Archive for January, 2009

Tujuh Kelompok Yang Dinaungi Allah

Sabda Rasulullah saw :

“Tujuh kelompok yang dinaungi Allah pada Naungan Nya dihari tiada tempat berteduh kecuali yang dinaungi Nya, Imam yang adil, dan Pemuda yang tumbuh dg banyak ibadah pada Allah, dan orang yang hatinya terikat ke masjid masjid, dan dua teman yang saling akrab karena Allah, berteman dan berpisah karena Allah, dan pria yang diajak berzina oleh wanita kaya dan berkedudukan dan berparas indah namun ia menolak dg ucapan : aku takut pada Allah, dan orang yang bersedekah dengan sembunyi, hingga tangan kirinya tak tahu bahwa tangan kanannya bersedekah, dan orang yang ketika mengingat / menyebut Allah mengalir airmatanya” (Shahih Bukhari)
ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Limpahan Puji Kehadirat Allah Maha Raja Yang Kekal dan Abadi, yang telah membangun istana – istana yang megah dan mewah yang kekal dan abadi untuk hamba – hamba beriman. Telah dibangun dengan semewah – mewah dan semegah – megahnya. Menjadi semakin indah dan semakin mewah dengan amal – amal ibadah hamba – hambaNya dan Allah menyiapkan anugerah yang melebihi segenap anugerah. KeridhoanNya yang abadi untuk hamba – hambaNya yang beriman. Demikian sepanjang waktu dan zaman, sepanjang turunnya Adam alaihi shaalatu wassalam hingga Nabi terakhir Rahmatan Lil Alamin (Sayyidina Muhammad Saw).

Kebangkitan Sang Nabi Saw 14 abad tahun yang silam membawa terbitnya matahari Alquran dan Risalah. Menuntun kepada kemuliaan, menyampaikan tarbiyah nabawiyyah seagung – agung pembinaan, membuat jiwa yang kotor dengan seluruh sifat yang hina menjadi jiwa yang suci dengan sifat yang luhur. Jiwa – jiwa yang paling menyukai kehinaan, kejahatan, kekejian, kekotoran dan segala sifat tercela. Dituntun oleh cahaya terang – benderang yang diciptakan oleh Allah yang dikenali dengan sirajan muniira (pelita yg terang benderang sebagaimana firman Allah swt) Sayyidina Muhammad Saw. Terang – benderang jiwa mereka dengan seluruh sifat yang luhur hingga tidak tersisa sifat yang mulia dan suci di alam terkecuali ada pada Para Sahabat radiyallahu anhum wa ardhahum.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Oleh sebab itu dikatakan didalam syair mulia : Kita ini memiliki bulan purnama yang tiada pernah terbenam, matahari yang selalu bersinar dan tiada pernah terbenam yaitu tuntunan Nabi Muhammad Saw yang selalu mengajak dan menerangi hamba – hambaNya dari kegelapan menuju terang – benderang. Dicipta oleh Allah. Syamsur Risalah, Sirajan Muniira (Matahari bimbingan ilahi, Pelita yg terang benderang) Sayyidina Muhammad Saw.

Hadirin – hadirat, semakin jiwa itu mendekat kepada tuntunan Sang Nabi Saw akan semakin Allah bimbing ia kepada keluhuran walaupun belum saat ini barangkali tapi akan segera muncul padanya keluhuran dan hal itu pasti.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Istana termegah dan termewah di surga adalah Istana Muhammad Saw. Semoga aku dan kalian diijinkan Allah kelak sering berkunjung ke Istana Nabi Muhammad Saw. Berjumpa dengan Ahlul Badr, berjumpa dengan Muhajirin dan Anshar dan semua orang – orang yang shalih dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi. Amiin

Rabbiy Rabbiy.. sungguh kami telah melihat banyaknya orang – orang yang dimuliakan oleh orang Islam padahal mereka tidak pernah menyebut Nama Allah. Orang yang shalat, orang yang puasa, orang yang zakat tapi hatinya mencintai dan mengagungkan orang yang tidak pernah sujud pada Allah Swt. Rabbiy benahi jiwa muslimin – muslimat dan muliakan orang – orang yang dicintai Allah dan khususnya Nabiyyuna Muhammad Saw.

Hadits yang telah kita baca tadi, 7 kelompok yang dinaungi oleh Allah dihari tiada naungan kecuali naungan Allah. Tentunya banyak amal – amal mulia selain ini. Bukan hanya 7 ini tapi disini ada 1 khususiyyah dan tentunya ada ayat kemuliaan tentang hadits kemuliaan birrul walidain, ada juga hadits tentang kemuliaan jihad dan juga hadits tentang kemuliaan lain – lainnya. Akan tetapi Rasul saw menyimpulkan ada 7 kelompok disini. Masih banyak lainnya tapi Rasul saw dalam kesempatan ini menyebutkan 7 kelompok. Siapa mereka?

Didalam riwayat Shahih Bukhari beberapa kali hadits ini teriwayatkan (lebih dari 4X teriwayatkan) hadits yang sama namun dengan urutan yang berbeda. Jadi kita tidak mengklasifikasikan mana yang pertama, yang paling afdhol atau yang terakhir. Karena hadits ini berkali – kali teriwayatkan, urutannya ada yang berbeda.

Yang Pertama adalah Imam yang adil (pemimpin yang adil). Pemimpin yang adil adalah tugas dan beban yang sangat berat. Oleh sebab itu dijanjikan oleh Sang Nabi saw ia berada didalam naungan Allah di hari tiada naungan kecuali naungan Allah. Apa maksudnya? Disaat matahari 1 jengkal diatas kepala mereka di padang mahsyar, hanya orang – orang yang dinaungi oleh Allah, ia tidak terkena terang – benderang teriknya matahari. Mereka dalam kesejukkan. Siapa? Diantaranya 7 kelompok itu. Pemimpin – pemimpin yang adil. Kita lihat bagaimana Sang Nabi Saw, tentunya panutan yang utama dari semua panutan adalah Sayyidina Muhammad Saw.

Beliau saw menghakimi dan mengadili, namun pada tempatnya dan jelas. Sebagaimana ketika telah selesai kejadian perang uhud. Disaat kejadian salah satu peperangan. Riwayat Shahih Bukhari, Rasul saw membawa ghanimah (hasil rampasan perang) bukan di perang uhud. Dan disaat itu ghanimah ini dibagi – bagikan kepada muhajirin dan muallaf. Muhajirin adalah orang yang berangkat dari Makkah meninggalkan rumahnya dan meninggalkan perdagangannya dan hartanya untuk berhijrah ke Madinah Al Munawwarah. Maka diberikanlah harta – harta ghanimah itu kepada para muhajirin dan muallaf (orang yang baru masuk Islam). Anshar tidak diberi. Maka ada diantara kaum anshar yang nyeletuk “kalau bagian jihad kami dipanggil, kalau pembagian ghanimah kami tidak diberi”. Rasul saw mendengar, sampai ke telinga Rasul saw hal itu. Maka dipanggil oleh Sang Nabi saw kaum anshar semuanya. “Wahai kaum anshar, kuberikan harta keduniawian kepada muhajirin dan muallaf dan kuberikan diriku untuk kalian”, “mereka pulang membawa harta dan kalian pulang membawa aku”, kata Rasul. “Apakah kalian puas?” maka berteriak kaum anshar dengan gembira “cukup ridho ya Rasulullah kami senang, pulang kami membawamu ke kampung kami”.

