Marga Arab Hadramaut

Secara umum penggolongan Marga Arab Hadramaut itu dikategorikan dalam 4 golongan:

  1. Alawiyin (golongan yang mengaku keturunan Rasulullah via keturunan Ahmad bin Isa (AlMuhajir))
  2. Qabili / Qabail / Qabayl (golongan yang memegang senjata)
  3. Masaikh / Dhaif (gologang pedagang / petani / rakyat kebanyakan)
  4. Abid (golongan pembantu / hamba sahaya)

Latar Belakang

Alkisah, golongan Alawiyin karena desakan politik di persia (iran) terpaksa hijrah mencari penghidupan yang lebih baik ke daerah Hadramaut. Disana mereka menyampaikan kepada beberapa muqaddam (kepada suku) mengenai maksud untuk tinggal di Hadramaut dan juga menerangkan jati diri mereka (sebagai turunan Rasulullah). Sebelum secara resmi mereka diterima, muqaddam disaat itu mengirim utusan ke Hejaz untuk mengecek mengenai keberadaan mereka (terutama status turunan Rasul). Namun, setelah beberapa waktu, ada satu keluarga di Hadramout tersebut yang langsung menerima golongan Alawiyin ini untuk tinggal tanpa menunggu kepulangan utusan yang dikirim dan penerimaan secara resmi. Selanjutnya keluarga ini dikenal dengan nama keluarga Bafadhal, yaitu “golongan yang menerima”

Di bawah ini adalah daftar nama marga orang Arab keturunan Yaman (suku Arab Hadramaut):

A

  • Abbad, Abdul Aziz, Abudan, Aglag, Al Abd Baqi, Al Aidid, Al Ali Al Hajj, Al Amri, Al Amudi, Al As, Al As-Safi, Al Ba Abud, Al Ba Faraj, Al Ba Harun, Al Ba Raqbah, Al Baar, Al Bagdadi, Al Baiti, Al Bakri, Al Bal Faqih, Al Barak, Al Bargi, Al Barhim, Al Batati, Al Bawahab, Al Bin Jindan, Al Bin Sahal, Al Bin Semit, Al Bin Yahya, Al Bukkar, Al Fad’aq, Al Falugah, Al Gadri, Al Hadi, Al Hadi, Al Halagi, Al Hasani, Al Hasyim, Al Hilabi, Al Hinduan, Al Huraibi, Al Aydrus, Al Jabri, Al Jaidi, Al Jailani, Al Junaid, Al Kalali, Al Kalilah, Al Katiri, Al Khamis, Al Khatib, Al Kherid, Al Madhir, Al Mahdali, Al Mahfuzh, Al Matrif, Al Maula Dawilah, Al Maula Khailah, Al Munawwar, Al Musawa, Al Mutahhar, Al Qadri, Al Qaiti, Al Qannas, Al Rubaki, Al Waini, Al Yafi’ie, Al Yamani, AlMathori, AlMukarom, Ambadar, Arfan, Argubi, Askar, Assa’di, Assaili, Asy Syarfi, Attamimi, Attuwi, Azzagladi,al Dames

B

  • Ba Abdullah, Ba Attiiyah, Ba Atwa, Ba Awath, Ba Dekuk, Ba’ Dib, Ba Faqih, Ba Sendit, Ba Siul, Ba Sya’ib Bin Ma’tuf Bin Suit, Ba Syaiban, Ba Tebah, Ba Zouw, Ba’asyir, Babadan, Babten, Badegel, Badeges, Ba’dokh, Bafana, Bafadual, Bagaramah, Bagarib, Bagges, Bagoats, Bahafdullah, Bahaj, Bahalwan, Bahanan, Baharmus, Baharthah, Bahfen, Bahmid, Bahroh, Bachrak, Bahsen, Bahwal, Bahweres, Baisa, Bajabir, Bajened, Bajerei, Bajrei, Bajruk, Bakarman, Baksir, Baktal, Baktir, Bal Afif, Baladraf, Balahjam, Balasga, Balaswad, Balfas, Baljun, Balweel, Bamakundu, Bamasri, Bamasak , Bamatraf, Bamatrus, Bamazro, Bamu’min, Banaemun, Banafe, Bana’mah, Banser, Baraba, Baraja, Barakwan, Barasy, Barawas, Bareyek, Baridwan, Barjib, Baruk, Basalamah, Basalim, Basalmah, Basgefan, Bashay, Ba’sin, Baslum, Basmeleh, Basofi, Basumbul, Baswel, Baswer, Basyarahil, Batarfi, Bathef, Bathog, Ba’Tuk, Bawazier, Baweel, Bayahayya, Bayasut, Bazandokh, Bazargan, Bazeid, Billahwal, Bin Abd Aziz, Bin Abd Samad, Bin Abdat, Bin Abri, Bin Addar, Bin Afif, Bin Ajaz, Bin Amri, Bin Amrun, Bin Anuz, Bin Bisir, Bin Bugri, Bin Coger, Bin Dawil, Bin Diab, Bin Duwais, Bin Faris, Bin Gannas, Bin Gasir, Bin Ghanim, Bin Ghozi, Bin Gozan, Bin Guddeh, Bin Guriyyib, Bin Hadzir, Bin Hafidz, Bin Halabi, Bin Hamid, Bin Hana, Bin Hatrash, Bin Hilabi,Bin Hizam, Bin Hud, Bin Humam, Bin Huwel, Bin Ibadi, Bin Isa, Bin Jaidi, Bin Jobah, Bin Juber, Bin Kartam, Bin Kartim, Bin Keleb, Bin Khalifa, Bin Khamis, Bin Khubran, Bin Mahri, Bin Mahfuzh, Bin Makki, Bin Maretan, Bin Marta, Bin Mattasy, Bin Mazham, Bin Muhammad, Bin Munif, Bin Mutahar, Bin Mutliq, Bin Nahdi, Bin Nahed, Bin Nub, Bin On, Bin Qarmus, Bin Sadi, Bin Said, Bin Sanad, Bin Seger, Bin Seif, Bin Syahbal, Bin Syaiban, Bin Syamil, Bin Syamlan, Bin Syirman, Bin Syuaib, Bin Tahar, Bin Ta’lab, Bin Sungkar, Bin Tebe, Bin Thahir, Bin Tsabit, Bin Ulus, Bin Usman, Bin Wizer, Bin Zagr, Bin Zaidan, Bin Zaidi, Bin Zimah, Bin Zoo, Bukkar,Badziher.

T

  • Thalib

G

  • Ghana’

H

  • Haidrah, Hamde, Hamadah, Harhara, Hatrash, Hubeisy,Hayaze, Hasni, Humaid

J

  • Jawas, Jibran, Jabli

K

  • Karamah, Kurbi

M

  • Magadh, Makarim, Marfadi, Martak, Mashabi, Mugezeh, Munabari, Mahdami,Machdan

N

  • Nabhan

S

  • Sallum, Shahabi, Shogun, Sungkar, Syaiban, Syammach, Syawik,Syagran.

U

  • Ugbah, Ummayyer

Z

  • Za’bal, Zaidan, jurhum, Zeban, Zubaidi

174 Responses to “Marga Arab Hadramaut”


  1. 1 Taufiq bin Muhammad Talib

    Kalau menurut ceritera dari orang tua kami Talib atau Thalib adalah sebenarnya masih ada hubungan dengan alkatiri ,Marí .
    jadi bagaimana sebenarnya hubungan tsb dalam kerajaan (kesultanan) alkatiri didalamnya terdapat bermacam macam marga dan apakah masih ada hubungan?????

  2. 2 muhammad baridwan

    ass.wr.wb
    ana mau tanya dari mana antum dapat informasi ini? bisa ana tau informasi tentang marga bafadhal dan marga baridwan? sukron informasinya

  3. 3 belqis

    makacih bwt infony,
    cz aq ndiri jg ad turunan arab,
    tapi dari ummiq,
    jadi g bs dpt nama marganya,
    tp bwtq tu ga’ masalah,
    cz kualitas org g hanya diliat dr keturunanny (walaupn nasab tu pntg)

  4. 4 mohammad bagdadi

    wauw,.ana juga tanya info ini antum dapet darimana, sebab ana butuh banget info ini sekian ana tunggu,.

  5. 5 Hanan

    Kalo AL AMRI garis nasab nya darimana ya?

  6. 6 zulfickar

    assalammualaikum…
    ana mau tanya,ana mau tau banyak tentang marga abudan.tolong ceritakan ya?secepatnya.ana tunggu.

  7. 7 faisal

    assalammualaikum…

    bangsa ana al-abid kake ana dari sewun hadralmaud
    ana tanya sepengetahuan ana cuma ada tiga golongan aja di hadralmaud itu
    Saadah golongan habib
    ada Qabail dan Masaikh antum ada mencantumkan abid disana yang ana tanyakan
    apa golongan abid puyanya pam al-abid tapi ana lihat dari sekian banyak fam arab hadralmaut fam ana nga ada apa fam ana memang nga ada atau ketinggalan kalau ada ana mau minta bantu dari keturunan mana fam ana terima kasih wss

  8. 8 Abdul Lathief Bin Abubakar Bafadhal

    Ana memang pernah dengar kisah itu dari aba, aba (Abubakar) dari Jid-ana (Husen bin Abubakar bin Ahmad bin Abdullah dari Treem- Tarim Hadramaut).
    Ana mau tanya Apakah Antum punya cerita kedatangan Keluarga Bafadhal ke Indonesia, dan mengapa mereka datang ke Indonesia? Karena biar gimana juga kita sudah jadi Orang Indonesia, jadi yang penting kiprah kita di negara Indonesia. Baik ngganya orang bukan dari keturunannya, walau pun keturunan habib (Isa al Muhajir), tapi kalau kelakuannya korupsi atau maling atau terlibat narkoba perlu dipertanyakan.
    Yg penting mari kita jadikan akhlaqul kariimah buat meneruskan perjuangan Rasululloh s.a.w. bukan sibuk membanggakan keturunan. Kita kerjasama membangun negeri ini….idealis boo….

  9. 9 Fauzi salim Al katiri

    Ass W W . Ana mau tanya sama Inti Apakah Inti tau Mengaenai Tempat Jid ana Di Hadramaut ( Nama Jid Ana Umar bin Mulsin bin Jaffar ) sukron….

  10. 10 Fauzi salim Al katiri

    Ass W W . Ana mau tanya sama Inti Apakah Inti tau Mengaenai Tempat Jid ana Di Hadramaut ( Nama Jid Ana Umar bin Muksin bin Jaffar al katiri ) sukron….

    (maaf yang tadi salah tulis, ini yang ana maksud)

  11. 11 ivann ta'lab

    hidup bin ta’lab !!!

    hahahaha seems like racist thing

  12. 12 aboe_azka

    Ikhwani Rahima Kumullah.
    Knapa kita warga keturunan arab masih memberikan kasta atau perbedaan seperti disebitkan di atas, ana juga bingung sebenarnya literatur apa yang anda baca, perlu di ingat RASULULLAH DI UTUS UNTUK MENG HILANGKAN KASTA YANG ADA, islam tidak mengenal adanya :
    Alawiyin (golongan yang mengaku keturunan Rasulullah via keturunan Ahmad bin Isa (AlMuhajir))
    Qabili / Qabail / Qabayl (golongan yang memegang senjata)
    Masaikh / Dhaif (gologang pedagang / petani / rakyat kebanyakan)
    Abid (golongan pembantu / hamba sahaya)
    semua itu hanya penjelasan yang bersifat SUBJEKTIF. Alawiyin ” PENDUSTA ” sama sekali tidak atau bukan dari keturunan nabi ” baca sejarah Rasul dan silsilah” dikatakan juga bahwa ” Rasulullah bukan bapak dari seorang anak laki-laki” lihat dalam sejarah Rasul atau tafsir al qur’an mengenai ayat tersebut, jadi tiadak ada alasan kuat anda mengatakan mereka keturunan nabi. MASYA ALLAH….. Demi Allah APABILA UMAR BIN KHOTTOB ATAU ALI BIN ABI THOLIB MASIH HIDUP PASATI MEREKA TIDAK AKAN MENYISAKAN KEPALA MEREKA UNTUK ADA DI ATAS LEHERNYA, KARENA NABI TIDAK MEMPUNYAI KETURUNAN SECARA GARIS PATRILINEAL, YANG ISLAM ANUT, YANG BERARTI NABI TIDAK MEMILIKI SILSILAH KETURUNAN DARI MANA PUN.
    Bila anda mengatakan mereka menagatakan keturunan dari hasan dan husail , sebenarnya ana bingung mereka itu keturunan arab atau PADANG (SUMATRA BARAT) yang menganggap keturunan itu di ambil dari garis ibu atau Matrilineal. masih banyak lagi bukti kebohongan mereka yang dapat meragukan kepercayaan kita kepadanya. satu lagi ” baca dalam buku hadis SHOHIH bahwa nabi terlarang untuk menerima sedekah dan itu termaktub dalam buku hadis shohih. tapi lihat mereka “mengaku keturunan nabi” tapi paling geol menerima sedekah bahkan meminta sedekah, ini keturunan nabi yang mana yang ” ana lebih cenderung mereka keturunan nabi GOBER ALIAS GOLONGAN BERKAT

  13. 13 moh. fadel

    hmm….
    al-amri dan kathiri itu bersaudara
    nasab Rasul SAW bertemu dengan arab yaman pada Eber/abir(Nabi Hud as) darinya muncul istilah Ibrani. Yang mau tanya mengenai silsilah bangsa Arab layangkan email kepada kami. Tidak satupun kabilah bangsa arab yg tidak ikut melahirkan muhammad, baik itu Rabiah, Mudhar atau Yaman. Tidak percaya???? nah… layangkan surat keingintahuan anda. Arab itu pada hakikatnya Yahudi bos. Juga sebaliknya. Sama-sama Ibranic semitic. Kalian bertengkar sendiri goblok!!! Moh.Fadel 0856 5656 5036.

  14. 14 ABOE_AZKA

    Maaf bila harus menulis artikel ini secara panjang, karena perdebatan ini sebenarnya bukan masalah yang sepele atau pun bias-bias saja, saya melihat banyak penyimpangan dan distorsi hadis yang melanggar aturan yang berlaku dalam dunia hadist atau pun al-qur’an. Mengenai stetmen anda yang mengatakan :
    1. banyak hadist yang mengutamakan Alhlul bait,
    2. Rujukan anda habib………….? Wallahu ‘alam pngetahuannya mengenai ilmu din yang benar
    3. pendapat anda yang menganggap dalil yang saya bawakan bertentangan dengan hadist yang dapat dari habib “ saya lebih suka menyebutnya “ALAWIYYIN”
    Baik dengan ini akan saya bahas satu demi satu agar lebih jelas, maaf mungkin anda bertanya kenapa saya begitu semangat dan berapi-api membahas mengenai kasuss ini, perlu anda ketahui bahwa saya” demi Allah” adalah salah satu dari warga keturunan Arab yang mungkin bila para Alawiyyin mengetahui marga saya mereka akan menganggap bahwa saya adalah termauk dari kalangan mereka, bahkan marga saya dianggap sebagai pelopor dari mereka ( demi menjaga kerukunan antara warga arab saya merahsiakan hal tersebut). Jadi secara subjektif dan rasional tidak mungkin kalau saya menjelekkan saudara saya sendiri, namun karena ini sudah melampaui batas ambang dari Aqidah yang benar maka saya harus mengejelaskan msalah ini dengan koredor keilmuan yang sesuai dengan apa yang digariskan Islam kepada kita.

    A. KEUTAMAAN AHLUL BAIT.
    (bahasan secara rasional)
    Sebenarnya saya masih ingin bertanya kepada anda ataupun Ustad anda, sebenarnya sampai dimanakah Islam menghormati dan bagaimana islam membatasi mengenai penghormatan kepada Ahlul bait, karena sebenarnya anda dan ustad anda tidak sama-sekali mencantumkan hal tersebut. Maaf mungkin selama ini anda hanya menjadi pendengar yang baik bagi guru anda, saran saya cobalah and baca berbagai literature yang membahas mengenai “ Ghulu” benarkah prilaku orang islam yang mengaggungkan Alawiyyin sesuai dengan tuntunan hadist.
    Coba and baca mengenai Syarik “ atau bab pencurian dalam Islam” atau dalam bab adabul du’a disana dengan jelas dan gamblang disebukan bahwa Rasulullah
    1. “ akan memotong sendiri tangan Anak perempuannya bila dia mencuri
    2. “ Rasulullah tidak pernah mendapatkan dispensasi ampunan dari Sang Kholik atas kekafiran Paman dan kakeknya. Saya yakin anda sudah tau kisah ini
    3. atau kisah para kafirun yang sebenarnya adalah saudara terdekat rasul.
    Saya yakin anda menganggap saya terlalu berbelit-belit menerangkan hal ini dengan cerita yang kurang relefan. Sebenarnya ini singkronisasi yang sangat baik dengan kasus alawiyyin yang ada sekarang. “ saya mempunyai bukti otentik mengenai hal ini”misalkan banyak diantara alawiyyin yang melakukan PENIPUAN kepada orang-orang kampong yang bodoh, baik dengan menjual barang, jimat, jampi-jampi, meminta sedekah, mendakwah dengan hadis palsu, memeras, mengawini orang pribumi dangan semena-mena, mabuk-mabukan, tidak melaksanakan sholat wajib, tidak puasa di bulan ramadhan dan masih banyak lagi. Hal ini tidak akan saya bahas dengan begini rupa, karena mungkin anda berfikir banyak pula yang melakukan hal tersebut selain alawiyyin. Tapi ini lain ceritanya, objek yang sedang kita bahas ini adalah orang yang menganggap dirinya saudara bahkan cucu rasul. Lantas Bila benar, kedudukan mereka sebenarnya tidak ada bedanya dengan ABU JAHAL, MUSAILAMAH ALKAZAB, mereka sama-sama saudara rasul tapi mendapat konsekwensi dosa. Tapi coba anda lihat mereka selalu menganggap dia“ orang-orang yang terampuni karena cucu rasul” . saya yakin anda pasti pernah atau bahkan melihat apa yang saya sebutkan di atas tadi.

    (bahasan secara Dalil-dalil Syar’I )

    anda pernah membaca sejarah masuknya Alawiyyin ke Indonesai “ yang gampang “ coba and abaca buku berjudul “ AHMAD SURKATI PEMBAHARU DAN PEMURNI ISLAMDI INDONESIA karangan Prof. Dr. Bisri Affandi , MA. PERLU DIKETAHUI “ saya bukan pengikut SYAIKH AHMAD SURKATI . coba anda buka pada halaman 235. disana anda akan mendapai begitu bejatnya mereka menggamggap orang yang diluar mereka, begitu rendahnya akhlaq mereka yang membedakan status antara ‘ajami ( pribumi) dengan alawiyyin. Begitu sakit saya melihat saudara saya berakhlaq seperti itu. Padahal dalam Alqur’an surat al hujurat 13 :
     ••         

     •      •    
    Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

           •    
    Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat

    Di dalam Tafsair ibnu Katsir diatakan mengenai ayat ke 13 ini bahwa yan dinamakan dengan Syuub adalah kelompok yang tercerai berai antara orang arab dan bukan arab. Jadi dengan tegas pula al-qur’an mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan yan signifikan antara Alwiyyin dengan non alawiyyin, mereka sebenarnya mengada ada, layaknya agama buda yang membedakan kasta diantara mereka. Apakah anda setuju dengan kasta yang diberlakukan oleh alawiyin ???. Allah hanya akan menilai orang dari sisi keimanannya, dan buakn dari keturunannya.
    Untuk itu saya menyarankan anda untuk membaca buku “ Taya Jawab” karangan A. Hasan mengenai bab Menyombongkan keturunan dan silsilah. Rasulullah tidak mempunyai KETURUNAN SEPERTI YANG KLAIM OLEH ALWIYYIN. Silahkan buka buku “ SEJARAH NABI MUHAMMAD”.
    Perlu anda tanyakan dan cari pula sebenarnya sampai dimana batasan pengaggungan kepada mereka. Pernahkah anda mendengar atau membaca mengenai hadits yang menyatakan “ hati-hatilah kalian terhadap berlebihan kepada seseorang, karena kehancuran umat terdahulu karena pengagungan yang berlebihan kepada seseorang.
    Dalam kitab FATHL MAJID YANG DITAHKIK OLEH SHEK UTSAIMIN DAN ABDUL AZIZ BIN BAZZ “Rahimahumullah”, pada bab tawassul disebutkan bahwa pendapat ibnu taimiyah mengenai bertawasul kepada orang yang wafat, baik itu Nabi, malaikat ataupun Orang soleh sekalian adalah HARAM. Bertawasul hanya diperbolehkan hanya kepada : 1. AMAL SHOLEH SEPERTI DILAKUKAN OLEH SEKELOMPOK ORANG YANG TERHIMPIT BATU DI DALAM GOA. 2. LAFAD-LAFAD ALLAH, ORANG SHOLEH YANG MASIH HIDUP DAN BERBUAT SESUAI TUNTUNAN SYARIAT ISLAM DAN TANPA BERBUAT MAKSIAT DAN DHOLIM. Sekarang silahkan anda komparansikan ketentuan dari ulama diatas dengan realita dan kenyataan yang anda liahat, ingat menilailah dengan kacamata ISLAM dan bukan atas dasar ASOBIAYAH atupun subjektif, penilaian ini akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.
    Masih banyak lagi dalil-dalil yang melemahkan dalil yang anda dan ustad anda bawakan baik dari sisi silsilatul hadist ataupun ke absahan secara logika. Mungkin dalam waktu dekat ini sayaakan coba menuliskan fakta sejarah mengenai alwiyyin. DEMI ALLAH kejadian ini pernah terjadi pada zaman Ali bin Abi Tholib yang mereka menganggap ali sebagai orang suci, sehingga Ali bin abi Tholib terpaksa membakar mereka hidup-hidup. Ingat perbuatatan taqlid adalah Haram.

  15. 15 Abdul Lathief Bin Abubakar Bafadhal

    Assalaamu’alaikum, yaa ‘abdillah, yaa habiebulloh,
    Kalau kita mau banggakan keturunan kita, maka cintailah Sunnah Rasul sehingga keturunan kita akan mulia di sisi Allah,karena dalam sunnah mencakup nilai ketaqwaan yang aplikatif dalam akhlaq. Kemuliaan nasab adalah akibat mulianya akhlaq yang menjiwai tubuh yang dialiri darah dengan gen yang sama sebagian dengan orangtuanya.
    Gunakan kalimah yang sopan dan pantas, tidaklah perdebatan itu mendatangkan manfaat kecuali kedengkian diantara kita. Kalau berbeda pendapat bicaralah dengan memberikan deskripsi (syawarah–> bermusyawarahlah= saling memberi gambaran untuk saling mengerti)pada lawan debat sehingga sama-sama faham apa yang menjadikan beda pendapat, lalu saling mengertilah, maka perdebatan akan mendatangkan rahmah dan saling mengisi ilmu.
    Maaf,ana sampaikan hal ini, hanya untuk menasihati, walau pun kalian pasti tahu tentang hal ini, jadi anggaplah hanya mengingatkan yang lupa. Jazakumulloh khoiron katsiro. Wallahu’alam bishowaab, Salam buat Moh. Fadhel, mudah-mudahan Allah merahmati kita semua.Amien.

  16. 16 jammaah_islamiyah

    Ana rasa itu sudah menjadi semacam karakter dasar orang arab, yakni lebih protektif, ashobiyah, syu’ubiyah, dan cenderung tinggi hati. Bukan hanya orang ajam saja yang mengakui itu, namun banyak anak2 jammaah sendiri juga menyadari karakter dasar kalangan mereka. Bahkan jammaah juga ashobiyah terhadap sesama mereka sendiri.

    Kalo antum chat private message dengan seseorang di mIRC di channel-channel anak jammaah, maka pertanyaan yang umum setelah ‘asl’ (age, sex, location. pertanyaan umum buat kenalan) adalah pertanyaan ‘fam kamu apa?’. Bahkan pertanyaan ‘nama kamu siapa?’ seakan masih kalah penting dengan pertanyaan fam.

    Sebenarnya itu lumrah, karena setiap kaum memiliki tabiat dasar mereka masing2. Orang Jawa tabiatnya sungkanan, berbelit-belit kalo ngomong, gak langsung to the point, dan suaranya relatif berintonasi lembut. Orang Medan sebaliknya. Orang Madura terkenal pekerja keras, mereka mendominasi pasar2 nusantara, namun wataknya keras dan kasar. Orang Amerika dikenal rasional, banyak bicara, dan tinggi hati karena menganggap mereka bangsa yang unggul. Orang china dan india suka kerja keras, namun agak pelit. dll

    Semua bangsa memiliki tabiat dasar, dan sebagian tabiat itu ada yang baik, namun ada juga yang buruk.

    Namun sebagai muslim, sudah seharusnya kita menyesuaikan karakter kita dengan apa yang dituntunkan Allah. Mengenal tetangga, berbuat baik terhadap sesama, lemah lembut terhadap muslim, merendahkan volume suara ketika bicara, keras dan tegas tentang kebenaran, bekerja keras, rasional dalam berfikir namun tetap mempercayai eksistensi ghaib, menghindari ashobiyah dan syu’ubiyah, tidak memandang rendah terhadap orang lain bahkan kepada gembel sekalipun, dll.

    Kalau ada karakter dasar kaum kita yang sudah sesuai dengan dien Allah, maka Alhamdulillah, syukur karena kita tidak perlu susah2 membiasakan karakter tersebut. Namun kalau ada karakter yang belum atau tidak sesuai dengan dien Allah, maka kita wajib membiasakan diri untuk mengikuti apa yang dituntunkan Allah.

    Adapun pengakuan alawiyyin tentang nasab mereka kepada Rasulullah, maka hal itu memang harus terus dipelajari kebenarannya, karena di kalangan internal sendiri juga ada simpang siur informasi, dan supaya jelas fakta siapa yang benar-benar keturunan nabi. Karena pengakuan itu sangat besar pengaruhnya di dunia dan akhirat.

    Namun yang lebih penting dari pengakuan itu adalah, bahwa semua orang, jammaah atau awhal ato ajam ato alawiyyin ato syarif syarifah sayyid sayyidah, ato siapapun, orang jawa, madura, ambon, china, afrika, bahkan eskimo, adalah memperbaiki akhlak dan aqidah mereka sebaik-baiknya. Bahasa Arab memang unggul dalam Islam karena ia adalah bahasa Al-Qur’an dan bahasa Shalat. Arab saudi lebih unggul karena di dalamnya ada al-haramain.

    Namun orang arab SAMA SEKALI TIDAK LEBIH UNGGUL dari ajam, dari jawa, dari madura, dll. Kenyataanya di timur tengah banyak orang arab yang lebih bejat daripada pribumi Indonesia. Coba lihat kasus2 majikan TKI TKW di Saudi. Di nusantara juga tidak jarang ada jammaah yang kelakuannya memalukan. Apalagi banyak jammaah yang ndak bisa bahasa arab selain bahasa arab lokalan indonesia. Banyak ajam yang berbahasa arab lebih baik dari mereka.

    Status nasab Rasul juga tidak menjamin antum masuk surga. Abu Thalib saja yang kiprahnya untuk dakwah Rasulullah amat sangat luar biasa, dia divonis masuk neraka abadan, kekal di dalamnya. Apalagi antum yang mungkin ndak ada kiprahnya buat dakwah bahkan mungkin malah asyik foya-foya. Apalagi sekarang banyak harim2 di nusantara yang suka tabarruj, di mana-mana mengumbar aurat tanpa hijab. Masih kalah dengan banyak pribumi yang jilbabnya rapi sampai menutup dada, tidak membentuk tubuh, dan berkaos kaki.

    Pada hakikatnya, manusia hidup saling membutuhkan, jadi, kenapa jammah membatasi diri mereka yang itu akan mempersulit diri mereka sendiri?

    Allah a’lam.

  17. 17 Yehezkiel

    Memang benar!!! Arab itu tidak lebih baik dibanding Malayu, china, mongol, jawa dsb. Tapi yang jelas Arab lebih baik dibanding India. :) :) :) kakakak…. Nehi..nehi kebun jahe…

  18. 18 Moh. Fadel

    BANGSA ARAB DAN HUBUNGANNYA DENGAN RASULULLAH SAW

    Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri (Bangsa Arab), berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (Qs. At-Taubah: 128)

    Ketika seluruh Puak-puak dan kabilah Arab mulai datang berbondong-bondong masuk islam, sekelompok dari Kindah Yaman yang dipimpin oleh Asy’ats bin Qais al-Kindy pada tahun 10 H datang ke Madinah. Mereka diterima dengan baik oleh Nabi SAW. Dihadapan Nabi mereka berkata, “Kami adalah keturunan Aqil al-Murar (Hujr Akil al-Murar ibn ‘Amr c. 425-c. 458) dan engkau juga keturunannya…..….”

    Ibnu Abbas ra dalam tafsirnya mengenai surat at-Taubah diatas mengatakan: “Kata kalangan kamu itu menunjukan seluruh puak-puak Arab pada masa itu, tidak ada satu kabilahpun dalam kalangan masyarakat Arab yang tidak ikut melahirkan Muhammad, baik itu Mudhar-nya, Rabiah-nya, Yaman-nya, maupun kabilah-kabilah lain.” Bila ditilik dari silsilah asal bangsa Arab dan melihat tradisi kekerabatan antara semua kabilah dan puak-puak Arab dimasa lalu maka kita bisa memahami kenapa semua orang-orang Arab zaman dahulu merasa memiliki Muhammad.

    Sayyiduna ‘Izzul-’Arabi Muhammad SAW, yang disebut Abul Qosim bin Abdullah bin Abdul Mutholib (Syaibatul Hamd) bin Hasyim bin (Amr) bin Abdumanaf (al-Mughirah) bin Qushaiy (Zaid) bin Kilab bin Murrah) bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

    Silsilah beliau, berpuncak pada Adnan salah seorang keturunan Nabi Isma’il as.

    Dari keturunan Ali bin Abi Tholib adalah cucu-cucu beliau dari Bani Alawi.

    Dari keturunan Abdul Muthalib terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani Ja’far dan Agil (Bani Abu Thalib), Bani Abbas, Bani Harits, Bani Abu Lahab.

    Dari keturunan Abdu Manaf terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani Umayyah, Bani Abdusy Syams, Bani Muthalib, Bani Naufal.

    Dari keturunan Qushaiy terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani Abdul Uzza, Bani Abduddar. Diantara mereka yang ada bertanggung jawab terhadap pengelolaan Ka’bah.

    Dari keturunan Kilab terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani Zuhrah

    Dari keturunan Murrah terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani Tamim, Bani Makhzum

    Dari keturunan Ka’ab terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani Adiy, Bani Jumuh, Bani Sahm.

    Dari keturunan Luaiy terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani Amir bin Luaiy.

    Dari keturunan Ghalib terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani Taim al-Adram.

    Dari keturunan Fihr terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani al-Harits, Bani Muharib, dan Fihr yang menurunkan seluruh anak-anak Quraisy.

    Dari keturunan Kinanah terhimpun sebagai kerabat beliau: Semua keturunan Kinanah, termasuk anak cucu keturunan Abdul Manat dan keturunan Malik, Milkan, Hidal, Amr bin Kinanah.

    Dari keturunan Khuzaimah terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani Asad, Bani al-Qarah (yaitu Bani al-Haun bin Khuzaimah)

    Dari keturunan Mudrikah terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani Hudzail.

    Dari keturunan Ilyas terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani Tamim dan saudara-saudaranya, Bani Dhubbah, Bani Muzinah, Bani Rabbab, Semua anak-anak dari Bani Taim, Bani Adiy, Bani Tsaur, Bani Akl.

    Dari keturunan Mudharr terhimpun sebagai kerabat beliau: Semua Kabilah Qais, Sulaim, Mazin, Fazarah, Abs, Asyja’, Murrah, semua orang Bani Dzibyan, Ghatafan, Aqil, Qusyair, al-Hatisy, Bani Tsaqif, Bani Sa’ad, semua orang Hawazin, Muharib, Adwan, Fahm, Bahilah, Ghina, ath-Thafawah, dan semua orang Qais.

    Dari keturunan Nizar terhimpun sebagai kerabat beliau: Kabilah-kabilah Rabi’ah, seperti kabilah Bakar, Taghlib dan Kabilah Anz. Termasuk didalamnya semua anak-anak Bani Wail, Abdul Qais beserta seluruh anak kabilahnya, Kabilah Anzah, Kabilah an-Nimr bin Qasith.

    Dari keturunan Ma’ad terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani Ayyad.

    Dari keturunan Adnan terhimpun sebagai kerabat beliau: Bani Akk dan Bani Ghafiq.

    Dari keturunan Ibrahim ‘alaihimassalam terhimpun sebagai kerabat jauh beliau: Bani Ya’qub dan Ishad bin Ishaq putra Ya’qub ‘alaihimassalam. Bani Ishad telah punah dalam sejarah.

    Dari Bani Qudha’ah dan Kabilah-kabilah Qohthan, terhimpun sebagai kerabat jauh beliau: Kaum Anshar (kabilah Aus dan Khazraj) di Madinah dan Kabilah-kabilah Yaman (Himyar dan Kahlan). Mereka keturunan Nuh dan Hud ‘alaihimassalam. Dan secara umum nasab bapak-bapak mereka bertemu dengan Nasab Rasulullah saw pada ‘Aabir (Eber, bapak bangsa Ibrani) bin Shalih (Shelach) bin Arfakhsyad (Arphaxad) bin Sam bin Nuh (Shem bin Noah) yang diberkati, yang merupakan datuk tertua dari bangsa Semit (Arab dan Yahudi).

    ——————————
    Dalam Mustadrak Al-Hakim 4: 73, kitab ma’rifah Ash-shahabah, fadhail Quraisy, disebutkan: Abdullah bin Umar berkata: Pada suatu hari ketika kami duduk di halaman rumah Nabi saw ada seseorang perempuan lewat di dekat kami, kemudian salah seorang laki-laki dari suatu kaum berkata: Ini puteri Muhammad saw. Kemudian Abu Sofyan berkata: Muhammad di Bani Hasyim seperti tanaman di tengah-tengah jerami. Kemudian perempuan itu pergi dan menceritakan kepada Nabi saw. Kemudian Nabi saw keluar dan nampak marah di wajahnya lalu bersabda:
    “Alangkah menyakitkan kata-kata yang sampai padaku tentang suatu kaum? Sesungguhnya Allah swt menciptakan tujuh langit dan memilih yang tertinggi, kemudian menempatkan padanya makhluk yang dikehendaki-Nya. Kemudian Dia menciptakan makhluk lalu memilih keturunan Adam dari makhluk-Nya, memilih Arab dari keturunan Adam, memilih keturunan Mudhar dari kalangan Arab, memilih suku quraisy dari keturunan Mudhar, memilih Bani Hasyim dari suku quraisy, dan memilih aku dari Bani Hasyim. Aku adalah dari Bani Hasyim dari orang-orang pilihan. Barangsiapa yang mencintai orang Arab karena mencintaiku maka aku mencintai mereka, barangsiapa yang membenci orang Arab karena membenciku maka aku membenci mereka.”

  19. 19 Yehezkiel

    Dari Bani Qudha’ah dan Kabilah-kabilah Qohthan, terhimpun sebagai kerabat jauh beliau: Kaum Anshar (kabilah Aus dan Khazraj) di Madinah dan Kabilah-kabilah Yaman (Himyar dan Kahlan). Mereka keturunan Nuh dan Hud ‘alaihimassalam. Dan secara umum nasab bapak-bapak mereka bertemu dengan Nasab Rasulullah saw pada ‘Aabir (Eber, bapak bangsa Ibrani)……

    Hey fadel… Nasab Yoktan ini dari Ibrahim juga bos..dari keturunan Syafura (keturah).. Tampaknya fadel ini menguasai al-kitab juga.

