apa. Namun, waktu itu akan jauh membuat kita lebih bijaksana bila kita tahu kapan untuk berdiam diri. Selamat Pagi…….

Anda itu Istimewa!

October 18th, 2008

Sekali anda istimewa, tetap istimewa..

Sejelek apapun orang berkata tentang diri Anda, Tetap Istimewa..

Seburuk apapun masa lalu and, masih tetap istimewa..

Sebanyak-banyaknya kekurangan yang anda punya, anda tetap istimewa…

Mau bukti!

1. Mengapa anda masih bisa menikmati alam dengan gratis?

2. Mengapa anda masih bisa berpikirtentang segala sesuatu ?

3. Mengapa anda masih bisa merasakan cinta?

—-Chariz—–