Dan memang Rasul saw itu pulangnya ke Madinah Al Munawwarah, tidak ke Makkah atau kemana. Demikian cara beliau saw menangani. Tentunya Sang Nabi saw bisa bicara dengan lugas dan tegas “wahai kaum anshar, kalian bukan orang yang butuh, yang butuh muhajirin dan muallaf. Kalian punya tanah, kalian punya harta, kalian punya toko, kalian menguasai pasar, sedangkan mereka tidak”. Pantasnya Rasul berkata seperti itu tapi Rasul saw tidak mau menyakiti mereka. Namun tetap tidak memberikan kepada anshar tetapi menghibur kaum anshar dengan ucapan “aku memberikan diriku untuk kalian”. Demikian imam yang adil pada tempatnya namun selalu berusaha didalam tawassuth (dipertengahan tidak condong pada salah satu) dan juga adil disini adalah selalu berusaha untuk menenangkan jiwa mereka menerima keadilan itu.

Hadirin – hadirat, demikian dengan khalifah – khalifah selanjutnya. Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum, Sayyidina Umar, Sayyidina Ali, Sayyidina Utsman. Mereka adalah pemimpin – pemimpin yang adil. Dan mereka sebagaimana diriwayatkan ketika Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhu didatangi seorang yang mengadukan. Pengaduannya “wahai amirul mukminin, tetanggaku mencuri dariku. Aku minta dia dihukum”. Dipanggil tetangganya “apa hukumannya?”, “hukumannya potong tangan, potong tangannya wahai amirul mukminin karena dia mencuri dari hartaku”. Maka Sayyidina Umar bin Khattab bertanya kepada sang pencuri “kenapa kau mencuri?”, “lapar ya amirul mukminin”. Merah padam wajah Sayyidina Umar bin Khattab seraya berkata “wahai engkau yang dicuri, engkau yang akan kuhukum”. Diberi hukuman ‘itaab, apa itu itaab? yaitu hukuman, bisa penjara bisa denda. “Kenapa yg dicuri yg dihukum..?”, “karena tetanggamu lapar, kau tidak tahu..!!”. Demikian imam yang adil.

Hadirin – hadirat, disaat sekarang ini banyak sekali musuh – musuh Islam yang berusaha menghancurkan keimanan muslimin dengan menyebut hukum – hukum Islam yang mereka rasakan tidak adil atau kejam. Diantaranya hukum rajam bagi pezina, diantaranya hukum potong tangan bagi yang mencuri. Tentunya hal ini tidak bisa diputus satu – persatu. Syari’ah Islamiyyah tidak bisa diputus satu – persatu tapi justru bagaikan rantai yang saling mengikat.

Hukum potong tangan tidak bisa diberlakukan terkecuali sudah ada Baitul Maal yang menjamin tidak ada orang yang lapar. Buktinya Sayyidina Umar bin Khattab menghukum orang yang dicuri bukan orang yang mencuri. Ini menunjukkan kalau sudah suatu wilayah mempunyai baitul maal, tidak ada yang kelaparan, semua yang lapar sudah disantuni, semua yang fakir disantuni dan masih ada yang mencuri maka diberilah hukum potong tangan. Betapa kejamnya, kenapa? agar supaya ia malu dan malunya itu membuat orang lain tidak berani mencuri. Demikian di dalam Islam, kelihatannya hukumnya terlalu kejam tetapi kalau seandainya saja hukuman itu ringan, akan banyak orang yang berbuat tapi sebelumnya benahi dulu penyebab – penyebab yang membuat hal itu agar tidak terjadi terkecuali oleh orang – orang yang betul – betul memiliki sifat yang tercela. Ini contohnya yang pertama.

Dan yang kedua mengenai zina. Muncul pertanyaan pada saya di website, di surat dan lain sebagainya. Ada yang berbicara di televisi katanya “hukum orang yang berzina itu tidak akan bisa dihapus dosanya terkecuali dengan dirajam atau dicambuk bagi yang belum menikah”. Betul itu, tapi di wilayah yang sudah berjalan dengan khilafah islamiyyah. Tidak ada ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita), tidak ada lagi gambar porno di jalanan, tidak ada lagi film yang mengajarkan tarbiyah untuk berbuat zina di televisi, tidak ada lagi wanita membuka auratnya. Kalau sudah aman seperti itu, hukum rajam berjalan bagi mereka yang bersumpah 4X dengan Nama Allah bahwa ia betul – betul berzina, lalu dihukum rajam. Kalau ada yang mengaku si fulan berzina, tidak bisa dilakukan hukum rajam terkecuali 4 saksi. 4 saksi yang menyaksikan malihatnya berbuat zina. Bukannya laki dan perempuan masuk kamar berdua, keluar pakaiannya terlihat agak acak – acakkan, tidak cukup itu. Tapi harus melihat perbuatan jima’ dan zina dengan matanya sendiri (4 orang).
Ini kan mustahil..!, terkecuali kalau yang memperbuatnya di jalanan atau di tempat umum atau ia sendiri yang memintanya. Dan Rasul saw sendiri ketika diminta seseorang yang telah berzina meminta dihukum rajam, beliau tidak langsung mengatakan “oh..kau berzina, langsung dihukum”. Tidak, beliau berkata “apakah kau ini gila?”, “tidak ya Rasulullah”, “apakah kau ini tidur?”, “tidak ya Rasulullah”. 4X ia bersumpah lalu dijalankan hukum itu. Jadi kalau melihat hukum jangan dipotong – potong. Benar hukum zina itu dirajam tapi kalau sudah terjadi khilafah islamiyyah. Pria dan wanita sudah tidak ada percampuran, tidak ada lagi gambar porno, film porno dan lain sebagainya sudah aman, masih berzina juga apalagi di depan umum, pantas dirajam. Kenapa? supaya yang lain tidak ikut – ikutan berbuat hal itu karena yang pantas berbuat itu adalah orang – orang yang benar – benar mempunyai sifat yang keji dan perbuatan itu membuat ia terhapus dari dosanya.

Hadirin, lalu kalau pezina zaman sekarang, apa hukumannya? hukumannya adalah taubat kepada Allah Swt. Apakah bisa diampuni? tergantung taubatnya. Apakah 40 tahun amalnya tidak diterima? ya, kalau 40 tahun ia menunda taubatnya. Allah Swt melimpahkan pengampunan secepat orang itu bertaubat. Semakin cepat orang itu bertaubat, secepat itu pengampunan Allah Swt.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
(Firman Allah) “Terkecuali mereka – mereka yang beriman dan beramal shalih, bertaubat dari dosa – dosanya. Allah ganti dosa – dosanya dengan pahala (QS Alfurqan 70) bukan dihapus, tapi diganti dengan pahala. Demikian dahsyatnya sambutan Kasih Sayang Illahi bagi mereka yang mau bertaubat.

Kita baru dengar malam ahad yang lalu, Guru Mulia kita menyampaikan kemuliaan orang orang yg bertobat, semoga kita menjadi orang – orang yang bertaubat, lalu seandainya diantara kita masih ada yang berat melakukan taubat, semoga dicabut berat dari hati kami untuk melakukan taubat. Sebagian diantara kita merasa dalam hati kalau aku taubat nanti, besok berbuat lagi maka belum berani taubat. Taubat sekarang, besok serahkan pada Allah. Kalau besok terjebak dosa lagi, taubat lagi besok. Jangan bosan – bosan bertaubat kalau seandainya tidak bosan berbuat dosa.

Kita zaman sekarang bosan bertaubat tapi tidak bosan berdosa. Meskinya sebaliknya kalau tidak maka biarkan berbarengan, dosa taubat dosa taubat dosa taubat, jangan tinggalkan 1 dosa terkecuali diikuti 1 taubat. Lalu bagaimana nanti kalau dosa lagi, munafikkah ?. (jawabannya) Bukan urusanku masa yang akan datang, nanti masa yang akan datang kita serahkan pada Allah. Aku mau taubat dari sekarang dari semua yang dilarang Allah. Bagaimana nanti kalau berbuat lagi? aku akan bertaubat lagi. Sebagaimana aku selalu terjebak dalam dosa, akupun tidak akan bosan untuk bertaubat kepada Allah. Orang seperti ini akan dibimbing oleh Allah dan ia tidak akan wafat terkecuali dalam keadaan orang yang bertaubat.