  20. 20 gafur2008

    Orang arab jaman sekarang ternyata lebih parah dari orang arab jaman dahulu atau bahkan sebelum kedatangan jaman Nabi Muhammad S.A.W, Pada kenyataannya watak orang arab itu sama saja. Tinggi hati, menganggap orang di luar bangsa arab itu lebih hina dari bangsanya apa lagi bangsa pribumi.

    Kenyataan di Indonesia, bangsa arab sudah kadung terkenal dengan nafsunya yang luar biasa, terkenal dengan “barangnya yang besar”, terkenal dengan kawin kontraknya dan lain-lain.

    Jaman dahulu sebelum kedatangan Nabi, bangsa arab tidak suka dengan kelahiran anak perempuan, tapi sekarang setelah ribuan tahun kedatangan Nabi, bangsa arab malah suka menjadi “GERMO” (Menjual anak sendiri). Maafkan kata-kata saya. “Katakanlah yang benar itu benar walaupun pahit”

    Banyak sudah kenyataan yang terjadi dan diketahui secara luas dan mennjadi rahasia umum. Saya tidak habis pikir kenapa tidak tertinggal dari bangsa arab yang katanya termasuk garis Nabi, perilaku sopan, baik, menghargai orang lain, santun, dll.

    Kenyataan didepan mata saya sendiri. setiap laki laki arab jaman sekarang sangat berpotensi untuk mejadi germo, ia menjual anaknya dengan dalih menjaga Nasab keluarga. Jika para laki-laki arab bisa dengan bebas menikahi wanita dari bangsa bukan keturuan arab maka sebaliknya tidak akan pernah ikhlas dan rela jika wanita dari keturunan arab menikah dengan pria bukan dari keturunan arab apalagi bangsa pribumi atau banyak juga orang arab yang menyebutnya ahwal. Kenyataan tersebut saya yakin sudah banyak terjadi dalam kalangan kaum anda yang menganggap diri anda keturunan arab.

    Dusta apakah yang mereka lakukan. tidakkah mereka membawa nama besar bangsa arab dan nama besar junjungan Nabi Muhammad S.A.W. Tetapi mengingkari perilaku yang sudah ribuan tahun yang lalu di ajarkan oleh Nabi Muhammad S.A.W. yang merupakan seorang Arab Tulen.

    Hal yang paling ditakutkan oleh bangsa/orang keturunan arab adalah kehilangan marga / nasab berarti kehilangan suatu kehormatan. Tidakkah memalukan bagi mereka sendiri, yang mereka lakukan tidak sepenuhnya berlandaskan Islam tetapi mereka merasa sangat bangga dan besar hati sebagai keturunan Nabi Muhammad S.A.W.

    Jikalau bangsa keturunan arab mau bersikap sebagaimana apa yang telah dicontohkan Nabi Muhammad S.A.W. bukanlah tidak mungkin seluruh dunia akan mencintai kalian. Tetapi apakah yang kalian lakukan. Kalian bersedekah dengan muka yang merendahkan. kalian anggap manusia yang menerima sedekah kalian adalah lebih rendah dari diri anda dan bangsa anda. Anak2 kalian bersekolah di sekolah warga negara Indonesia, tetapi lihatlah disana kalian membentuk kelompok2 arab yang tidak mau berteman/ berkawan/ menjadi dekat/menjadi sahabat dengan saudara-saudaranya sesama muslim dari golongan bukan bangsa keturunan arab.

    Termenung saya dihadapan Tuhan. Bagaimana mungkin seorang wanita arab sejak kecil sudah ditanamkan pikiran untuk tidak mendekati/berkawan/bersahabat/tertarik dengan lelaki bukan dari keturuan arab. saya mengerti maksudnya mencegah dari kecil.

    Tetapi mengapa kalian harus bersikap seperti itu, jika Allah sudah menentukan siapa yang akan kalian cintai mengapa kalian memberikan api yang menghancurkan hati kaum muslimin bukan arab yang lain untuk menikahi wanita keturunan arab. Tidaklah golongan bukan arab meminta untuk dilahirkan sebagai bangsa pribumi. tidaklah kalian juga dapat memilih untuk dilahirkan sebagai keturunan arab. Tetapi itu semua kehendak Allah S.W.T.

  21. 21 syafiq

    saya mau nanya kalau haidrah nasabnya dari mana yah. dan dari golongan mana. satu lagi ibu saya bermarga assyiri itu dari mana yah

  22. 22 Yana

    maaf, saya jawa keturunan pakistan. tersinggung juga dengan kata-kata yehezkiel ini!! dasar bangsat yahudi arab!!! Hakikatnya kalian keturunan orang2 bejat……

  23. 23 yehezkiel

    Ha..ha..ha… yana..yana, gitu aja kok repot :) Ayo Fadel mana suaramu. teruskan..Hancurkan :) :) mana orang2 arab ko diam saja!!! Fadel.. sudah sampai dimana pembahasan. Tuh.. ada yang tanya, dari marga assyiri dan Haidrah.

  24. 24 Syahla

    Kenapa kalian benci sama orang arab, Kalian iri ya, karena mereka keturunan nabi-nabi. Kalian kan punya maha patih gajah mada, ken arok dll, bahkan kalian punya gatot kaca kenapa kalian tidak membanggakan mereka saja…!!! malah memaki-maki kami!!! :(

  25. 25 aboe azka

    masya Allah bukan ini yang ana harapkan, hei netter sekalian katanya jangan asobiah ternyata pribumi sendiri yang asobiayah, inget tidak semua keturunan arab berpola fikir seperti itu, dan warga pribumi juga tidak sebeat pemikiran anda banyak warga pribumi yang lebih mengerti arti perbedaan keturunan warga negara dan bukan malah membawa2 kearah saling menjelekan, ITTAQILLAH, semua sama saja mau keturunan arab, india pakistan, sunda, jawa dalain-lainnya mempunyai 2 sisi yang bertentangan, yaitu fujuroha wa taqwaha. jadi diskusi ini jangan dicemari oleh orang-orang perfikiran pendek yang hanya mementingkan pribadi. saya menulis ini karena semata berbenturan dengan aqidah islamiyah yang perlu diskusi yang lebih rasional dan berdasar

  26. 26 jammaah_islamiyah

    yehezkiel kie onok onok ae ..

  27. 27 jammaah_islamiyah

    Syahla, sebenarnya ini bukan orang2 yang iri terhadap kalangan arab, apalagi atas alasan bahwa mereka keturunan nabi2. Yahudi itu juga masih keturunan beberapa nabi tapi kok kayaknya ndak ada yang ngiri terhadap mereka karena status itu, kecuali ngiri karena penguasaan mereka terhadap teknologi dan peradaban zaman sekarang, yang notabene mayoritas di ujungnya selalu ada yahudi yang berkuasa.

    Yang dibahas adalah tentang sifat, watak, dan ekslkusivisme sebagian banyak (bukan seluruhnya) dari kalangan jammaah di indonesia yang notabene memang terlihat seperti itu. Semua bermula terutama dengan alasan nasab alawiyyin. Nasab nabi2.

    Itupun yang mengatakan seperti ini bukan hanya kalangan ajam, ahwal, pribumi, tapi juga tidak sedikit jammaah dan muwallad sendiri yang mengatakan sedemikian. Coba scroll komen2 di atas, beberapa komen senada berasal dari kalangan muwallad sendiri. Sesekali kalo ente blogwalking ke blognya beberapa anak2 jammaah juga akan dijumpai komentar2 senada.

    Okelah, anggap saja bahwa alawiyyin itu memang benar2 keturunan Rasulullah, dan pendapat aboe azka adalah salah. Trus, kenapa? Apa Alawiyyin yang keturunan Rasulullah itu mau menguasai bumi? Dan menjadi orang yang paling berhak dimuliakan di muka bumi? Kemudian orang2 selainnya adalah orang2 yang lebih di bawah derajatnya?

    Mari kita hindari ekslkusivisme golongan seperti ini, Syahla. Lihat surat Jumu’at dan beberapa ayat lainnya. Kaum Yahudi diazab karena ekslusivisme mereka, di mana mereka menganggap mereka paling benar, dan menganggap bahwa surga Allah hanya untuk mereka, dan bukan untuk kaum lain.

    Nasab memang menjadi salah satu faktor kemuliaan seseorang di mata orang lain, tapi tidak di mata Allah. Nasab juga menjadi salah satu dari 4 faktor yang diperhatikan ketika meminang seseorang, tapi bukan faktor prioritas. Nasab bukan penentu nasib seseorang. Nasab tidak menjamin dia lebih dirahmati dan dimuliakan Allah. Nasab setinggi apapun, tidak menjamin dia masuk surga.

    Apa belum cukup nash tentang hubungan nasab dan izzah seseorang ini dalam Al-Qur’an?
    Putra kandung Nabi Nuh yang ditenggelamkan Allah, Istri nabi Luth yang dicap Allah bukan termasuk kalangan yang selamat, Putra2 nabi Ya’qub saudara tiri Yusuf yang mengadakan makar superkeji di kala Yusuf kecil dan masih juga menjelek2kan Yusuf ketika mereka sudah besar di hadapan Yusuf sendiri serta membohongi orang tua mereka, meskipun kemudian mereka dimaghfirah.

    Bahkan kalau sekarang masih ada orang yang begitu ghulu karena merasa kerabat Rasulullah, dia harus melihat profil Abu Thalib, yang mempertaruhkan nyawa dan keselamatan keluarga demi perjuangan Rasulullah di masa awal dakwah yang superberat, namun akhirnya dia mendapat tempat di neraka karena belum bersyahadat. Neraka, sama sekali bukan tempat orang2 yang mulia. Lihat juga beberapa orang penguasa dari keturunan dinasti Umayyah, orang2 keturunan sahabat yang masih dekat masanya dengan nabi, mereka membantai Ulama2 besar seperti Imam Hanbali.

    Tidak ada yang hebat dengan status keturunan nabi2 ini, syahla. Allah menjanjikan kemuliaan lebih tinggi bukan kepada keturunan nabi2, tetapi kepada orang2 yang lebih bertakwa dari kalangan arab dan ajam.

    Tidak ada yang memaki2 bangsa arab, syahla. Tetapi orang2 itu justru mengingatkan agar orang2 alawiyyin berperilaku dan bersifat selayaknya mereka keturunan nabi. Tidak tinggi hati, tidak berperilaku menyimpang, berinteraksi dan berbicara dengan pribumi dengan adat kesopanan pribumi yang lazim, harim2 dan halati2nya tidak bertabarruj dengan membiarkan rambut terbuka dan berpakaian ketat membentuk tubuh, tidak memandang rendah orang lain, tidak membatasi diri dalam pergaulan, baik dalam internal jammaah sendiri maupun dengan pribumi.

    Di negeri ini, orang2 arab mendapat perhatian khusus karena mayoritas penduduknya adalah muslim, ditambah lagi orang2 arab itu kemudian mengaku sebagai keturunan nabi. Jadi selayaknya orang2 arab itu bisa menempatkan posisi mereka sebagai figur muslim yang baik.

    Untuk urusan pernikahan, tidak masalah jika hanya menerima pinangan sesama jammaah. Tetapi bukan atas dasar karena calon dari pribumi dianggap lebih rendah. Lagipula pernikahan silang dengan pribumi itu juga kadang akan ada masalah kultur nantinya. Yang harus dicatat adalah, bahwa pernikahan internal ini sama sekali bukan syari’at. Ini hanya tradisi.

    Begitu, Syahla. Allahu a’lam. Alafu kalo ada salah.

  28. 28 olo

    bagaiman dengan marga arab yang keturunan yahudi ada g? klo ada apa aje???

  29. 29 faisal

    ass. ana ikut gabung. nama ana faisal ana punya marga dari hadralmaut abid (al-abid)
    ana tidak tau banyak mengetahui tentang kakek ana karna beliau meninggal 1942 beliau datang ke indonesia rombongan terakhir mungkin. sekitar tahu 1925 jadi beliau tidak terlalu lama hidup di indonesia beliau punya keturun 5 anak sewaktu beliau meninggal
    anak beliau masih berumur 2thn 4 thn 6 thn 9 thn dan 14 th kurang lebih segitu umur anak beliau jadi kurang paham tentang asal muasal orang tua.
    yang 14 thn sempat beliau kawinkan. jadi kami tidak terlalu banyak mengetahui riwayat kakek kami. cuman yang saya tau dulu bangsa/fam kami ini berasal dari maroko/afrika utara. cuman itu aja mungkin ada teman 2 yang bisa bantu. untuk cari info adakah bangsa Al-abid ini di Hadralmaut. kalau ada diwilayah mana apa tarim. seyun.

  30. 30 faisal

    Ass. sebenarnya memang ada hadist rasullah mengenai kita untuk mencari asal keturunan kita supaya menambah keimanan,silaturrahmi sebagai pintu rejeki mingkin ada sebagian untuk di banggakan yang pada akhirnya membawa keriaan bangga diri dll yang justru menjauhkan kita pada ke imanan dan silaturrahmi. sebenernya sama aja di indonesia juga ada marga yang secara langsung diakui mereka seperti marga batak dll.
    ada juga yang tidak terakui semisal : amat pojok misalnya karena rumahnya di pojok
    jadi untuk membedakan dengan amat yang lain ada lagi embel2 dibelakang. semisal amat pojok punya anak dapat dipastikan supaya orang atau ayahnya pasti di tambah pojok.
    jadi sebenarnya itu yang terjadi di bangsa arab. yang penting kita sesama muslim jangan saling merendahkan. menghina dan mencaci. toh sekecil apapun perbuatan kita bakal ada ganjarannya. mohon maaf kalau saya telalu berlebihan. mudah mudahan kita diberikan hidayah dari Allah SWT. amin saya berharap blok ini menjadi pintu silaturrami kita sesama umat muslim. Wss

  31. 31 Saad Muhammad

    Gafur nt benar, saya juga tidak setuju dengan perlakuan rasis seperti itu, semua mahluk di mata Allah SWT itu sama,..dan SAY NO TO RASIS!

  32. 32 gafur2008

    Saya harap saudara - saudara Jamaah mau mengerti.

    Saya sudah tidak cuma bicara, tetapi menyaksikan betapa hal tersebut diluar imaginasi saya terhadap para keturunan arab.

    Setiap hari, setiap detik, setiap jam, jutaan ummat muslim pribumi memberikan penghormatan yang luar biasa terhadap Nabi Besar Muhammad, S.A.W beserta para sahabatnya melalui shalawat dan lain-lain.

    Saya pikir bangsa pribumi sudah terlalu bahkan lebih dari cukup dalam urusan penghormatan terhadap para keturunan arab. tetapi memang rasa tinggi hati itulah yang menyebabkan para jamaah berperilaku seperti itu.

    Sebetulnya tidak masalah dengan “nasab ataupun marga”, tetapi diskriminasi yang diakibatkan oleh nasab itulah yang menyakitkan.

    Yang saya perhatikan. Bangsa keturunan arab bisa lebih menghormati bangsa - bangsa keturunan lain dari pada bangsa pribumi. dan kalaupun harus kehilangan nasab mereka tidak terlalu ribut/mempermasalahkan, seperti pernikahan wanita keturunan arab dengan pria keturunan india.

    Keturunan arab bisa berperilaku baik terhadap bangsa lain seperti pakistan, india, tamil, barat/bule, dll. tetapi bagaimana dengan bangsa indonesia????????

    Saya punya teman wanita keturunan arab, ia sampai tersiksa perasaannya karena terus menerus dipaksakan untuk dijodohkan/dinikahkan oleh orang jamaahnya oleh kakaknya sepupunya sendiri, ia sampai tidak tahu harus berbuat apalagi. Tak ada yang bisa menolong dia. Jika ada diantara saudara yang mengaku jamaah dan memiliki itikad baik untuk merubah citra keturunan arab, ada baiknya anda segera menolong kawan saya tersebut sebelum terlambat.

    Kawan wanita saya itu seorang yatim piatu, tetapi apa yang dilakukan keluarga sepupunya benar benar diluar batas kemanusiaan. Sampai-sampai hak warisannya saja dirampas darinya.

    APAKAH ADA KAWAN YANG BISA MEMBANTU……????

  33. 33 saad

    insyaallah gue bisa bantu, tapi d mana posisix,? n aq d minta bantuan gmana?

  34. 34 saad

    Dmna posisinya bos.

  35. 35 Jet Lee

    Mbak syahla yang cantik, bukannya km merendahkan kalian. mana ada Nabi-nabi dari Yaman. Setahuku hanya satu. yang keturunan nabi-nabi ini hanya bangsa Yahudi dan mereka hidup didaerah syams yang diberkati damaskus sekitarnya. Baca Qur’an dong…

    Aduh…. malu ah. Mana ada nabi mau makan batu. Hadhramaut itukan batu melulu. Itulah sebapnya hati mereka “KERAS SEPERTI BATU”. Adakah Nabi lain di Hadhramaut selain Nabi Hud a.s.???

    Tapi kenapa kalian SUKU BATU merasa lebih tinggi dari bangsa kita yang begini nyaman, tidak kepanasan, baik hati. sopan, wanitanya berkulit putih mulus, cantik-cantik lagi… bikin ngiler badwy-badwy padang gurun.

    Catatan: Hasil survey membuktikan onta-onta lebih bersemangat sama wanita kita. Sekiranya negri Arab itu berdekatan dengan negri kita tentu dalam waktu satu abad saja seluruh bangsa arab akan musnah. Akan tercipta satu bangsa baru, yaitu Malayu Musta’ribah :) ataw Malayu yang di arabkan. (contoh: hal ini telah terjadi pada bangsa mesir) Ya… mereka tidak murni arab lagi. sebap ibu-ibunya Desi Ratnasari, Agnes monika, inul daratista…..

    Jangan ente-ente menyalahkan ana… istilah ini kan ente yang buat.

    Ini mengikuti istilah yang mereka buat sendiri. Coba liat di getho-getho arab, pada hakikatnya mereka adalah Malayu Musta’ribah tapi mereka tidak mau mengakuinya. “BAHKAN MEREKA MENAMPAKAN DIRI MEREKA SEBAGAI BANGSAWAN ARAB DAN TERKESAN LEBIH ASLI DIBANDING ARAB ASLI.

    Ada contoh kecil mengenai al-Kathiri atau al-Katsiriy. Yang dikenal sebagai negarawan, golongan ningratnya arab klan bangsawan bersenjata. Ada Al-katiri-al-katiri yang mengaku-ngaku sebagai golongan sultan hanya karena marganya AL-KATSIRIY. setahu kami Keturunan King Abdullah “abu tuwairiq” yang ada di indonesia hanya satu keluarga di Gorontalo yaitu dari keluarga Muhsin al-Katsiri, salah satu anak darinya ini adalah Guru besar Fakultas kedoteran Unhas…tanyakan saja pada mereka….dan paman kami menyaksikan sendiri dari dokumen-dokumen, mereka surat-surat wasiat dan sebagainya. Jadi jelaslah yang lainnya yah… paling-paling pedagang-pedagang, bahkan ada juga gembala kambing kok… Maaf yang diatas jangan tersinggung….

    Hal ini juga berlaku pada alawiyyin, tidak semua mereka adalah ulama…. Masuk akalkah ada golongan pedagang.. pedagaaaaaaaaaang semua, golongan budak… budaaaaaaaaaaaaak semua. golongan pegang senjata..pegang senjata semua. Lantas bagamana dengan zaidiyah yang selalu duel kungfu dengan kathiri itu???? apa anda berfikir mereka hanya memegang pisang…??? Sampai sekarang duel pedang ini terpelihara dengan asyiknya oleh suku-suku lain dinegri yaman. Bahkan duel-duel ini semakin ditingkatkan dengan Bom-bom yang diameternya seperti pilar masjid istiqlal. Hihh… ngeriiii

    Ketahuilah pada tahun 1946 Liga Arab telah mendefinisikan seorang “Arab” sebagai yang berikut:

    “Seorang Arab ialah seseorang yang berbahasa Arab, hidup dalam negara berbahasa Arab, yang bersimpati dengan semua aspirasi orang berbahasa Arab”.

    Jika kita mengikuti definisi ini maka yang tertinggal dari mereka hanya satu. Duanya lagi, “BERBAHASA ARAB DAN HIDUP DI NEGARA ARAB” tidak mampu mereka penuhi. Bahkan tidak jarang banyak dari mereka belajar mengaji pada Ustadz-ustadz Ajam.

    yah….
    Malam tlah sunyi…tlah sunyi senyap…
    Embun akan jatuh.. akan jatuh lembap…
    Lampu telah mati, tlah kelipkelap
    Pena tlah penat… tlah banyak yang sesat…

    MAAFKAN AKU SAUDARAKU, SUNGGUH AKU MENCINTAIMU… TAPI APA DAYA, AKU HARUS MEMBUNUHMU

  36. 36 gafur2008

    Buat yang punya itikad baik membantu kawan saya
    silahkan hubungi melalui email. [gafur.zones2007@gmail.com]

    alamat rumah kawan saya :
    Jl. Gudang Peluru Blok B1. No. 26
    Jakarta Selatan

    Saya ingin kawan meyakinkan dia :
    1. Tidak larut dalam keterpaksaan
    2. Ia berhak menentukan jalan hidupnya sendiri
    3. Keluarganya tidak memaksakan kehendak demi kepentingan pribadi
    4. Tidak boleh tindakan yang salah diikuti atas nama takdir
    5. Ia berhak menentukan siapa yang menjadi pasangan hidupnya

  37. 37 Salim

    sekarang kalian debat kusir tentang nasab tapi kalian tidak sadar bahwa keluarga kalian telah dimasuki ajaran yahudi dan nasrani apakah tidak lebih penting bentengi keluarga kalian ,trus apa yang bisa kalian banggakan dan jawab di depan Allah SWT ????mengenai pernikahan yang berdasar nasab bukan hanya orang arab aja yang punya ketentuan tidak menikah dengan golongan lain tapi orang jawa,batak, medan dll juga ada ,mungkin kalian orang2 yang sedikit belajar agama jadi tidak usah berdebat, Sayyidina Ali Ra berkata”Kaum Yahudi dan Nasrani bila meninggalkan ajaran agamanya mereka maju sedang umat Islam meninggalkan ajaranNYA mereka mundur,trus apa kalian sudah mengukur ketaatan dan iman kalian sehingga bisa menghina kaum lain,adakah kalian berdakwah ke daerah terpencil,adakah kalian memperhatikan tetangga kalian yang kelaparan,janda dan anak yatim? ternyata mungkin kaiian kaum yang merugi…..dan untuk jet lee glodok jangan komentar kalau nggak tau sejarah jadi keliatan begonya

  38. 38 moh fadel

    …..dan untuk jet lee glodok jangan komentar kalau nggak tau sejarah jadi keliatan begonya
    ———————-

    Tunjukan bos salim…. silahkan…. ane tunggu….

  39. 39 Moh. Fadel

    Buat bang Jetlee, terima kasih atas makiannya lewat sms. Barusan kemarin malam ane liat tulisannya diatas…. rupanya makian tidak cukup lewat sms…. tapi disini juga…. Urus saja Warnet-nya bang Jet, jangan suka mengintip orang… mengenai pertanyaan anda “adakah Nabi-nabi di Yaman selain Hud a.s. silahkan baca jawaban singkat dibawah ini…. Jika masih mau nanti kami tambah….. Tulisan ini kami buat bukan untuk menyerang orang-orang tertentu. Tapi hanya pembelaan dari kami, anda sendiri yang memulainya….

    ADAKAH NABI LAIN DI YAMAN SELAIN NABI HUD A.S

    Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. [ar-ra’d]

    Nah… Para Rasul punya Istri-istri dan keturunan. Ok…. Next

    Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya Kenabian dan Al-Kitab [al-Hadiid]

    Ayat diatas telah mempersempit arti bahwa Kenabian dan Al-Kitab itu hanya hak bangsa mereka, dan tidak ada pada bangsa lain. Perlu kita ketahui bahwa diantara sumbangan terbesar bangsa-bangsa Semitik ini adalah terhadap perkembangan agama. Judaism, Cristian dan Islam merupakan agama yang diturunkan serta diamalkan oleh bangsa-bangsa tersebut. Beberapa bangsa ada yang mengklaim keturunan Nuh dan Ibrahim silahkan mereka menunjukan bukti, apakah Kenabian dan al-Kitab ada pada mereka? atau adakah agama samawi lain yang lahir diluar Jazirah Arabia ???

    Para Rasul ini kebanyakan disebut dalam bentuk Jama’

    Kaum ‘Aad telah mendustakan para rasul. [Qs.Asy Syu’araa’ :123]

    Dan ingatlah [Hud] saudara kaum ‘Aad yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al-Ahqaaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya .. [Qs.Al-Ahqaaf : 21]

    dan penduduk Aikah serta Kaum Tubba’ semuanya telah mendustakan rasul-rasul [Qs.Qaaf : 14]

    Tubba’ adalah gelar raja-raja Himyar di Yaman. Kaum Tubba’ yang disabut disini adalah orang-orang Himyar Yaman. Al-Qur’an menyebut mereka telah mendustakan Rasul-rasul menunjukan Rasul-rasul telah ada pada mereka.

    Sesungguhnya bagi Kaum Saba’ ada tanda [kekuasaan Tuhan] di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. [kepada mereka dikatakan]: “Makanlah olehmu dari rezki yang [dianugerahkan] Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. [Negerimu] adalah negeri yang baik dan [Tuhanmu] adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi [pohon-pohon] yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr [Qs. Saba’ : 15-16]

    Sebagaimana Himyar [Humair], Saba’ [Sheba] adalah bapak Humair dan Kahlan dan adalah nama nenek moyang dari beberapa kabilah-kabilah Arab modern di yaman yang ada sekarang ini. Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma’rib; bendungan raksasa yang mereka bangun itulah yang membuat negeri mereka subur dan makmur. Banjir yang besar[Sailul ‘arim] yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib menjadikan negeri Saba’ kering dan kerajaan mereka hancur. Pada saat inilah terjadi perpindahan besar-besaran. Mereka terpencar pencar di jazirah Arabia. Ayat inipun menunjukan kenyataan kesinambungan para nabi yang turun pada mereka… jika kita bertanya siapakah nama Nabi-nabi yang turun pada mereka? Al-Qur’an mengatakan:

    .. sebagian mereka ada yang tidak Kami kisahkan kepada engkau” [Qs. al-Mu’min: 78]

    Banyak dari para Nabi ini tidak disebutkan namanya dalam Kitab Suci ini.

    Dan [Kami telah mengutus] Rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. [Qs. an-Nisaa: 164]

    Perlu kita ketahui beberapa nabi bangsa yahudi juga tidak disebut dalam al-Qur’an, seperti; Yehezkiel, Yeremia, Danial dll, namun Musa, Isa a.s ditulis dalam al-Qur’an. Nabi Arab Sholeh (Salih) dari suku Tsamud, Hud dari ‘Aad tidak disebut dalam Alkitab tapi Nabi Syuaib dari Midian (Madyan) tertulis. Nama-nama ini hanya ditemukan dalam Bible. Qohthan dalam khazanah tradisi masyarakat arab selatan dikenal sebagai seorang Nabi [Genesis 10: 26-29], tidak tertulis dalam al-Qur’an. Jika Abir [el-Eber] adalah Hud sebagaimana dikatakan oleh sebagian penulis sejarah tentu anak beliau Hadun bin Hud adalah Qohthan ini, yang menurut authorised version bible, adalah imam bagi berbagai kabilah yang tinggal di Arabia, jika tidak maka tidak berpengaruh dengan tulisan kami ini mengenai nabi-nabi arab. Adalah satu Rahasia dan kebijaksanaan Allah untuk menyembunyikan sebagian mereka.

    .. sebagian mereka ada yang tidak Kami kisahkan kepada engkau” [Qs. al-Mu’min: 78]

    Setelah wafatnya Nabi Hud, putranya diangkat Allah melanjutkan misi dakwahnya sekaligus penerus nasab dan kenabian Hud a.s. Kubur Nabi Hadun dapat anda lihat di kota Do’an, propinsi Hadramaut. Beliau dikubur disatu lembah yang dinamakan Wadi Nabi. Jika anda datang ke Hadhramaut banyak kisah-kisah rakyat disana mengenai nabi ini. Dalam kitab al-Ibriz riwayat dari Syaikh Abdul Aziz ad-Dibagh disebutkan bahwa Nabi Huwaid diutus untuk orang-orang al-Ahqaf [Hadramaut], dan yang dimaksud dengan Huwaid adalah Nabi Hadun bin Hud ‘alaihis salam.

    Ada lagi Nabi Handzolah bin Sofwan a.s. yang dikatakan beberapa mufassirin sebagai Nabi untuk Penduduk Rass [ash’haburrossi]. Ditemukan bukti-bukti keberadaannya di Hadramaut. Sebagian mufassirin lain mengatakan Ash’haburrossi [penduduk rass] adalah kaum Nabi Hadun a.s. Demikian al-Qur’an menyebutkan :

    Sebelum mereka telah mendustakan [pula] kaum Nuh dan Ash’haburrossi [Penduduk Rass] dan Tsamud [Qs. Qaaf : 12]

    dan [Kami binasakan] kaum ‘Aad dan Tsamud dan Ash’haburrossi [Penduduk Rass] dan banyak [lagi] generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut. [QS. al-Furqon : 38]

    Ayat inipula menambahkan “dan banyak lagi generasi-generasi diantara kaum- kaum tersebut” menunjukan bahwa anak cucu merekapun telah dianugrahi kenabian. Di samping itu, dalam Al-Quran, Allah menegaskan bahwa Dia tidak akan menghancurkan suatu umat kecuali telah diutus seorang rasul kepada mereka. Penghancuran hanya terjadi jika seorang pemberi peringatan telah sampai kepada suatu kaum, dan ia didustakan. Allah menyatakan dalam Surat Al Qashash:

    “Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka.. [QS. Al Qashash, : 59]

    Kaum Tsamud adalah anak cucu dari kaum ‘Ad. Bersesuaian dengan ini, temuan-temuan arkeologis memperlihatkan bahwa akar dari kaum Tsamud yang hidup di utara Semenanjung Arabia, berasal dari Selatan Arabia di mana kaum ‘Ad pernah hidup.

    Al-Qur’an menyebut Rasul yang ada pada mereka dalam bentuk jama’ dan menunjukan bahwa telah ada Rasul-rasul sebelumnya hidup sebelum Hud a.s dan sesudahnya. Banyak nabi-nabi yang diutus di Hadramaut dengan adanya bukti-bukti keberadaan umat-umat terdahulu seperti ‘Ad, Tsamud, dan lain-lainnya yang pernah hidup di wilayah Hadramaut.

    Makam Nabiyullah Hud yang panjangnya 16 meter terletak di Inat Hadhramaut dan sampai sekarang menjadi pusat ziarah arab-arab keturunan hadhramaut dari berbagai negara. Makam itu terdapat disamping masjid, kurang lebih 25 Km dari ibukota kesultanan al-Kathiri lama [Seiyun]. Ditempuh dari kota Tarim jaraknya 145 Km. Setiap tahun, tanggal 11 Sya’ban, “al-Qubr Hud” sangat ramai dikunjungi.

    Beliau adalah orang yang paling terpandang nasabnya di antara ummatnya, karena seorang Nabi dipilih dari yang paling mulia kabilahnya, sebagaimana Rasul SAW yang muncul dari kalangan Quraisy yang terhormat. Ziarah Nabi Hud ‘alaihis salam dilakukan sejak zaman dahulu kala sebelum datangnya agama Islam. Dikatakan oleh Ibnu Hisyam, bahwa Nabi Sulaiman bin Da’ud ‘alaihis salam pernah ziarah ke makam Nabi Hud. Dzil Qarnain juga pernah berziarah ke makamnya di Hadhramaut [baca kitab Shaleh al-hamid dalam as-Sa’adah wa al-Khabar fi Manaqib al-Baqusher].

    Sementara Nabi Shaleh a.s yang di utus kepada kaum Tsamud, makamnya terletak dilembah Asy-Syahr.

    Banyak juga diantara kita tidak mengetahui bahwa Nabi Syu’aib [Yithro] dalam sejarah Yahudi dan Kristen adalah Nabi Arabi dan bukan Yahudi. Burton dalam The Gold-Mines of Midian berkata dalam nota kakinya pada mukasurat 332: Gelar Muslim Yitro ialah “Khatib el-Anbiya,” atau Pendeta Para Nabi, berdasarkan kata-kata hikmat yang diberikannya pada anak mertuanya [Keluaran ii. 18] … Sesetengah penulis mengatakannya anak Mikhail ibn Yashjar ibn Madyan; namun mereka dituduh jahil oleh Ahmad ibn Abd al-Halim. Al-Kisai menyatakan bahawa nama asalnya ialah Boyun; yang elok orangnya, namun kurus dan kecil; amat bijaksana, dan pendiam. Pengulas lain menambah bahwa dia tua dan buta. Dalam “Berakhoth,” Yitro [Syu’aib] bukan orang Yahudi, atau orang asing, yang bergabung dengan Israel atas sebab perbuatan baik mereka.

    Orang Arab memanggil Yitro dengan Sho’aib. Para sarjana Islam menjelaskan sesuai Hadits jumlah Nabi itu ada 124.000. Syaikh al-Akbar Muhyi al-Din Ibn al-Arabi [560H/638H], dalam kitab Fusus al-Hikam mengatakan Khalid bin Sinan sebagai nabi Arab terakhir setelah Isa a.s dan sebelum Nabi kita SAW.

    Anda mengatakan lewat SMS bahwa Ibrahim dan Ismail dan Bangsa Yahudi yang mengajari orang arab Naik Haji….. Mengenai naik haji…. apakah bangsa Yahudi punya tradisi naik haji ke makkah sehingga orang-orang arab harus mempelajari dari mereka??? atau apakah yahudi Bani An-Nadir, Quaynuqa dan Qurayza di Jaman Rasul SAW punya tradisi berputar putar di bangunan batu itu!!!! Jika benar perkataan anda tentu mekkah sekarang juga adalah kota suci umat Yahudi. Apakah Hanya Keturunan Nabat dan Kedar yang berputar-putar disitu??? Jawabannya tentu “tidak”.

    Kota Makkah memiliki nilai tersendiri dengan adanya Ka’bah ini. Sejak dahulu kala kurang lebih dari 2500 tahun sebelum Masehi, tempat ini menjadi tempat persinggahan para musafir yang berkelana dari Yaman. Qur’an juga memperkuat, bahwa bangunan suci itu sudah ada sebelum munculnya Ibrahim [Qs.2:125]. Tatkala Nabi Ibrahim meninggalkan puteranya di sana, Beliau bermunajat:

    “Tuhan kami, aku telah menempatkan sebagian dari keturunanku di lembah yang tak menghasilkan buah-buahan di dekat Rumah Suci-Mu” [14:37].

    Kata “di dekat rumah suci-Mu,” ini menunjukkan bahwa Ka’bah sudah ada sebelum ibrahim a.s dan telah menjadi pusat spiritual bangsa Arab pada waktu itu, baik mereka yang berada di negeri Syam maupun Yaman.