Hadirin, yang kedua adalah pemuda yang tumbuh didalam ibadah kepada Allah. Yang masih muda ibadahnya, mulai dari usia muda usdah banyak ibadah. Siapa mereka? diantaranya kita. Oleh sebab itu Guru Mulia kita Alhamdulillah 2X hadir di majelis kita. Malam selasa di MONAS beliau hadir, malam minggu tidak ada jadwalnya diajukan beliau mau hadir lagi. Kenapa? Karena Pemuda. Karena Rasul saw bersabda “saat pertama kali risalahku bangkit, pemuda yang membantuku menegakkan risalah dan orang – orang yang tua meninggalkanku dan mendustakanku”. Agama ini bangkit dengan kebangkitan pemuda, kemerdekaan negara ini didapatkan dengan pemuda. Demikian hadirin – hadirat, dan juga kemajuan Islam ini akan muncul dengan kebangkitan pemuda yang ingin membenahi wilayahnya sendiri.

“Innallaha laa yughayyiru maa biqaumim hattaa yughayyiru maa bi anfusihim” QS. Ar-Ra’d : 11 (Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka sendiri yang mau merubahnya). Itu sebagian orang mengatakan “ya sudah kalau ia sudah tidak mau merubah dirinya, Allah tidak akan merubah suatu kaum”. (Tidak demikian), Justru ini janji Allah. Kalau suatu kaum ada diantara mereka yang ingin merubah dirinya, merubah kaumnya menjadi baik, maka Allah yang akan merubah kaum itu menjadi baik. Karena Allah berkata “Aku tidak akan merubah suatu kaum sampai mereka sendiri yang merubah dirinya”. Berarti jika ada yang ingin diantara mereka merubah keadaan kaumnya, Allah yang akan merubahnya.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika salah seorang pemuda keluar terburu – buru setelah wudhu masuk kedalam shaf shalat. Salah seorang sahabat berkata “law ra aahu Rasulallah La ahabbahu”, pemuda seperti ini kalau Rasulullah melihatnya akan mencintainya. Karena Rasul saw saat itu telah wafat. Menunjukkan apa? pemuda ini, hanya wudhu lantas buru – buru masuk kedalam shaf shalat. Para sahabat pada saat jamaah pertama sudah melakukan shalat, jamaah kedua datang, pemuda ini setelah wudhu terburu – buru masuk ke shaf untuk ikut shalat berjamaah. Berkatalah salah seorang sahabat yaitu Abdullah Ibn Umar “kalau Rasulullah melihat ini, pasti Rasulullah mencintainya”. Rasul itu menyukai pemuda, Rasulullah itu mencintai pemuda.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Semoga Allah Swt membenahi kita semua, khususnya yang dari Jakarta ini dan di seluruh wilayah Barat dan Timur dengan kebangkitan pemuda yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, memuliakan Nabi Muhammad Saw.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Yang ketiga adalah orang yang hatinya selalu terikat pada masjid. Hatinya cinta masjid walaupun tidak sellau berada di masjid. Masjid tempat yang ia jadikan sebagai tempat yang nikmat. Tempat yang dijadikan tempat ketenangan adalah masjid.
Hadirin, sifat seperti ini sirna diantara muslimin khususnya pemuda. Kalau sedang datang gundah, para pemuda kita khususnya tentunya mencari tempat hiburan (café, diskotik barangkali) tapi kita tentunya coba dan coba cari ketenangan itu di masjid. Gundah saya ini mau cari ketenangan, coba masuk ke masjid. Kau akan dapatkan ketenangan yang jauh lebih daripada di pasar – pasar, di tempat – tempat café, atau direstoran atau tempat lainnya. Enak ini makan dipinggir jalan sambil menenangkan diri kita, Wallahi kesejukkan yang ada di masjid akan kau dapatkan lebih dari itu. Untuk apa? untuk mendapatkan ilmu.

Tadi yang pertama Imam yang adil dinaungi nanti oleh Allah di yaumal qiyamah, yang kedua pemuda yang tumbuh didalam taat pada Allah Swt (semoga kita dalam kelompok ini, amin). Yang ketiga orang yang hatinya terikat dengan masjid, senang dengan masjid, asyik dengan masjid.

Sekarang dimasa ini, orang lewat masjid itu tidak ada bergetar hatinya. Di zaman dulu, Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhum ada 2 orang mengangkat suara agak keras di masjid nabawiy, dipanggil oleh Sayyidina Umar. Riwayat Shahih Bukhari. “sini kalian”, “min ayna antumaa?”orang mana kalian ini?, “orang tha’if”, maka berkata Sayyidina Umar ra : “law kuntuma min ahli hadzal balad La awja’tukuma, tarfa’aan ashwaatakumaa fi masjidil Rasulillah saw” untung kalian orang ba’da tha’if (dari luar Madinah) kalau kalian orang sini, kata Sayyidina Umar “akan aku hukum kalian karena berani mengeraskan suara di masjidnya Rasulullah saw”. Demikian adabnya Sayyidina Umar bin Khattab ke masjidnya Rasul saw. Mengangkat suara tidak boleh padahal ayatnya untuk Sang Nabi saw bukan untuk masjid nabawiy.

Ayat turun “..laa tarfa’u ashwatakum fauqashawtinnabiy wala tajharuu lahuu bilqauli kajahriba’dhikum liba’dhin antahbatha a’malukum wa antum laa tasy’urun” QS. Al Hujurat : 2. Didalam surat Al Hujurat, ayat itu dilarang mengeraskan suara dihadapan Rasulullah bukan di masjid tetapi setelah Rasul saw wafat pun Sayyidina Umar menjaga itu di masjid nabawiy.

Hadirin, masjid adalah tempat Baitullah (rumah keridhoan Allah, istana keridhoan Allah) yang di pintu – pintunya berdiri para malaikat yang mencatat mereka yang masuk kedalamnya. Catat yang masuk kesini, kalau kita masuk ke istana kan ada penjaganya. Kalau dimasjid ada juga malaikat yang menyaksikan mereka yang hadir di masjid dan mereka berkata “Allahumma firlahum allahumma warhamhum” Wahai Allah ampuni dia, Wahai Allah sayangi dia, sepanjang kalian duduk di masjid. Hadirin, cari ketenangan di masjid, ikat hati kita dengan masjid, makmurkan masjid niscaya kau akan dinaungi Allah Swt disaat tiada naungan kecuali naungan Allah Swt.

Yang keempat adalah “rajulan tahaabbaa fillah”, 2 orang teman atau orang yang berteman karena Allah. Bukan karena bisnis, bukan karena teman sekolah, bukan karena tetangga tapi karena Allah. Maksudnya seperti bagaimana? Seperti kita disini. Yang satu dari Bekasi, yang satu dari Depok, yang satu dari Jakarta Timur, Jakarta Selatan bertemu disini, kenalan disini. Ini bukan untuk dagang, bukan untuk apa – apa tapi karena Allah, karena majelis taklim, majelis dzikir seperti ini. Saling sms kalau tidak saling ketemuan dimana, majelis malam ahad yang akan datang, malam senin dimana, malam kamis. Hal seperti ini dihargai oleh Allah Swt dan mereka tidak berpisah itu juga terkecuali oleh karena Allah. Maksudnya apa? ketika temannya keluar pindah agama maka ia berubah pula kepada temannya tidak seperti dahulu. Kenapa? temannya tidak lagi taat kepada Allah Swt.

Beda antara cinta dan perduli, kalau perduli semua kafir yang paling jahat pun Rasulullah perduli dan mendoakan untuk mereka tapi bukan cinta. Karena Allah Swt berfirman “laqad jaa akum rasulun min anfusikum a’ziizun a’laihi maa a’nittum hariishun a’laikum bil mu’miniina raufurrahiim” QS. At Taubah : 128. Sayangnya untuk orang – orang muslimin, untuk yang diluar islam beliau peduli. Agar apa?, agar mereka masuk kedalam Islam. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari ketika seorang anak yahudi ada yang mau berkhidmah kepada Nabi saw tapi belum mau masuk Islam, diterima oleh Rasul saw. Masuk ke rumahnya Rasul, khidmah kepada Rasul, bawakan sandalnya, bawakan airnya sampai suatu hari ia sakit dan sakit yang membawa kematian. Rasul menjenguk yahudi (non muslim), ayahnya yahudi juga. Ketika sakit Rasul melihat ini anak sudah dekat dengan sakaratul maut maka Rasul berkata “qul laailahailallah” katakan laailahailallah wahai anak. Pemuda itu tidak berani menyebut “laailahailallah” terkecuali melirik ayahnya dulu. Ayahnya ijinkan tidak, ayahnya yahudi juga. Maka ayahnya berkata “athi’ abal qasim” taati abal qasim. Ayahnya tidak mau mengakui Rasulullah saw tapi ayahnya tahu ia orang baik, yaitu Nabi Muhammad saw, maka ayahnya berkata “taati abal qasim” maka anak itu mengucapkan “laailahailallah” wafat. Keluar Rasul dari rumahnya, sahabat melihat wajahnya rasul cerah gembira. “Ya Rasulullah apa yang membuat engkau sedemikian gembira hingga cerahnya wajahmu”, Rasul berkata “Alhamdulillahiladzi qad hadaah” Alhamdulillah yang telah memberi ia hidayah. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.

Beda dengan kafir harbi. Ada orang – orang non muslim yang memerangi muslimin, disebut kafir harby,. Demikian kelompok – kelompok kafir, kelompok kafir itu ada 2 ada zimmi dan ada harbi. Zimmi adalag kafir yang baik dan Harbi adalah kafir yang memerangi. Beda hukumnya, sebagaimana ada dalam riwayat yang tsigah ketika salah seorang yahudi hidup bertetangga dengan Rasul di Madinah. Orang yahudi hidup di Madinah juga bersama 1 kota dengan Rasul. Tapi sewaktu – waktu ketika seorang wanita muslimah (tentunya memakai hijab, memakai jilbab) seorang yahudi usil. Diikatlah jilbabnya itu dengan salah satu kaki meja dan saat ia berjalan terbuka hijabnya, ia berteriak (wanita muslimah ini). Muslimin berdiri bangkit, orang yahudi juga berdiri membela. Terjadi perpecahan disitu, Rasul saw segera membelah perpecahan dan menahan daripada perpecahan dan mengusir semua yahudi dari Madinah Al Munawwarah. Kalau damai diijinkan hidup bersama, kalau tidak damai maka lain halnya. Hadirin – hadirat demikian di Palestina, demikian di Poso, demikian di Kasymir dan lain – lain.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Inilah 2 orang yang saling menyayangi karena Allah Swt, saling mengenal karena Allah Swt. Allah Swt memuliakan kita dengan kemuliaan terindah dengan perkumpulan mulia ini. Masih ada 3 penjelasan lagi tentang kelompoknya, Insya Allah saya teruskan di malam selasa yang akan datang.

Dan kita bermunajat kepada Allah Swt dan semakin bangkitlah untuk memperdulikan keadaan muslimin – muslimat.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kita sudah lihat tanda – tanda kebangkitan muslimin sudah mulai dimunculkan oleh Allah Swt. Sebagaimana Allah sudah menghancurkan Negara Adikuasa Uni Sovyet dipecah belahkan oleh Allah Swt. Dan sekarang (Allah) telah menjadikan Negara Amerika Serikat ini jatuh miskin dan demikian Allah Swt dalam waktu dekat ini semakin kesini semakin berlanjut. Allah mulai mendesak daripada kekuatan – kekuatan kuffar dan semoga Allah segera membalikkan kemakmuran kepada muslimin – muslimat dipermukaan bumi..

Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram, kami telah dengar sabdamu Nabi Muhammad Saw yang menjelaskan bahwa kelak setelah aku wafat akan kalian lihat perpecahan, akan kalian lihat gempa bumi, akan kalian lihat musibah –musibah, akan kalian lihat banyak yang mengaku sebagai Nabi dan akan kalian lihat banyak terjadi pembunuhan dan setelah itu akan muncul kemakmuran yang menyeluruh di seluruh penduduk bumi bagi muslimin – muslimat dan disaat itu sabahat berkata “bagaimana keadaan mereka saat itu muslimin muslimat ya Rasulullah..?”, Rasul berkata “bagi mereka sujud sekali lebih baik dari dunia dan segala isinya”. Menunjukkan muslimin muslimat yang mencintai sujud, yang mencintai ibadah, yang mencintai kemuliaan – kemuliaan yang dibawa oleh Allah. Mereka itulah yang akan dlimpahi kemakmuran dan jika muslimin sudah bangkit untuk meninggalkan dosa – dosa menuju taubat, menuju keluhuran, menuju kemuliaan, itu tanda kemakmuran akan segera dibangkitkan oleh Allah untuk muslimin muslimat.

Kita lihat sekarang Negara super power ini dihancur leburkan dengan kemiskinan oleh Allah Swt dan akan semakin dahsyat kehancuran daripada Amerika, kehancuran Inggris, kehancuran Perancis, kehancuran Negara – Negara musuh Islam. Akan kita lihat Insya Allah dalam waktu dekat dan Allah akan makmurkan Negara muslimin muslimat. Rabbiy bangkitkan pemuda - pemudi muslimin muslimat untuk mencintai Nabimu Muhammad Saw, Rabbiy makmurkan majelis dzikir, majelis – majelis shalawat dan Rabbiy Ya Rahman Ya Rahim telah makmur panggung – panggung orang – orang yang bermaksiat, puluhan ribu yang hadir membayar dengan uang puluhan bahkan ratusan ribu demi memandang wajah orang yang tidak sujud padamu maka Rabbiy gantikan keadaan muslimin muslimat, makmurkan majelis yang mengagungkan Namamu, yang menggemuruhkan Namamu, yang memuliakan Namamu, yang mencintai Nabimu Muhammad Saw.

Ya Rahman Ya Rahim gantikan pemuda – pemuda muslimin muslimat dengan pemuda yang mencintai Allah dan Rasul, yang bangga memegang bendera Rasulullah, yang bangga dengan pakaian sunnah Rasulullah, yang bangga dengan sunnah Rasulullah. Ya Rahman Ya Rahim makmurkan bumi Jakarta, makmurkan seluruh wilayah muslimin muslimat dan tolong saudara – saudara kami di Palestine, saudara kami di Khasmir, saudara kami di seluruh wilayah Barat dan Timur yang sedang dalam kesulitan. Pecah belahkan kekuatan musuh – musuh muslimin, hancur leburkan mereka. Ya Rahman Ya Rahim inilah doa dan munajat.