    Diriwayatkan oleh al-Hakim di dalam kitab al-Mustadrak [2/615] : “Dari Atho’ bin as-Sa’ib dari Abdurrahman bin Sabath, berkata; “Sesungguhnya tidak dihancurkan suatu umat kecuali nabinya telah datang ke Mekah, beribadah disana hingga meninggal…..”. Ini merupakan nash dengan lafadz dan makna ’aam, yang dapat dikhususkan [di-takhsiish] dengan atsar Ibnu Ishaq di kitab al-Mubtada’ dan juga Ibnu Asakir dari Urwah bin Zubair dalam kitab at-Tarikh. Menanggapi hal ini, Ibnu Hisyam dalam kitab at-Tijan mengatakan bahwa, “SESUNGGUHNYA HUD A.S DAN ANAK-ANAKNYA PERGI BERHAJI, KEMUDIAN SETELAH ITU KEMBALI KERUMAH MEREKA DI HADHRAMAUT……” .

    Banyak kita yang belum mengetahui bahwa PENGHORMATAN DAN BERHAJI KE KA’BAH ADALAH TRADISI ARAB KUNO demikian juga sebagian besar dari manasik haji itu sendiri. Sebagaimana penghormatan terhadap hari Jum’at yang dulu biasa disebut oleh orang Arab sebagai “Yaum al-Urubah’ [Hari bangsa ‘Arab] dan penetapannya sebagai hari perjamuan dan berhias, itulah sebapnya kita melihat beberapa orang-orang arab biasanya hari jum’at mengundang teman-temannya, tetangga dsb untuk makan dirumahnya. Ini adalah tradisi dari masa lalu mereka. Sampai sekarang mungkin kalau kita pernah ke negara-negara arab kebiasaan ini masih dapat kita lihat. Begitu banyak tabiat mulia dari bangsa yang anda anggap jahat ini, tampaknya sejarah yang ditulis penulis-penulis sekarang tampa sadar telah memutar balikan fakta. Seolah-olah bangsa ini bangsa biadab, kejam dan tidak berperikemanusiaan. Tradisi Arab membunuh anak-anak perempuan itu dasar riwayatnya dari mana??? “MEMBUNUH PEREMPUAN SAMA DENGAN MEMBUNUH DIRI SENDIRI? Coba lakukan itu terhadap suku anda sendiri, dalam rentang 40 tahun saja anda dan suku anda akan terkubur lenyap tampa bekas….. dan hanya bangsa gila yang melakukan hal seperti ini….

    Mengenai kenabian yang selalu turun pada bangsa arab itu karena Tuhan sayang pada mereka. Hanya pada bangsa arab-lah Tuhan berbicara langsung, melalui nabi-nabi. Bukankah ini satu anugrah dan nikmat yang besar? Sejarah mereka selalu dikawal dengan kenabian…

    Makanlah olehmu dari rezki yang [dianugerahkan] Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. [Negerimu] adalah negeri yang baik dan [Tuhanmu] adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” [Qs. Saba’ : 15]

    Jika mereka bangsa arab melakukan kejahatan-kejahatan yang besar sehingga perlu diutus Nabi-nabi, apakah bangsa lain tidak melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan mereka? silahkan googling dan baca kejahatan yang dilakukan bangsa-bangsa eropa dan amerika jaman ini. Baca statistik jumlah kejahatan yang terjadi diberbagai belahan dunia…. kriminalitas, tindak asusila, pemerkosaan, homosexsualitas, narkotika, pembunuhan…. wow.. anda akan terbelalak sendiri… Jika bangsa arab dimasa lalu Tuhan menghancurkan bangsa bejat mereka tampa sisa dan hanya menyisakan orang-orang baik saja, ini menunjukan mereka jauh lebih beruntung. Nah…anda sendiri mengetahui kan, bahwa Allah sendiri memilih bibit-bibit yang baik untuk ditanami, untuk berbuah dan bertunas… apalagi orang arab :)
    Penghancuran bangsa arab adalah “SATU KEBERUNTUNGAN” Ya… saya bangga dengan ayat ini:

    “Kaum ‘Ad pun telah mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyat-nya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari yang naas terus-menerus.” [QS. Al Qamar, 54: 18-20]

    “Adapun kaum ‘Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati berge-limpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).” [QS. Al Haaqqah, 69: 6-7]

    Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami [QS. Huud]

    Ini artinya nenek dan kakek kami selamat, karena itu ‘AKU ADA”. Kaum Quraisy-pun hampir dihabiskan Allah sekiranya mereka tidak beriman, karena itu Mas Faisal Bafadhl pun ada. :) Ya… ini adalah karunia dan rahmat Allah, artinya Allah tidak mau menyisakan pada bangsa Arab bibit-bibit dari keturunan-keturunan jahat.

    dan [Kami binasakan] kaum ‘Aad dan Tsamud dan Ash’haburrossi [Penduduk Rass] dan banyak [lagi] generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut. [QS. al-Furqon : 38]

    Ya Allah begitu baik dan pemurahnya Engkau….. yang langsung menghukum kami jika kami bersalah.

    Bencana yang terjadi dinegara-negara arab sekarang ini lebih banyak karena prinsip (suny-syi’ah, islam-yahudi dll), tapi apa yang terjadi ditempat lain….. biar anda saja yang menjawabnya. Lantas kenapa pada mereka tidak diturunkan nabi-nabi??? Hanya Allah yang tau….

    Allah lebih mengetahui dimanakah sebaiknya menempatkan risalah agamanya.

    Harus kita akui bangsa arab memiliki karakter yang keras, kukuh dengan pendirian, keras kepala, sulit dirubah. Ini karena jika mereka telah memegang satu prinsip mereka akan pegang hal itu dengan teguh. Mereka gampang marah dan bertengkar tapi gampang juga memaafkan. Jika mereka menerima dalil dan hujah yang kuat dan dapat mengalahkan dalil-dalil mereka, mereka akan dengan cepat berbalik menerima. Kalau kita mau menghitung akan kita dapati begitu banyak tradisi-tradisi Arab yang diambil dan disempurnakan oleh Islam, diberi karakter-karakter baru dan diamalkan oleh bangsa-bangsa ajam.

    Pernyataaan anda lewat sms bahwa Nabi Ismail orang Yahudi…. dasar riwayatnya dari mana?? bahkan bapak sejarah Yahudi sendiri tidak mengklaim seperti ini.

    ….. tetapi kalau orang-orang Arab, mereka mengkhitan (menyunat) setelah usia 13 tahun, karena Ismael, pendiri bangsa mereka, yang dilahirkan untuk Abraham dari sang selir, dikhitan (disunat) pada usia tsb….. [Antiquities of the Jews Book 1 Chapter 12 by Josephus]

    Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan [pula] seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri [kepada Allah] dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini [Muhammad], beserta orang-orang yang beriman [kepada Muhammad], dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman [Qs. Ali ‘Imran 67-68]

    Di masa Nabi Ibrahim, Ismail dan Ishaq tidak ada suatu masyarakat yang disebut Yahudi. Bapak Nabi Ibrahim sendiri bukan Yahudi, melainkan orang Aramic. Banyak juga orang Islam tidak tahu bahwa keturunan Ibrahim melalui Istrinya Keturah dan sebagian keturunan Ishaq a.s, Esau [saudara Ya’qub] adalah ‘Arab dan bukan Yahudi…. Hmm… mengenai Nabi Ibrahim dan Ismail yang yahudi ini tampaknya membuang-buang waktu saja menjawab anda. Tanyakan pada diri anda sendiri, anda lebih mengetahuinya dibanding kami.

    TEMUAN ARKEOLOGIS DARI KAUM TSAMUD

    Dari berbagai kaum yang disebutkan dalam Al Quran, Tsamud adalah kaum yang saat ini telah banyak diketahui keberadaannya. Penduduk Al-Hijr yang disebutkan dalam Al-Quran diperkirakan adalah orang-orang yang sama dengan kaum Tsamud. Nama lain dari Tsamud adalah Ashab al-Hijr. Jadi kata “Tsamud” merupakan nama kaum, sementara kota Al-Hijr adalah salah satu dari beberapa kota yang dibangun oleh kaum tersebut.

    Ahli geografi Yunani, Pliny menulis bahwa Domatha dan Hegra adalah lokasi tempat kaum Tsamud berada, dan kota Al-Hegra inilah yang menjadi kota Al-Hijr saat ini.

    Sumber tertua yang diketahui berkaitan dengan kaum Tsamud adalah tarikh kemenangan Raja Babilonia Sargon II [abad ke-8 SM] yang mengalahkan kaum ini dalam sebuah pertempuran di Arabia Selatan. Bangsa Yunani juga menyebut kaum ini sebagai “Tamudaei”, yakni, “Tsamud”, dalam tulisan Aristoteles, Ptolemeus, dan Pliny. Sebelum zaman Nabi Muhammad SAW, sekitar tahun 400-600 M.

    Dalam Al Quran, kaum ‘Ad dan Tsamud selalu disebutkan bersamaan. Lebih jauh lagi, ayat-ayat tersebut menasihati kaum Tsamud untuk mengambil pelajaran dari penghancuran kaum ‘Ad. Ini menunjukkan bahwa kaum Tsamud memiliki informasi detail tentang kaum ‘Ad.

    “Dan [Kami telah mengutus] kepada kaum Tsamud saudara mereka Shalih… [QS. Al-A’raaf, 7: 73]

    Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti [yang berkuasa] sesudah kaum ‘Ad dan memberi-kan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah….” [QS. Al A’raaf, 7: 73-74]

    Nabi Shalih memerintahkan untuk mengingat kejadian kaum ‘Ad dan mengambil peringatan dari mereka. Kaum ‘Ad diperintahkan untuk mengingat kejadian yang dialami kaum Nabi Nuh yang pernah hidup sebelum mereka. Sebagaimana kaum ‘Ad mempunyai kaitan penting untuk sejarah kaum Tsamud, kaum Nabi Nuh juga mempunyai kaitan penting untuk sejarah kaum ‘Ad. Kaum-kaum ini saling mengenal dan jelas berasal dari garis keturunan yang sama. Penyelidikan singkat dari berbagai sumber, bahwa memang terdapat hubungan yang sangat kuat antara kaum Tsamud dan kaum ‘Ad.

    Britannica Micropaedia menuliskan tentang orang-orang ini dalam sebuah tulisan berjudul “Tsamud”: Di Arabia Kuno, suku atau kelompok suku tampaknya telah memiliki keunggulan sejak sekitar abad 4 SM sampai pertengahan awal abad 7 M. Meskipun kaum Tsamud berasal dari Arabia Selatan, sekelompok besar tampaknya pindah ke utara pada masa-masa awal, secara tradisional berdiam di lereng gunung [jabal] Athlab. Penelitian arkeologi terakhir mengungkapkan sejumlah besar tulisan dan gambar-gambar batu tentang kaum Tsamud, tidak hanya di Jabal Athlab, tetapi juga di seluruh Arabia Tengah.

    Tulisan yang secara grafis mirip dengan abjad Smaitis [yang disebut Tsamudis] telah diketemukan mulai dari Arabia Selatan hingga ke Hijaz. Tulisan itu, yang pertama ditemukan di daerah Utara Yaman Tengah yang dikenal sebagai Tsamud, dibawa ke Utara dekat Rub’al Khali, ke selatan dekat Hadhramaut serta ke Barat dekat Shabwah.

    Ada kenyataan penting bahwa banyak peninggalan kaum Tsamud ditemukan di daerah tempat kaum ‘Ad pernah hidup, khususnya sekitar bangsa Hadhram, anak cucu ‘Ad mendirikan ibu kotanya. Keadaan ini menjelaskan hubungan kaum ‘Ad dan Tsamud yang disebutkan dalam Al-Quran. Hubungan tersebut diterangkan dalam perkataan Nabi Shalih ketika mengatakan bahwa kaum Tsamud datang untuk menggantikan kaum ‘Ad :

    “Dan [Kami telah mengutus] kepada kaum Tsamud saudara mereka Shalih. Ia berkata; ”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain-Nya…. Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti [yang berkuasa] sesudah kaum ‘Ad dan memberikan tempat bagimu di bumi.” [QS. Al A’raaf, 7: 73-74]

    Dari Al-Quran diketahui bahwa kaum Tsamud adalah anak cucu dari kaum ‘Ad. Bersesuaian dengan ini, temuan-temuan arkeologis memperlihatkan bahwa akar dari kaum Tsamud yang hidup di utara Semenanjung Arabia, berasal dari Selatan Arabia di mana kaum ‘Ad pernah hidup.

    Dua ribu tahun silam, kaum Tsamud telah mendirikan sebuah kerajaan bersama bangsa Arab yang lain, yaitu kaum Nabatea. Saat ini di Lembah Rum yang juga disebut dengan Lembah Petra di Yordania, dapat dilihat berbagai contoh terbaik karya pahat batu kaum ini. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran, keunggulan kaum Tsamud adalah dalam pertukangan.

    Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah…. [QS. Al-A’raaf, 7: 74]


    Dapat kita tarik kesimpulan bahwa Suku-suku Himyar, Kahlan, Kindah, Rabiah, Mudhar, Quraisy dan puak-puak Yahudi [bukan Yahudi yang sekarang] berasal dari satu leluhur, berasal dari darah yang sama, dimana sejarah mereka selalu dipenuhi dengan Nabi-nabi, dan kuasa ini berjalan dan berputar diantara mereka. Dan pertanyaan adakah Nabi lain di Yaman selain Hud??? atau Bangsa Yahudi saja yang melahirkan Nabi-nabi telah dijawab oleh keumuman ayat ini:

    Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya Kenabian dan Al-Kitab [al-Hadiid]


    Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.” [QS: Al Hasyr 10].

  40. 40 adoe

    Ass Wr Wb

    Wahai Saudaraku…

    ketahuilah bahwa seseungguhnya Semua Manusia sama Derajatnya dimata Allah

    SWT dan Rasulnya yang membedakannya adalah ahlaknya…..

    apabila saudara2 ku ada yang mengamini Kasta2 tesebut diatas.. Berarti anda2

    sekalian mengamini juga bahwa Allah Swt Tidaak adil… sedangkan saudara2ku

    ketahui bahwa Allah SWT Maha ADIL

    wassalam

  41. 41 sam

    ehemm..
    ini buat komen ke moh fadel, ana rasa nt disini sok tau dengan menggoblok-gobloklan orang lain.
    pertama nt bilang semua nasab nabi bersambung ke nabi hud, nt salah besar. nabi hud adalah bapak dari arab gahtan sedang nabi muhammad adalah arab adnan yang bapaknya adalah nabi ismail.
    kedua, munculnya istilah ibrani bukan dari nabi hud tapi dari nabi ibrahim, karena ibrahim adalah bapak 2 orang bangsa, yaitu arab adnan dan yahudi
    ketiga, tidak satupun kabilah yang tidak ikut melahirkan nabi muhammad, what a joke? muhammad itu dari quraisy, quraisy dari mudhar, mudhar dari adnan. nt harus tau klo rabiah itu sodara mudhar, jadi dia tidak ikut melahirkan muhammad, sedang yaman yang nt maksud adalah arab gahtan yang berinduk kepada nabi hud, i tell u one more time, nabi muhammad tidak berbapak ke nabi hud, tetapi ke nabi ismail yang akhirnya keduanya bertemu kepada sam/shem bin nuh, putra nabi Nuh as.
    dan klo nt bilang arab itu pada hakikatnya yahudi nt salah besar, karena yang diakui sebagai arab itu hanyalah Ismail as dan Hud as kebawah, sedangkan yang diakui sebagai yahudi hanyalah Israel as atau nabi yaqub. klo nt bilang nya sodara, masih bisa diterima.

  42. 42 gafur2008

    lumayan nih bacanya. bisa sambil nunggu kiamat.

  43. 43 adnan

    sya cm pgn tau neh klo ade yg mengetahui silsilah keluarga sy tuh sampe kemana…….
    saya
    adnan bin ali bin abdullah bin saleh bin said bin salim basyeri baraba
    syukran

  44. 44 adnan

    ass,..
    spanjang yg sy lihat diindonesia belakangan ine
    mengapa org22 arab sll dimusuhi,
    dan menghinakan kita dg sikap yg tdk sepantasnya
    pdhl sesama islam dilarg bermusuhan ……
    ap mmg smwa org arab itu sm di dpn mt org2 jawa..apa mmg kt prnh melakukan kesalahan kpd mrk,
    apa ada org22 yg sengaja mengkambinghitamkan bangsa arab…
    sehingga yg sy lihat seperti dendam yg berkepanjangan yg jd stempel di dlm pandangan org indonesia…
    kt hidup di negara berdemokrasi
    kt punya uu
    dan setiap org punya ham masing22
    jd berikanlah kebebasan bagi bangsa arab di negeri ine.thx
    dan satu lagi alangkah baiknya kalau org22 arab yang ada di indonesia membuat satu persatuan/perkumpulan yg terorganisir sehingga jd kuat kedudukan arab di tanah air ini.
    ine skdr pemasukan buat org2 arab di jawa0
    syukran….

    adnanbaraba@yahoo.com

  45. 45 Afif Bakarman

    “Barang siapa yang amalnya lambat, membawanya (ke sorga), maka nasabnya tidak akan bisa mempercepatnya (HR Muslim (13/212))

    Dalam Hadist yg agak panjang Rasulullah bersabda:
    “….Wahai Shafiyyah bibi Rasulullah, aku tidak bisa menolong kalian dari murka Allah sedikitpun, Wahai Fatimah binti Muhammad, mintalah kepadaku dari hartaku apa yang kau kehendaki, aku tidak bisa menolong kalian dari murka Allah sedikitpun (HR Bukhari (9/291))

    Orang yg terdekat dg beliau aja gak bisa Beliau tolong, lalu siapa kita?

    Mau ahwal kek, mau Ajam kek, Mau Jamaah kek, Mau Sayyid kek, mau Syaikh kek, mau Qobail kek, Mau singkek kek, yg dihisab nanti amal antum, bukan nasab antum akhi.

    Kepada Ana sendiri & Jamaah, hindari sifat Ta’ashub, jangan kita berperilaku sebagaimana orang jahiliyyah terdahulu. Saling membanggakan Nasab hingga menimbulkan permusuhan dan Perpecahan.

    Sebagaimana yang disampaikan oleh akh Faishal On, “mencari asal keturunan kita supaya menambah keimanan,silaturrahmi”

    Ada beberapa budak dari sahabat nabi yg namanya menonjol, bahkan melebihi sahabat yang nasabnya mulia; Ammar bin Yasir; Bilal bin Rabah; Salman Alfarisi, Lahir pula dari mantan maula/mantan budak seorang ulama salaf bernama Hasan Al-Bashri yang ingin sekali ana bagi kisahnya kepada antum, betapa indah sepak terjangnya dan menggugah hati maqolat2nya; Lahir pula dari mantan budak seorang tabiin yang agung bernama Muhammad bin Sirrin (Ibnu Sirrin) dan mungkin masih banyak deretan orang mulia tanpa berangkat dari nasab yang mulia.

    Semoga menyadarkan kita, menghaluskan kelakar2 kita tentang nasab kita, membuat hati kita tawadhu dan tidak merendahkan orang diluar golongan kita.
    Cukup satu kaum Yahudi yang Rasis, Cukup 1 Hitler yg lahir dimuka bumi.

    Buat orang2 yg diluar jamaah, jangan melihat kami dg kebencian yg tak beralasan, buat alasan yang baik untuk saudara anda sesama muslim, jika memang ada yg tidak berkenan di hati anda.

    Jika anda melihat diantara kami yang membedakan perlakuannya antara Jamaah dan non jamaah, anggap saja kita seperti orang batak/madura/bugis yg merantau di negeri orang, kemudian bertemu. Karena ada kesamaan bahasa dan asal daerah jadi mudah sekali untuk akrab dan terbuka.

    Kita tidak memesan/booking untuk dilahirkan sebagai orang arab, orang jawa, orang bugis, orang madura. Semua terjadi dengan taqdir Allah.

    “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal” (Alhujurat:13)

  46. 46 Afif Bakarman

    Buat akhi Ghafur ana bener2 tersinggung sama ucapan antum, jangan satu kasus membuat anda berhak untuk mengeneralisasi. Ana melihat ada beberapa warga pribumi, Indonesia, memutilasi mayat berulang kali, bahkan ada yg membunuh hingga 11 orang karena harta, tapi itu tidak membuat ana berpikiran bahwa semua pribumi adalah orang sadis. Banyak tetangga ana yang baik. Jangan di gebyah uyah.

    Kalau antum patah hati karena keluarga tidak menyetujui hubungan anda dengan salah satu gadis jamaah, mungkin masalahnya anda tidak tau toto kromonya jamaah, sehingga keluarga tidak ridho dengan anda. Tapi bagi keluarga mana saja (Arab, jawa, Cina, Batak, Bugis, Madura dll) juga tidak boleh memaksakan kehendak kepada gadis untuk menikasi seseorang, karena dia berhak untuk menolak.

  47. 47 HambaAllah

    Assalamu’alaikum Wr Wb…

    Buat yang Jammaah (Arab),
    Apa yang dikatakan Moh. Fadel ada benarnya dan bukan berarti benar semuanya, suku arab memang dimulaikan oleh Allah dengan turunya beberapa nabi kepada mereka dan terutama dengan turunya Nabi kita Muhammad SAW dan Al-qur’an yang berbahasa arab, Dan itu tidak bisa dipungkiri oleh bangsa manapun. Akan tetapi, taukan kalau Allah juga ‘pernah’ memulikan yahudi dan semulia-mulianya? Apa yang mereka minta Allah sering mengabulkan?!
    Dan apa yang kita lihat sekarang dan pada zaman rasulallah terhadap yahudi? mereka dihinakan!!
    tidak hanya itu, setelah zaman Nabi Sulaiman As mereka juga dihinakan dengan dijajah oleh bangsa babylon dan dijadikan sebagain budak kurang lebih 100tahun. Padahal sebelumnya mereka diperbudak di Mesir dan Allah menyelamatkan mereka lewat nabiNya Musa As, dan mereka kembali di perbudak?
    Satu hal yang perlu kita garis bawah disini adalah, Allah menurunkan Qur’an yang dimana isinya lebih dari 50% tentang sejarah. Untuk apa sejarah ini diceritakan oleh Allah kepada Rasulallah dan umatnya (termasuk kita)? apa untuk dibuat dongeng sebelum tidur? apa untuk dikenal saya dari golongan ini dan itu??Atau keturunan ini dan itu?
    Cerita ini diceritakan kepada kita dengan satu garis besar yang harus kita ambil, meskipun banyak hikmah dibalik itu baik yang sudah diketaui oleh ulama’-ulama’ maupun hanya Allah yang tau. Satu garis besar itu adalah bahwasanya kita umat muslim untuk mempelajari ‘resep-resep’ yang dapat membawa kita ke neraka, dan juga yang bisa membawa kita ke surgaNya. (allah humma ja’alna mim ma ya tabi’ sabila ila jannatik).
    Yang intinya agar kita bisa mengerti serta menjahui apa-apa yang mendekatkan kita ke neraka, dan mengenal serta mengamalkan apa-apa yang mendekatkan kita pada surga.
    jikalau orang arab, maka anda bersukur kepada Allah apa yang telah diberikan Allah kepada anda. Saya misalkan ini seperti orang kaya yang diberi Allah kekayaan. Bisakah anda mengunakan karunia Allah dengan apa yang diridhainya? Tidak semua orang kaya, dan Tidak semua orang arab. Jika anda orang arab maka ada satu hal yang anda bawa, yaitu islam dan islam identik dengan arab. Kita anda bermaksiat kepada Allah sama dengan anda merusak citra islam, dan kita anda berbuat baik anda menjaga karunia Allah.
    Sebagai mana yang dikatakan Moch.Fadel bahwasanya kaum Tsamud masih ada keturunan dari nabi Hud As. kalo memang benar. Di sini ada satu pertanyaan besar, kenapa Allah hancurkan mereka padahal mereka keturunan orang-orang baik yang Allah selamatkan? Kenapa Allah Mengatakan kepada Nuh mengenai anaknya “Sesungguhnya dia bukan dari keluargamu(anakmu)”? Padahal dia keturunan langsung dari lima rasul yang digelari ‘Ulul ‘Azmi oleh RabbNya?
    Jadi ketika diri anda tepatkan kepada tempat yang anda pilih, anda akan mendapatkan apa yang anda selayaknya dapat apakan itu kebaikan atau keburukan.

    “Jika kamu bersyukur maka Aku (Allah) akan menambah (nikmat) itu kepada kamu. Dan jika kamu kufr (ingkar) maka sesungguhnya siksaKu amat pedih.” - (Surah Ibrahim, ayat 7)

    Sangat cocok sekali ayat ini jika anda garis bawahi dikehidupan anda dari detik ini hingga akhir nanti. Jika anda merasa keturunan anda itu baik, maka itu nikmat dari Allah anda harus jaga. Kita anda ‘kufr’ kufur tidak harus selalu keluar islam akan tetapi terhadap nikmat juga. Kita kesombongan terbenik dalam hati anda akan nikmat yang anda dapatkan, maka ingat kalimat terakhir dalam ayat itu. Allah sudah memperingatkan, tinggal anda… apakah anda yang diberi telingga untuk mendengar?

    Jadi yang merasa memiliki keturunan arab, nasab bisa jadi kebaikan yang sangat bagus untuk anda dan juga bisa menjadi senjata yang membunuh anda dan diri anda sendiri.

    Buat yang bukan arab,

    Pertama-tama jangan merasa kecil hati, saya umpamakan ini seperti Allah memberi seseorang ketampanan dilain wajah oleh berikan yang kurang menawan. Allah memberikan kekayaan yang berlimpah disamping anda mungkin ada yang tempat tinggalpun tidak pernah memiliki. Allah memberikan kita tubuh, akal dan pikiran yang sempurna kadang kita lihat banyak orang yang hilang salah satu dari kenikmatan itu dari dirinya.

    Semua ini adalah cobaan dari Allah, satu ayat yang sayang ingin berbagi dengan Ikhwani yang bukan arab yaitu firman allah

    “Maka ketika anaknya itu sampai (ke peringkat umur yang membolehkan dia) berusaha bersama-sama dengannya, Nabi Ibrahim berkata: Wahai anak kesayanganku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahawa aku akan menyembelihmu; maka fikirkanlah apa pendapatmu?. Anaknya menjawab: Wahai ayah, jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah, ayah akan mendapati daku dari orang-orang yang sabar.”

    Sungguh tidak adil bagi Nabi Ibrahim and juga Nabis Ismail As sendiri yang masih belia disembelih oleh ayahnya sendiri. Pernahkah anda berpikir sejenak bagaimana perasaan Ismail saat itu???
    Mungkin anda bertanya-tanya apa hubunganya dengan yang kita bicarakan? sangat besar, bukankah kita sedang membicarakan nikmat Allah kepada manusia?
    Tidakah kita menyadari bahwasanya Nabi Ismail As menyerahkan semuanya kepada Allah dan rela jikalau dirinya tidak merasakan hidup lebih lama lagi di dunia yang seperti kebanyakan dari kita sedang rasakan saat ini? nikmat yang lebih diberikan Allah kepada kita panjang umur, ini nikmat lebih dari nikmat dunia apapun walaupun it kekayaan, wanita, atau nasab dll. Karena anda tidak akan merasakan semua itu kalo anda tidak hidup di dunia. Yang dimana nikmat itu hampir Allah cabut dari Nabi Ismail As, walaupun yang akhirnya itu cobaan buat mereka berdua AlaihimaSalam. Satu pelajaran besar bagi yang non-arab yang merasa bahwasanya orang-orang arab menjadi negativ dimata mereka. Yaitu kata-kata Nabi Ismail As ‘ayah akan mendapati daku dari orang-orang yang sabar’.
    Seberapa sabarkah anda dalam menjalani ujian Allah?Seberapa sabarkah kita menjaga lidah-lidah dari pada membicarakan keburukan saudara kita?Seberapa sabarkah kita untuk meluruskan merekah yang salah dan menutupi aib mereka dari manusia?

    Bukankah Syuhaib Ar-rumi, Salman Al-farisi dan Bilal Bin Rabbah yang Rasulallah mendengar terompahnya disurga mereka bukan non-arab? Mereka dihinakan oleh orang-orang arab akan tetapi mereka tidak pernah berlisan yang menadakan keburukan terhadap mereka, mereka didhalimi akan tetapi islam membuat mereka memaafkan saudaranya dan mereka adalah orang-orang yang Allah mulaikan lewat sabda NabiNya. Apa kita sudah merasa bahwasanya prilaku atau kebijakan yang kita ambil terhada saudara kita lebih baik dari pada mereka?
    Kepada saudaraku yang non-arab, shaitan sangat licik jangan beri mereka tempat sekecil apapun di hati anda, sedikit kedengkian dan benci shaitan akan merusak ukhwah kalian.
    Akhir kata saya terhada saudara sayang yang non-arab, banyak manusia yang memiliki kekayaan akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak bersyukur. Jika kita bukan non-arab saya gambarkan ini seperti kekayaan yang Allah berikan kepada kita sangat terbatas, membuat kita merasa kecil dikalangan manusia dan itu membuat kita dekat dan membutuhkan Allah. Dan itu nikmat yang sangat tinggi, kedekatan kepada Allah lebih dari apapun. Apakan anda masih mengharapkan sesuatu yang lebih baik dari itu?

    Wallahu ‘alam bis swab.

    Akhukum fid Din

  48. 48 amudy17

    halah g penting
    bahas ini gda abisnya
    ayoooo bantu palestina aja

  49. 49 amudy17

    http://indo.hadhramaut.info/view/906.aspx

    Syeh Said Al-Amudi “Khizanah Ali Balawi”

    Semenjak bersatunya kedua pemegang bendera tasawuf di Hadhramaut, Al-Faqih Al-Muqoddam dan Syeh Said Al-Amudi, masyarakat menyebut keluarga Al-Amudi dengan sebutan “Khizanah Ali Balawi” (gudang keluarga baalawi) ikatan batin yang begitu erat antara Al-Faqih Al-Muqoddam dan Syeh Al-Amudi menjadikan Syeh Al-Amudi sebagai penasehat dan penopang dalam segala keputusan yang diambil oleh Al-Faqih Al-Muqoddam, termasuk keputusan Al-Faqih Al-Muqoddam dalam “mematahkan pedang” sebagai simbol berpalingnya beliau dari gaya kehidupan masyarakat pada waktu itu menuju “khumul” serta menjauhi kepangkatan duniawi, selain itu pematahan pedang yang dilakukan oleh Faqih Muqoddam juga sebagai simbol mengedepankan ilmu dan amal sebagai dasar pola pemikiran baru yang digagas oleh beliau.

    Penamaan tersebut sebagaimana disebutkan dalam “As-Syamil” karena Syeh Al-Amudi yang menjadi pewaris dan penjaga “sir”nya Al-Faqih Al-Muqoddam, Habib Jakfar dalam qosidahnya yang berisi pujian atas Syeh Al-Amudi berkata :

    فيه مكنون سرنا آل علوي أخبرتنا بذا الثقات شفاها

    Langkah yang diambil oleh Faqih Muqoddam bukan berarti menjerumuskan keturunannya kepada kemunduran dan kebodohan seperti yang difahami oleh sebagian orang, tetapi langkah yang diambil Faqih Muqoddam tersebut merupakan langkah menuju perubahan dalam dua sisi penting dalam kehidupan, yaitu segi politik dan sosial agama.

    Adapun dari segi politik pengarang Sayid Muhammad bin Ahmad As-Syatiri menerangkan secara gamblang dalam kitabnya “Adwar Tarikh Al-Hadrami”, “Bahwa pada masa itu para pembesar dan politikus di Hadramaut, memandang “Bani Alawi” sebagai saingan mereka yang harus diawasi dan diwaspadai gerak-geriknya, hal tersebut sebagaimana terjadi pada nenek moyang mereka pada zaman dinasti Bani Umayah dan Bani Abasiah serta raja-raja lainya, bahkan Faqih Muqoddam menyaksikan sendiri itu terjadi pada kerabat dekatnya, seperti hal yang terjadi pada kakeknya Shahib Marbat (Muhammad bin Ali) yang terpaksa hijrah ke Dzafar karena terror yang terus-menerus dari para pembesar waktu itu, begitu pula kejadian yang menimpa pamanya (Alawi) yang diracun oleh hakim Tarim waktu itu. Oleh karena itu, sikap untuk mempertahankan senjata pada masa itu akan dianggap suatu tantangan bagi mereka yang menganggap “Bani Alawi” musuh dan suatu ketika mesti akan terjadi bentrok antara kedua belah pihak, dan seterusnya hal tersebut akan menjadi rantai balas dendam kepada anak cucu kedua belah pihak dikemudian hari sebagaimana yang terjadi antar kabilah-kabilah pada zaman itu.

    Melihat kenyataan seperti itu Faqih Muqoddam mempunyai pandangan yang jauh ke depan dalam membasmi kemunkaran dari akarnya, maka dipilihnya tasawuf moderat, dan dipilihlah tongkat sebagai pengganti dari pedang yang melambangkan tasawuf.

    Sedangkan dari segi sosial agama, langkah yang diambil Faqih Muqoddam dengan meletakkan senjata dan bahkan mematahkannya merupakan suatu ajakan untuk melepaskan senjata guna menghapuskan adat kesukuan dan mengajak untuk hidup rukun dan damai dalam lingkup keagamaan dan kenegaraan tanpa mempermasalahkan madzhab dan suku, dan senjata sesungguhnya adalah ilmu dan iman, dan ilmu serta iman itulah yang akan menjadikan seseorang pemimpin yang berhasil dalam suatu masyarakat.

    Dari hal tersebut itulah jelas sekali, bahwa pendirian Faqih Muqoddam adalah pendirian seorang yang berani, begitu pula pendirian Syeh Said Alamudi yang selalu menjadi penopang dalam segala keputusan yang diambil oleh Faqih Muqoddam. Kitab-kitab sejarah menyebutkan bahwa patahan pedang serta sebagian peninggalan Faqih Muqoddam berada dan dan dirawat oleh keluarga Al-Amudi sebagaimana diwasiatkan oleh Faqih Muqoddam, hal tersebut juga merupakan adat ulama sufiah dengan memberikan seorang yang akan dipilih sebagai halifah sesuatu baik berupa pakaian atau lainnya, sebagai tanda perpindahan kepemimpinan kepada murid tersebut. Dan peninggalan Faqih Muqoddam tersebut hingga kini masih disimpan dan dirawat di wadi Gidun oleh penjaga maqom Syeh Said Al-Amudi, hal tersebut merupakan suatu lambang atas hubungan rohani antara kedua imam yang dikenal dengan “persatuan menyeluruh” (Toriqoh, ilmu, amal dan pertalian keluarga/besan)

    Tentang hubungan dua keluarga tersebut Sayid Alwi bin Tohir mengatakan : “Keluarga Al-Amudi dan keluarga Baalawi sudah mempunyai hubungan yang erat sejak dahulu, hal tersebut berkat hubungan yang erat antara Al-Qutub Al-gauts Al-Faqih Al-Muqoddam Jamaluddin Muhammad bin Ali Baalawi dan Syeh Al-Kabir Al-Arif billah Said bin Isa Al-Amudi, dan berkah dari hubungan tersebut keluarga Al-Amudi dilimpahi harta yang banyak dan barokah, disamping dianugerahi aqidah yang lurus dan kuat serta hubungan kekeluargaan yang langgeng tidak terputus, hal tersebut sebagaimana diisyaratkan dalam hadits Nabi SAW, “Setiap keturunan dan hubungan kekeluargaan (besanan) nanti di hari kiamat akan putus kecuali keturunanku dan hubungan kekeluargaanku”, hadits ini diriwayatkan dengan maknanya.