Ya Dzaljalali wal ikram benahi keadaan kami, keadaan rumah tangga kami, bangkitkan keinginan kami untuk bertaubat, bangkitkan keinginan kami untuk meninggalkan kemunkaran Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah…

Sumber http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=190&Itemid=1

Rebo Wekasan

Klik link berikut untuk melihat amalan rabu terakhir bulan shafar
Sudah menjadi tradisi di kalangan sebagian umat Islam terutama di masayarakat Islam Jawa merayakan Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan (Yogyakarta) atau Rebo Kasan (Sunda Banten) dengan berbagai cara. Ada yang merayakan dengan cara bersa-besaran, ada yang merayakan secara sederhana dengan membuat makanan yang kemudian dibagikan kepada orang-orang yang hadir, namun diawali dengan tahmid, takbir, zikir dan tahlil serta diakhir dengan do’a.

Ada juga yang merayakan dengan melakukan shalat Rebo Wekasan atau shalat tolak bala, baik dilakukan sendiri-sendiri maupun secara berjamaah. Bahkan ada yang cukup merayakannya dengan jalan-jalan ke pantai untuk mandi dimaksudkan untuk menyucikan diri dari segala kesalahan dan dosa.

Waktu penulis masih kecil sekitar tahun 1960 an suka ikut-ikutan merayakan Rebo Wekasan yang dilakukan oleh para orang tua, yaitu dengan cara riungan pagi hari Rabu Wekasan sekitar jam 06.00 di masjid dengan membawa jamuan ketupat dan temannya ada ayam sayur, ayam goreng, ayam bakar dan lain-lain. Riuangan dipimpim oleh imam masjid dan diiringi dengan tahlil dan tahmid serta diakhir dengan do’a tolak bala. Dan setelah itu, jamuan tersebut dibagikan kepada peserta riungan untuk dimakan secara bersama-sama. Namun saat ini, kegiatan tersebut sudah tidak dilakukan lagi, akibat dari pergeseran nilai-nilai sosial di kalangan masyarakat setempat.

Apa yang dimaksud dengan “Rebo Wekasan” ?

Rebo Wekasan adalah hari Rabu yang terakhir pada bulan Shafar. Dari beberapa cara merayakan Rebo Wekasan ada yang mengganjal dalam pikiran penulis yaitu dengan cara melalukan shalat Rebo wekasan yang dikerjakan pada hari Rabu pagi akhir bulan Shafar setelah shalat Isyraq, kira-kira mulai masuk waktu Dhuha. Pada dasarnya Shalat Rebo Wekasan tidak ditemukan temukan adanya Hadits yang menerangkan shalat Rebo Wekasan.

Dalam Islam berbagai shalat baik wajib maupun sunnah telah disebutkan dalam Hadits Nabi saw secara lengkap yang termuat dalam berbagai kitab Hadits, namun shalat Rebo Wekasan tidak ditemukan. Shalat wajib atau shalat sunnah merupakan ibadah yang telah ditentukan Allah dan Rasul-Nya, baik tata cara mengerjakannya maupun waktunya. Tidak dibenarkan membuat atau menambah shalat baik wajib maupun sunnah dari yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ibadah hanya dapat dilakukan sesuai dengan yang diperintahkan, jika tidak, maka sia-sia belaka.

Ada sebuah buku berjudul “Kanzun Najah” karangan Syekh Abdul Hamid Kudus yang pernah mengajar di Makkatul Mukaramah. Dalam buku tersebut diterangkan bahwa telah berkata sebagian ulama ‘arifin dari ahli mukasyafah (sebutan ulama sufi tingkat tinggi), bahwa setiap hari Rabu di akhir bulan Shafar diturunkan ke bumi sebanyak 360.000 malapetaka dan 20.000 macam bencana. Bagi orang yang melaksanakan shalat Rebo Wekasan atau shalat tolak bala pada hari tersebut sebanyak 4 raka’at satu kali salam atau 2 kali salam dan pada setiap raka’at setelah membaca surat Al Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al Kautsar 17 kali, surat Al Ikhlas 5 kali, surat Al Falaq 2 kali dan surat An Nas 1 kali. Setelah selesai shalat dilanjutkan membaca do’a tolak bala, maka orang tersebut terbebas dari semua malapetaka dan bencana yang sangat dahsyat tersebut.

Atas dasar keterangan tersebut, maka shalat Rebo Wekasan tidak bersumber dari Hadits Nabi saw dan hanya bersumber pada pendapat ahli mukasyafah ulama sufi. Oleh sebab itu, mayoritas ulama mengatakan shalat Rebo Wekasan tidak dianjurkan dengan alasan tidak ada Hadits yang menerangkannya. Ada pula ulama yang membolehkan melakukan shalat Rebo Wekasan, dengan dalih melakukan shalat tersebut termasuk melakukan keutamaan amal (Fadhailul ‘amal).

Namun sikap yang baik terhadap shalat Rebo Wekasan adalah kembali kepada aturan bahwa semua ibadah didasarkan atas perintah. Sesuai dengan penjelasan yang telah diuraikan di atas, tidak ditemukan dasar perintah atau keterangan yang menjelaskan tentang shalat Rebo Wekasan atau shalat tolak bala, maka shalat Rebo Wekasan tidak perlu dilakukan. Bukankah semua shalat yang kita kerjakan baik wajib maupun sunnah dapat menolak bala? (aby)

Sumber http://bimasislam.depag.go.id/?mod=article&op=detail&klik=1&id=115

Baca juga artikel ttg rabu terakhir shafar

1. Amalan Rabu Terakhir di Bulan Shafar (insya allah 25 Februari 2009)

2. Rebo Wekasan

3. Sayyid Muchsin Ibn Hamid: Benarkah Shafar Menakutkan dan Bulan Kesialan?

4. TATA CARA PELAKSANAAN SHOLAT SUNAT LIDAF’IL BALA PADA HARI RABU TERAKHIR BULAN SHOFAR (10 Pebruari 2010)

Kemuliaan Yang Tersimpan Dalam Adzan dan Shalat

Sabda Rasulullah saw :

“Jika manusia itu tahu kemuliaan kemuliaan yang tersimpan pada Adzan & Iqamah dan shaf pertama (dlm shalat), dan mereka tak bisa mendapatkannya kecuali dengan harus diundi (bukan judi tentunya), maka mereka akan melakukan perundian untuk mendapatkannya, dan apabila mereka mengetahui apa yang tersimpan pada Tahjir (mendatangi shalat dhuhur saat panas terik), maka mereka akan berlomba2 melakukannya, dan jika mereka mengetahui apa yang tersimpan pada shalat isya dan shalat subuh (berjamaah), maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak” (Shahih Bukhari)

ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Yang Maha Menerbitkan matahari di permukaan bumi dan selalu dalam keadaan terbit berpindah dari tempat ke tempat lain. Terbit di wilayah ini dan terus terbit ke wilayah yang lebih Barat dan matahari terus terbit sepanjang waktu dan zaman. Akan tetapi di satu tempat matahari akan terbit dan akan terbenam menunjukkan kehidupan manusia yang akan hidup dan pasti akan wafat. Tiadalah matahari itu terbit dari kegelapan terkecuali sudah muncul kepastian ia akan terbenam. Berbeda dengan Sang Yang Maha Memiliki matahari, Yang Maha Menerbitkan matahari selalu terbit dan berputar di permukaan bumi dan bumi berputar yang menyebabkan matahari itu sebenarnya terus dalam keadaan terbit, berpindah dari tempat ke tempat. Menunjukkan dan melambangkan Raja Alam Semesta yang selalu terbit tiada pernah terbenam sepanjang waktu dan zaman.

Berbeda dengan manusia yang terikat dengan tempatnya. Maka ia tidak akan pernah menemukan matahari selalu terbit karena berada di tempatnya. Demikian juga kehidupan kita yang tidak bisa mengikuti satu generasi pada generasi lainnya.

Maha Suci Allah Swt Yang Maha Menerbitkan Cahaya Tauhid di dalam jiwa, Kasih Sayang dan Pengampunan dan Keridhoan Allah yang terbit dengan kalimat tauhid “Laailahailallah Muhammad Rasulullah Saw” yang kalimat itu membawa terbitnya berjuta matahari keridhoan Illahi. Matahari kemuliaan shalat, cahaya kemuliaan puasa, cahaya kemuliaan zakat, cahaya kemuliaan shadaqah, kemuliaan birrul walidain dan kemuliaan – kemuliaan lainnya. Yang kesemuanya itu merupakan matahari yang abadi, yang akan menerangimu ketika kau menghadap Rabbul Alamin. Sebagaimana di firmankan oleh Allah “yauma laa yukhzillaahunnabiy walladziina amanuu ma’ahuu nuuruhum yas’a baina aidiihim wa bi aimaanihim” (hari dimana Allah tidak akan mengecewakan Sang Nabi saw dan orang – orang yang bersama Sang Nabi saw dan cahaya mereka berada mengitari mereka di kanan kiri dan seluruh mereka, terang – benderang dengan cahaya yang bukan matahari karena matahari akan menemui terbenam di yaumal qiyamah).

Dan matahari ibadah, matahari ketaatan kepada Rabb tidak akan pernah padam karena itu adalah cahaya keridhoan Allah. Hadirin, dan cahaya itu akan menerangi mereka bersama sirajan muniira Sayyidina Muhammad Saw. Rabbiy pastikan kami selalu mendapatkan matahari hidayah. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram, jika ada diantara hadirin yang masih belum bakti pada ibunya pastikan mulai malam ini ia tidak akan lagi menyakiti ibu dan ayahnya. Ya Rabb cabut seluruh perbuatan buruk kami terhadap ibunda kami jika ada diantara kami ada yang memperbuatnya, cabut perbuatan tidak sopan kami terhadap ayah kami jika ada diantara kami yang masih memperbuatnya. Jadikan malam ini malam terbitnya cahaya birrul walidain kepada semua kami yang hadir Ya Rabb..

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Selanjutnya hadits minggu lalu yang belum kita lanjutkan adalah 3 hal yang tersisa dari 7 orang yang dinaungi oleh Allah Swt di hari tiada naungan kecuali naungan Allah. 7 hal, pertama imam yang adil, kedua pemuda yang tumbuh dengan ketaatan pada Allah, ketiga orang yang hatinya terikat selalu dengan masjid, keempat orang yang saling menyayangi karena Allah dan itu sudah kita bahas.

Yang kelima adalah pria yang diajak berzina oleh seorang wanita yang indah wajahnya dan mempunyai harta dan jabatan, ia menjawab “inniy akhafullah” (sesungguhnya aku takut pada Allah). Hadits ini Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan ini bukan khusus untuk pria tapi juga untuk wanita yang diajak berzina oleh pria yang memiliki jabatan dan harta. Orang yang diajak berzina lalu ia menolaknya dengan ucapan “inniy akhafullah” atau dengan bahasanya masing – masing “sungguh aku takut dan risau kepada Allah”. Orang yang menjawab ini kepada orang yang mengajak berzina, tidak dilupakan kalimat yang terucap dari bibir dan hatinya, Allah naungi ia di yaumal qiyamah di hari tiada naungan selain naungan Allah.

Hadirin – hadirat diriwayatkan didalam Mukasyafah Al Qulub yang juga riwayatnya teriwayatkan didalam Shahih Bukhari secara ringkas. Ketika seorang wanita tidak mempunyai kemampuan untuk menafkahi anak – anaknya sehingga ia terjebak kepada kebutuhan dan ia mengetuk pintu seorang penguasa. Seorang kaya – raya dan seorang kaya – raya membuka pintu “apa niatmu wahai wanita?” wanita itu berkata “aku butuh uang untuk anak - anakku” maka orang kaya itu berkata “kalau kau butuh uang padaku maka boleh saja tapi aku mau berzina denganmu dan berkumpul denganmu. Kuberikan apa yang kau mau”. Wanita itu menolak dan pulang, sampai dirumah melihat anaknya yang lapar. Minta kesana – kemari tidak ada yang memberi dan akhirnya ia putus asa dan kembali. Kembali kepada pria itu dan berkata “ya sudah kalau begitu, aku pasrah saja”. Pria itu berkata “aku akan bantu kau dengan lebih yang kau minta”. Tapi ketika ia sudah didekati oleh pria itu, bergetarlah wanita ini dengan gemetar yang dahsyat. “Kenapa kau ini”, kata pria itu. Wanita itu berkata “aku takut pada Allah”. Ucapan itu menggetarkan jiwa sang pria yang kaya – raya ini karena keluar dari hati yang penuh iman. Kalau hati yang penuh iman kau berucap menggetarkan orang lain. Maka wanita yang tidak berdaya dan miskin berkata “aku takut pada Allah”. Pria kaya ituberkata “kau ini sudah miskin, cobaanmu berat, sudah sulit hari – harimu, mau menjual dirimu tidak mau karena takut pada Allah. Sedangkan aku diberi kenikmatan yang banyak oleh Allah, aku mestinya lebih takut dan risau daripada engkau. Sudah ini uang aku berikan kau pulang dan aku taubat pada Allah”. Ini riwayat Shahih Bukhari.

Dalam riwayat lainnya Kitab Mukasyafah Al Qulub oleh Imam Al Ghazali, ketika seorang pria senang dengan seorang wanita. Ingin dekat dengannya dan ingin lebih dari itu. Diikutilah kemana wanita ini pergi. Sewaktu – waktu wanita ini ingin pergi ke tempat yang jauh (kalau zaman dahulu namanya kafilah) kalau sekarang pakai bus atau kereta api atau pesawat atau kapal laut. Ini dengan kafilah (rombongan), wanita ini ikut ia juga ikut. Satu malam sepi, banyak orang sudah tidur. Perempuan ini belum tidur, didekati olehnya. Kenalan, mulai hal yang lebih wanita itu berkata “sebentar – sebentar saudaraku sebelum kita teruskan kemauan kita”, kata sang wanita “lihat dulu apa semua orang sudah tidur”. Pria dengan senangnya kesana – kemari “semua sudah tidur”. Wanita berkata “apa ada yang melihat kita?”, “tidak ada yang melihat, semuanya sudah tidur”. Wanita itu berkata “apakah Allah tidur?”, pria itu kaget dan ia berkata “Allah tidak tidur”. Lalu wanita itu berkata “apakah Allah tidak melihat?”, pria semakin terdesak dan ia menjawab “Allah melihat”, “lalu kau mau terus berbuat dan Allah melihatmu?”. Pria itu menangis dan berkata “aku bertaubat pada Allah Swt”. Berapa minggu kemudian terdengar kabar oleh sang wanita bahwa pria itu wafat. Iamimpi didalam tidurnya jumpa dengan pria itu didalam kenikmatan. “Engkaukah pria yang jumpa di malam itu? hampir saja kita berbuat dosa dan tidak jadi”, “iya betul”. “Koq sekarang kau begitu mulanya setelah kau wafat?”, ia berkata “terima kasih wahai wanita yang sejak kau menegurku itu, aku bertaubat pada Allah dan Allah membimbingku pada kemuliaan”. Hadirin – hadirat, demikian indahnya taubat dan demikian Allah menaungi mereka.