  50. 50 Heran

    heran ana, amudy mane ne?
    “hadits ini diriwaykan dengan maknanya.”

    maksudnya gimana? kurang jelas?
    kalo mau tau hadistnya di buku hadist yang mana? Wah, ana pengen baca tuh. Mungkin ada yang lebih tinggi dari bukhari muslim dan kuttubus sittah.

  51. 51 Abdillah

    AHLUL BAIT TELADAN SEMPURNA

    Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT Tuhan semesta alam. Salawat dan salam sejahtera untuk Rasul penghulu umat Sayidina Muhammad saw serta Ahlul Baitnya yang suci dari dosa. Salam sejahtera untuk para sahabat-sahabat yang tulus, ikhlas dalam menghadapi cobaan dan derita dan menjadi teladan demi terwujudnya Panji “La ilaha Illallah”.
    Ahlul Bait adalah sebuah kata yang mana Alllah dan Rasul-NYA memberikan suatu makna khusus, kekhususan ini bukanlah suatu hal yang mustahil apabila Allah Swt berkehendak dan Allah mustahil memerintahkan suatu pengkultusan yang mencemari iman dan tauhid. Kecintaan kepada mereka diperintahkan kepada umat Islam karena Allah sendiri yang memuji mereka dalam ayat-ayat-NYA. Bahkan kecintaan kepada Ahlul Bait termasuk bagian dari kesempurnaan iman dan sebaliknya.
    Sebagain orang yang tidak mengerti cenderung memahami Alul Bait dengan pemikiran yang picik dan tidak sesuai dengan maksud yang sebenarnya. Hal itu disebabkan karena kurang mengenal sejarah Islam dengan baik ataupun sejarah yang sampai kepada kita tidak memberikan perhatian tentang siapa dan mengapa Ahlul Bait. Tidak sahnya shalat tanpa menyebut kemuliaan Ahlul Bait adalah merupakan bukti betapa penting kedudukan Ahlul Bait untuk diketahui dan diperkenalkan kepada segenap umat. Walaupun semua ulama mazhab sepakat mengenai hal ini, tetapi mereka berbeda pendapat mengenai batasan-batasan siapa saja yang termasuk Ahlul Bait.

    “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian, hai Ahlulbait, dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.”(QS. al-Ahzab : 33)

    Itulah keluarga yang disucikan Allah. Itulah Ahlul Bait. Itulah keluarga Nabi Saw. Tapi, siapakah tepatnya Ahlul Bait itu? Siapa saja yang termasuk kategori Ahlul Bait seperti yang dimaksud dalam surah al-Ahzab ayat (33) tersebut?

    Pendapat Para Ulama

    Pemikiran-pemikiran serta tafsir tentang sipakah Ahlul Bait yang termaktub dalam Al-Qur’an al-Karim surah al-Ahzab (33) banyak sekali hingga terbagi ke dalam tujuh kelompok. Jika kita telaah pendapat-pendapat para ulama tersebut, maka kita dapat menyederhanakan pendapat tersebut menjadi tiga kelompok, yaitu:

    Kelompok Pertama: Pendapat bahwa para istri Nabi termasuk Ahlul Bait, baik semata-mata atau bersama Ashabul Kisa atau seluruh Bani Hasyim.

    Kelompok Kedua: Pendapat bahwa yang termasuk Ahlul Bait adalah Ashabul Kisa, juga Bani Hasyim (Yaitu orang-orang yang diharamkan menerima santunan sedekah), seperti keluarga “Abbas, keluarga’Agil, keluarga Ja’far, dan keluarga ‘Ali Karramullahu Wajhah.

    Kelompok Ketiga: Pendapat bahwa hanya Ashabul Kisa saja, Yaitu Rasulullah saw, ‘Ali, Fathimah, Hasan, dan Husein—salawat dan salam sejahtera untuk mereka yang termasuk Ahlul Bait.

    Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari Ummul Mukminin Aisyah ra yang berkata, “Suatu ketika Nabi mengeluarkan selimut dari bulu yang berwarna hitam. Tiba-tiba datanglah Hasan bin Ali, lalu Nabi memasukkan dia ke dalamnya. Lalu datanglah Husein bin Ali dan masuk pula bersama Hasan ke dalamnya. Lalu datang lagi Fathimah. Ia juga masuk ke dalamnya. Lalu datang Ali bin Abi Thalib, dan Nabi pun memasukkan dia ke dalamnya. Kemudian Nabi membaca firman Allah SWT, “Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa dari kalian, hai Ahlul Bait dan membersihkan kalian sesuci-sucinya.”
    Ahlul Bait sepanjang sejarahnya adalah merupakan gambaran sempurna bagi masyarakat Islam yang ideal. Tatanan masyarakat Islam dalam kerangka Ahlul Bait ialah yang meletakkan cinta dalam bingkainya yang agung. Ia menjadi insiprasi dan sumber kekuatan, tetap ada dan terus disegarkan. Ahlu Bait adalah madrasah nubuwwah, kalau masyarakat itu terbentuk dari kumpulan-kumpulan keluarga, maka Ahlul Bait adalah contoh terbaik dari semua keluarga. Cinta kepada Nabi dan Ahlul Bait sudah ada sejak hari-hari pertama dalam sejarah Islam, baik oleh al-Qur’an, oleh Hadis, maupun oleh akhlak dan tingkah laku Nabi dan karena pergaulan yang mesra dengan Rasulullah saw. Hubungan kecintaan ini dikuatkan oleh rasa senasib dan seperjuangan dalam membela Islam. Ajaran-ajaran Nabi menghilangkan asabiyah, rasa kebanggaan suku dan keturunan, sudah berganti dengan persaudaran yang kokoh sepanjang ajaran iman dan tauhid dan terwujudkan dalam kecintaan kepada Ahlul Baitnya.

    Sahabat-sahabat Nabi saw merasa lebih bangga disebut muslim daripada sebutan nama sukunya. Semua mereka mencintai Nabi sebagai pemimpinnya dan Ahlul Bait sebagai pengasuh, sehingga istri-istri Nabi digelarkan “ibu orang-orang beriman”.

    Tidak seorang muslim pun yang dapat meragukan betapa besar cintanya Khalifah Abu Bakar kepada Nabi saw dan Ahlul Baitnya.

    Begitu pula Imam Syafi’i kepada Ahlul Bait sudah umum ketahui orang. Ia mabuk dalam kecintaan ini demikian rupa, sehingga acapkali ia dinamakan Rafidhi. Imam Syafi’i berpendapat bahwa mencintai Ahlul Bait tidak usah diartikan membenci, apalagi mendendam kepada sahabat-sahabat Nabi yang lain.

    Pernah ditanya Imam Syafi’i tentang Imam Ali bin Abi Thalib dalam masa itu. Ia lalu menjawab : “Aku tidak akan berbicara tentang seorang tokoh, yang oleh teman-temannya dirahasiakan sejarah hidupnya, dan oleh musuh-musuhnya disimpan karena amarah. Kecintaan ini meluap-luap tiap masa dan tempat bahkan terdapat dalam kalangan yang memusuhinya sekali pun. Apa inikah sebabnya, maka para pencintanya memenuhi Timur dan Barat ?

    Perintah Mencintai Ahlul Bait

    “ Katakanlah (wahai Muhammad kepada kaummu ), ‘Aku tidak meminta kepada kalian suatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang kepada al-Qurba (Ahlul Bait).QS. Asyu’araa’:23

    Marilah kita membuka al-Qur’an yang menceritakan kejadian para nabi terdahulu tatkala menyampaikan seruan Ilahi kepada kaumnya.

    Nabi Nuh as berkata kepada umatnya : “Dan , ‘Hai kaumku, aku tidak meminta harta benda kepada kalian (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanya dari Allah semata.QS. Hud: 29

    Nabi Saleh as berkata kepada umatnya : “Dan sekali-kali aku tidak meminta upah kepada kalian atas ajakanku itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.QS. Asy-Syu’araa’:145

    Nabi Luth as berkata kepada umatnya : “Dan sekali-kali aku tidak meminta upah kepadamu atas ajakanku itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.QS. Asy-Syu’araa’:164

    Nabi Syuaib as berkata kepada umatnya : “Dan sekali-kali aku tidak meminta upah atas ajakanku. Upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.QS. Asy-Syu’araa’:180

    Dari penjelasan-penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa para nabi terdahulu—sebelum Nabi Muhammad saw—dalam menyampaikan seruan Ilahi, tidak mengharapkan upah dari kaumnya melainkan semata-mata hanya dari Allah, Tuhan semesta alam. Ini berbeda dengan Nabi Muhammad saw. Beliau meminta upah dari umatnya berupa cinta dan kasih sayang terhadap Ahlul Baitnya atas ajaran yang ia sampaikan melalui suatu perjuangan keras yang membutuhkan ketabahan dan kesabaran luar biasa.

    Jadi mencintai Ahlul Bait sama artinya dengan mencintai Rasulullah saw dan pada gilirannya sama artinya dengan mencintai Allah. Teladanilah jejak suci mereka agar kita menjadi umat yang tahu dan pandai bersyukur. Wallahu A’lam.

  52. 52 x2

    jangan suka berlebihan dalam memandang sesuatu, yang benar-benar bersih dari salah itu cuma nabi doang, yang lainnya, apalagi yang ngaku keturunannya bukan berarti lebih hebat dari yang lain. Kita memang selalu memandang orang dari penampilannya saja, kalo udah berjubah pasti di anggap suci, tapi kenyataannya lebih berengsek,lia tuh di daerah jawa, banyak santrinya dan banyak kiayi tapi maksiat jalan teruuussss….!!!!!

  53. 53 Bulan Sabit

    halah g penting
    bahas ini gda abisnya
    ayoooo bantu palestina aja
    —————————/

    AL-AMUDI, TADINYA DIAM.. TAPI UJUNG-UJUNGNYA PAMEEEEEEER!!!!

    SALAM KENAL SEMUA, KENALKAN ANA DARI ‘AT-TAMIMI’ DAN RASULULLAH BERKATA BAHWA “DIAKHIR JAMAN BANI TAMIM YG PALING KUAT MELAWAN DAJJAL”

    HIDUP AT-TAMIMIY!!! ALLOHU AKBAR!!!

  54. 54 poor

    jangan saling bantah
    arab itu bejat

  55. 55 Abdullah Chateeb

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    اخواني الاعزاء
    قال الله سبحانه وتعالى
    يا ايها الذين آمنوا لا يسخر قوم من قوم عسى ان يكونو خير منكم ولا نساء من نساء عسى ان يكن خيرا منكن

    وقال الله تعالى ايضا
    ان اكرمكم عندالله اتقاكم

    ya ikhwani , al amam asyafei rahimahullahu taala berkata: al ilm qablal qaul wal amal. pengetahuan sebelum berkata dan berbuat.

  56. 56 Idris

    Firman Allah “Wahai Orang -orang beriman janganlah engkau saling mencela satu kaum dengan kaum lainya niscaya kaum tersebut lebuh baik dari kalian begitu juga janganlah para wanita mencela wanita kaum lain niscaya mereka lebih mulia dari kalian”. dan firman Allah yang lainya sesungguhnya yang mulia disisi Allah adalah yang paling bertakqwa di anatara kalian.
    kenapa kita tidak berlomba-lomba dalam hal ini yakni dalam kebaikan dari pada kita sibuk saling mencela.ana takut ada adu domba yang mana dapat memisahkan persatuan umat islam seindonesia.sukron Abdullah Komentar antum bisa menjadi jalan di antara kita.

  57. 57 badar

    bajrai itu bngse apa ya..? silsilah nya apa..?

  58. 58 bogel

    Menurut saya yang beriman dan bertakwalah yang terbaik disisi Allah, tidak perduli itu keterunan arab, orang negro, asia, amerika, keturunan budak, keturunan kubu, dan asmat sekali pun, yang diterima Allah adalah amal dan ibadahnya….jadi orang arab ngak jadi patokan, nabi juga mengalami di jahili oleh orang arab…kaum dia sendiri, hasan dan husin juga mati karena orang arab…jadi kalo ada orang indonesia yang alim dan soleh dia pasti lebih baik dari orang arab yang suka berzina, ngentot dan sebagainya….

  59. 59 Abdullah Chateeb

    menurut saya selama ini tidak ada islah antara kita satu sama lain memberi pendapat dngn mengatasnamakan agama seperti yg di atas (bogel@may 9th,2009) antum ngasi nasihat hanya yang bertaqwalah yang baik di sisi allah tapi ujung2nya antum mencela lagi dengan kata2 kotor yang antum lontarkan setelah membawa nama allah, ini semakin memperkeruh keadaan, dan kl ini di baca oleh orang2 non muslim mereka akan bertepuk tangan gembira, yang saya perhatikan beberapa komentar di atas tidak ada manfaatnya yang ada hanya celaan dan celaan, saya moho dengan sangat kalua memang saudara2 sekalian hanya bisa mencela satu sama lain maka diam lebih terhormat lebih selamat. karna sudah banyak korban berjatuhan karena lidahnya sendiri, dan tulisan2 saudara2ku yang di atas sangat memalukan tidak mendidik dan tidak ada manfaatnya. nabi saw bersabda:

    من حسن اسلام المرء تركه ما لا يعنيه
    sebaik2 keislaman seorang adalah dia yang meninggalkan apa2 yang tidak bermanfaat baginya

    coba kita sekalian fikirkan apa yang kita bisa ambil kesinmulan dari ini semu??? dari caci maki ini?? membenci satu sama lain dan tidak satupun dari kita yang berbicara sesuai dengan pengetahuan agama masing2 dari kita, yang ada hanya hawa nafsu syaitan di kemas berupa unek2 kebanyakannya adalah berasala dari prasangka2 yang kt sendiri tidak 100% mengetahui adat istiadat masing2 suku yang ada di negeri kita yang tercinta ini jangan bicara terlalu jauh tentang arab lah yahudi lah. di indonesia lebih banyak suku ketimbang negara lain dan semuanya punya sifat kesukuan yang merasa lebih unggul itu sudah natural, tapi ketika islam datang gugurlah teradisi2 tsb. karna lillahi taala bukan yang lainnya. untuk yang terakhir dari saya kalau mau ngasi masukan jang pake kata2 kotor kata2 yang menyakitkan, menyinggung, mendiskriminasi kelompok atau bangsa karna allah mengharamkan hal tsb.
    pesan ini untuk saudara2ku qaum mislimin hanya muslimin saja karna yang bisa mencerna ayat2 allah dan hadits2 nabi adalah orang2 yang beriman, adapun mereka yang non muslim jangan pernah membuat makar atau hasud untuk memecah belah qaum muslimin karna mereka yang membenci suatu qaum tanpa alasan syar’i maka mereka adalah orang2 yang tidak beriman… karna mencintai, membenci hanya karena allah swt semata tiada sekutu baginya.

    أخوكم / عبدالله الخطيب

  60. 60 husein

    assalamualaikum……
    alafu ana mau tanya marga ana bafared
    kok ana cari marga bafared kok gag ada yach….
    klu ana tanya ama alm jiddih ana dia baru dateng ke indonesia pada thun 1950 dan pada saat itu bafared hanya jiddih ana di indonesia,jadi ana nich keturan ke 3 dari bafared,tolong ana di jelasin tentang bafared….ana mohon…..

  61. 61 bogel

    Pak abdulah chateb anda benar, saya minta maaf, karena saya punya pengalaman dengan orang arab di indonesia ini, mereka mengangap dirinya lebih mulia dari orang pribumi, karena mereka mengaku keturunan nabi, apakah betul mereka keturunan nabi ?…dan mereka selalu mengaku bahwa keturunan mereka di jamin masuk syurga apa betul, walaupun tingkah laku mereka durjana pastikah masuk surga ?…, apakah betul orang pribumi lebih rendah derajatnya dibanding dengan mereka ?….menurut saya tidak usah mebesar-besarkan suku, karena kita adalah saudara, benar pak chateb ?…tutup saja forum ini !!!

  62. 62 husen

    wah kalo ribut urusan ini ulama itu ningrat yg itu bukan dll…ampe Kiamat g selesai!Yg jelas derajat seorang manusia hanya dilihat dari ketakwaannya.dan jikalau kalian melihat sesuatu hal yg tdk sesuai akidah maka itu kewajiban untuk meluruskannya…Mau itu allawi,syeh,dll g penting.Hanya IMAN dan Takwa

    and satu lagi jgn suka saling memandang rendah seseorang Peace

    Husen Al-Katiri (fam ane bener turunan ningrat ato g ane g Urusan lagian ya g dapat apa2 dari fam :P,jaman sekarang yg penting ibadah + kerja untuk dunia dan akhirat)

  63. 63 Abdullah Chateeb

    untuk akhi bogel @ May 16th, 2009 . masalah keturunan nabi saw, sebenarnya yang ada adalah keturunan Ahlul bait, Ahlul bait Adalah terdiri dari rasullah saw Ali bin Abi thalib Fatimatuzzhra’ Alhasan dan Alhusain anak dari ali dan fatimah/cucu2 nabi saw, dan anak2 keturunan dari hasan dan husain ada sampai sekarang ini, berbicara masalah ini akan makan waktu lama tapi kita persingkat saja, ada beberapa kelompok dari orang2 yg memang ada kaitan darah /garis keturunan ahlulbait yg ghuluw/berlebihan menanggapi hal tersebut bahkan tidak sedikit dari sebagian mereka yang besar kepala kehilangan kendali sehingga menjurus kepada ghuluw atau berlebihan, memang lebelnya cinta rasul dan selalu rasulullah saw yg jadi landasan kecintaan mereka tanpa mereka sadari kalau perbuatan mereka tersebut adalah ghuluw, seperti contoh saya ambil dari para da’i2 di kalangan mereka mengajak menyeru kepada cinta rasul dengan cara2 yang mereka anggap baik tanpa memperdulikan apakah perbuatan dan rasa cinta tersebut adalah syar’i?? kalau dalam perkara ini saja sudah banyak hal2 yang bersifat di buat2 tidak fair tidak jujur saya khawatir di suatu masa entah di generasi islam berikutnya 100/200 thn ke depan akan kehilangan kemurnian islam, mengapa saya katakan demikian?? lihatlah para du’at da’i2 yang memasang foto2 mereka dengan ukuran raksasa, di setiap wilayah di jakarta punya da’inya masing dan semakin marak membuka majlis dzikirlah maklis maulidlah majlis apalah tapi sama sekali saya tidak melihat mereka benar2 berdakwah dengan cara yang sesuai dengan al kitab da assunnah bahkan semakin jauh kita dari dua pusaka nabi tersebut, lihat saja ya akhil kareem, antun solat di masjid mana saja setelah adzan sang muadzin atau yg lainnya memegang mike bersalawat ntah bernasheed seperti nasheed abu nawwas yang terkenal itu ‘ilahi lastu lilfirdausi ahla…..” atua apalah, lalu keesokan harinya antum solat di masjid lain antum akan dapati hal yg sama tapi beda bacaan, di masjid yg lain beda di masjid mana lain pula cara dan tingkah pola yang sama sekali tidak syar’i hal ini sangat berbahaya bagi kelestarian islam di masa mendatang. kalu masalah ini saja mereka anggap remeh tidak mau meluruskan hall tersebut maka saya bilang bertaqwalah engkau kepada allah karena allah akan pertanyakan hal ini kepada para du’at2 tersebut di akhirat kelak. masalah lebih mulia? di muka bumi ini hanya rasulullah yang dapat pengecualian dan jaminan jannah, kalau mereka asal bicara maka ini kebodohan, kalau yang berbicara seorang yang di anggap keramat tanpa kita saring apa yg di utarakannya maka kitalah yang bodoh, tetapi kalau ada yang bilang saya pasti masuk surga karena saya keturunan nabi itu tidak benar sama sekali tidak benar, karena tidak ada satu ayat maupun hadits nabi saw yang menyatakan hal tersebut dan saya rasa sebagian dari mereka yang cukup pengetahuan agamanya akan menentang hal tersebut dan salah satunya ada yang saya kenal seorang ahli hadits dan jenius mashaallah,,, intinya doktrin tersebut adalah doktrin yang berlaku dikalangan mereka yang jauh dari sunnah dan tidah mau mendengar yang haq yang ada di benak mereka adalah mereka orang2 yang ma’sum sama seperti ahlilbait keluarga nabi dan nabi, mereka berdalil dengan firman allah swa
    بسم الله الرحمن الرحيم
    انما يريدالله ان يذهب عنكم الرجس اهل البيت ويطهركم تطهيرا
    sesungguhnya tidaklah allah menginginkan sesuatu kecuali hanya menghilangkan darimu segala bentuk kejelekan kotoran najis dan mensucikan ahlilbait sesuci sucinya

    telah jelas segala sesuatu dalam perkara agama dan telah ditegakkan hujjah maka tidaklah seorang yang menyimpang dari hujjah tersebut kecuali orang itu akan binasah..

    kalau merasa keturunan ahlulbait atau siapa yang mengaku cinta kepada ahlulbait maka hendakalah iya membuktikan kecintaannya tersebut dengan menhidupkan sunnah2 mereka (rasulullah,ahlulbait,para sahabat).
    kalau memang ada hadits yang menyatakan kesinambungan jaminan surga sampai anak cucu ahlulbait tolong tunjukan dalil2nya yang rajeh dari alkitab dan assunnah dan di atas pemahaman salafullah assaleh yaitu para sahabat dan ahlulbait dan tabi’in dan tabi’it tabi’in dan sampai kepada imam2 yang empat ashafei’ malik, ahmad bin hambbal, dan abu hanifah sebagai mujaddid, tapi kalau tidak terbukti… ya rabbi a’uzu bika min sakhatik.. maka orang tersebut akan di golongkan dalam golongan orang2 yang berbicara atas nabi yang mana nabi tidak mengatakannya.

    nah yang dapat kita ambil kesimpulan, doktrin kesucian dan jaminan jannah itulah yang memicu rasisme dan pemahaman2 yg seperti saya bilang di atas ‘tidak syar’i’ dan semakin menyesatkan dan semakin kemari semakin mengikis agama yang mana nenek moyang mereka tumpah darahnya membela agama ini terus dengan enaknya dia menodai atao berbicara sembarangn apalagi mengatasnamakan nabi, ya ikhwani, di sini saya bukan ghibah tetapi ini perkara yang saya ketahui yang harus kita luruskan bersama tanpa memukul rata bahwa kelompok tersebut sesat atau jelek semua tidak, mereka orang2 yang beriman kepada allah dan hari akhir maka mereka tetap saudara2 kita haram darah dan harta mereka.jadi tulisan2 kita sebelumnya cacian makian buat arab dan keturunan arab semoga bisa terpecahkan dengan ini, dengan harapan tulisan ini bisa sedikit menyingkap adanya sebab yang pemicu timbulnya perdebatan hingga berujung saling caci yang mana berbuatan ini sangat memalukan bagi kita yang mengaku muslim. tidak ada kesempurnaan dalam diri manusia kesempurnaan adalah sifat allah dan sifat allah bukanlah bagian dari alam semesta ini.

    والله المستعان وليه التكلان

    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

  64. 64 Abdullah Chateeb

    afwan saya mau ralat satu statment mengenai orang2 yang allah jamin sorga adalah:
    1 Muhammad Rasulullah
    2-3-4-5 masing2 Abu bakar assidiq-umar bin khattab-utsman bin affan-ali bin abi thalib rdhiallahu anhum ajmain
    kemudian 10 orang yang allah janjikan setelahnya yang di sebut al ashril mubasshirin. lalu siapa saja yang allah kehendaki dari pada hamba hambanya yang saleh… semoga kita semua tergolong orang2 ahlil jannah … amin ya rabb.

  65. 65 Paijo bin sungkar aljufri

    Aneh dan ajaib tulisan blog ini yang membagi2 keturunan arab dalam kelas/ kasta. Sejatinya, saya yang kenal dengan jamaah2 baik yang habaib maupun yang bukan habaib, sdh tidak lagi berpikir dalam kasta2. Mungkin ada segelintir jamaah2 yang bodoh dan ekstrimis yang pola pikirnya masih ashobiah. Tapi sebagian besar jamaah -apalagi generasi2 yang muda- tidak punya pemikiran yang feodal. Sudah banyak golongan habaib yangkawin dengan bukan habaib, bahkan wanitanya mengawini priapribumi. Demikian juga makin banyak golongan gabail yang kawin lintas golongan,misalnya dengan habaib dan masyaikh. Jadi ana curiga berat bahwa artikel ini ditulis oleh bukan keturunan arab, bukan juga ditulis oleh saudara2 kita pribumi. Tapi ditulis oleh keturunan anjing atau babi yang memang senang memecah belah masyarakat arab dan muslimin pada umumnya. Jadi gak usah repot2 terpancing dan naik pitam. Delete saja blok ini dari bookmark antum.

  66. 66 Ibnu Umar Junior

    Assalamu’alaikum Wr Wb.

    Yang terhormat Abdullah Chateeb, Ikhwan, Ikhwanaat..

    Saya adalah salah satu keturunan Arab yang tinggal di Indonesia. Meskipun kakek saya dari dua jalur (ayah dan ibu) adalah orang Arab akan tetapi nenek saya (dari kedua jalur pula) adalah orang pribumi. Dari histori psikolognya jelas saya mencintai kedua suku dari mana leluhur saya berasal. Saya rasa kalian setuju jika saya menyatakan bahwa setiap orang akan mencintai budaya, bahasa, agama, suku, ras, bangsa, guru, dan negerinya sendiri. Kalian pun akan sependapat jika saya berkata setiap orang akan bangga pada segala hal yang menyangkut tentang dirinya, semisal, pekerjaan, nama, rumah, kendaraan, sekolah, dan lain sebagainya. Maka setiap orang, suku, bangsa, kaum, atau kelompok diberikan kelebihan oleh Allah swt. Kelebihan itu bisa berupa kekayaan, kecakapan atau kekuatan fisik, kecerdasan, dlsb. Lalu kelebihan ini secara natural akan melahirkan kebanggaan yang datang karena anugerah (karunia). Memiliki kelebihan (fadhilah) adalah karunia dan memiliki rasa bangga adalah karunia pula. Seperti contoh “Setelah menabung bertahun-tahun akhirnya Udin senang karena kini ia telah sanggup membeli sebuah mobil”. Senang yang dirasakan Udin adalah kebanggaan akan tercapainya sebuah cita-cita. Tinggal bagaimana Udin mengapresiasikan kebanggaannya. Sekiranya kebanggaan itu tidak dijadikan sebagai alat kesombongan ataupun keangkuhan yang melahirkan aroganisme. Maka harta Udin adalah ujian, tapi bukan hanya untuk Udin semata. Orang-orang di sekitar Udin pun tengah diuji pula oleh Allah. Anjurannya adalah dengan mobilnya itu Udin dilarang menyombongkan diri, lalu orang-orang di sekitar Udin dilarang untuk iri dan dengki. Sesungguhnya para Nabi secara keseluruhan berjumlah 25.000 orang. Dari jumlah tersebut Allah meng-eliminir menjadi 25 orang yang disebut Nabi dan Rasul, lalu menyusut menjadi 4 orang yang disebut Ulul Azmi, lalu terpilih lah Muhammad saw menjadi Nabi dan Rasul yang terbaik di antara yang terbaik. Apakah ini cermin sikap pilih kasih Allah? Lalu ada ayat “Kalian (umat Muhammad) adalah umat terbaik…”. Kemudian ada instruksi sujud pada hamba kepada hamba yang lain (Adam as dan Iblis), dimana Iblis berkelit dan membantah Allah swt. Selanjutnya terbentuk sebuah kesimpulan bahwa segala hal yang berkaitan dengan Muhammad maka akan turut menjadi mulia pula meskipun hanya sebuah sandal butut, tongkat, gigi, atau baju peninggalan baginda Nabi saw.

    Selanjutnya tentang Alawiyyin….
    Secara umum Alawiyyin dikenal sebagai anak cucu keturunan Nabi saw. Dari histori sejarah sejak Nabi Muhammad saw wafat sepertinya angin segar tidak pernah berpihak kepada mereka. Terbunuhnya Ali ra, lalu kedua putranya, Hasan dan Husein ra, lalu putra Husein ra yaitu Ali Zainal Abidin ra, lalu putranya lagi Muhammad Bagir, lalu putranya lagi Ja’far Asshadiq, dan seterusnya dapat menjadi bukti bagaimana eksistensi anak cucu Nabi begitu ditakuti pengaruhnya pada umat. Padahal yang memusuhi anak cucu Nabi adalah penguasa tirani dan diktator yang memiliki kekuasaan dan harta yang berlimpah serta pasukan dan balatentara yang kuat serta solid, padahal anak cucu Nabi saw mulai dari fathimah ataupun suaminya (Ali ra) serta anak cucu keturunan mereka saat itu hidup dalam keadaan miskin dan kekurangan yang notabene tidak memungkinkan menghimpun kekuatan rakyat (people power) maupun financial power. Eksistensi anak cucu Nabi saw untuk dimusuhi dan didiskriminasi sejak dahulu hingga hari ini nampaknya telah menjadi sunnah alam.

    Sesungguhnya sahabat terbaik Nabi saw seperti Abubakar Asshiddiq, Umar al-Khattab, Utsman bin Affan dan selusin lainnya lagi pernah datang pada baginda Nabi saw untuk meminang Fathimah Az Zahra (lihat berbagai kitab Tarikh untuk literatur) namun Nabi tidak memperkenankannya hingga kita semua tahu siapa yang akhirnya layak menjadi pendamping Fathimah ra.

    Selanjutnya tentang At-Thathir (penyucian)
    “Sesungguhnya kami (Allah) hendak menghilangkan dari kalian (rijs) kotoran wahai AHLUL BAIT dan mensucikan kalian sesuci-sucinya (Al-Ahzab:33).
    Sejauh ini banyak penafsiran mengenai ayat tersebut. Perbedaan pendapat mewarnai siapa saja sosok-sosok yang Allah sucikan. Mungkin anak, cucu, menantu, istri, atau bahkan kerabat. Beberapa pendapat secara ekstrem mengatakan bahkan hingga Dzuriyyah (anak cucu keturunan Nabi) yang sekarang pun termasuk AHLUL BAIT. Terlepas dari pernyataan ekstrem tersebut ternyata tidak satupun Ulama salaf dari kalangan ALawiyyin menyatakan hal demikian. Justru seluruh ulama salaf Alawiyyin sepakat bahwa yang disebut AHLUL BAIT hanya Rasulullah saw, Ali, Fathimah, Hasan, dan Husein, meski ada pula ulama salaf Alawiyyin yang menambahkan istri-istri beliau juga termasuk AHLUL BAIT. Jika ada dari kalangan Alawiyyin yang mengatakan bahwa DZURIYYAH adalah termasuk AHLUL BAIT maka mereka akan mempertanggungjawabkan statement-nya sendiri di hadapan Nabi saw kelak.
    Lalu jika Alawiyyin melakukan tindakan maksiat atau kemungkaran maka mereka tengah berada dalam sebuah tanggung jawab yang sangat besar. “siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan dilipat gandakan siksaan kepada mereka DUA KALI LIPAT. Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah. Dan barang siapa di antara kamu sekalian tetap taat pada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia. (Al-Ahzab : 30-31)
    Selanjutnya kembali ke pernikahan. Bagaimana NAbi saw mampu menolak pinangan para sahabat besar seperti Abubakar, Umar, dan Utsman yang telah banyak membantu perjuangan dan perkembangan Islam? Bagaimana para sahabat tersebut menyikapi penolakan Nabi atas pinangan mereka? Lalu bagaimana Anda sendiri menyikapi hal ini? Apakah penolakan Nabi dilatarbelakangi oleh kehendak pribadi? rasisme, atau fanatisme kekeluargaan yang hanya mempersilahkan Ali ra untuk menikahi Fathimah? Anda umat Muhammad dan Anda bisa menilai sendiri sikap seorang tokoh tauladan ini. “Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya, melainkan hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat (An-Najm :1-5).

    Seorang Dokter pakar biologi menyatakan, “Jika terdapat anak berpenyakit belang (anak hasil hubungan haidh), belum tentu ayah ibunya memiliki penyakit belang, tapi coba lihat kakek, nenek, atau datuknya. Pasti ssalah satu dari mereka ada yang berpenyakit belang”.

    Sebagian besar penduduk bumi berpendapat memilih pasangan hidup terlebih dahulu harus dilihat bibit, bebet, dan bobotnya. Anjuran ini bukan hanya untuk wanita saja tapi prianya pun demikian. Jika dipaksakan tanpa itu maka hasil dari pernikahan asimilasi ini akan melahirkan regenerasi yang kurang cakap sebagaimana para pendahulunya. Para imigran Arab dahulu, baik dari kalangan Alawiyyin atau yang bukan banyak yang telah menikahi wanita-wanita pribumi. Pertanyaannya, apakah regenerasi dari hasil pernikahan asimilasi tersebut secakap ayahnya yang Arab? Tentunya anda sepakat kualitas regenerasi tersebut akan menurun seiring dengan pernikahan asimilasi tadi.

    Selanjutnya tentang kultur, budaya, dan karakteristik orang Arab.
    Maka janganlah melihat kejernihan air dari muara atau sungai tapi lihatlah secara langsung dari sumber mata airnya. Karena semakin air jauh dari mata airnya maka semakin kurang kadar kejernihannya.
    Untuk melihat karakteristik orang Arab tidak bisa dilakukan di negeri ini karena karakteristik mereka telah terkontaminasi dan terasimilasi beragam suku di Indonesia. Dimana dapat terjadi karena faktor lingkungan ditambah lagi faktor nenek mereka yang berasal dari wanita-wanita pribumi. Maka yang lahir di Jawa akan berbicara bahasa Jawa dengan fasihnya berikut gaya jawanya yang tidak ketinggalan. Begitupula yang lahir di Sunda, Ambon, Manado, dlsb. Tentunya mereka akan mewakili suku dimana mereka dilahirkan. Untuk melihat karakter dan kultur budaya Arab lihatlah di Yaman. Nuansa Arab yang bisa dikatakan masih ORIGINAL. Lihatlah bagaimana orang-orang Arab Yaman bersikap sehari-hari. Sekali-sekali melintaslah di muka rumah orang Yaman saat jam makan. Dari pintu, jendela, atau setiap celah Anda akan melihat dari SETIAP RUMAH kepala-kepala bersorban bermunculan sepanjang jalan menawarkan makan GRATIS kepada anda SETENGAH MEMAKSA. Padahal mereka hidup dalam kekurangan.

    Wassalamualaikum Wr Wb.

  67. 67 Ibnu Umar Junior

    Bangsa manusia telah ditempatkan di posisi derajat tertinggi melebihi makhluk manapun di alam ini. Padahal masih ada jin, iblis, bidadari, dan bahkan malaikat. Padahal bahan penciptaan manusia cuma tanah liat dibandingkan dengan api sebagai bahan penciptaan iblis. Lalu ada malaikat dengan NUR sebagai bahan penciptaan mereka. Ketika di posisi itu adakah para makhluk merasa adanya sebuah jurang perbedaan yang benar-benar nyata di sana? Lalu Al Quran menyatakan umat Muhammad saw sebagai umat paling mulia melebihi umat manapun atau umat para Nabi lain di muka bumi. Ketika di posisi tersebut adakah umat-umat para Nabi yang lain merasa adanya sebuah jurang perbedaan yang benar-benar nyata di sana? Lalu ada fakta yang menyebutkan bahwa para Nabi-Nya hanyalah sosok-sosok yang berasal dari kawasan-kawasan di Timur Tengah. Ketika melihat kenyataan itu adakah bangsa-bangsa lain di muka bumi yang merasa “mengapa hanya arab dan israil??!!”. Lalu ada para pembesar Arab Quraisy yang Allah muliakan seperti Abdul Muthallib, Abdu Manaf, Qusay, Kilab, Murrah, atau Ma’ad yang masih berpegang teguh pada ajaran Nabi Ibrahim as. Kepada merekalah pemeliharaan Ka’bah dipercayakan secara estafet turun temurun.