Yang keenam adalah orang yang bershadaqah dengan sembunyi – sembunyi, kata Rasul saw sampai tangan kanannya memberi dan tangan kirinya tidak tahu. Maksudnya adalah ketika ia memberi itu sangat tersembunyi. Bagaimana contohnya? Contohnya ada orang fuqara berdagang (orang miskin / orang susah yang berdagang). Ini berapa harganya? misalnya Rp. 10.000,-. Tahu kita ini harganya Rp. 8.000,- bayarkan Rp. 10.000,-, kalau saya tawar harganya Rp. 8.000,- pasti diberi karena memang harganya Rp. 8.000,- misalnya. Ia langsung beli tanpa menawar. Maksudnya shadaqah untuk si penjual. Ini yang disedekahi pun tidak tahu bahwa ia disedekahi. Sang penjual tahunya ini orang tidak menawar langsung membeli, padahal sebenarnya ia mau bershadaqah. Ini jangankan orang lain tahu, namun bahkan yang disedekahi pun tidak tahu kalau ia sedang disedekahi. Orang yang seperti ini dinaungi oleh Allah Swt di hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah Swt.

Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika salah seorang yang mengumpulkan hartanya yang banyak untuk bershadaqah sembunyi – sembunyi. Ia kumpulkan uang sampai berjumlah sekian ribu dinar dalam 1 tahun. Kerja khusus untuk bershadaqah tapi sembunyi – sembunyi. Sudah terkumpul, pergi keluar malam hari. Dilihat ada seorang wanita tidur di jalanan. “Wah ini orang susah”, kasih uang ia menutup wajahnya memberikan bungkusan uang itu dan lari supaya tidak diketahui wajahnya. Pagi hari gempar di kampung. Ada pelacur diberi shadaqah oleh orang sembunyi – sembunyi. Ia berkata “Subhanallah!! Salah beri, aku kira wanita susah ternyata pelacur”, “Ya Rabb aku setahun mengumpulkan uang untuk dapat pahala shadaqah yang sembunyi – sembunyi ternyata uangku untuk pelacur”.

Tapi ia tidak putus asa, ia kumpulkan lagi uang sampai setahun yang jumlahnya sekian ribu dinar. Sekarang aku tidak mau tertipu, pilih – pilih dulu. Dilihatnya orang sedang duduk diam saja di satu tempat yang gelap. “ini pasti orang susah”, diberi padanya lalu lari. Paginya gempar lagi, pencuri sedang ingin mencuri mendapat uang shadaqah dengan jumlah uang yang besar. “Ya Rabb 2 tahun aku bekerja khusus untuk memberi nafkah orang yang susah dengan sembunyi – sembunyi. Tahun pertama pelacur, tahun kedua pencuri”.

Ia tidak jera, kumpulkan lagi sampai 1 tahun. “Ya Rabb ini yang terakhir, kalau sudah masih lagi sampai shadaqah bukan kepada mustahiq, selesai Ya Rabb aku tidak mampu lagi”. Dia lihat orangtua tengah malam jalan sendiri dengan tongkatnya tertatih – tatih. “Wah ini orang yang pasti berhak, malam – malam begini orangtua jalan malam - malam dengan tongkat pasti orang susah”. Dilemparnya uang itu “ini untukmu” dan ia pun pergi. Pagi hari gempar lagi kampung, “ada kabar apa?” orang paling kaya dan paling kikir dapat uang semalam oleh orang yang shadaqah sembunyi – sembunyi. “Ya Rabb yang pertama pelacur, yang kedua pencuri, yang ketiga orang paling kaya dan paling kikir di kampungnya. Ya Rabb apa arti dari perbuatanku?”.

Ia pun diam, sekian tahun kemudian… 20 tahun kemudian, Allah Swt sampaikan kabar padanya ada dua orang ulama besar adik kakak. Muridnya puluhan ribu dan ia termasuk orang yang asyik dengan ulama itu. Ini ulama adik kakak dua – duanya orang yang sangat luar biasa ilmunya luas, pengikutnya puluhan ribu. Ia berkata “Subhanallah!! ini ulama adik kakak siapa ayahnya?”. Kasak – kusuk tanya kesana – kemari ternyata 2 orang anak itu adalah ibunya seorang pelacur dulu tapi tengah malam ada yang memberi shadaqah sembunyi – sembunyi. Ibunya itu melacur untuk nafkah anaknya maka ia taubat dari pelacurannya dan ia sekolahkan kedua anaknya dengan hartanya itu. Allah jadikan dengan harta itu anak ini jadi orang baik menjadi ulama besar dan pahalanya kembali padanya. Airmatanya mengalir, ternyata yang kuberikan 20 tahun yang lalu Allah menjadikannya berlipat ganda sampai muncul 2 orang ulama shalih sampai puluhan ribu orang yang beribadah mengikuti ilmunya dan pahalanya untuk dia. Ini keikhlasan seseorang.

Tidak lama kemudian ia dengar lagi ada seorang wali shalih wafat. Masya Allah ratusan ribu yang mengantar jenazahnya. Siapa orang itu? Orang itu dulu pencuri, saat ia sedang mencuri ia berdoa kepada Allah “Ya Rabb beri aku keluhuran kalau aku dapat rizqi malam ini aku taubat”. Ada yang melemparinya uang lantas ia bertaubat ia bershadaqah, ia masuk ibadah dan ia tidak keluar dari tempat ibadahnya sampai Allah angkat ia menjadi orang yang shalih.

Lantas ia (orang ygersedekah yg terharu atas dua kabar itu berkata) berdoa “Ya Rabb tinggal yang ketiga, bagaimana dengan orangtua yang paling kaya dan kikir di kampung kami”. “oo orang itu sudah wafat tapi ia pindah ke tempat lain berwasiat mengirimkan seluruh hartanya untuk membangun Baitul Maal bagi para anak yatim sampai sekarang itu hartanya masih makmur”. Kenapa? gara – gara dia malu tengah malam katanya, dia yg kaya kikir, tengah malam ada yang sedekahi. Dia berkata “ini orang sedekah padaku, sementara aku tidak pernah shadaqah. Aku nafkahkan seluruh hartaku dan harta ini untuk baitul maal” dan untungnya terus berlipat ganda sampai 20 tahun tidak berhenti. Ini pelipatgandakan di dunia dan pahalanya di hari kiamat dinaungi oleh Allah Swt.

Yang ketujuh adalah pria yang mengingat Nama Allah, pria yang menyebut Nama Allah maka mengalirlah airmatanya. Entah karena rindu, entah karena doa, entah karena harapan, entah karena haru, entah karena risau akan dosa, entah karena besarnya harapan ingin masuk surga tapi ketika ia menyebut dan mengingat Nama Allah mengalir airmatany. Ternyata tetesan airmata dari perasaan seperti ini dilihat oleh Yang Maha Melihat dan membuat ia di nanungi oleh Allah di saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah Swt. 7 kelompok diantaranya kelompok ini, kita berharap berada dikelompok yang ketujuh. Kelompok yang selalu mengingat Allah mengalir airmatanya.

Ini hadirin – hadirat hadits yang kita baca belum sempat kita jelaskan, waktu kita sempit. Kita bermunajat kepada Allah Swt dan sebelumnya saya ingin menyampaikan pertanyaan tentang orang yang melakukan pengobatan dengan menggunakan air dari 7 sumur, apakah itu syirik? Hadirin, hal itu sunnah, jadi jangan dikatakan syirik. Orang zaman sekarang tidak tahu hukum bicara syirik.