  68. 68 fariz basalamah

    assalamualaikom wr wb…
    dear husen al katiri
    ana setuju banget ame nt…
    neh masalah ruwet…
    di nikah(dibahas) sama org ruwet…
    jadinya anaknya ruwet bin ruwet bin semrawut(mbulet koyo suket)…
    ga ada yg sempurna di dunia ini illa ALLAH azza wa jalla…
    kalo toh perjodohan yg jadi masalah ya kembaliin ke yg punya tali perjodohan (ALLAH)…abis crita…khalas…
    wassalamualaikom wr wb

    nb (untuk yg ruwet)…gawien utek mu iku bodo!!!,ojok di thekek dengkul jal!!!

  69. 69 iyul

    Assalamualaikum…..
    ane iyul satu-satunye anak betawi yang mao tanya kalo marga nyang namanye Al-Batawi dari mane tuh…?
    Ape diarab ade suku Betawinye…?
    Kalo marganye orang Betawi apaan dong…? ane kan turunan Nabi juga…dari Bani Adam.

    Wassallamualaikum.Wr.Wbr.

  70. 70 Fayez Hasyemi Alhamid

    HIDUP HABAIB !! .. hahaaa ..

  71. 71 Fauzan Babeheer

    Assalamuálaikum..

    marga ane Babeheer blum ada didaftar nih,, saking jarangnya mungkin ye…
    ane harap Babeheer bisa di masukan kedalam daftar , trimakasih sebelumnya..

  72. 72 Faris

    Assalamualaikum..

    Bagi ana mengingat-ingat sumber keturunan sama halnya seperti “rem” dalam berbuat sesuatu.

    terima kasih

  73. 73 jos

    assalamualaikum.pengen ikutan nih

  74. 74 jos

    alhamdulillah wassolatu ala rosulillah.begini nih saya terkesan dgn komentar dari ibnu umar junior tuh..&ada beberapa hal yg ingin saya utarakan.saya harap ada manfaatnya juga,meskipun mungkin sebagian golongan tidak mau menerima karena fanatik seperti yang dikatakan al-imam albushoiri;innal muhibba anil uddali fi shomami[sesungguhnya seorang pecinta itu berada dalam ketulian dari para pengkritik cinta].saya tidak ingin mencemooh suatu golongan dgn kesombongan mereka&golongan lain dgn keirian mereka,karena hal ini timbul dari pribadi masing2.terkadang kenikmatan membuat seseorang bersukur&kemiskinan membuat orang jahat atau bahkan sebaliknya.tujuan saya hanya mengenai hukum syariat yg di beberapa tempat disini tidak seperti yg saya ketahui;[1]mengenai tawassul yg di anggap haram:sebenarnya tidak seperti itu karena ada beberapa hadist yg menjadi dasar para ulama mengenai di perbolehkannya tawassul.@ hadist yg di riwayatkan imam atturmudzi&ibnu majjah&imam albukhari&imam alhakim&imam ahmad dari ustman bin hunaif”bahwa sesungguhnya ada orang yg buta sejak lahir atau di sebut dlorir dlm bahasa arab mendatangi rasul saw kemudian ia berkata”berdoalah kepada allah supaya allah menyembuhkanku”maka rasul bersabda”kalo kamu mau[kudoakan] maka aku doakan kalo kamu mau [bersabar]maka bersabarlah.&sabar itu lebih baik bagimu”kemudian orang tsb berkata”doakanlah”lalu nabi menyuruhnya berwudlu hingga orang tsb menyempurnakan wudlunya&berdoa dgn doa ini”allahumma inni as’aluka wa atawajjahu ilaika binabiyyika muhammadin nabiyyirrohmah ….”alhadist.imam atturmudzi berkata hadist hasan shohih ghorib kecuali dari jalur ini&imam albaihaqi menshohihkannya&beliau menambahi dlm riwayatnya”lalu org buta tsb berdiri&dia benar2 bisa melihat”.ma’na dari atawajjahu ilaika binabiyyika:menghadap kepadamu dgn perantara[wasilah/tawassul binnabi]nabimu.@hadist riwayat albukhari dlm kitab shohih beliau dari anas bin malik ra dari umar bin khattab ra bahwa apabila para sahabat mengalami kekeringan maka khalifah umar ra memohon kepada allah dgn perantaraan alabbas bin abdul mutthalib supaya di beri hujan&beliau[umar ra]berkata”allahumma innaa kunnaa natawassalu ilaika binabiyyina fatasqiina wainnaa natawassalu ilaika biammi nabiyyina fasqinaa”[ma’na dari wainna natawassalu…..:dan sesungguhnya kami saat ini membuat perantara/wasilah kehadapanmu dgn ami/paman nabi kami maka curahkanlah hujan pada kami]maka kemudian para sahabat dikaruniai hujan.dari kedua hadist tsb dapat disimpulkan bahwa tawassul itu boleh dgn rasul saw ataupun org mulia2 yg lain&bila di katakan yg kedua adala fiilnya khalifah umar ra maka ketahuilah bahwa nabi pernah bersabda”iqtaduu alladzaini mim ba’dii aba bakr wa umar”[ikutilah dua orang yang ada setelah wafatku aba bakr&umar]&hadist”ashhabi kannujuum biayyihim iqtadaitum ihtadaitum”yg mana hadist tersebut sangat masyhur meskipun bagi orang awam.banyak juga hadis2 lain yg akan panjang sekali bila saya sebutkan semua disini.[2]masalahpentiadaan anak cucu rasul:ini kok mirip dgn kata2 al-ash bin wail yg menghina nabi adalah org abtar[yg putus keturunannya]kemudian turunlah surat al-kautsar yg tidak asing bagi sohib2 yg suka baca al-quran&tafsirnya.dan anehnya lagi pentiadaan tsb di dasari dgn dalil”maa kaana muhammadun abaa ahadin minrijalikum”al-ahzaab 40.padahal ayat tsb [seperti riwayat atturmudzi dari aisyah]di turunkan karena ketika nabi menikahi zainab binti jahsy maka org2 munafiq berkata muhammad menikahi bekas istri anaknya[zaid bin haritsah:anak angkat rasullulloh saw]maka allah menurunkan ayat tsb yg menyangkal mereka”muhammad bukanlah ayah dari salah seorang laki2[yg di maksud adalah zaid bin harisah;lihat tafsir ibnu abbas] dari kalian”[di katakan rijal:org laki2 karna memang beliau memiliki 3 putra namun wafat ketika masih anak2]&ayat tersebut bukan menjelaskan bahwa nabi tidak berketurunan.simaklah hadist “kullu sababin wanasabin munqatiun yaumal qiamati illa sababi wanasabi”[setiap sabab&nasab akan terputus di hari kiamat kecuali sababku&nasabku]h.r.at-tabrooni fil kabiir,al-hakim fil mustadrok&al-baihaqi fi sunanihi dari umar.at-thobrooni dari ibnu abbas&dari al-miswar.[sabab;hubungan yg dihasilkan dgn pernikahan.nasab:hubungan yg dihasilkan dgn melahirkan]&simak juga tafsir surat al-kautsar mengenai lafadz al-kautsar dari berbagai tafsirannya.tambah lagi kalau ada yg tidak percaya ulama lalu dari mana dia tau kalau dulu ada para sahabat atau sejarah masa lalu

  75. 75 jos

    bismillahirrohmanirrohim.maa kaana muhammadun abaa achadin min rijalikum./al-ahzaab 40. {muhammad bukanlah ayah dari seorang laki2 dari kalian semua}dikatakan dalam tafsir alqurtubi dalam ayat ini ada tiga masalah.1/ ketika rasul saw menikahi zainab maka orang2 bilang”muhammad menikahi istri anaknya”,lalu turunlah ayat tersebut yg maksudnya zaid bin haritsah itu bukanlah anak laki2 rasul saw sehingga rasul tidak boleh menikahi halilah zaid[perempuan yg pernah di nikahi zaid] akan tetapi rasulullah adalah ayah bagi ummatnya dlm segi wajib diagungkan&dihormati juga istri2 beliau haram bagi mereka maka dgn ayat tsb allah menghilangkan apa yg ada dlm benak munafiqiin & lainnya.kemudian imam al qurtubi berkata ketahuilah bahwa muhammad saw bukan ayah bagi seorangpun dari orang laki2 yg se zaman dgnnya dlm hakikatnya & dengan ayat tersebut allah tidak menghendaki bahwa nabi saw tidak memiliki putra karena sesungguhnya beliau telah dikaruniai beberapa putra laki2 : ibrahim,alqosim&abdulloh attoyyib-al mutohhir tetapi tidak ada dari putra beliau yg hidup hingga dewasa/rojul adapun alhasan&alhusain maka keduanya masih anak2 ketika itu & keduanya bukanlah dua orang dewasa/rojulain yg sezaman dgn beliau saw.[lihat tafsir al qurtubi mengenai ayat tsb]dalam tafsir attobari dikatakan riwayat dari imam basyar dari yaziid dari said dari qotadah beliau berkata “ayat tsb di turunkan dlm masalah zaid bahwa sesungguhnya zaid bukanlah anak laki2 nabi muhammad.demi hidupku sesungguhnya beliau tlah dikaruniai beberapa anak laki2 sesunggunya beliau adalah ayah sayyid qosim&ibrahim&attoyyib-almuttohhir”[attobari juz 22] dalam kitab fathul qodir di sebutkan bahwa ulama mufassiriin berkata mengenai ayat ini”nabi s.a.w bukanlah ayah dari seseorangpun yg tidak ia lahirkan{:di lahirkan karena beliau}sedangkan sesungguhnya beliau tlah dikaruniai beberapa putra laki2 yaitu ibrahim ..dst”kesimpulannya semua mufassiriin tidak mengatakan nabi tidak memiliki keturunan bahkan dalam kitab jami’ussoghir dalam riwayat yg hasan nabi bersabda”kullu banii untsa fainna ashobatuhum liabiihim maa kholaa waladu fatimata fainni anaa ashobatuhum wa anaa abuuhum”h.r. thobrooni.[semua anak dari wanita sesungguhnya ashobahnya milik ayah mereka selain anak2 fatimah maka sesungguhnya akulah ashobah mereka & akulah ayah mereka]lihatlah dlm hadist tersebut bagaimana rasullullah mentahsis/menghususkan[silahkan di lihat dalam bab alkhos&ta’arudul’adillah dlm ushul fiqh] anak2 fatimah sebagai anak2 beliau dgn kata2-fai’innii anaa abuhum[maka sesungguhnya akulah ayah mereka]jadi tidaklah salah bila orang berkata bahwa anak cucu fatimah adalah anak cucu rasul s.a.w…..MASALAH MENGHORMATI:mari kita simak apa yg dilakukan khalifah umar ra seperti yg di ceritakan al hafidz[sebutan bagi org yg hafal 100.000 hadist beserta sanatnya]ibnu hajar al ashqolani dlm kitab al ishobah yahya bin said al anshori berkata dari ubaid bin hunain”alhusain bin ali bercerita padaku:aku mendatangi umar ketika beliau berhutbah diatas mimbar hingga aku naik kepadanya.kemudian aku bilang”turunlah dari mimbar ayahku[rasul saw]&pergilah ke mimbar ayahmu”lalu umar berkata”ayahku tidak punya mimbar”lalu beliau mendudukkan aku di samping nya sedangkan aku membolak balikkan kerikil di kedua tanganku.&apa yg dilakukan imam malik ra ketika beliau siuman setelah pingsan akibat di pukul oleh ja’far bin sulaiman beliau memaafkannya karena kedekatannya dgn rasul.secara rasional saja pantaskah bila ada org yg mengatakan cinta kepada anda kemudian mencaci maki anak anda atau cucu anda hanya karena mengambil es krim dia misalnya,wajarkah itu??lalu jika hal itu di lakukan seorang ummat kepada rasul tercintanya pantaskah itu..??&terkadang hal tsb timbul hanya karena hasutan golongan2 tertentu tentang perilaku yg belum tentu mereka lakukan.padahal dlm surat al hujuraat allah melarang kita langsung mempercayai org2 fasiq dlm menuduh golongan tertentu tanpa ada bukti.fiman allah “yaa ayyuhalladzinaa aaamanu in jaa akum faasiqun binaba’in “al ayaat.dan hadist dlm bab sariqoh bukanlah dalil untuk tidak menghormati mereka.saya umpamakan seperti kewajiban kita terhadap orang tua,dlm agama islam orang tua wajib kita muliakan meskipun mereka fasiq misalnya.allah berfirman “washohib huma fiddunyaa ma’ruufa”[dan temanilah mereka di dunia secara bagus]dan dalam hal kemuliaan di hadapan allah terkadang anak lebih mulia dari ortunya karena ketakwaannya “inna akromakum indallohi atqookum”al-ayaat.kendati begitupun bukan berarti dia boleh meremehkan ortunya atau menghujat2 mereka.biar saya contohkan seperti apa yg pernah di alami oleh salah satu sahabat nabi yg bernama nuaim yg berkali-kali di cambuk gara2 minum arak kemudian suatu ketika ada sebagian sahabat yg melaknatinya gara2 perbuatannya tsb namun rasul melarang mereka mengumpatnya dgn sabda beliau “jgn melaknati nuaim karena dia mencintai allah&rasulnya”.ini adalah bukti bahwa penegakan hukum syar’i pada seseorang bukan berarti orang tersebut tidak berhak di muliakan.maka hadist”jika seandai nya fathimah putri muhammad mencuri akan ku potong tangannya” bukanlah dasar agar tidak menghormati anak cucu rasul apabila mereka salah;namun hadist tsb adalah dasar bahwa hukum allah harus di tegakkan secara adil tanpa pandang bulu & itu adalah haqqullah yg tidak dapat di peringan.wallahu a’lam.wasollollohu ala sayyidinaa muhammad waalihi wa sohbihi wasallam

  76. 76 SALEH BIN ALI BAHADJ

    lebih komplet lagi kalau nama marga plus WADI tempat tinggalnya disebutkan,biar anak anak ARAB faham tanah leluhur

  77. 77 orang jawa anti arab

    singkirkan orang keturunan arab di muka indonesia……………kalian semua ga ada rasa nasionalisme………

  78. 78 Dhea Attamimi

    Ass.Wr.wb. Baiknya kita gak usah ributin soal keturunan Arab di Indonesia, apalagi mau usir segala. Bicara soal rasa nasionalisme, sebenarnya gak perlu diragukan rasa nasionalisme para turunan Arab di Indonesia. Mari kita sama-sama lihat sejarah Indonesia, dimana banyak dari para turunan Arab juga ikut berjuang dan menjadi pahlawan demi kemerdekaan bangsa ini, rela mati dan masuk penjara demi Indonesia sebagai tanah airnya. “Cinta Tanah Air bagian dari Iman” demikian prinsipnya. (Silahkan baca biografi pahlawan2 Indonesia)

    Kita juga seharusnya berterima kasih, karena berdasarkan fakta sejarah, di antara 9 wali juga ada yang berasal dari turunan Arab untuk bersama-sama memberi cahaya keislaman bagi negeri ini. (Baca sejarah para 9 wali)

    Bahkan sampai sekarang tidak dapat kita pungkiri kalau banyak turunan Arab yang menjadi orang-orang penting di negeri ini, yang pikiran-pikirannya sangat diperlukan untuk kemajuan negeri ini.

    Tapi…. saya juga mau menyarankan untuk kita yang memiliki keturunan Arab.Mari kita bekerja dan berusaha menjadi contoh yang baik bagi siapa saja sesuai bidang yang kita geluti, terutama menjadi teladan yang baik dalam bidang keagamaan, sehingga keturunan Arab yang ada di Indonesia dapat hidup dan berdampingan dengan warga indonesia lainnya. Karena sesungguhnya menonjolkan diri tidak ada gunanya. Nabi SAW juga tidak menyukai orang yang berjalan di muka bumi ini dengan kesombongan.
    Karena yang saya tahu, masih banyak dari keturunan Arab yang ada di Indonesia ini yang butuh perhatian dari kita semua baik dari segi materil maupun spirituil.

    Salam hangat penuh persaudaraan buat semua turunan Arab yang ada di Indonesia. Mari kita tegakkan iman Islam kita dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama. Mari kita bersatu untuk kemaslahatan umat. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  79. 79 Lutfi Saleh Mubarak

    Ass..
    Ana setuju dengan komentar Akhi Dhea Attamimi.
    Mari kita sama-sama lihat sejarah Indonesia, dimana banyak dari para turunan (Arab Hadrami) juga ikut berjuang dan menjadi pahlawan demi kemerdekaan bangsa ini.

    izinkan ana untuk melengkapi sebagai “pencerahan sejarah”.. sebab sepertinya banyak di antara kita yg belum mengetahui sejarah yg sebenarnya.
    InsyaAllah bermanfaat utk kita semua..

  80. 80 Lutfi Saleh Mubarak

    Dari Mana Islam Nusantara Berasal: Gujarat atau Mekah?
    http;//indonesiafile.com/content/view/1436/42/

    Tahukah Anda: Islam Masuk ke Nusantara Saat Rasulullah SAW Masih Hidup.
    http;//swaramuslim.net/more.php?id=5538_0_1_8_M22

    Walisongo
    http;//id.wikipedia.org/wiki/Walisongo

    kesultanan Indonesia
    http;//id.wikipedia.org/wiki/Arab-Indonesia

    Peranan negara negara arab kpd kemerdekaan Indonesia,
    http;//www.al-ikhwan.net/sumbangan-ikhwanul-muslimun-untuk-kemerdekaan-republik-indonesia-139/
    http;//id.wikipedia.org/wiki/Ikhwanul_Muslimun

    Pekikan Allahu Akbar Meraih Kemerdekaan
    http;//swaramuslim.net/more.php?id=2174_0_1_0_M

    kacang lupa kulit
    http;//www.eramuslim.com/editorial/ruhut-arab-tak-pernah-membantu-indonesia.htm

    Konspirasi Penggelapan Sejarah Indonesia.
    http;//digest.eramuslim.com/beta/index.php?id=10&isi=detail

    Jazakumullah khairon katsir..

  81. 81 Lutfi Saleh Mubarak

    Revisi… link tanpa “http;//” yah..

    indonesiafile.com/content/view/1436/42/

    swaramuslim.net/more.php?id=5538_0_1_8_M22

    id.wikipedia.org/wiki/Walisongo

    id.wikipedia.org/wiki/Arab-Indonesia

    www.al-ikhwan.net/sumbangan-ikhwanul-muslimun-untuk-kemerdekaan-republik-indonesia-139/

    id.wikipedia.org/wiki/Ikhwanul_Muslimun

    swaramuslim.net/more.php?id=2174_0_1_0_M

    www.eramuslim.com/editorial/ruhut-arab-tak-pernah-membantu-indonesia.htm

    digest.eramuslim.com/beta/index.php?id=10&isi=detail

  82. 82 miftah farid bin hasenan

    ass.wr.wb
    ana mau tanya dari mana antum dapat informasi ini? bisa ana tau informasi tentang marga hasenan?

    ana punya fotocopy silsilah dari rosul hud as. dan di sana dijelaskan silsilah marga-marga yang merupakan turunan dari rosul hud dari 3 istrinya, sorry nih ana tidak bawa fotocopiannya. insya allah kalo ada yang mau punya fotocopian itu hubungi ana di e-mail (miftah.frd11@gmail.com) insyaallah ana bagi.

  83. 83 aliya bajammal

    Assalamu ‘alaykum, apa betul kakak punya data nasab silsilah keluarga Nabi Hud.as. Klo ada boleh aliya minta salinannya.

  84. 84 Iwan Bajunaid

    ane mo tanya silsilah marga bajunaid sampai al-Imam Ahmad bin Isa al-Muhajir…TOLONG SGR D JAWAB YH…SYUKRON KATSIRA.

  85. 85 Ahwal Syarifah

    Yang kalian maki blm tentu mulia dr pada kalian yg memaki, dan darah kalian blm sebersih darah mereka ahlu bait, datuk kalian prnh berdoa apa untuk kalian tp datuk2 mereka selalu mendoakan mereka yag azam pun mendapatkan berkahnya

  86. 86 mr ahwal

    ass wr wb
    haloo… semuanya wah seru juga nihhh.
    ana ahwal, ana bukan anti arab atau anti pribumi. ana hanya hamba Allah yang berusaha beribadah yang terbaik untukNya.
    mengenai percintaan, ana punya pengalaman jatuh cinta sama syarifah, dan syarifahnya pun juga begitu ke ana. tapi naudzubillah ana di maki2 sama abi nya…. dibilang gak pantes lah….. ahwal lahhh. tapi gpp ana sabar aja. sampai skr hubungan ana sama syarifah pun masih tetap berjalan (backstreet). ana masih kerap tahajud untuk mendoakan semoga pintu hati orangtuanya (abinya) terbuka. bukannya nyombong tapi pengetahuan agama ana ga buruk2 amat, pekerjaan ana juga mapan, muka juga lumayan, berasal dari keluarga betawi yang banyak menjadi ulama. tapi karena ana ga punya nama buntut yang oke, jadinya ana tetap di “sisihkan” oleh keluarganya. karena dianggap manusia kelas dua.
    Bukankah Allah menciptakan kita berbangsa2 dan bersuku2 untuk saling mengenal. tujuan ana baik untuk menikahi syarifah tsb. tp smp skr proteksi abinya sangat kuat. justru abinya menawarkan anaknya tsb ke kerabat2nya. kasihan syarifah, hatinya sedih karena cinta dipaksakan.
    well thats all folks. mohon masukannya. apakah yang ana lakukan ini adalah salah atau……??
    wassalam

  87. 87 fikry

    mungkin gak dalam nama tercantum dua fam?
    contoh : fauzan balweel al- habsyi
    klo mgkn kenapa?
    klo ga mgkn kenapa?

  88. 88 abdul karim machdan

    assalamualaikum.numpang nanya nich,,,ana mau nanya tentang silsilah machdan,/dari mana asal fam machdan ini,soalnya ana bermarga machdan.tolong siblas.syukran katsir

  89. 89 Choirun Niza

    Heran dengan komentar Sdr Paijo bin sungkar aljufri. Kalau tidak sepakat dengan artikel di atas kenapa musti mengeluarkan kata-kata itu yang jelas tidak masuk akal. Kenapa tak dipandang sebagai sekedar pengetahuan saja.

    Andaikan yang bersangkutan mau mendalami ilmu genetika molekuler, tentang mutasi, ekspresi suatu gen, studi filogenetik dan filogeografi, tentang bioteknologi dlsb, akan mengerti betapa penting dokumentasi seperti ini dan akan bisa memahami kenapa pula segala sesuatu bisa begini dan begitu termasuk hadirnya karakter-karakter.

    Semoga yang bersangkutan bisa lebih menghargai arsip suatu sejarah.
    Karena kita pun tak tahu bagaimana perkembangan zaman ke depan nantinya sehingga akan lebih baik jika segala sesuatu tersimpan dengan baik dan tergantung bagaimana generasi akan memandang dan memanfaatkannya.

  90. 90 fariz maghrabi

    np maghrabi g d cantumkn…

  91. 91 muhammad ali al atthazz

    itu manusia yg bilang kl sampe ketauan umar bisa2 umar menggal kepalanya, mungkin nt bahagia kl ngliat anaknya siti fatimah putri kesayangan nabinya nt n sayyidina ali seorang menantu dr rasul, sekaligus seorang membela rasul, sejak awal islam yaitu kecil sampai wafat. DIBANTAI BERAMAI2, saya rasa anda sama skali bukan orang islam, bahkan saya curiga kl nt ini missionaris nasrani yg sengaja memecah belah umat, kl memang sudah jelas ad hubungan darah rasul yaa mw ngomong ap? faktanya di darah siti fatimah mengalir darah rasul, otomatis bkan terus bersambung ke anak dan cucunya, maksud nt rasul itu nasabnya terputus,kl masalah tanggung jawab akherat otomatis urusan masing2 nasab n kturunan g berlaku, nt jngan iri, sama kya umar, sayidina ali dr kecil sampai wafat tidakpernah skalipun berbuat perbuatan kotor, bahkan senantiasa mendampingi rasul, kl umar, kebanggaan nt gmana, kl ana ketemu umar, ana ludahin mukanya, lbih penting bwt dy kl dy inget klakuan dy trhadap manusia lain terlebih lg kpd rasul, sblm dy mask islam, dr pada sibuk motongin kepalanya keluarga rasul,

  92. 92 soekri

    kok Djibran gk ada?? tahun lalu ana pernah ketemu ama orang yaman.. dan ana tanya2 ttg kampung Djibran di yaman.. dan ternyata ada Djibran di Yaman.. terutama di Syeiun..

  93. 93 faiz

    yang jelas torang samua basudara…

  94. 94 yasir

    أبا سجى ينج أدى دي دلم بلجس إن ؟

  95. 95 akhy romi alfarouq attamimi....

    afwan,,,,,,,,ana gak bisa komentar ,,,ana cuman bisa baca komentar dari sohib-sohib semua,,,,ana bingung,,,,sebenarnya ,,,,,

    ok,,,yg jelas,,,,,,,katong samua basudara,,,,,,,,,,itu aja ,,,,,

  96. 96 akhy romi alfarouq attamimi....

    afwan,,,,,,,,ana gak bisa komentar ,,,ana cuman bisa baca komentar dari sohib-sohib semua,,,,ana bingung,,,,sebenarnya ,,,,,

    ok,,,yg jelas,,,,,,,katong samua basudara,,,,,,,,,,itu aja ,,,,,

  97. 97 supriadi

    ass….
    Aku pengen nanya tentang marga Bachdar..
    ada yg tau ga??

  98. 98 zhaid

    asslm..
    ana mau tanya, mungkin ada yg kenal dengan silsilah keturunan badjeber yang ada di indonesia, kapan mereka datang dan siapa semua mreka.. trus d yaman, mereka dari daerah mana..

    syukron

  99. 99 Raden Alkatiri

    Respon ke 100, berhadiah payung cantik ^^

    Jawa, Arab, Cina yang penting bersaudara

  100. 100 reza balfas

    ana cuma mau tanya yg jelas ttg silsilah nya keluarga balfas itu syp? setau ana itu ba itu arti nya keluarga al alfas itu artinya kampak. apakah balfas tergolong alqibili?? dan ada juga riwayat dari kake kami SALEH MANSYUR bin MANSYUR AHMAD BALFAS yg meriwayatkan katanya fam balfas adalah keturunan sayyidina SALMAN al-farisi? tolong jawaban nya di email ke email saya.. reza_balfas@yahoo.com

  101. 101 abah zaenal khitmer alfarouq Attamimi

    ane sangat setuju dengan perkatan abu -aska……..bahwa sesungguhnya kaum baalwi adlah bukan dari hadramaut melainkan para pendusta yang di usir dari iraq…..

    ingat bahwa Nabi Muhammad S.A.W tidak punya keturunan,,,,,,,keturunan adalah berdasarkan garis laki-laki,,,,,,,dan beliau tidak punya anak lak- laki,,,,ane adlah salah satu putra keturunan hadramaut tapi tidak pernah mengaku bahwa ane adlah keturunan nabi muhammad,,,ane bukan dari golongan sayyed dan syarifah yg mengaku keturunan nabi,,,,,

  102. 102 Choirun Niza

    Hmmm…tapi untuk keturunan Rasulullah SAW ada perkecualian…cuplikan2 catatan nih :

    sabda Rasulullah saw yang ditulis dalam kitab Yanabbi’ al-Mawwadah:
    نحن اهل البيت لا يقاس بنا
    “Kami Ahlul Bait tidaklah bisa dibandingkan dengan siapapun”.

    Turmudzi meriwayatkan sebuah hadits berasal dari Abbas bin Abdul Mutthalib, ketika Rasulullah ditanya tentang kemuliaan silsilah mereka, beliau menjawab:
    “Allah menciptakan manusia dan telah menciptakan diriku yang berasal dari jenis kelompok manusia terbaik pada waktu yang terbaik. Kemudian Allah menciptakan kabilah-kabilah terbaik, dan menjadikan diriku dari kabilah yang terbaik. Lalu Allah menciptakan keluarga-keluarga terbaik dan menjadikan diriku dari keluarga yang paling baik. Akulah orang yang terbaik di kalangan mereka, baik dari segi pribadi maupun dari segi silsilah”.
    ………………

    Baihaqi, Abu Nu’aim dan Tabrani meriwayatkan dari Aisyah, Disebutkan bahwa Jibril as pernah berkata:
    “Jibril berkata kepadaku: Aku membolak balikkan bumi, antara Timur dan Barat, tetapi aku tidak menemukan seseorang yang lebih utama daripada Muhammad saw dan aku pun tidak melihat keturunan yang lebih utama daripada keturunan Bani Hasyim”.
    …………………..

    Hadits Rasulullah tentang peristiwa pernikahan Siti Fathimah dengan Ali bin Abi Thalib, sebagaimana kita telah ketahui bahwa mereka berdua adalah manusia suci yang telah dinikahkan Rasulullah saw berdasarkan wahyu Allah swt . Dalam kitab Makarim al-Akhlaq terdapat hadits yang berbunyi:

    “Sesungguhnya aku hanya seorang manusia biasa yang kawin dengan kalian dan mengawinkan anak-anakku kepada kalian, kecuali perkawinan anakku Fathimah. Sesungguhnya perkawinan Fathimah adalah perintah yang diturunkan dari langit (telah ditentukan oleh Allah swt). Kemudian Rasulullah memandang kepada anak-anak Ali dan anak-anak Ja’far, dan beliau berkata : Anak-anak perempuan kami hanya menikah dengan anak-anak laki kami, dan anak-anak laki kami hanya menikah dengan anak-anak perempuan kami”.

    …………
    ************
    Al-Baihaqi, Thabrani dan yang lain meriwayatkan bahwa ketika Umar bin Khattab ra meminang puteri Imam Ali ra yang bernama Ummu Kulsum, beliau berkata:

    ‘Aku tidak menginginkan kedudukan, tetapi saya pernah mendengar Rasulullah saw berkata: ‘Sebab dan nasab akan terputus pada hari kiyamat kecuali sababku dan nasabku. Semua anak yang dilahirkan ibunya bernasab kepada ayah mereka kecuali anak Fathimah, akulah ayah mereka dan kepadaku mereka bernasab.’ Selanjutnya Umar ra berkata lebih lanjut: Aku adalah sahabat beliau, dan dengan hidup bersama Ummu Kulsum aku ingin memperoleh hubungan sabab dan nasab (dengan Rasulullah saw)’.

    Sebelum pernikahan kedua manusia suci itu, Siti Fathimah pernah dilamar oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq. Lamaran tersebut tidak diterima oleh Rasulullah dengan alasan Allah swt belum menurunkan wahyu-Nya untuk menikahkan Siti Fathimah. Begitu pula dengan Umar bin Khattab, beliau juga melamar Siti Fathimah, akan tetapi lamaran itu pun tidak diterima Rasulullah dengan alasan yang sama ketika menolak lamaran Abu Bakar Ash-Shiddiq. Akan tetapi ketika Ali bin Abi Thalib melamar Siti Fathimah kepada Rasulullah, saat itu juga Rasulullah menerima lamaran Ali bin Abi Thalib dan Rasulullah berkata: ‘Selamat wahai Ali, karena Allah telah menikahkanmu dengan putriku Fathimah’.

    Secara selintas memang peristiwa tersebut merupakan pernikahan biasa yang dialami nabi sebagai seorang ayah, dan sebagai utusan Allah yang senantiasa menerima wahyu dari Tuhannya. Akan tetapi dibalik peristiwa itu, terkandung nilai-nilai yang disampaikan Allah kepada nabinya yaitu berupa hukum kafa’ah dalam perkawinan keluarga Rasulullah, dimana Allah mensyariatkan pernikahan Imam Ali bin Abi Thalib dan Siti Fathimah yang keduanya mempunyai hubungan darah dengan Rasulullah dan mempunyai keutamaan ganda yang tidak dimiliki oleh Abu Bakar dan Umar . Mereka adalah ahlul bait, dimana Allah telah menghilangkan dari segala macam kotoran dan membersihkan mereka dengan sesuci-sucinya.

    Generasi Nabi saw lahir dari putrinya Fathimah ra. Beliau sangat mencintai mereka, al-Hasan dan al-Husein disebut sebagai anaknya sendiri, bahkan kepada menantunya, suami dari Fathimah ra, Rasulullah saw mengatakan:

    ‘Seandainya Ali bin Abi Thalib tidak lahir ke bumi maka Fathimah tidak akan mendapatkan suami yang sepadan (sekufu’), demikian pula halnya dengan Ali, bila Fathimah tidak dilahirkan maka Ali bin Abi Thalib tidak pula akan menemukan istri yang sepadan (sekufu’), mereka dan anak-anaknya diriku dan diriku adalah diri mereka’

    Abu Abdillah Ja’far al-Shaddiq, mengatakan, ‘Seandainya Allah tidak menjadikan Amirul Mukminin (Imam Ali) maka tidak ada yang sepadan (sekufu’) bagi Fathimah di muka bumi, sejak Adam dan seterusnya’.
    ………………….

    Demikian…. Meski seiring perkembangan waktu(zaman) dan ilmu pengetahuan, hal2 tersebut tentu mengalami banyak kajian2 pula…

  103. 103 zaid abidin akbar zaelany attamimi

    ane mau nanya nih,,,,knapa pada daftar fam-fam asal hadramaut di atas,,,kok gak ada fam MUSA’AD dan AL-ABUDY,,,,,,,,,,,,,,,,padahal ke dua fam di atas adalah fam asal hadramaut,,,,contoh,,,MUSAAD yg artinya penolong ,,,berawal dari sebuah kisah,,ketika NABI MUHAMMAD di penjarakan oleh kaum yahudi saat itu,,kemudian muncul seorang lelaki yg datang dengan pakaian tertutup ,,,,lalu di sembunyikannya banyak makanan di kepalanya ,,,,dan stelah sampai di hadapan RASULULLAH,,laki-laki itu pun mengeluarkan makanan-makanan itu lalu di serahkan kepada RASULULLAH,,,,,,,,,dan sejak itulah RASULULLAH memberi memberi julukan kepada lelaki itu dengan sebutan MUSA’AD yg artinya penolong,,,,,,,,,

    dan AL-ABUDY ykni merupakan kaum ba’alwi juga,,,,,,,

    syukron,,

  104. 104 Fahmi albargi

    assallamualikum..ana cuma mau tanya tentang keluarga albargi dan sejarahnya kalopun ada…sementara disebagian info enjid ana dah dibawa2 (awab albargi) al afuw sukron yah tolong diinformasiin *fahmibargi@yahoo.com*by facebook juga gpp

  105. 105 Fahmi albargi

    ikut komentar dikit “sesungguhnya allah telah mengapus kamu dari keangkuhan jahilliyah yaitu rasa bangga dengan golongan,nenek moyang,dan budayamu. sesungguhnya tuhanmu 1 dan kamu semua dari keturunan adam “dan orang yang paling mulia disisi ALLAH yaitu yang paling bertakwa tak ada perbedaan antara orang azam dengan orang arab..qolla Rasulallah SAW..Jabbal Rahmah..(selebihnya yahudi yang membuat islam ada sekian kasta dan golongan..seperti hal nya hadist yang banyak dipalsukan’benarlah kekhawatiran sohiibul anbiyya Abu bakar & Umar bin khattab yaitu kamu akan saling berbantah2 bantahan akan kebenarannya..subhanallah)

  106. 106 fuad zubaidi

    assalammualaikum wr.wb…..

    buat saudara2 muslim yg tahu silsilah zubaidi…beritahu saya ya….

    saya bukan untuk membanggakan atau memamerkan…..
    tapi saya cuma ingin tahu sisi historisnya…..

    masalah surga itu udah dikatakan oleh allah bahwa surga telah ditebus untuk muslimin,mukminin dan mukhlisin(org2 yg ikhlas)….

    tanpa dijelasin muslimin arabkah,ajamkah,habaib kah,sunnikah,syiahkah…

    hanya tiga kategori diatas….dan kita semua pasti sudah mengerti…

    ada hal lain yg lbh penting….

    rapatkan barisan…

    sudahkah kita siapkan diri membela saudara kita dipalestina ?
    sudahkah kita sisihkan harta kita untuk saudara2 kita di palestina ?
    atau plg tidak sudahkah kita doakan mereka agar keluar dari cobaan ini….
    meneteskah air mata kita saat para anak tak berdosa dibom digaza tapi mereka tampilkan wajah surga ?
    malu kita kalau mereka tahu kita lebih memprioritaskan masalah ini dibanding menolong mereka….

    kita semua harus akui kita ini yg plg lemah imannya….

    karena kita melihat kebatilan di palestina tapi kita diam saja…
    kecuali muslim yg membela dgn tangannya,lisannya,
    dan kita paling2 dgn doa dan itu selemah-lemah iman….

    mari mulai berkoordinasi….beri tenaga…harta…dan dukungan moril buat mereka….

    kita butuh figur yang manyatukan kata dan perbuatan kita saat ini…

    yahudi dan nasrani akan tertawa ngeliat blog ini…
    islam ga usah dihancurkan….akan hancur sendiri pasti pikir mereka..karena ga solid dan saling merasa benar….

    klo saudara2 boleh milih,,,,,
    mati seperti apa yg anda dambakan……
    seperti hamzah…dan para sahabat di uhud dan perang2 lain….
    atau mati dirumah anda ditemani istri dan anak dan harta yang punya,,

    korbankan yang paling anda cintai bila anda mencintai allah….

    saya siap untuk korbankan nyawa saya…saya yakin anda juga…

    mari berdoa agar disatukan oleh allah dan diturunkan pemimpin yang dapat menyatukan kita….

    arab dan non arab dipersatukan oleh syariat islam….
    bukan adat dan istiadat…itu dibawah syariat…

    asslammualaikum wr.wb…..

  107. 107 laksamana alkatiri

    maap sebelumnya bila ana ikut2 menyela dikit atas komentarnya,bukan maksud untuk membela kasta manapun,atau memihak dari segi apapun
    tapi ana liat2 adari semua komen2nya kebanyakan cuma membela kaumnya sendiri,dan gak melihat dari sisi realitasnya….
    untuk apa kita berdebat seperti ini,padahal di sisi lain para kaum yahudi bersiap2 ingin menjegal kita (agama kita)
    seharusnya kita bersatu bukan membanding2kan dari sisi manapun.
    kalian menganggap muhammad.saw utusan ALLAH bukan?
    klo iya,apa yg Dia ajarkan pada umat2nya?
    marga itu seberanya apa,menurut saya gak lain cuma sekedar julukan.
    tolong kajilah ulang pada otak dan hati kalian masing2
    klo memang merasa benar,perjuangkan dan buktikan keberadaan pada dunia dan akhirat kelak.
    tapi klo sebaliknya,seharusnya kalian tau apa yg harus kalian lakukan.
    maap bukan maksud untuk menggurui,tapi cuma itu yg aku bisa kasih komentnya..sukron…

  108. 108 lailatul khomsah

    Assalamualaikum. kaifa khaluka????? ana mahabbah tijanyyah

  109. 109 azmi syawik

    assalamualaikum.wr.wb

    ana mau nanya tentang silsilah nya keluarga SYAWIK….mungkin ada yg kenal dengan silsilah keturunan SYAWIK yang ada di indonesia, kapan mereka datang dan siapa semua mreka.. trus d yaman, mereka dari daerah mana….. plizz…
    SUKRAN YAH….

    wassalamualaikum,wr.wb

  110. 110 Bang Sabeni

    Sekedar komen buat cerita zaid abidin akbar zaelany attamimi

    Ini cerita Yahanu dari mana, sejak kapan Rasul saw bisa ditagkap ama Yahudi. Hahaha… Sebelum Rasul hijrah saja Yahudi sudah keok sama kaum Anshar.. Jika ini dimekkah lebih tidak mungkin lagi, lho kok bisa bisanya Rasul saw ditangkap didepan mata Saad bin Mu’az.. bisa bisa disembelih tuh Yahudi

  111. 111 jihan

    assalamualaikum.wr.wb

    ana mau nanya tentang silsilah nya keluarga QALALI….mungkin ada yg kenal dengan silsilah keturunan QALALI yang ada di indonesia, kapan mereka datang dan siapa semua mreka.. trus d yaman, mereka dari daerah mana…..
    SUKRAN YAH….

    wassalamualaikum,wr.wb

  112. 112 jihan Qalali

    ASSALAMUALAIKUM…..
    ana mau nanya tentang silsilah nya keluarga QALALI….mungkin ada yg kenal dengan silsilah keturunan QALALI yang ada di indonesia, kapan mereka datang dan siapa semua mreka.. trus d yaman, mereka dari daerah mana…..
    SUKRAN MINKUM

    WASSALAM

  113. 113 Muhammad assaewad

    Untuk seluruh ikhwan dan akhawat..smoga ana dapet bantu untuk nasab dan silsilah keturunan arab yaman,Uea dan lainnyanya: sms : 081360201199
    Supaya tahu garis keturunan untuk dikenal,dan diharumkan..mayoritas marga arab yg ada di indonesia,kebanyakan Gol.masyaikh ( Keturunan org.Alim )

  114. 114 m

    untuk JIHAN…QALILI dan Qalali…sama saja berasal dari yaman

  115. 115 Muhammad assaewad

    untuk JIHAN…QALILI dan Qalali…sama saja berasal dari yaman jelasnya sms 081360201199

  116. 116 Muhammad assaewad

    Mohon dengan rendah hati
    buat cerita zaid abidin akbar zaelany attamimi,sebenarnya itu tidak tepat dan mohon pada ikhwat & ikhwan..kalau mau cerita asal usul Fam,telah memiliki referensi akurat dan mu’tamad.
    MUSAAD = Al MUSAAD adalah pecahan dari ALKATIRI berasal dari jibal hadramaout kakeknya MUHAMMAD bin SAAD bin MUHAMMAD bin ABDULLAH,nisbah ini yang digunakan utk FAM ALMUSAAD (AL-KATIRI) termasuk MASYAIKH dan ALMUSAAD adalah QABAIL…utk IKHWAN yang ingin mengetahui Silsilahnya..Mohon sabar,bentar lagi website kita Assaiwad ukt keturunan arab..akan kita update…Hanya utk mengenal bukan Tafakhur…
    yg MULIA disisi ALLAH adalah taqwa

  117. 117 bin harris bin jovan

    ikut nimbrung nih,he…he…he…

  118. 118 Muhammad

    Marga Arab Hadramaut merujuk kepada nama keluarga atau marga yang dipakai oleh keturunan bangsa Arab, yang berasal dari daerah Hadramaut di Yaman, yang letaknya di Jazirah Arab bagian selatan. Berdasarkan asalnya, marga Arab Hadramaut umumnya dapat dibagi menjadi 2 golongan; yaitu marga-marga keturunan suku Arab Yaman asli yang mengklaim sebagai keturunan dari Nabi Nuh melalui jalur Hadhramaut bin Gahtan, dan marga-marga suku Arab pendatang yang mengklaim keturunan Nabi Muhammad melalui jalur Ahmad bin Isa al-Muhajir yang hijrah ke Yaman sekitar tahun 319 H (898 M).

    Koloni Arab dari Hadramaut diperkirakan telah datang ke Indonesia sejak abad ke-13. Sejumlah marga yang di Hadramaut sendiri sudah punah, misalnya seperti “Basyeiban” dan “Haneman”, di Indonesia masih dapat ditemukan. Hal ini karena keturunan Arab Hadramaut di Indonesia saat ini diperkirakan jumlahnya lebih besar daripada di tempat leluhurnya sendiri.

    Daftar di bawah ini memuat beberapa marga Arab Hadramaut. Anda dapat membantu melengkapinya.
    Marga Arab Hadramaut

    A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
    [sunting] A

    * Al Amudi, Abdat, Abbad, Abudan, Abunumay, Aglag, Alabeid, Al Abd Baqi, Al Aidid, Al Ali Al Hajj, Al Amar, Al Amri, Al As, Al Sa’ari, Al As-Safi, Al Audah, Al Aulagi, Al Aydrus, Al Ba Abud, Al Ba Faraj, Al Ba Harun, Al Ba Raqbah, Al Baar, Al Bagdadi, Al Baiti, Al Bajrai, Al Bakri, Al Bal Faqih, Al Balghaist, Al Baldjoen, Al Balgon, Al Bantan, Al Bantani, Al Bintan, Al Bintani, Al Barak, Al Bargi, Al Barhim, Al Batati, Al Bawahab, Al Bawazier, Al Bin Jindan, Al Bin Sahal, Al Bin Semit, Al Bin Yahya, Al Bukkar, Al Damis, Al Dzeban, Al Fagih, Al Fariz, Al Faris, Al Fad’aq, Al Falugah, Al Qadri, Al Hadi, Al Hadromi, Al Hajri, Al Halagi, Al Hamid, Al Hasani, Alhasien, Al Hassan, Al Hasyim, Al Hilabi, Al Hinduan, Al Huraibi, Alisalim, Al Jaidi, Al Jailani, Al Jufrie, Al Djoen, Al Jun, Al Gaiti, Al Gon, Al Jon, Al Jundi, Al Jabri, Al Jamalulail, Al Junaid, Al-Kaff, Al Kalali, Al Kalilah, Al Katiri, Al Khamis, Al Khatbah, Al Khatib, Al Kherid, Al Madhir, Al Mahdali, Al Mahfuzh, Al Mathar, Al Matrif, Al Mesfer, Al Maula Dawilah, Al Maula Khailah, Al Munawwar, Al Musawa, Al Mutahhar, Al Muhaddam, Al Qaiti, Al Qannas, Al Rubaki, Al Wynni, Al Yafi’ie, Al Yafei, Al Yamani, AlMukarom, Ambadar, Arfan, Arghubi, Askar, As-sa’ari, Assa’di, Assaili, Assiry, Assegaf, Assewed, Assidawi, Assyaiban, Assyiblie, Asy Syaarfi, Attanfirah, Attamimi, Attuwi, Azmatkhan[1], Azzagladi

    [sunting] B

    * Baladraf, Ba Abdullah, Ba Abduh, Ba Akabah, Ba Attiiyah, Ba Atwa, Ba Awadh, Bachmid, Ba Dekuk, Ba Faqih, Ba Gabas, Ba Jabir, Ba Jamin, Ba Jammal, Ba Jasir, Ba Jeber, Ba joban, Ba Kheiri, Ba Sendit, Ba Sidawi, Ba Siul, Ba Syaib, BaSyaiban, Ba Tebah, Ba Zara, Ba Zar’ah, Ba Zouw, Ba’asyir, Babadan, Babheir, Babsel, Babten, Bachrak, Badegel, Badeges, Badhawie, Ba’Dib, Ba’dokh,Badjideh, Badres, Badziher, Badzinjan, Bafadhal, Bafana, Bafeel, Bagadir, Bagaramah, Bagarib, Bagges, Bagoats, Bahabazy, Bahadik, Bahafdullah, Bahaj, Bahalwan, Bahanan, Baharmus, Baharthah, Bahaiyan, Bahsowan, Bahfen, Bahman, Bachmid, Bahroh, Bahsen, Bahwal, Bahweres, Baisa, Bajammal, Bajabir, Bajened, Bajrei, Bajruk, Bajuber, Bakarman, Bakrisyuk, Baksir, Baktal, Baktir, Bakouba, Bal Afif, Baladraf, Balahjam, Balahmar, Bala’mas, Balasga, Balaswad, Balaswat, Balasyrof, Balbeid, Balfas, Baljun, Baljon, Balghaits, Balgon, Balu’lu’, Balweel, Bamajbur, Bamagain, Bamaisarah, Bamakundu, Bamasak, Bamasri, Bamatraf, Bamatrus, Bamazro, Bamu’min, Banaemun, Banafe, Bana’mah, Banser, Baraba, Barabud , Baraja, Barakwan, Barasy, Barawas, Bareyek, Baridwan, Barjib, Baruk, Basagili, Basakran, Basalamah, Basalim, Basalmah, Basamkho, Basawat, Basbeth, Basgefan, Bashandid, Bashay, Basilim, Ba’sin, Baslamah, Baslum, Basmeleh, Basofi, Basulaileh, Basumbul, Baswedan, Baswel, Baswer, Basyahroh, Basyarahil, Basyrewan, Batarfi, Batates, Batelo, Bathef, Bathog, Ba’Tuk, Baweel, Bayahayya, Bayasut, Bayusuf, Bazandokh, Bazargan, Bazeid, Bazmul, Billahwal, Bin Abad, Bin Abd Samad, Bin Abdat, Bin Abied Bin Abdul Aziz, Bin Abri, Bin Addar, Bin Afif, Bin Agil, Bin Ajjaj, Bin Al, Bin Said, Bin Amri, Bin Amrun, Bin Anuz, Bin Baljun, Bin Balgon, Bin Baldjoen, Bin Baljon, Bin Bisir, Bin Bugri, Bin Coger, Bin Dahdah, Bin Dawil, Bin Diab, Bin Duwais, Bin Dzeban, Bin Eda, Bin Elly, Bin Faris, Bin Gannas, Bin Gasir, Bin Ghanim, Bin Ghozi, Bin Gozan, Bin Guddeh, Bin Guriyyib, Bin Hassan, Bin Hadzir, Bin Hafidz, Bin Halabi, Bin Hamid, Bin Hana, Bin Hatrash, Bin Hizam, Bin Hud, Bin Humam, Bin Huwel, Bin Ibadi, Bin Isa, Bin Jabal, Bin Jaber, Bin Jaidi, Bin Jobah, Bin Juber, Bin Kartam, Bin Kartim, Bin Keleb, Bin Khalifa, Bin Khamis, Bin Khubran, Bin Kuddah, Bin Madhi, Bin Mahfuzh, Bin Mahri, Bin Misfir, Bin Makki, Bin Maretan, Bin Mesfer, Bin Marta, Bin Mattasy, Bin Ma’tub, Bin Mazham, Bin Misfir, Bin Muhammad, Bin Umar, Bin Muchosin, Bin Munif, Bin Mutahar, Bin Mutliq, Bin Nahdi, Bin Nahed, Bin Nub, Bin On, Bin Qarmus, Bin Sadi, Bin Said,Bin Salim, Bin Sanad, Bin Seger, Bin Seif, Bin Suid, Bin Sungkar, Bin Syahbal, Bin Syaiban, Bin Syamil, Bin Syamlan, Bin Syirman, Bin Syuaib, Bin Tahar, Bin Ta’lab, Bin Tayeb, Bin Tebe, Bin Thahir, Bin Thalib, Bin Tsabit, Bin Ulus, Bin Usman, Bin Wahab, Bin Wizer, Bin Zagr, Bin Zaidan, Bin Zaidi, Bin Zimah, Bin Zoo, Bukhori, Bukkar, Bazubbak

    [sunting] C

    * Chatib

    [sunting] D

    * Djibran, Djobban, Doman

    [sunting] E

    * Elly

    [sunting] F

    * Falhum, Falogah

    [sunting] G

    * Gadneh/Gitnah/Gathneh’, Ganesy, Ghana’(?), Ghaniem, Gisymar, Gurdusy

    [sunting] H

    * Hablil, Haddad, Haidrah, Hallaboh, Hamadah, Hamde, Hamzah, Harharah, Harris, Hasni, Hasny, Hatrash, Hayaze, Hendan, Hizam, Hubeisy, Humaid, Huraiby,

    [sunting] J

    * Jabli, Jawas, Jibran, Jurhum

    [sunting] K

    * Kaff, Karamah, Karaman, Ka’wileh, Kuddah, Kurbi

    [sunting] L

    * Lahji, Lahmadi,

    [sunting] M

    * Machdan, Madhi, Madsyal, Magadh, Mahbub, Mahdami, Makarim, Marbasy, Marfadi, Martak, Mashabi, Maulachela, Maziun, Mesfer, Mubarak, Mugezeh, Mugheneh, Mukarram, Mukhasyin, Munabari, Muntahar

    [sunting] N

    * Nabhan, Nagib, Nahdi

    [sunting] S

    * Sabaya, Sabbah, Sallum, Shahab, Shahabi, Shegeir, Surur, Sungkar, Swedan, Syagran, Syaiban, Syammach, Syawik

    [sunting] T

    * Tarmum, Thebe

    [sunting] U

    * Ubaidun, Ubidun, Ugbah, Ummayyer

    [sunting] W

    * Wahdin, Wakid

    [sunting] Z

    * Za’bal, Zakin, Zeban, Zeger, (Az)Zubaidi (Zabidi-Zabde),

  119. 119 SI BONAR-BONAR

    Buat Para Habib dan Masyaikh yang mau mengetahui leluhurnya lebih keatas lagi. Ini ada ulasan dari DR. Sayyid Haidar Hussain. Prophet Hud and Saleh (PBUT) in Qur’an and Bible.

    http://www.youtube.com/watch?v=M1AWMupjSXQ

    Donlot saja semuanya Ada 6 Part. Untk mengetahui lebih lanjut hubungi karkun jamaat tabligh yg lama tinggal di India.. hehehe
    Satu hal yang menakutkan dari ulasan DR.Syed adalah bahwa bukan hanya kata Ibrani (Hebrew), kata YAHUDI sendiri berasal dari nama nabi HUD.PBUH (EBER/HEBREW). YAA HUD…. YAA HUD….

    Astaghfirullah!!!! Pantas saja karakter Yahudi & Arab jahiliah sama saja suka membanggakan nenek nenek..

  120. 120 SILUMAN UDANG

    Memang disebutkan Dalam Kanzul Ummal 6: 300, kitab Fadhail, hadis ke 35512 disebutkan:

    Ibnu Abbas berkata, aku mendengar Nabi saw bersabda: “Aku adalah Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdil Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Luay bin Ghalib bin Fahr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazzar bin Ma’da bin ‘Adnan bin Adda bin Udada bin Hamyasa’ bin Yasyhab bin Nabat bin Jamil bin Qaidar bin Ismail bin Ibrahim bin Tarikh bin Nahur bin Asyu’ bin Ar’us bin Faligh bin ‘ABIR (Hud) bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh bin Lumka bin Mutawasysyalikh bin Akhnukh (Idris) bin Azda bin Qinan bin Anwasy bin Syayts bin Adam (as).”

    Al-Muttaqi Al-Hindi mengatakan: Hadis ini diriwayatkan oleh Ad-Daylamni.

    Pada urutan ke 35 terdapat ABAR/ABIR/AYBAR. Orang yang sama dalam Pentateukh yaitu dalam Kejadian 10:24-29.

    Ibnu Katsir berkata mengenai nasab Qohthan/Joktan ini, “…dia adalah keturunan ‘Abir/Eber (Éver עֵבֶר), yaitu Hud ھود – Semoga shalawat dan salam Allah untuknya. (Tafsir Ibnu Katsir 3:531)

    Ada yg bisa menambahkan?. Baiknya forum ini untuk menambah wawasan sejarah kita, untuk merekatkan kembali hubungan kita, jangan diisi dengan caci makian semacam kata2 laknat yahudi dsb… Atau melaknat nasab orang. Bukankah kalian sama2 orang Arab? knapa saling memaki? Nenek2 kalian saling kawin2an dan setiap darah Adnan maupun Joktan sdah bercampur dalam darah kalian semua.

    Buat sibonar-bonar thanks atas infonya.

  121. 121 hamid alkatiri

    ini apaan ini….
    hehehehe…….
    ikut nimbrung ah..
    oh iya klo ada yg tau marga ane,tolong dong kasih tau sejarahnya?

  122. 122 ahmad

    ana mau cari tentang fam Bamajbur, itu habaib ato bkn,,,,,?

  123. 123 kucing imut padang pasir

    Buat Ahmad Bamajbur, coba ke Rabithah saja biar jelas. Buat Hamid Al Kathiri coba ente cek nasab King Abrahah al-uganda yg mau meratakan kaabah.. sapa tau ada. hahahahahaha…

  124. 124 Al-muhibbyn

    kenapa g di pisah2 fam/marga2 di atas,keturunan Rosullulloh dangan yg bukan, biar jelas pembacanya….???

  125. 125 Muhammad

    Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad dalam bukunya Risalatul Muawanah mengatakan, ‘Imam al-Muhajir Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali bin al-Imam Ja’far Shadiq, ketika menyaksikan munculnya bid’ah, pengobralan hawa nafsu dan perbedaan pendapat yang makin menghangat, maka beliau hijrah dari negerinya (Iraq) dari tempat yang satu ke tempat yang lain hingga sampai di Hadramaut, beliau bermukim di sana hingga wafat. Mengapa Imam al-Muhajir memilih Hadramaut yang terletak di Negara Yaman sebagai tempat hijrah ?

    Imam al-Muhajir memilih Hadramaut sebagai tempat hijrahnya, dikarena beberapa faktor, pertama peristiwa hijrahnya al-Husein dari Madinah ke Kufah, dimana Ibnu Abbas memberikan nasehat kepada Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib ketika hendak berangkat ke Kufah. Ibnu Abbas menasehati agar beliau pergi ke Yaman karena di negeri itu para penduduknya menyatakan siap untuk mendukung Imam Husein. Sejarah membuktikan bahwa keturunan Imam Husein sampai saat ini mendapat dukungan di sana. Kedua, keistimewaan penduduk Yaman yang banyak disebut dalam alquran dan hadits. Allah swt berfirman :

    Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah maha luas (pemeberian-Nya) lagi maha mengetahui.[1]

    Dari Jabir, Rasulullah saw ditanya mengenai ayat tersebut, maka Rasul menjawab, ‘Mereka adalah ahlu Yaman dari suku Kindah, Sukun dan Tajib’.[2] Ibnu Jarir meriwayatkan, ketika dibacakan tentang ayat tersebut di depan Rasulullah saw, beliau berkata, ‘Kaummu wahai Abu Musa, orang-orang Yaman’. Dalam kitab Fath al-Qadir, Ibnu Jarir meriwayat dari Suraikh bin Ubaid, ketika turun ayat 54 surat al-Maidah, Umar berkata, ‘Saya dan kaum saya wahai Rasulullah’. Rasul menjawab, ‘Bukan, tetapi ini untuk dia dan kaumnya, yakni Abu Musa al-Asy’ari’.[3]

    Ketika Allah berfirman dalam surat al-Hajj ayat 27 yang berbunyi :

    Dan serukanlah kepada umat manusia untuk menunaikan ibadah haji, niscaya mereka akan datang ke (rumah Tuhan) mu dengan berjalan kaki dan dengan menunggang berbagai jenis unta yang kurus, yang datangnya dari berbagai jalan yang jauh.

    Ayat ini turun kepada nabi Ibrahim as, setelah menerima wahyu tersebut beliau pergi menuju Jabal Qubays dan menyeru untuk menunaikan haji. Dan orang pertama yang menjawab dan datang atas seruan Nabi Ibrahim as adalah orang-orang’.

    Allah swt berfirman dalam surah al-Nashr ayat 2 :

    ‘Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan beramai-ramai‘.

    Berkata Shadiq Hasan Khan dalam tafsirnya dari Ikrimah dan Muqatil, ‘Sesungguhnya yang dimaksud dengan manusia pada ayat itu adalah orang-orang Yaman, mereka berdatangan kepada Rasulullah untuk menjadi kaum mu’minin dengan jumlah tujuh ratus orang’.[4]

    Dari Ibnu Abbas berkata : Nabi kita ketika berada di Madinah berkata, ‘Allahu Akbar, Allahu Akbar, telah datang bantuan Allah swt dan kemenangannya dan telah datang ahlu Yaman. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw : Siapakah ahlu Yaman itu ? Rasulullah saw menjawab : Suatu kaum yang suci hatinya dan lembut perangainya. Iman pada ahlu Yaman, kepahaman pada ahlu Yaman dan hikmah pada ahli Yaman’.[5]

    Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani telah meriwayatkan suatu hadits dalam kitabnya berjudul Fath al-Bari, dari Jabir bin Math’am dari Rasulullah saw berkata, ‘Wahai ahlu Yaman kamu mempunyai derajat yang tinggi. Mereka seperti awan dan merekalah sebaik-baiknya manusia di muka bumi’.[6]

    Dalam Jami’ al-Kabir, Imam al-Suyuthi meriwayatkan hadits dari Salmah bin Nufail, ‘Sesungguhnya aku menemukan nafas al-Rahman dari sini’. Dengan isyarat yang menunjuk ke negeri Yaman. Masih dalam Jami’ al-Kabir, Imam al-Sayuthi meriwayatkan hadits marfu’ dari Amru ibnu Usbah , berkata Rasulullah saw, ‘Sebaik-baiknya lelaki, lelaki ahlu Yaman‘.[7]

    Faktor lain yang menjadi pertimbangan Imam al-Muhajir hijrah ke Yaman dikarenakan masyarakat Yaman mempunyai hati yang suci dan tabiat yang lembut serta bumi yang penuh dengan keberkahan, sehingga Rasulullah saw memerintahkan hijrah ke negeri Yaman jika telah terjadi fitnah. Diriwayatkan dari Ibnu Abi al-Shoif dalam kitab Fadhoil al-Yaman, dari Abu Dzar al-Ghifari, Nabi saw bersabda, ‘Kalau terjadi fitnah pergilah kamu ke negeri Yaman karena disana banyak terdapat keberkahan’.[8]

    Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah al-Anshari, Nabi saw bersabda, ‘Dua pertiga keberkahan dunia akan tertumpah ke negeri Yaman. Barang siapa yang akan lari dari fitnah, pergilah ke negeri Yaman, Sesungguhnya di sana tempat beribadah’.[9]

    Abu Said al-Khudri ra meriwayatkan hadits dari Rasulullah saw, ‘Pergilah kalian ke Yaman jika terjadi fitnah, karena kaumnya mempunyai sifat kasih sayang dan buminya mempunyai keberkahan dan beribadat di dalamnya mendatangkan pahala yang banyak’.[10]

    Abu Musa al-Asy’ari meriwayatkan dari Rasulullah saw, ‘Allah akan mendatangkan suatu kaum yang dicintai-Nya dan mereka mencintai Allah. Bersabda Nabi saw : mereka adalah kaummu Ya Abu Musa, orang-orang Yaman’.

    Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa yang mencintai orang-orang Yaman berarti telah mencitaiku, sispa yang membenci mereka berarti telah membenciku’.[11]

    [1] Al-Maidah : 54.

    [2]Muhammad bin Ali al-Ahdali, Nats al-Dur al-Maknun fi Fadhoil al-Yaman al-Maimun, hal.35.

    [3] Muhammad bin Muhammad al-Shon’ani, al-Anba’ an daulah Balqis wa Saba’, hal. 20.

    [4] Beberapa tafsir menyebutkan bahwa yang dimaksud oleh surat al-Nashr ayat 2 adalah orang-orang Yaman. Tafsir itu antara lain al-Baghowi, al-Khozin, al-Mawardi, Ruh al-Ma’ani, al-Qurthubi.

    [5] Ibid, hal. 21.

    [6] Ibid, hal. 22.

    [7] Ibid, hal. 22.

    [8]Muhammad bin Ali al-Ahdali. Op Cit, hal.68.

    [9] Ibid, hal. 68.

    [10] Ibid, hal. 68.

    [11] Ibid, hal. 69.

  126. 126 Ruhut al-Hadhrami

    Silsilah diatas kalau dibuat lebih terstruktur dan digabung dengan percabangannya kurang lebih seperti ini:

    49. Adam (as)
    48. Syayts (as)
    47. Answasy
    46. Qinan
    45. Azda
    44. Akhnukh/Idris (as)
    43. Mutawasysyalikh Aram Ethnic
    39. Arfakhsyad
    38. Syalikh/Syela

    Ibranic Ethnic

    37. `Abar/Hud (as) –> Ibrani Joktan –> King Sheba –> Himyar Of al-Hirah [Leluhur Kaum Himyar di Yaman] yaitu Bani Jurhum, Bani Zaid, Sakkasik, Bani Qudha’ah dan anak kabilah (kalb, Jahinah, Jaram, Qudamah, Bani Bahra’, Bani’Adzrah, kabilah Qiin dan Maskah), Kahlan Of Al-Hirah yaitu Bani Hamadan (Hasyed & Bukhail, Bani Yam, Bani al-Harith, Bani al-Mashoruki (Awwad, Massa’ad), Anmar, Bani Thayyi’(Shamr), Madzhaj, Bani Kindah (Ba-hbnan, ‘Al-Mahthouth, Ibn Dighar, ‘Al-Afeef, Ibn Marta’a,’Al-Fakhr, Ba-Al-Munauthira, Banu Tageeb, ‘Al-Sae’ed, ‘Al-Mahdi, Al-Sadaf, Ba-Ras, Ba Baqi, ‘Al-Makhashin, Ba-Hafeen, Ba-Jamal, Ibn Hameed (Bin Hamid), Ba-Sabeet, Ba-Qais, Minkhoub, Ba-Yomin, Ba-Bahier, Elias, Ben Mahfouz dll), Kabilah Lakham & Judzam, Bani Zubaid, Harb, Al-Azd, Bani Qaylah induk kabilah Aus & Khazraj (kaum Anshar) yaitu Bani Najjar, Bani Aslam, Bani Abdul Asyhal, Bani al-Haris bin Khazraj, Bani Saidah), Bani Ghassan dan seluruh anak-anak keturunan Jafnah raja-raja Aram lama (Syria). dll.)
    36. Faligh (Kakak Qohthan/Joktan)
    35. Ar’us
    34. Asyu’
    33. Nahur
    32. Tarikh

    31. Ibrahim (as) –> Ishaq (as) –> Esau –> Edom (arab iraq & Syria/Jordania) & Ya’qoob (as) –> Yahudi (Yehuda, Ruben, Gad, Asyer, Naftali, Manasye, Simeon, Lewi, Isakhar, Zebulon, Yusuf, Benyamin, Efraim, Adinah)

    30. Ismail/Ishmael (as)
    29. Qaidar Bani Umayyah, Bani Abdusy Syams, Bani Naufal dll.

    4. Hasyim Bani Abbas Bani Alawi Hadhramwt (BaAlwi.

    Dan banyak lagi percabanyannya. Semuanya ada kitabnya. Mohon petunjuk jika ada yang salah..

  127. 127 Ruhut al-Hadhrami

    Postingan ana yg begitu panjang terpotong, ada nama2 yg hilang.. :( Hmmm.. Ok.. Sayonara..!!!

  128. 128 muchsin

    Semoga dengan menapaki keturunan buka berarti mau membanggakan diri, karena kata papatah jangan katakan siapa kakekmu tapi siapa dirimu.

    Dalam pengucapan kata dalam bahasa Indonesia/latin biasanya berbeda dengan bahasa asalnya/ ‘arab. misal Amar (pake alif) tentu berbeda dengan ‘amar (pake ain) juga ammar dan ‘ammar (pake doble m).

    Karena dalm silsilah yang telah di tulis di atas dan juga dalam buku terbarunya KH A.Hasan Bafadullah MM yang menulis buku “dari Nabi Nuh hingga Hadramaut” nasab/marga ana gak ada yaitu Saelan. Kalo denger cerita walidi: dahulu Bin Saelan datang ke Indonesia 3 orang, ke Jawa Kalimantan dan Sulawesi. Yang ga enaknya mereka gak pernah ada kontak kontak (mungkin blom ada SMS) dg yang ada di jawa, juga subhanalloh, bin Saelan ini bukan bibit unggul sehingga, dari perkawinan pertama jiddi (Obeid bin Salim bin Umar) hanya menurunkan satu anak laki yaitu Ali, istrinya Siti Maryunah binti H Imam Cigudeg Bogor, meniggal, Nikah Lagi dan punya anak satu Fatmah dan istrinya pun meninggal, trus menikah lagi dengan orang Dermaga Bogor, baru mempunyai anak cukup banyak. Namun sayangnya keturunan jid obeid yang menurunkan anak banyak hanyalah Ali (walidi) dan Ami Ahmad obeid Selan.
    Nanti disambung lagi dech sapa tahu ada yang mo nanggapi dulu

    wassalam
    ms
    Bandung

  129. 129 fathia

    mau tau dong info tentang nasab al-jabri

  130. 130 hamid alkatiri

    buat kucing imut padang pasir,bisa tolong ente jelasin tentang nasb tsb…
    sukron sebelumnya yaaa……….

  131. 131 Ibnul Alkheried

    KECINTAAN ORANG-ORANG SHALEH TERHADAP AHLUL BAIT

    إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذۡهِبَ عَنڪُمُ ٱلرِّجۡسَ أَهۡلَ ٱلۡبَيۡتِ وَيُطَهِّرَكُمۡ تَطۡهِيرً۬ا

    “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan rijs dari kalian wahai Ahlul Bait dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya.” (Al-Ahzab: 33)

    Makna Lafadz

    ٱلرِّجۡسَ
    “ar-rijs”

    Para ulama mufassirin di dalam menjelaskan maknannya terbagi menjadi beberapa ibarat (perkataan) sebagai berikut:

    1. Ada yang mengatakan bahwa maknannya adalah syaithan. Di antara yang mengatakan demikian adalah Ibnu Zaid rohimahullahu ta’ala. (Lihat Jami’ul Bayan 10/296 dan Tafsir al-Mawardi 4/400)

    2. Ada yang mengatakan bahwa maknannya adalah syirik, perbuatan maksiat, syakk (keragu-raguan), perbuatan dosa dan segala macam perbuatan kotor menurut syariat. Yang berpendapat demikian di antaranya adalah As-Suddi dan Al-Hasan Al-Bashri rohimahullahu ta’ala ajma’in. (Tafsir Al-Mawardi 4/400)

    3. Ada yang mengatakan bahwa maknanya adalah segala macam gangguan kejahatan, kejelekan dan perbuatan keji. Yang berkata demikian adalah Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rohimahullahu ta’ala. (Taisirul Karimir Rahman 6/220)

    Semua penafsiran para ulama di atas termasuk dalam pengertian ٱلرِّجۡسَ “ar-rijs” karena mereka sering kali menafsirkan arti suatu kata dalam ayat dengan menyebutkan bagian-bagian atau unsur-unsur yang termasuk dalam pengertiannya.

    Hal ini harus dipahami dan diketahui oleh setiap orang yang membaca kitab-kitab tafsir, supaya dia tidak menganggap bahwa para mufassirin ber-ikhtilaf dalam menafsirkan suatu ayat sehingga harus ditarjih (dikuatkan) salah satunya sedang yang lain dibuang dan disalahkan.

    أَهۡلَ ٱلۡبَيۡتِ
    “Ahlul Bait”

    Para ulama mufassirin berikhtilaf di dalam masalah ini, siapakah yang dimaksud dengan Ahlul Bait dalam ayat ini:

    1. Di antara manusia ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Ahlul Bait dalam ayat ini adalah ‘Ali bin Abi Thalib, Fathimah, Al-Hasan dan Al-Husein saja, tidak ada lagi selain mereka.
    Pendapat ini dipegang kuat oleh Syi’ah Rafidlah dan mereka berdalil dengan riwayat-riwayat dari Abu Sa’id Al-Khudri, Anas bin Malik, ‘Aisyah dan Ummu Salamah radliallahu ‘anhum. (Lihat Tafsir Al-Mawardi 4/401 dan Jami’ul Bayan 10/296)

    2. Ada lagi yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam saja, bukan yang lainnya. Yang berpendapat demikian adalah Ibnu ‘Abbas dan ‘Ikrimah radliallahu ‘anhum. (Jami’ul Bayan 10/298 dan Tafsir Al-Mawardi 4/401 serta Ibnu Katsir 3/637-638)

    3. Ada lagi yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah umum, meliputi ‘Ali bin Abi Thalib, Fathimah, Al-Hasan dan Al-Husein dan istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Yang berpendapat demikian adalah Adl-Dlahhak. (Tafsir Al-Mawardi 11/401)

    ASBABUN NUZUL(sebab turun ayat)

    Para mufassirin juga berikhtilaf dalam masalah sebab turunnya ayat ini. Kepada siapakah ayat ini turun?

    Mereka berikhtilaf dalam masalah ini karena mereka berikhtilaf dalam menentukan siapakah yang dimaksud dengan Ahlul Bait dalam ayat ini?

    Maka perkataan para mufassirin dalam hal sebab turun ayat ini terbagi tiga:

    1. Abu Sa’id Al-Khudri, Anas bin Malik, ‘Aisyah dan Ummu Salamah radliallahu ‘anhum meriwayatkan bahwa ayat ini turun hanya kepada ‘Ali, Fathimah, Al-Hasan dan Al-Husein.

    Pendapat ini dipegang kuat oleh Syi’ah Rafidlah, mereka menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Ahlul Bait adalah Ali, Fathimah, Al-Hasan dan Al-Husein, sedangkan istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sama sekali bukan Ahlul Bait dengan membawa riwayat:

    “Dari Ummu Salamah radliallahu ‘anha, beliau berkata:

    “Ayat ini (Al-Ahzab:33) turun di rumahku, maka Rasulullah memanggil Ali, Fathimah, Hasan dan Husein, lalu menutupi mereka dengan kisa’ (baju) buatan Khaibar seraya berucap: “Mereka adalah Ahlu Bait-ku.” Kemudian beliau membaca Ayat ini (Al-Ahzab:33) dan berkata:

    “Ya, Allah, hilangkan dari mereka rijs dan bersihkan mereka sebersih-bersihnya.”

    Maka aku (Ummu Salamah) berkata: “Saya bersama mereka wahai Rasulullah?”
    Rasulullah menjawab: “Kamu diam ditempatku, dan kamu di atas kebaikan.” (Muslim, Ahmad dan At-Tirmidzi)

    2. Ibnu ‘Abbas dan ‘Ikrimah radliallahu ‘anhum menyatakan bahwa ayat ini turun hanya kepada istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mengatakan:

    “Ayat ini turun khusus kepada istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam saya.”

    Ibnu Jarir At-Thabari meriwayatkan dari ‘Ikrimah bahwa beliau menyeru di pasar:

    “Ayat ini turun tentang istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam saja.”

    Bahkan beliau mengatakan: “Barang siapa yang mau, aku tantang dia mubahalah(1), ayat-ayat ini turun tentang istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam saja.” (Ibnu Katsir 3/637-638)

    Imam Asy-Syaukani rahimahullah mengatakan:

    “Pendapat inilah yang benar, karena ayat ini dan ayat sebelumnya dan sesudahnya turun kepada mereka (istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam), dan karena dalam ayat-ayat itu sedikitpun tidak disinggung tentang Ali, Fathimah dan anak-anaknya radliallahu ‘anhum.” (Zubdatut Tafsir 554)

    Catatan kaki (1) Mubahalah secara bahasa diambil dari kata bahala yang artinya: melaknat.

    Sedangkan menurut istilah mubahalah adalah dua pihak yang saling melaknat dan berdoa kepada Allah untuk membinasakan yang paling bersalah diantara keduanya.

    3. Pendapat yang mengatakan bahwa ayat-ayat ini turun kepada istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Ali, Fathimah, Hasan dan Husein.

    Diantaranya para ulama mufassirin yang berpendapat demikian adalah:

    a. Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsirnya 3/368, beliau berkata: “Kalau yagn dimaksud bahwa istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah sebab turunnya ayat ini, bukan yang lainnya maka itu benar.
    Tetapi kalau yang dimaksud bahwa istri-istri Nabi adalah yang dimaksud dengan Ahlul Bait dalam ayat ini, bukan yang lainnya, maka itu perlu dilihat kembali karena adanya riwayat-riwayat yang menunjukan bahwa yang dimaksud dengan Ahlul Bait disini adalah umum.”

    b. Abu Abdillah Al-Qurtubi rahimahullah, beliau mengatakan: “Dhahir ayat ini menunjukan bahwa ayat ini umum mencakup semua Ahlul Bait, istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Ali, Fathimah, Hasan dan Husein.” (Al-Jami’ lil Ahkamil Qur’an 14/119)

    c. Al-‘Alamah Muhammad Amin As-Syanqithi rahimahullah dalam tafsir beliau yang masyhur Adlwaul Bayan 6/576.

    Pendapat yang ketiga inilah yang lebih kuat sebagaimana perkataan mereka tentangnya.

    SUBHAT DAN BANTAHANNYA

    Syi’ah Rafidlah berdalil dengan ayat ke 33 surat Al-Ahzab dan hadits kisa’ (baju) yang telah disebutkan lafadznya di atas, menyatakan bahwa Ahlul Bait yang dimaksud dalam ayat ini adalah ‘Ali, Fathimah, Hasan dan Husein saja, sedangkan istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sama sekali bukan Ahlul Bait.

    Kemudian mereka mencerca, mencela dan menjelek-jelekan Ummahatul Mukminin istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

    Di antara syubhat mereka adalah:

    1. Dalam ayat ini disebutkan kata-kata “yuthahhirukum” dan “’ankum” dengan menggunakan kata ganti “kum” yang menunjukan arti jama’ (banyak) dan mudzakkar (laki-laki).

    Mereka mengatakan: “Hal ini merupakan bukti bahwa yang dimaksud dengan Ahlul Bait dalam ayat ini adalah ‘Ali, Hasan dan Husein saja, sebab kalau yang dimaksud adalah istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, niscaya akan digunakan kata-kata “yuthahhirukunna” dan “’ankunna” dengan menggunakan kata ganti “kunna” yang menunjukan makna wanita.”

    Maka dijawab:

    “Tadi telah disebutkan aqwal (ucapan) para ulama tentang siapa yang dimaksud dengan Ahlul Bait dalam ayat ini dan juga telah disebutkan bahwa pendapat yang rajih (kuat) adalah pendapat yang ketiga yang mengatakan bahwa ayat ini umum, mencakup mereka semua.

    Kemudian mengapa menggunakan kata ganti orang “kum”?
    Karena ‘Ali, Hasan dan Husein termasuk dalam pengertian “Ahlul Bait” dalam ayat ini, sedangkan dalam kaedah ilmu nahwu yang telah disepakati oleh orang-orang arab menyatakan:

    “Kalau mudzakar (laki-laki) dan muannats (wanita) berkumpul maka didominankan mudzakar…”
    (lihat Al-Jami’ lil Ahkamil Qur’an 14/119 dan Adlwaul Bayan 6/578-579)

    2. Syubhat mereka yang kedua adalah hadits kisa’ (baju) yang telah disebutkan tadi.

    Mereka mengatakan: “Hadits ini sharih (jelas) menunjukan bahwa istri-istri Nabi bukan Ahlul Bait, tetapi yang dimaksud dengan Ahlul Bait adalah ‘Ali, Fathimah, Hasan dan Husein.”

    Bantahan terhadap syubhat mereka yang satu ini kita serahkan kepada Al-Muhaddits Al-‘Alamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah.

    Beliau dalam kitabnya Silsilah Al-Hadits As-Shaih ah jilid 4 hal.359-360 dengan nomor hadits 1761 mengatakan:

    “Ahlul Bait Nabi pada asalnya adalah istri-istri beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Termasuk pula dalam As-Shiddiqiyah ‘Aisyah binti Abu Bakar As-Shiddiq radliallahu ‘anhuma sebagaimana yang jelas dinashkan dalam firman Allah Ta’ala surat Al-Ahzab ayat 33:

    إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذۡهِبَ عَنڪُمُ ٱلرِّجۡسَ أَهۡلَ ٱلۡبَيۡتِ وَيُطَهِّرَكُمۡ تَطۡهِيرً۬ا

    “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan ar-rijs dari kamu, hai Ahli Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al-Ahzab:33)

    Bukti kalau ahlu bait di sini adalah istri-istri Nabi adalah ayat sebelum dan sesudahnya.

    Sedangkan anggapan Syi’ah (Rafidlah) bahwa Ahlul Bait dalam ayat ini adalah ‘Ali, Fathimah, Hasan dan Husein saja tanpa istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, maka hal itu adalah bagian dari tahrif (penyelewengan makna) mereka terhadap ayat-ayat Allah yang mereka lakukan untuk menolong, membantu dan membela hawa nafsu dan kebid’ahan mereka.

    Adapun hadits kisa’ dan yang semakna dengan itu kemungkinan terbesar yang dimaksud adalah penunjukan perluasan ayat (yakni ayat ini umum mencakup istri-istri Nabi berikut ‘Ali, Fathimah, Hasan dan Husein).”

    Jadi jelas dengan penjelasan Syaikh Nashiruddin bahwa hadits ini menunjukan ‘Ali, Fathimah, Hasan dan Husein termasuk dalam pengertian Ahlul Bait dalam ayat ini dan bukan menunjukan bahwa mereka (saja) yang dimaksud dengan Ahlul Bait secara khusus.

    3. Satu lagi syubhat yang mereka gunakan untuk memperkuat dan membela hawa nafsu mereka yaitu perkataan mereka:

    “Ahlul Bait di sini adalah ‘Ali, Fathimah, Hasan dan Husein, dan seharusnya letak ayat ini (Al-Ahzab:33) bukan di sini karena ayat ini berbicara masalah laki-laki yaitu ‘Ali, Hasan dan Husein, sedangkan ini (Al-Ahzab) berbicara tentang wanita (yakni istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam), namun karena kebiasaan para shahabat yang jelek akhirnya ayat ini dimasukkan pada surat ini. Mereka mempunyai kebiasaan jelek yaitu menyelipkan satu ayat Madaniyah pada ayat-ayat Makiyah dan sebaliknya”.

    Jawaban untuk sybhat ini adalah bahwa tuduhan mereka kepada para shahabat dengan tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasarkan dengan dalil, tetapi semata-mata dari nafsu syaithaniyyah mereka.

    Hal ini terbukti dengan melihat hal-hal berikut:

    a. Disebutkan dalam kitab-kitab Ushulut Tafsir bahwa di dalam surat-surat Makiyyah terdapat satu ayat Madaniyyah atau satu ayat Makiyyah dalam surat Madaniyyah sehingga tidak heran kalau kita mendengar para ulama mengatakan:

    “Surat ini Madaniyyah kecuali ayat ini, dia adalah ayat Makiyyah”, atau

    “Surat ini Makiyyah kecuali ayat ini, dia adalah ayat Madaniyyah.”

    Bahkan disebutkan dalam buku-buku Ushul Tafsir adanya ayat yang turun di Makkah tapi mempunyai hukum ayat Madaniyyah. Atau ayat yang turun di Madinah tapi mempunya hukum ayat Makiyyah dan lain-lain.” (Lihat ‘Ulumul Qur’an hal. 55-56)

    b. Imam Ibnu Abi Al-‘Izzi Al-Hanafi rahimahullah mengatakan:

    “Sesungguhnya masalah mentartibkan (mengurutkan) surat-surat adalah masalah yang tidak diharuskan secara nash.

    Oleh karena itu susunan mushhaf Abdullah bin Mas’ud berbeda dengan susunan mushhaf Utsman bin ‘Affan.

    Tetapi kalau masalah mentartibkan ayat-ayat dalam surat itu adalah masalah yang tetap dengan nash, maka mereka (shahabat) tidak boleh merubah-rubah urutan-urutan ayat…” (Syarah ‘Aqidah Thahawiyah hal. 314)

    Dari penjelasan beliau kita mengetahui bahwa masalah mentartibkan surat-surat dalam Al-Qur’an adalah masalah ijtihadiyyah, sedangkan para shahabat telah ijma’ untuk mentartibkannya berdasarkan mushhaf ‘Ustman bin ‘Affan dan ijma’ mereka adalah hujjah yang qath’i karena Allah tidak akan mengumpulkan umat ini dalam kesesatan dan perkara ini telah disepakati oleh para ulama.

    Adapun mesalah mentartibkan ayat-ayat Al-Qur’an dalam sebuat surat itu adalah masalah yang telah ditetapkan dengan nash, maka dalam hal ini tidak boleh merubahnya.

    Permasalahan ini sudah ditetapkan dengan nash, maka tidak mungkin para shahabat berani atau lancang untuk merubahnya karena mereka adalah orang-orang yang paling berittiba’ dengan sunnah rasul dan yang paling takut menyelisihi perintah rasul.

    Dari sini kita mengetahui bahwa syubhat Rafidlah ini telah terjerumus ke dalam tiga perbuatan dosa, yaitu:

    1. Mencelah dan menuduh para shahabat.
    2. Secara tidak langsung telah menentang ijma’ para shahabat.
    3. Telah menentang nash.

    TAFSIR AYAT

    Imam Ibnu Jarir At-Thabari rahimahullah dalam tafsirnya mengatakan:

    “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan kejelekan dan kekejian dari kamu hai Ahlul Bait Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan membersihkan kamu dari kotoran maksiat sebersih-bersihnya.” (Jami’ul Bayan 10/296)

    Imam Asy-Syaukani rahimahullah menjelaskan:

    “Allah mewasiatkan kepada kalian wahai Ahlul Bait Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk taat dan taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar dengan ketaatan dan ketaqwaan kalian Allah akan menghilangkan dari kamu segala macam dosa yang mengotori dan merusak kehormatan kalian dan membersihkan kalian dari segala kotoran maksiat dengan sebersih-bersihnya.” (Zubdatut Tafsir 554)

    Al-Allamah Muhammad Amin As-Syanqithi rahimahullah dalam tafsirnya yang masyhur Adlwaul Bayan fi Tafsiril Qur’an bil Qur’an juz 6 hal. 579 mengatakan:

    “Yakni Allah menghilangkan rijs dari mereka (Ahlul Bait) dengan memerintahkan mereka untuk taat kepada-Nya dan melarang mereka untuk berbuat maksiat kepada-Nya karena orang yang taat kepada Allah akan dihilangkan rijs dari dirinya dan Allah akan membersihkan dari perbuatan dosa dengan sebersih-bersihnya.”

    KEDUDUKAN AHLUL BAIT

    Disebutkan dalam sebuah riwayat dari Zaid bin Arqam radliallahu’anh bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

    “Aku tinggalkan dua perkara yang berat (besar) yang pertama adalah kitabullah, padanya terdapat petunjuk dan cahaya. Maka ambillah kitabullah itu dan berpegang teguhlah dengannya…dan (yang kedua adalah) Ahlul Baitku. Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlul Baitku.”

    Husain (perawi hadits) bertanya kepada Zaid:

    “Siapakah Ahlul Bait beliau wahai Zaid? Bukankah istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau?”

    Zaid menjawab:

    “Istri-istri beliau memang termasuk Ahlul Bait beliau tetapi yang dimaksud dengan Ahlul Bait disini adalah orang yang diharamkan shadaqah setelah wafat beliau”

    Hushain kembali bertanya:

    “Lalu siapa mereka?”

    Zaid menjawab:

    “Mereka adalah keluarga ‘Ali, keluarga ‘Aqil keluarga Ja’far dan keluarga ‘Abbas …”

    (Muslim 2408. Lihat Riyadhus Shalihin no.346 dan Ad-Durrul Mantsur 6/605)

    Disebutkan oleh Ats-Tsa’labi dan Qadli ‘Ayyadl rahimahullahu ta’ala ajma’in bahwa mereka adalah Bani Hasyim secara keseluruhan, sehingga termasuk pula didalamnya Al-Harits bin Abdul Muthalib dan keturunannya dan Hamzah bin Abdul Muthalib beserta anak keturunannya:

    1. Keluarga ‘Ali adalah ‘Ali sendiri, Fathimah, Hasan dan Husein beserta anak turunnya.
    2. Keluarga ‘Aqil adalah ‘Aqil sendiri dan anaknya yaitu Muslim bin ‘Aqil beserta anak cucunya.
    3. Keluarga Ja’far bin Abu Thalib yaitu Ja’far sendiri berikut anak-anaknya yaitu Abdullah, Aus dan Muhammad.
    4. Keluarga ‘Abbas bin Abdul Muthalib yaitu ‘Abbas sendiri dan sepuluh puterannya yaitu: Al-Fadlel, Abdullah, Qutsam, Al-Harits, Ma’bad, Abdurrahman, Ubaidillah, Katsir, ‘Aus dan Tamam dan puteri-puteri beliau juga termasuk di dalamnya.
    5. Keluarga Hamzah bin Abdul Muthalib yaitu Hamzah sendiri dan tiga orang anaknya yaitu Ya’la, ‘Imarah dan Umamah. (Fathul Bari 7/98)

    Termasuk dalam kategori Ahlul Bait adalah istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Ummahatul Mukminin yang dimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nya dan juga orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah :

    1. Khadijah binti Khuwalid,
    2. Saudah binti Zum’ah,
    3. ‘Aisyah binti Abi Bakr Ash-Shiddiq,
    4. Hafshah binti ‘Umar Al-Faruq,
    5. Zainab binti Khuzaimah Al-Hilaliyyah,
    6. Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah Al-Makhzumiyyah,
    7. Zainab binti Jahsy Al-Asadiyyah,
    8. Juwairiyyah binti Harits Al-Khuza’iyyah,
    9. Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan Al-Qurasyiah,
    10. Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab, dan
    11. Maimunah binti Al-Harits Al-Hilaliyyah.

    Mereka semua adalah istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di dunia dan di akhirat. (Lihat sekelumit keterangan tentang mereka dalam Ma’arijul Qabul 2/496-497 dan Syarah Lum’atul I’tiqad hal. 153-154)

    MANHAJ PARA SALAF DALAM MENSIKAPI AHLUL BAIT

    Manhaj salaf dalam mensikapi Ahlul Bait adalah manhaj yang adil dan benar karena mereka mempunyai wasath (pertengahan) yang tidak dimiliki oleh yang lain.

    Demikian juga karena mereka berpegang erat dengan dua wahyu yang mulia, Al-Qur’an dan As-Sunnah As-Shahihah dalam segala permasalahan agama.

    Kemudian di dalam memahami dua wahyu ini mereka kembali kepada pemahaman orang-orang yang telah diakui kebaikan dan keutamaannya dengan nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah yaitu as-salaf as-shalih dari kalangan para shahabat, tabi’in dan para a’immatul huda radliallahu ‘anhum ajmain.

    Imam Abul Qasim Al-Ashbahani rahimahullah di dalam kitab beliau Al-Hujjah fi Bayanil Mahajjah 2/489-490 mengatakan:

    “Dan termasuk sunnah rasul adalah cinta kepada Ahlul Bait Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Mereka adalah orang-orang yang disebutkan oleh Allah dalam firmannya:

    قُل لَّآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًا إِلَّا ٱلۡمَوَدَّةَ فِى ٱلۡقُرۡبَىٌٰ

    “…Katakanlah: Aku tidak meminta kepadamu suatu apapun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam keluargaku.” (As-Syura:23)

    Syaikh Abdul Aziz Muhammad As-Salman menjelaskan:

    “Kewajiban kita kepada Ahlul Bait adalah mencintai mereka, berwala’ kepada mereka, menghormati dan memuliakan mereka karena Allah.

    Kita berbuat demikian karena mereka adalah sanak kerabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, karena keislaman mereka dan karena mereka telah mendahului kita dalam menolong dan membela agama Allah.

    Kalau kita mencintai, menghormati dan memuliakan mereka berarti kita mencintai, menghormati dan memuliakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam…”
    (As’ilah wa Ahwibah ‘alal ‘Aqidah Al-Wasithiyyah hal. 308-309)

    Tarjamul Qur’an Hibrul Ummah Abdullah bin ‘Abbas radliallahu ‘anhuma menjelaskan:

    “Kita tidak boleh mengingkari orang-orang yang mewasiatkan dan memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada Ahlul Bait, menghormati dan memuliakan mereka, karena mereka adalah keturunan suci dari rumah tangga paling mulia yang dijumpai di muka bumi ini, baik dari segi nasab maupun darah keturunannya.

    Lebih-lebih lagi kalau mereka adalah orang-orang yang berittiba’ kepada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang shahihah, jelas dan gamblang sebagaimana yang telah dijalankan oleh pendahulu mereka, seperti ‘Abbas dan ‘Ali serta keturunan mereka radliallahu ‘anhum ajma’in.”
    (Riwayat Bukhari. Lihat Ibnu Katsir 4/143)

    Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah mengatakan:

    “…kita diperintahkan untuk mencintai mereka (Ahlul Bait), menghormati dan memuliakan mereka selama mereka berittiba’ kepada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang shahihah dan istiqamah (komitmen) di dalam memegang dan menjalani syariat agama.

    Adapun kalau mereka menyelisihi sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan tidak istiqamah di dalam memegang dan menjalani syariat agama, maka kita tidak diperbolehkan mencintai mereka sekalipun mereka Ahlul Bait Rasul…”
    (Syarh ‘Aqidah Wasithiyyah hal. 148)

    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah juga mengucapkan kata-kata yang senada dengan beliau dalam kitabnya Ta’liq ‘alal ‘Aqidah Al-Wasithiyyah hal. 66 dan dalam kitab Muhadlarat Saniyyah 2/675-676.

    Di bawah ini beberapa nukilan dari ucapan para ulama yang menujukan bahwa Ahlus Sunnah wal Jamaah Salafiyah mencintai Ahlul Bait, menghormati dan memuliakan mereka, karena beberapa sebab:

    1. Karena mereka adalah sanak kerabat Rasulullah.
    2. Karena anjuran untuk mencintai dan menghormati mereka.

    Tetapi kecintaan Ahlus Sunnah terhadap Ahlul Bait tidak mutlak kepada mereka semua karena masih harus diqaid (diikat) dengan syarat-syarat, antara lain:

    1. Mereka adalah orang-orang yang berittiba’ kepada sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan membelanya serta benci kepada bid’ah-bid’ah dan para pelakunya.
    2. Mereka adalah orang-orang shalih yang istiqamah dalam memegang dan menjalankan syariat agama ini.

    Kalau syarat ini tidak ada pada mereka, maka Ahlus Sunnah tidak akan mencintai dan menghormati mereka.

    Maka kita katakan kepada:

    Para habib, ‘Alawiyyin, Hasyimiyyin, Thalibiyyin dan ‘Abbasiyyin yang mengaku ahlul bait Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

    “Kalau kalian memang ahlul bait Nabi, maka ikutilah jalan yang ditempuh oleh pendahulu kalian seperti ‘Ali, ‘Abbas dan yang lainnya, yaitu berittiba’ kepada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, membela, mengamalkan dan mendakwahkannya serta memerangi kebid’ahan yang melecehkan sunnah Rasul dan para pelaku bid’ah.

    Kalau memang kalian Ahlul Bait Nabi yang ingin dicintai kaum muslimin, dihormati dan dimuliakan oleh mereka, maka janganlah kalian melakukan perbuatan bid’ah yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan perbuatan syirik yang dikecam oleh Allah dengan firman-Nya:

    إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٲلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ

    “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa yang di bawah syirik bati siapa yang dikehendaki-Nya…”(An-Nisaa’:48)

    Janganlah kalian mengadakan haul-haul yang bid’ah itu,

    Jangan kalian beristighatsah di kubur para wali sanga dan lain-lain serta jangan kalian mengerjakan perbuatan bid’ah dan syirik lainnya.

    Karena kalau kalian berbuat demikian, maka kami sebagai kaum muslimin tidak diperbolehkan mencintai kalian, menghormati dan memuliakan kalian bahkan kami diperintahkan untuk membenci perbuatan kalian dan memperingatkan umat ini untuk berhati-hati dari kalian dan perbuatan kalian.

    Perhatikanlah apa yang diucapkan oleh Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rohimahullahu ta’ala ketika dia memberi wasiat kepada ‘Ali bin Al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib rohimahullahu ta’ala, dia mengatakan:

    “Wahai saudaraku, berusahalah kamu dengan usaha yang thayyib (halal) dengan tanganmu sendiri dan jangan sekali-kali kamu memakan dan memakan kotoran-kotoran manusia (menurut Syaikh Salim Al-Hilali, yang dimaksud kotoran disini adalah shadaqah), karena orang yang makan kotoran-kotoran manusia, dia akan berbicara dengan hawa nafsunya dan akan tunduk merendah di hadapan orang karena dia khawatir mereka akan menahan shadaqah mereka untuknya.

    Wahai saudaraku kalau engkau memakan shadaqah manusia, kamu akan memutuskan lisanmu (yakni tidak bisa mengatakan yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil) dan engkau akan memuliakan sebagian orang (yang memberimu shadaqah) serta menghinakan yang lainnya (yang tidak memberimu shadaqah), karena orang yang memberikan sebagian hartanya kepadamu (sebagai shadaqah) itu berarti dia memberikan wasakh (kotorannya) kepadamu. (Maksud wasakh disini adalah bahwa harta yang dishadaqahkannya sebagai pembersih amalnya dari dosa.)

    Kalau engkau makan dari hasil pemberian orang maka engkau akan cenderung menerima ajakannya bila dia mengajak kepada kemungkaran.

    Wahai saudaraku! Kelaparan dan sedikit ibadah lebih baik daripada engkau kenyang dari hasil pemberian orang dan engkau banyak beribadah dengan mengharap pemberian orang.

    Kakek kamu Ali bin Abi Thalib rodliallahu’anhu pernah mengatakan:

    “Orang yang hidup dari hasil minta-minta kepada orang bagaikan orang yang menanam pohon di tanah orang lain.”

    Wahai saudaraku! Takutlah kepada Allah. Sesungguhnya tidak ada seorangpun yang hidup dari hasil pemberian orang melainkan dia akan menjadi orang yang hina di hadapan manusia.

    Jangan sekali-kali engkau berusaha dengan usaha yang jelek (haram) kemudian kamu infaqkan untuk taat kepada Allah, karena meninggalkan usaha seperti itu adalah wajib dan Allah itu thayyib dan tidak mau menerima sesuatu kecuali thayyib…”
    (Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 7/71-72, lihat Min Washaya Salaf hal. 39-41)

    Kemudian di dalam mensikapi Ahlul Bait ini ada dua kelompok yang terjerumus ke dalam sikap ghuluw. Kelompok yang satu ekstrim kanan dan yang lain ekstrim kiri.

    Dua kelompok tersebut adalah:

    1. Nawashib

    Yang termasuk dalam kelompok ini adalah Khawarij.
    Mereka dinamakan demikian karena mereka sangat benci kepada Ali dan orang-orang yang sefaham dengan dia, bahkan di antara mereka ada yang mengkafirkan Ali dan yang sepaham dengannya.

    Kelompok ini terjerumus ke dalam sikap tafrith (kurang) terhadap Ahlul Bait.
    Kesesatan mereka jelas karena mereka melanggah perintah Allah dan Rasul-Nya ynag memerintahkan kaum muslimin untuk mencintai, menghormati dan memuliakan Ahlul Bait, dan juga karena mereka menyimpang dari jalan as-salaf as-shalih.

    2. Rafidlah

    Kelompok yang satu ini terjerumus dalam sikap ifrath (berlebih-lebihan).
    Di antara mereka ada yang menganggap bahwa Ali lebih baik dari pada Abu Bakar dan Umar.

    Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa seharusnya wahyu yang dibawa Jibril diturunkan kepada Ali (yaitu perkataan mereka:

    “Yang seharusnya menjadi Nabi adalah ‘Ali), bahkan ada lagi yang mengatakan bahwa Ali adalah ilah.

    Ada pula yang mengatakan bahwa ilmu Ahlul Bait sama dengan ilmu Allah kecuali hanya berbeda satu huruf dan ucapan-ucapan kufur mereka yang lainnya.

    Kelompok yang satu ini lebih jelas lagi kesesatannya. Bahkan sebagian ulama ada yang berbendapat bahwa kelompok Rafidlah ini adalah kelompok yang kafir, yang keluar dari 72 golongan yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam haditsnya.

    Dalam sebuat riwayat dari Muhammad Al-Hanafiyah rohimahullahu ta’ala bahwa dia berkata kepada ayahnya yaitu Ali bih Abi Thalib rodliallahu’anhu:

    “Aku bertanya kepada ayahku:

    “Siapakah orang yang terbaik setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam?”

    Dia menjawab:

    “Abu Bakar”.

    Aku bertanya lagi:

    “Kemudian siapa?”

    Dia menjawab:

    “Umar”

    Aku khawatir dia akan menyebut Utsman (yang ketiga). Maka aku katakan kemudian engkau?”

    Dia berkata:

    “Aku hanyalah salah satu dari kaum muslimin.” (Bukhari 7/369 no. 3671)

    Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika Abdullah bin Saba’ mengeluarkan kata-kata bahwa Ali adalah Nabi dan Ali adalah Tuhan, maka Ali memerintahkan untuk menggali sebuah lobang dan diisi kayu bakar kemudian dinyalakan dengan api, lalu dia memerintahkan untuk menangkap Abdullah bin Saba ’ dan pengikutnya kemudian dibakar di lobang yang menyala dengan api itu.

    Dua riwayat ini menunjukan bahwa Ali rodliallahu’anhu serta Ahlul Bait yang lainnya bersikap bara’ (berlebas diri) dari Abdullah bin Saba ’ (pendiri Rafidlah) dan pengikutnya dan hal ini sekaligus membongkar kepalsuan Rafidlah dalam pengakuan cinta mereka kepada Ahlul Bait.
    (lihat kepalsuan mereka ini dalam kitab “Syi’ah wa Ahlul Bait” oleh Hasan ilahi Dhahir)

    SUBHAT DAN BANTAHANNYA

    Syiah Rafidlah menyatakan bahwa Ali dan keturunannya dari Ahlul Bait adalah orang-orang yang ma’shum dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

    “Wahai para manusia! Sesungguhnya aku tinggalkan pada kalian suatu hal, kalau kalian mengambilnya maka kalian tidak akan tersesat (yaitu) Kitabullah dan ‘itrahku, Ahli Baitku.”
    (HR. Tirmidzi 2/308 dan Thabrani 2680 dan hadits ini shahih dengan syawahidnya. Lihat As-Shahihah 4/355, 1761)

    Dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menggandengkan penyebutan kitabullah dan Ahlul Bait yang jika dinilai dalam kaidah ushul fiqih dikatakan bahwa:

    “Berserikatnya dua hal yang digandengkan dalam masalah hukum tidak bisa dinafikan kecuali dengan dalil.”

    Hal ini berarti Ahlul Bait sama dengan kitabullah dalam hal sebagai sumber hukum yang terpelihara dan itu menunjukan bahwa mereka adalah orang-orang yang ma’shum.

    Kita jawab syubhat ini dengan ucapan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rohimahullah, beliau menjelaskan:

    “Bahwasannya yang dimaksud dengan Ahlul Bait disini adalah para ulama, orang-orang shalih dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al-Kitab dan As-Sunnah dikalangan mereka (Ahlul Bait).

    Al-Imam Abu Ja’far At-Thahawi rahimahullah berkata:

    “Al-‘Itrah adalah Ahlul Bait Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yaitu orang yang beragama dan komitmen dalam berpegang teguh dengan perintah (Nabi).”

    Syaikh Ali Al-Qari rahimahullah juga mengucapkan perkataan senada dengan beliau:

    “Sesungguhnya Ahlul Bait itu pada umumnya adalah orang-orang yang paling mengerti tentang shahibul bait (yang dimaksud adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam) dan paling tahu hal ihwalnya maka yang dimaksud dengan Ahlul Bait disini adalah Ahlul Ilmi (ulama) di kalangan mereka yang mengerti seluk beluk perjalanan hidupnya dan orang-orang yang menempuh jalan hidupnya serta orang-orang yang mengetahui hukum-hukum dan hikmahnya.

    Dengan ini maka penyebutan Ahlul Bait dapat digandengkan dengan kitabullah sebagaimana firman-Nya:

    وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ

    “… dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah).” (Al-Jumu’ah:2)

    Syaikh Al-Albani mengatakan: “dan yang semisalnya, firman Allah Ta’ala tentang istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

    وَٱذۡڪُرۡنَ مَا يُتۡلَىٰ فِى بُيُوتِڪُنَّ مِنۡ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ وَٱلۡحِڪۡمَةِۚ

    “Dan ingatlah apa yang dibacakan dirumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu)…” (Al-Ahzab: 34)

    Maka jelaslah bahwa yang dimaksud dengan Ahlul Bait adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di kalangan mereka (Ahlul Bait).

    Mereka itulah yang dimaksud dengan Ahlul Bait dalam hadits ini (hadits ‘itrah).

    Dan oleh karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjadikan salah satu dari tsaqalain (dua hal yang berat) dalam hadits Zaid bin Arqam (yang telah disebutkan) dan digandengkan dengan kitabullah.

    Walhasil, penyebutan Ahlul Bait bergandengan dengan kitabullah dalam hadits ini sama seperti penyebutan sunnah khulafaurrasyidin beriringan dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sabdanya:

    “Berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin setelahku…”

    Syaikh Ali Al-Qari’ rahimahullahu ta’ala berkata tentang hadits ini:

    “Karena mereka (Khulafaurrasyidin) tidak beramal kecuali dengan sunnah (rasul), maka penyebutan sunnah ini dinisbatkan kepada mereka baik karena mereka mengamalkan sunnah Rasul atau karena istimbath mereka terhadap sunnah itu.” (Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah 4/360-361)

    Dari penjelasan Syaikh Al-Albani rahimahullahu ta’ala ini kita dapat mengambil dua kesimpulan yang mendasar:

    1. Bahwa yang dimaksud dengan Ahlul Bait di sini adalah mereka yang mengerti sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan perjalanan hidup beliau dan orang-orang yang komitmen di dalam berpegang dengannya.

    2. Setelah jelas siapa yang dimaksud dengan Ahlul Bait disini maka penyebutan mereka bergandengan dengan penyebutan kitabullah itu kedudukannya seperti penyebutan sunnah khulafaurrasyidin beriringan dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, sedangkan kita mengetahui bahwa penyebutan sunnah mereka beriringan dengan sunnah rasul adalah karena mereka tidak pernah beramal, kecuali dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sehingga penisbatan sunnah kepada mereka tidak berarti individu-individu mereka itu ma’shum.

    FADHILAH UMMAHATUL MUKMININ

    Tujuan disebutkannya sub bahasan ini dalam masalah ini karena disamping Syi’ah Rafidlah bersikap ghuluw terhadap ‘Ali dan anak keturunannya, mereka juga mencela, mencerca dan menuduh ummahatul mukminin dengan tuduhan yang keji terutama terhadap ‘Aisyah radliallahu ‘anha.

    Bukan rahasia lagi bahwa tujuan mereka menuduh ‘Aisyah dengan tuduhan-tuduhan yang keji tidak lain adalah untuk melenyapkan syariat agama ini.

    Kenapa demikian?

    Karena ‘Aisyah adalah istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan termasuk kategori shahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, sehingga jika mereka mencela, mencerca dan menuduh ‘Aisyah dengan tuduhan-tuduhan yang keji maka secara tidak langsung riwayat-riwayat yang beliau bawa juga akan tercela dan pasti ditolak dan dibuang.

    Dalam bahasan ini kita hanya menyebutkan fadlilah ‘Aisyah dan Khadijah radliallahu ‘anhuma saja.

    Fadlilah Khadijah radliallahu ‘anha

    Dari ‘Ali bin Abi Thalib radliallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

    “Sebaik-baik wanita (mereka) adalah Maryam binti ‘Imran dan sebaik-baik wanita (kita) adalah Khadijah binti Khuwalid.” Berkata Abu Kuraib: “Waki’ (perawi hadits) mengisyaratkan ke langit dan bumi.”
    (Bukhari 7/165, 3810, Muslim 15/194, 6221, Tirmidzi 5/468, 3903, Ahmad 1/84 dan Al-Lalika’I 2742)

    Imam An-Nawawi rahimahullahu ta’ala menjelaskan:

    “Maksudnya adalah bahwa masing-masing dari Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid adalah wanita terbaik di muka bumi ini pada jamannya.” (Syarah Muslim 15/194)

    Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla dan Jibril mengucapkan salam kepada beliau radliallahu ‘anha. (Bukhari 7/166, 3820, dan Muslim 15/195, 6223)

    Fadlilah ‘Aisyah radliallahu ‘anha

    Allah berfirman dalam kitab-Nya menjelaskan tentang kesucian ‘Aisyah dari tuduhan kaum munafik dan disebutkan dalam sepuluh ayat di surat An-Nur, Allah berfirman:

    إِنَّ ٱلَّذِينَ جَآءُو بِٱلۡإِفۡكِ عُصۡبَةٌ۬ مِّنكُمۡۚ لَا تَحۡسَبُوهُ شَرًّ۬ا لَّكُمۖ بَلۡ هُوَ خَيۡرٌ۬ لَّكُمۡۚ لِكُلِّ ٱمۡرِىٍٕ۬ مِّنۡہُم مَّا ٱكۡتَسَبَ مِنَ ٱلۡإِثۡمِۚ وَٱلَّذِى تَوَلَّىٰ كِبۡرَهُ ۥ مِنۡہُمۡ لَهُ ۥ عَذَابٌ عَظِيمٌ۬ (١١) لَّوۡلَآ إِذۡ سَمِعۡتُمُوهُ ظَنَّ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَـٰتُ بِأَنفُسِہِمۡ خَيۡرً۬ا وَقَالُواْ هَـٰذَآ إِفۡكٌ۬ مُّبِينٌ۬ (١٢)

    “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah segolongan diantara kalian. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya dan siapa diantara mereka yang mengambil bagian terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya adzab yang besar…” dst. (An-Nur: 11-20)

    Ibnu Katsir rahimahullah menejelaskan dalam tafsirnya 3/359:

    “Sepuluh ayat ini semuanya berkenaan tentang ‘Aisyah radliallahu ‘anha ketika dituduh oleh orang-orang munafik dengan tuduhan-tuduhan keji dan dusta…
    Maka Allah menurunkan pensuciannya untuk menjaga kehormatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam”.

    Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa ‘Aisyah diberi salam oleh Jibril alaihis salam. (Bukhari 7/133, Muslim 15/207, 6251, Tirmidzi 5/470/471, 3907, Abu Dawud 5232, Ibnu Majah 3696, An-Nasai dalam Usratun Nisaa 3964 dan Al-Lalika’I 2749)

    Cacatan Penting

    1. Para ulama berselisih tentang siapa yang lebih afdlal (utama) di antara ‘Aisyah dan Khadijah. Ada yang mengatakan bahwa ‘Aisyah lebih utama dari Khadijah dan ada juga yang mengatakan bahwa Khadijah lebih afdlal dari ‘Aisyah.

    Tetapi pendapat yang lebih rajih (kuat) adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu ta’ala di dalam kitabnya At-Tanbihat Al-Lathifah hal. 95, beliau mengatakan:

    “Yang benar adalah bahwa keduanya masing-masing mempunya fadhilah yang tidak dipunyai yang lainnya, Khadijah mempunyai fadlilah yang tidak dimiliki oleh ‘Aisyah demikian juga ‘Aisyah dia memiliki fadlilah yang tidak dimiliki oleh Khadijah.”

    2. Para ulama telah bersepakat bahwa orang-orang yang menuduh ‘Aisyah dengan tuduhan keji padahal beliau telah disucikan dari tuduhan tersebut maka dia adalah orang yang kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala karena dia telah mendustakan Al-Qur’an tetapi para ulama berikhtilaf tentang orang yang menuduh Ummahatul Mukminin selain ‘Aisyah.

    Tetapi pendapat yang rajih adalah bahwa orang itu kafir karena dia telah merusak dan menodai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin dalam kitabnya Syarah Lum’atul I’tiqad hal. 152-155.

    Inilah pembahasan sekilas tentang Ahlul Bait dan bagaimana sikap salaf terhadap mereka ditambah dengan bantahan-bantahan terhadap syubhat yang dilontarkan oleh Rafidlah.

    Untuk lebih lanjut mengetahui bantahan-bantahan para ulama terhadap syubhat-syubhat mereka dapat dilihat dalam kitab Minhajus Sunnah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.

    Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan di dalam berbegang kepada manhaj nubuwwah sampai akhir hayat kita. Amiin ya Rabbal ‘Alamin. Wallahu A’lam bish-Showab.

    Maraji’:
    1. Ad-Durrul Mantsur, Imam Jamaluddin As-Suyuthi.
    2. Adlwaul Bayan, Syaikh Muhammad Amin As-Syanqithi.
    3. Al-Hujjah fi Bayanil Mahajjah, Imam Abul Qasim Al-Ashbahani.
    4. Al-Jami’ lil Ahkamil Qur’an, Imam Abu Abdillah Al-Qurthubi.
    5. As’ilah wa Ajwibah alal ‘Aqidah Al-Wasithiyyah, Syaikh Abdul Aziz Muhammad As-Salman.
    6. At-Tanbihat Al-Lathifah, Syaikh Abdurrahman As-Sa’di.
    7. Fathul Bari, Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-’Asqalani.
    8. Jami’ul Bayan, Imam Ibnu Jarir At-Thabari.
    9. Ma’arijul Qabul, Syaikh Hafiz bin Ahmad Hakami
    10. Min Washaya As-Salaf, Syaikh Salim Al-Hilali
    11. Mudlarat Saniyah, Syaikh Muhammad Al-’Utsaimin.
    12. Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani.
    13. Sunan At-Tirmidzi, Imam Abu Isa At-Tirmidzi.
    14. Syarah Al-’Aqidah Al-Wasithiyyah, Syaikh Shalih Fauzan.
    15. Syarah Al-’Aqidah At-Thahawiyah, Imam Ibnu Abil ‘Izzi Al-Hanafi, tahqiq Al-Albani
    16. Syarah Lum’atul I’tiqad, Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin.
    17. Syarah Shahih Muslim, Imam Syarafuddin An-Nawawi.
    18. Syarah Ushul I’tiqad, Imam Al-Lalika’i.
    19. Tafsir Al-Mawardi, Imam Abul Hasan Al-Mawardi Al-Basri.
    20. Tafsir Ibnu Katsir, Abu Fida Ibnu Katsir Ad-Dimasyqy.
    21. Taisirul Karimir Rahman, Syaikh Abdurrahman As-Sa’di.
    22. Ta’liq ‘alal ‘Aqidah Al-Wasithiyyah, oleh Syaikh Muhammad Al-’Utsaimin.
    23. ‘Ulumul Qur’an, Manna’ Al-Qattan.
    24. Zubdatut Tafsir, DR. Sulaiman Al-’Asqar.

    Oleh : Ibnu Hudzaifah As-Sidawiy

  132. 132 Muhammad Babsel

    semua manusia sama akh -.-’ pada ribut….

  133. 133 hamid al katiri

    iyo-yo pada ribut…
    toh itu juga urusan orang2 dulu…
    tinggal kita aja jangan sampai lupaian moyang kita,”JAS MERAH” klo istilah soekarno
    malah terkesan fanatik and over wae ki kabeh….

    gek do madanggg wae yoo….

  134. 134 Desh Balweel

    kayaknya di forum ini pas buat ngomong kalo gw udah muak ma semua hipokrit arab indonesia. Merasa seperti untouchable, merasa superior, merasa paling pinter, merasa paling bener dan lebih sering lagi merasa paling suci. gw ngomong pake fakta yang gw lihat, gw bahas satu2 :
    1. Merasa Untouchable
    Banyak arab indo yang merasa dirinya udh untouchable kalo dah berhubungan ma orang penting disini. Whatever siapa orangnya, mau birokrat, atw preman berdasi disini, banyak arab indo yang terus merasa caucky dan bisa seenaknya ngomong atw bertingkah.. Kalo lo ngga pernah liat, liat arab indo yang hobinya ke mall atw ke club tuh.. BASII gayanya
    2.merasa Paling bener
    Pas udh ngerasa untouch terus kebanyakan malah ngerasa diatas angin dan ngerasa selalu bnr, dan menganggap bego orang seenaknya. Lo yang suka ngumpul bareng arab sini pasti udh sering ngeliat gimana mereka nganggep orang lain lebih bego (arab atw lokal) yang lain. sekali lagi BASIII..
    3.Merasa superior n lebih pinter
    Araaaaaaaabbbb…. Jammmmaaaaaaaahhh….. itu yang biasa lo keluarin omongan lo semua kan waktu ngerasa diri lo semua hebatt kan.. Lebih kurang bos coba bandingin negara asal kita (yaman) ma indo sekarang. indo lebih maju bos, jadi kita ngga usah ngerasa superior deh.. sekali lagi BAAAAAASSIIIIIIII…. LO SEMUAAA
    4.Merasa Paling suci
    waktu gw masih kecil sodara gw ada yang nikah ma Baalwi (Al Awiyin), terus pas kita semua mau sholat maghrib dia kita ajakin solat bareng. tetapi dia ngga bergeming malah bilang begini (”Ane sholat ngga sholat ngga masalah, kan ane CUCU NABI”)wkakakakaka asli Otaknya kaya TAI orang yang nganggep dirinya cucu nabi tapi kelakuan kaya dia. Dan ternyata setelah gw sekolah smp dan sma, temen gw banyak yang baalwi dan malah dari dia semua gw diajakin suruh GEBAT HARIM, FEGA, ISKAL (Lo smua tau kan maksud gw). dan tau apa jawaban mereka waktu gw lagi ngomongin masalah dosa, jawabannya cuma gini “ABISNYE AJIIIIBBBB… Tapi Kan gw cucu nabi Insya Allah diampunin deh” Kali ini bukan BASI lagi tapi LAKNAAT…
    sekarang gw mau dikit ilmiah, terserah apa klaim Al awiyin tentang dirinya dan keturunannya. ISLAM TIDAK ADA KASTA. banyak dari keturunan Baalwi sekarang yang sedikit sesat, bahkan parahnya kaum mudanya. Terlepas kebenaran mereka adalah keturunan nabi atau bukan, nabi sendiripun ngga bisa menjamin anaknya Fatimah bisa masuk surga Apalagi cucu ODONG-ODONG yang masih belum ketauan bener ngganya. Studi Empiris mesti di coba menurut gw. Gw balweel tapi gw ngga pernah membanggakan marga atw apapun. Sekarangpun teman2 gw lebih banyak orang lokal dan gw merasa lebih hidup, dibandingkan seperti katak dalam tempurung yang hanya bergaul ma jamaah sini yang lebih OPORTUNIS, MATERALIS DAN HEDONIS.
    Tapi terakhir gw ngga ngag bilang SEMUA ARAB INDO kayak gitu. Mungkin 95% seperti diatas dan 5% lagi masih bener. terserah lo semua bakal kata-katain gw kaya apa, tapi gw nyaranin jangan hipokrit, akuin kalo itu benar dan sanggah gw kalo itu salah. Gw suka diskusi kok..

  135. 135 hamid alkatiri

    (orang jawa anti arab
    Sep 16th, 2009 at 5:20 am

    singkirkan orang keturunan arab di muka indonesia……………kalian semua ga ada rasa nasionalisme………)

    emang orang pribumi punya rasa nasionalis???
    pikirkan antara nasionalis dgn korup,otak mesum,dan miskin moral

    (sebelum jawab “mohon” berdiri di dpn cermin dulu)
    key sob…

  136. 136 fuad

    Assalamualaikum, saya jawa keturunan india. kakek saya asal dari bombay. Sebelumnya kakek saya beragama hindu kemudian masuk islam. Kakek saya dikejar2 keluarganya yang terpandang di india karena masuk islam sehingga kakek membunuh adiknya yang hindu dan melarikan diri ke indonesia sekitar tahun 1930. Di indonesia ikut berjuang lawan belanda dan jepang, sehingga kakinya pincang akibat di siksa jepang. Kakek saya meningal tahun 1977 dan kurang lebih 10.000 orang mengantar ke pemakaman.. Beda dengan orang arab tetangga saya, yang mengantar hanya 100 orang, itupun keluarganya. kakek saya memeang alim dan menjadi panutan orang2 di kampung saya di tarakan. Satu hal yang saya ketawakan dari kalian orang arab…nabi gak pernah bilang dia dari bani ini bani itu…tapi dia bilang “kami dari golongan ahlul bait” termasuk salman alfarizy dan bilal (mereka bukan orang arab kan? heheh). Yang selamat adalah golongan yang mengikuti nabi, yang ikut Al-Qur’an dan Hadist. Bukan bin ini bin itu. Jadi makanlah itu BIN INI BIN ITU ato BIN ATANG karena tidak menjamin kalian masuk surga kok. Lagian apa kalian tahu persis darimana kalian berasal? Islam ada 73 golongan yang benar hanyalah Ahlusunnah Waljamaah. Mana tau kalian dari golongan mu’tazila, khawarij, syiah…selain Ahlusunna…hahahhaa…bodoh. JIka saja, indonesia itu ada kaum quraisy, jahiliyah, sodom gomorah…tentu nabi turun di indonesia. Sayang, jahiliyah itu hanya ada di arab dan jazirahnya, jadi intisari kenapa nabi diturunkan di arab karena kalian bejad, Bodoh, terbelakang. Jangan banggakan diri deh, ke arab-an kalian tidak menjamin kalian masuk surga. Jangan banggakan marga/fam kalian….banyak di ragunan tuh…MARGA SATWA. Fam/ marga bukan untuk kalian banggakan, tapi untuk kalian ketahui keturunan biar tidak kawin campur. Bukan untuk tinggi rendahnya kalian. Allah SWT hanya melihat kalian dari amal perbuatan kalian dan ibadah,….bukan marga dan asal usul. So, banggalah menjadi orang muslim (syukur2 ente mukmin) hehehe. salam.

  137. 137 ibnu muslim

    payah yang kalian tulis ko cuma cacimaki sesama muslim… yg mengaku ahlulbait, alawiyin atau yg lain biarkan lah perbuatan baik atau burk seseorang ya orang itu yang menanggungnya kenapa kalian sibuk dengan keturunan …sedangkan masalah aliran sesat yg ada diindonesia anda tidak pernah melakukan apa-apa…ahmadia,lia eden dan aliran sesat yg lain…..tidak pernah saya melihat kalian berjuang membasmi aliran sesat…jgn merasa paling dekat dengan tuhan manusia sekarang aku rasa sukar untuk masuk surga..andaikan masuk itu pasti safaat dari NABI…jadi punya malu lah kalian dengan nabi dengan menjaga ajarannya..jgn menghina orang,membuka aib org/kaum/golongan tertentu sesama muslim,mengkafirkan org islam yg bertauhid tiada tuhan selain ALLOH dan NABI Muhammad utusan ALLOH..sudahlah ya akhi bersatu lah cape dengan hal2 seperti ini ayo bangkit , bangun bersama islam diindonesia dengan ahlak karimah

  138. 138 hamid alkatiri

    aduhhhh….. makin rame nie……

    sudah…sudah….(kata sule di OVJ)

    ane cm mau numpang pasang lapak aja sob…..
    ane skrng cm mikirin fullus aja lah,ngapaen pusing2 mikir hujatan2 yg gak ada selesainya….

    ane mau jual CD windows 7 ultimate sob…
    dgn harga yg cukup miring dan di jamin segel 100% keaslian
    ane hargai Rp.500.000 aja sob..
    bagi yg berminat kirim email ane di bin.al_katiri@yahoo.com ato hub. 085291261379 ato klik
    http://www.berniaga.com/CD+windows7-8177290.htm

    inga…inga…..ting….

  139. 139 yaxer calm

    assalamu’alaikum

    sudahlah.. begini saja… yang “merasa” arab jangan sombong, atau bahkan “racist” dengan cara memandang laki-laki pribumi tidak pantas menjadi suami perempuan keturunan Arab. Yang merasa Alawiy-Habib, kenakanlah dan pakailah gelar habib apabila anda pantas untuk “disayangi dan dikasihi” karena taqwa, taat, iman, islam, dan akhlaq kalian. Tidak perlu petantang=petenteng memanfaatkan gelar habib.

    Yang pribumi, jangan merasa rendah diri atau iri dengan orang yang ditakdirkan jadi keturunan Arab. Tidak ada yang bisa memilih untuk dilahirkan sebagai bangsa apa.
    Jadilah pertama sebagai muslim, kemudian karena tinggal di Indonesia, jadilah Indonesia.

  140. 140 Syarif Gunung Jati

    masalah seseorang mencari pasangan yang sepadan merupakan bagian dari naluri. di masayarkat ada kecendurangan yang memliki cacat fisik justru menikah dengan orang yang keadaannya sepadan dengannya, contoh diantara tunanetra justru lebih banyak yang menikah dengan tunanetra lagi dibandiing dengan yang tidak tunanetra.

    Rasulullah SAW pernah menolak keinginan Imam Ali untuk menikahi salah seorang putri Abu Jahal. Rasulullah bersabda bahwa dia tidak ingin putri seorang nabi dibawah satu atap dengan musuh Allah.

    Dengan demikian hukum dasar menolak untuk lamaran sesorang dengan alasan atau tanpa alasan adalah BOLEH, dengan demikian menolak dengan alasan tidak sepadan juga DIBOLEHKAN (boleh artinya BUKAN WAJIB, BUKAN PULA HARAM). Ketika seroang anak Abu Jahal atau anak Abu Lahab melamar anak anda. Anda boleh menolaknya dengan alasan tidak sepadan

    Tetapi yang menjadi masalah adalah ketika masalah kepadanan NASAB berlanjut melewati batas yang justru berkembang ke masalah rasialisme, khususnya di Indonesia. Ada beberapa Arab Bahlul merasa lebih tinggi, lebih mulia dengan orang non arab. Bahkan diantaranya yang jelas bukan syarif atau sayyid, mengaku sebagai sayyid atau syarif. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan rasial Zaman kolonial Regerings Reglement tahun 1854 yang membagi penduduk hindia belanda menjadi 3 golongan yaitu: Europeanen,
    Vreemde oosterlingen (timur jauh termasuk arab,india,tionghoa,dll kecuali jepang), Inlanders.

    Arab-arab yang datang pada abad 19 terkena aturan tersebut, Belanda menempatkannya di gheto-gheto Kampung Arab. Kebijakan tersebut membuat asilmilasi menjadi sulit. Hal ini tidak menghalangi para Alawiyin tersebut untuk berdakwah. Mereka banyak berjasa untuk memndidik masyarakat dan mendirikan banyak pusat pendidikan di perkotaan. Namun ada juga beberapa Arab Bahlul, yang mungkin sebenarnya keturunan Abu Jahal, justru menikmati perbedaan kasta tersebut dan membuat jarak dengan pribumi dan bagi mereka sebahlul apapun mereka, mereka menganggap mereka lebih mulia dari pribumi se sholeh apapun. Bahkan terhadap Syarif dan Sayyid pribumi yang kadar kesyarifannya dan kesayyidannya lebih murni dibanding para Arab Bahlul tersebut. Yaitu misalnya terhadap keturunan Syarif dan Sayyid para penyebar Islam di masa awal yang telah sempurna berasimilasi, sehingga secara fisik mereka sudah tidak seperti Arab, seperti keturunan Syarif Hidayatullah (yang mendirikan kesultanan Banten dan Cirebon) dan Sayyid Maulana Malik Ibrahim, dimana para keturunannya telah menjadi pribumi dan juga telah mempribumikan gelar syarifnya menjadi Tubagus atau Raden. Namun arab Abhlul yang telah gila horamat karena ulah Belanda tak mau mengakui ini. Pada saat ini Arab Bahlul seperti itu masih ada walaupun tinggal sedikit jumlahnya.

    Akibat ulah Arab Bahlul tersebut menyebabkan Syekh Surkati yang berasal dari Sudan jadi sakit hati dan kecewa. Dia yang tadinya sempat bergabung dengan pendatang Arab di Betawi tetapi sayang yang didatanginya kelompok Arab Bahlul. Dalam kekecewaannya Syekh Surkati sayangnya justru bertindak lebih Bahlul dengan mengambil faham Wahabi dan mendirikan Al Irsyad> Al Irsyad mendapat biaya dari Belanda, dimana dana tersebut berasal dari Judi Lotery, selain itu dia bekerjasama dengan Van Derplas dan mengajari Van Derplas tentang Islam. Dari sinilah A. Hasan membuat fatwa tentang bolehnya menjadi Bandar Lotery (Lihat Soal Jaawab A. Hasan Jilid 4). Selanjutnya Al Irsyad pecah belah dan salah satu sempalannya adalah PERSIS yang juga berfawahm Wahabi. Jadi kehadiran wahabi ini secara tak langsung adalah akaibat ulah arab bahlul yang rasialis.

    Kesimpulannya jika ada arab yang mengaku sebagai habaib atau keturunan Rasul dll, tetapi akhlaknya amburadul, penuh dengan ujub, riya, takabur dan rasis. Jangan percaya mereka, karena dengan melihat akhlak seperti itu lebih besar kemungkinannya keturunan Arab Bahlul bin Abu Jahal wal Abu Lahab. Sekalipun memakai nama marga yang disebutkan di dalam halaman ini.

  141. 141 Fachrul Azis Al-Lahji

    siapa y yang mau menolong saya, saya minta info tentang marga Al-Abdili yang berada di daerah Lahaj di Yaman . . .

  142. 142 Nahla Fashion

    Ass,,

    hayy… ikut PROMO dunks (’_^)

    Di Nahla Fashion,,menjual berbagai MERK dan MODEL Busana Muslim Wanita…

    Cek website en facebook kami yach??

    web : http://www.nahlafashion.com/
    FB : http://www.facebook.com/profile.php?id=100002276633732

    Ditunggu order nya….
    Terima Kasih,,

    Salam kenal(^_^)

  143. 143 Abi amin

    JANGAN BANGGA MENGAKU KETURUNAN NABI, YANG PERLU LU SEMUA BUKTIIN BISA GAK LO MENGAMALKAN AJARAN RASULULLAH SAW…..
    JANGAN LO JUAL MENGAKU KETURUAN NABI TAPI AKHLAQ LO BEJAD !!!!

  144. 144 bin maretan (al-jaidi)

    ana QABAIL

  145. 145 abdullah bin abdullah

    “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian, hai Ahlulbait, dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.”(QS. al-Ahzab : 33)

    Maha benar Allah dengan segala firmanNya. Allah SWT mensucikan dosa dari Ahlulbait dengan tidak memberikan kepada Nabi Muhammad SAW seorang anak laki2 yang mempunyai keturunan juga (putera2 beliau meninggal sewaktu kecil semua). Hasan dan Husein cucu yang sangat disayanginya pun merupakan anak dari Fathimah RA, dengan begitu nasab beliau telah terputus.

    Jika Allah berkehendak, maka tidak sulit sama sekali Dia mengaruniakan kepada Nabi Muhammad keturunan yang banyak melalui jalur nasabnya, tetapi tidak. Allah mensucikan mereka.

    Silakan bayangkan seandainya Hasan dan Husein adalah anak dari anak laki2 Nabi Muhammad SAW, dan membawa nasab beliau. Please bayangkan saja!! Bagaimana orang2 dari bangsa dan suku lain akan menerima ISLAM sebagai rahmatan lil alamin jika kemudian melihat keturunan dari nasab Nabi banyak yang tidak mengamalkan ISLAM dengan KAFFAH?? Bagaimana bangsa lain bisa menerima ISLAM jika andai ada 1 (SATU) saja keturunan dan nasab Nabi pergi dugem bawa jablay?? ITULAH ALASAN ALLAH MENSUCIKAN AHLUL BAYT DENGAN MEMUTUS NASAB NABI MUHAMMAD SAW. Sehingga Alla berfirman Muhammad sekali kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kalian.. dst.

    —–
    —–

    Note:
    –Tidak ada faedah bagi kita membanggakan nasab dan keturunan. Manusia itu dilihat dari taqwanya, siapa bertaqwa dia masuk surga, siapa yang sombong dengan nasabnya, jelas dia masuk orang2 SOMBONG dan masuk neraka–

    **khusus bagi yang bukan ARAB:

    Cukuplah: Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasulullah. Allahu Akbar.

  146. 146 abdullah bin abdullah

    “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian, hai Ahlulbait, dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.”(QS. al-Ahzab : 33)

    Maha benar Allah dengan segala firmanNya. Allah SWT mensucikan dosa dari Ahlulbait dengan tidak memberikan kepada Nabi Muhammad SAW seorang anak laki2 yang mempunyai keturunan juga (putera2 beliau meninggal sewaktu kecil semua). Hasan dan Husein cucu yang sangat disayanginya pun merupakan anak dari Fathimah RA, dengan begitu nasab beliau telah terputus.

    Jika Allah berkehendak, maka tidak sulit sama sekali Dia mengaruniakan kepada Nabi Muhammad keturunan yang banyak melalui jalur nasabnya, tetapi tidak. Allah mensucikan mereka.

    Silakan bayangkan seandainya Hasan dan Husein adalah anak dari anak laki2 Nabi Muhammad SAW, dan membawa nasab beliau. Please bayangkan saja!! Bagaimana orang2 dari bangsa dan suku lain akan menerima ISLAM sebagai rahmatan lil alamin jika kemudian melihat keturunan dari nasab Nabi banyak yang tidak mengamalkan ISLAM dengan KAFFAH?? Bagaimana bangsa lain bisa menerima ISLAM jika andai ada 1 (SATU) saja keturunan dan nasab Nabi pergi dugem bawa jablay?? ITULAH ALASAN ALLAH MENSUCIKAN AHLUL BAYT DENGAN MEMUTUS NASAB NABI MUHAMMAD SAW. Sehingga Alla berfirman Muhammad sekali kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kalian.. dst.

    —–
    —–

    Note:
    –Tidak ada faedah bagi kita membanggakan nasab dan keturunan. Manusia itu dilihat dari taqwanya, siapa bertaqwa dia masuk surga, siapa yang sombong dengan nasabnya, jelas dia masuk orang2 SOMBONG dan masuk neraka–

    **khusus bagi yang bukan ARAB:

    Cukuplah: Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasulullah. Allahu Akbar.

  147. 147 Aya' Baisa

    Assalamualaikum,,
    Ana juga mau tanya, bagaimana awal mula marga Baisa dan Alkatiri>??

  148. 148 Tisha Seyer

    Wiiihh, mantaps 2 jempol

  149. 149 Mr.Nunusaku

    Orang-orang beriman itu besaudara, tetapi karena kehadiran KELADAI-KELADAI LIAR ISMAIL, DUNIA DILIPUTI BENCANA.

    Karena dimana kehadiran Keladai-Keladai liar Ismail, disitu terdapat permusuhan, karena dimana keturunan Ismail ini berada, mereka sukah membuat pertengkaran itu sudah tertulis dalam perjanjian lama kitab non muslim.

  150. 150 ahmad bin usman

    hidup arab,,

  151. 151 sheila hullia al jabri

    yaudah lah….
    gak usah saling menghujat 1 sama lain. mau india jawa arab..cina
    al-katiri aljaidi baasyir apa pun itu lah..
    kita smua sama kok d mata ALLAH.
    GAK ada kasta2an lah… lw - guw. ana-anta / inti
    kita. . smua sama-sama mahluk ALLAH SWT..
    so gak usah lah saling menghujat2… yg ada malah dosa kn kita smua..

  152. 152 kev: bekas murid habib udah sadar

    saya jadi panas nih sama para habaib yang senengnya setiap saya nongkrong sama mereka pamer nasab kalo setiap ketemu selalu sok akrab ujung”nya pamerin nasab supaya kita” jadi budaknya habaib/sayid/syarif dengan alasan siapa yg muhibbin(cinta keturunan nabi) dijamin masuk sorga, siapa yang cium tangan ulama” yang habaib apalagi kalo minum air bekas kobokan tangan ulama-habaibnya pasti akan dapet barokah dan masuk sorga teruznya kalo di sumpahin sama om” habib/sayid/syarif pasti bakalan celaka.
    woooii… habib/sayid/syarif gw ini pernah jadi korban pembodohan lo ketika gw masuk pesantren habib dari tahun 1994 sampai 2004.
    pesan terakhir :
    saya cuma mau bilang ke para habaib/sayid/syarif janganlah kalian syirik dan mengajak kepada kesyirikan ziarah makam” kakek” kalian sambil berdiri bernyanyi membaca doa:
    ibadallah rijalallah agitsuna liajlillah wakuwnu aunana billah assa nahdho bifadhlillah.
    itu doa kalo diterusin artinya syirik dan menyekutukan allah semua coba aja cari dibaca sampe habis dan diterjemahkan.

    habis baca doa itu lalu duduk di makam dan meminta melalui keramat atau kewalian para habib yang marganya assegaf, al-hadad, al-hamid, bin zindan, al-atas, bin salim dan lain-lain.
    banyak banget yang minta ke makam habib supaya cepat dapat jodoh, supaya kaya, dan lain-lain.
    kenapa siih kalian para ulamanya habaib/syarif/sayid sering ngajarin kita orang” indonesia meminta dan memohon kepada allah melalui perantaraan orang yang sudah mati dengan alasan hadits tawasul terusnya ulama’ yang habaib deketein haji” kami untuk minta amplop/duit…??
    gw playboy yang udah pacaran 13 kali termasuk diantaranya gw dikejar” sama cwe syarifah/habibah kelas 3 SMK yang cinta mati sama gw tapi gw putusin dia sebab gw mau digebukin sama habib”/sayid/syarif beralaskan sama syarifah mendingan gw putusin daripada gw bonyok toch lagipula gw masih ada stock cwe” pribumi yang cantik” dan bohay”.
    xixixixixi…..
    parah banget sih pembodohan dan kesyirikan yang lo ajarin bib gw mau tanya
    kenapa..?? kenapa..??

  153. 153 Labib

    Assalamu’alaikum…. Ana mau nanya Gimana pandangan anda dengan Habib Yg ber marga al khon …..??

  154. 154 aan salafudin

    kalo membicarakan nabi coba pelajari lebih banyak tarikh, bahwa nabi itu jumlahnya ada 124.000 orang, yang terbunuh oleh bangsa israil ada 8000 oranga, lihat kitab Qotrul Ghoits.

  155. 155 muhammad basagili

    udah janggan debat ……………..yang membedakan kita di mata allah hanya amal bukan ras atu keturunan ….jadi kita sesama mmuslim harus saling menghormati ……

  156. 156 muhammad basagili

    udah janggan debat ……………..yang membedakan kita di mata allah hanya amal bukan ras atu keturunan ….jadi kita sesama mmuslim harus saling menghormati ……

  157. 157 muhammad basagili

    udah janggan debat ……………..yang membedakan kita di mata allah hanya amal bukan ras atu keturunan ….jadi kita sesama mmuslim harus saling menghormati ……

  158. 158 muhammad basagili

    udah janggan debat ……………..yang membedakan kita di mata allah hanya amal bukan ras atu keturunan ….jadi kita sesama mmuslim harus saling menghormati ……

  159. 159 muhammad basagili

    udah janggan debat ……………..yang membedakan kita di mata allah hanya amal bukan ras atu keturunan ….jadi kita sesama mmuslim harus saling menghormati ……

  160. 160 muhammad basagili

    udah janggan debat ……………..yang membedakan kita di mata allah hanya amal bukan ras atu keturunan ….jadi kita sesama mmuslim harus saling menghormati ……

  161. 161 DTM

    Saya ahwal, dan kebetulan ga ada masalah menikah dengan jamaah (alawiyin)

  162. 162 iqbal syaiban attamimi

    saudaraku sekalian>alhamdulillah saya sudah menulis tentang buku nasab arab dalam buku saya “ARAB, NASAB DAN SEJARAHNYA’ insyallah semua nasab antum ada dan sampai nabi adam.mudah-mudahan allah memberikan kemudahan dalam penerbitannya.amin ya robbal alamin

  163. 163 najib

    assalamualaikum ana najib saya mau tanya, dmn saya bisa mendapatkan sketerangan silsilah marekhan? trs sampe mana marekhan itu/

  164. 164 Dedy Iskandar Muda

    Assamuikum Wr Wb
    Kita Semua Saudara Umat Islam Yang Siap Membangun Masa Depan Kejayaan
    Jangan Sampai Kita Terbelah Karena Kita Belum Tahu Siapa Pemimpin Umat Yang Adil Dan Bijaksana Yang Siap Memutuskan Hanya Satu
    “Amirul Mukminin “Kholifah Rasyidah

    Daulat Dinasti Kesultanan Aceh Darussalam
    Sri Baginda Raja

    Sultan Dedy Iskandar Muda

  165. 165 Dedy Iskandar Muda

    Assamuikum Wr Wb
    Kita Semua Saudara Umat Islam Yang Siap Membangun Masa Depan Kejayaan
    Jangan Sampai Kita Terbelah Karena Kita Belum Tahu Siapa Pemimpin Umat Yang Adil Dan Bijaksana Yang Siap Memutuskan Hanya Satu
    “Amirul Mukminin “Kholifah Rasyidah

    Daulat Dinasti Kesultanan Aceh Darussalam
    Sri Baginda Raja

    Sultan Dedy Iskandar Muda

  166. 166 ummu azizah

    Apapun komen di atas… inti nya…, jadilah muslim/ah kaffah(sempurna) yg menjaga lisan dan amal perbuatan sebagai bekal di yaumul makhsyar..,

    u/yg jamaah (baca ARAB) berbanggalah antum dgn ibadah.., bukan dgn nasab..

    u/yg bukan jamaa…, gak usah iri… iri itu tanda tak mampu… hehehee..*kidding…
    maksud ane, yg bukan arab pun harus jaga lisan dan amal perbuatan…

    Banyak kebaikan yg dilakukan orang orab maupun bukan arab…, tp dari masing2 bnyk jg yg melakukan kesalahan.. siapapun diantara mereka, yg paling baik adl yg lgsg bertobat pd ALLOH SWT….

    gita-aza-kow-repot…

    salam ukhuwah..

  167. 167 syarifah ifa al hinduan

    ada yg ngepost ya tadi mirc tempat chat2 nya jamaah
    cra pkenya gmna yah

  1. 1 Marga Arab Hadramaut « TarkamSound
  2. 2 nabatea
  3. 3 Water Globe
  4. 4 Coach shoes
  5. 5 Designer handbags
  6. 6 Webhosting Vergleich
  7. 7 Kaycees Blog

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image