Mandi dengan 7 sumur diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Rasul saw saat sakit beliau minta air dari 7 qirbah (7 wadah air yang berbeda). Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa riwayat ini menunjukkan bolehnya berobat dari 7 sumber air yang berbeda, Imam Ibn Hajar dalam Fathulk Baari juga menukil riwayat Imam Ath-Thabrani bahwa Rasul saw minta air pengobatan dari 7 sumur yang berbeda. Jadi hal itu bukan hal yang sesat justru itu sunnah Nabi Muhammad Saw. Zaman sekarang banyak hal – hal yang sunnah karena tidak dipahami sebagian saudara kita dibilang bid’ah. Sampai ziarah saja kepada Rasul saw dipersulit sampai orang tidak boleh berdoa menghadap ke makamnya Rasul saw. Apa salahnya makam Rasul? Kalau doa menghadap kandang kuda tidak dilarang, kenapa menghadap makam Rasul saw dilarang? Naudzubillah dari pelarangan seperti. Semoga Allah membenahi aqidah, khususnya di bumi Jakarta dan diseluruh wilayah muslimin.

Kita bermunajat kepada Allah, Rabbiy untuk saudara – saudara kami di Palestina. Mereka yang telah wafat, limpahkan kemuliaan syuhada bagi mereka bersama para syuhada di yaumal qiyamah. Mereka yang terkena musibah gantikan dengan keluasan rizqi di dunia dan di akhirat dan seluruh muslimin di wilayah Poso, Khasmir, Irian Jaya dan seluruh wilayah barat dan timur yang tertindas pecah – belahkan Rabbiy persatuan musuh – musuh Islam, persatukan muslimin- muslimat. Benahi aqidah kami, benahi masjidil aqsa, benahi baitul maqdis, benahi Makkah dan Madinah Al Munawwarah dari aqidah – aqidah yang tidak benar. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram bangkitkan para pecinta Nabi Muhammad Saw di bumi Jakarta dan di seluruh wilayah muslimin.

Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am kami bermunajat untuk diri kami danuntuk ayahbunda kami dan untuk seluruh muslimin muslimat. Ya Allah Ya Dzaljalali wal ikram, inilah kami mengadukan dosa – dosa kami, kesalahan kami pada rumahtangga, pada ayahbunda, pada tetangga, anak istri, suami. Rabbiy maafkanlah dan benahilah keadaan kami. Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am kami telah diajari oleh Nabi kami Muhammad Saw untuk mendoakan orang – orang yang pernah kami caci bahwa Rasul saw pernah berdoa “allahumma ayyumal mukmin sababtuhu fa ja’al dzalika lahu gurbatan ilaika yaumal-qiyamah (wahai Allah jika da di antara orang mukmin atau orang Islam yang sempat kucaci maka jadikan itu pahala dan kedekatan kepada-Mu di hari kiamat). Rabbiy kami berdoa dengan doa Nabi-Mu Muhammad Saw. Jangan jadikan lidah kami, lidah yang mencaci. Jadikan lidah kami lidah yang asyik memuji-Mu Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am, inilah kami hamba penuh dosa, inilah kami penuh kesalahan, inilah kami penuh kekurangan dalam menjalankan syari’ah dan perintah – perintahMu dan kamis elalu terjebak dalam larangan – laranganMu. Kami mengadukan kehadirat-Mu Rabbiy, kami mengadukan kepada Yang Maha Dekat kami mengadukan pada Yang Maha Mendengar.

Ya Rahman Ya Rahim wahai Yang Maha Mendengar getaran jiwa kami, wahai Yang Maha Mendengar kesedihan kami atas perbuatan dosa kami, wahai Yang Maha Melihat hati yang terharu dan terpanggil untuk taubat namun masih belum berani melakukannya. Ya Rahman Ya Rahim Kau melihat dosa – dosa kami, Kau melihat kesalahan kami, dan Kau Rabbiy yang menawarkan pengampunan maka ampunilah kami Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am Ya Rahman Ya Rahim Kau melihat perbuatan dosa kami yang tidak mampu kami hindari, yang tidak mampu kami mundur dan mulai meninggalkannya atau perbuatan perintah-Mu yang belum mampu kami melakukannya. Kau melihat kami tidak mampu Rabbiy maka berikan kami kekuatan. Terbitkan matahari hidayah pada kami Rabbiy dengan terang – benderang, kami yang telah dalam ketaatan tambahkan ketaatannya. Yang dalam kehinaan angkat dalam kemuliaan, tambahkan kemuliaan diatas kemuliaan. Ya Rahman Ya Rahim diantara kami yang mempunyai permasalahan dalam rumah tanggganya, permasalahn didalam kehidupannya, didalam sekolahnya, didalam pekerjaannya dan dari segala kesuliatannya angkat segala kesulitan kami dan gantikan dengan kebahagiaan. Wahai Yang Maha Melimpahkan Kebahagiaan siang dan malam tanpa pernah bosan.

Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram pastikan seluruh wajah ini tidak pernah melihat api neraka, pastikan seluruh kami semua yang hadir disini dan yang mendengar dilimpahi rahmat dan keberkahan. Ya Dzaljalali wal ikram

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah…

Hadirin – hadirat, sekaligus mohon doa dan kita ucapkan juga terima kasih untuk RASfm dan seluruh radio yang meliput kita mohon doanya karena kita telah meresmikan pesantren khusus untuk santri dan santriwati dari Irian Barat, di wilayah Nanggewer, Sentul Jawa Barat dengan nama “Darul Rasul”. Pesantren ini adalah dari perjuangan KH. Ahmad Baihaqi bersama Majelis Rasulullah yang selama ini masih di kediaman beliau di Manggarai. Tapi kita sudah meletakkan batu pertama di wilayah Nanggewer, Sentul diberi nama “Darul Rasul”. Inilah pesantern kita, pesantren Majelis Rasulullah Saw yang dikhususkan untuk santri dari Irian Barat dan pimpinan umumnya adalah saya sendiri dan penanggung jawabnya adalah KH. Ahmad Baihaqi. Dan demikian mohon doanya agar pesantren ini segera tegak dan terus kita mengambil santri dari Papua, Irian Barat dan menegakkan bendera dakwah Nabi Muhammad Saw di wilayah Irian Barat dan sekitarnya. Amin Allahumma Amin. Kita ucapkan fatihah untuk tegaknya pesantren mulia ini, semoga Allah Swt melimpahkan keberkahan. Wa illa hadratin Nabi Muhammad Saw Al Fatihah..

Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sumber http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=191&Itemid=1

Niat yang benar

Seorang laki-laki mengunjungi Habib Abdullah Alhaddad.

“Aku ingin membangun sebuah mesjid,”kata laki-laki itu.

“Perbaikilah niatmu.”

“Aku telah memperbaiki niatku.”

“Baiklah, jika niatmu telah benar, aku ingin tanya, bagaimana jika setelah mesjid selesai dibangun masyarakat menganggap orang lain yang telah membangunnya ?. Mereka sama sekali tidak menyebut namamu,”tanya beliau.

“Hal itu tentu akan terasa berat bagiku,” jawabnya.

“Niatmu belum benar,”kata Habib Abdullah.

Datang seorang lelaki lain.

“Aku ingin membangun mesjid ikhlas demi Allah.”

“Berikanlah kepadaku dana yang telah kamu siapkan untuk membangun mesjid. Nanti terserah pada Habibmu Abdullah , ia akan gunakan uang itu untuk membangun mesjid, makan atau dibagi-bagikan. Tetapi, di akhirat nanti, kamu akan memperoleh pahala membangun mesjid.”

“Akan kupikir-pikir dahulu.”

Setelah berpikir, akhirnya lelaki itu menolak usulan Habib Abdullah.

“Harta tidak akan keluar kecuali sebagaimana datangnya,”kata Habib Abdullah Al-Haddad.
Seorang laki-laki lain datang menemui Habib Abdullah.

“Ya habib, aku ini seorang pedagang. Sudah lama aku berniat membangun mesjid semata-mata karena Allah. Untuk mewujudkan cita-citaku ini, aku menabung tiap kali memperoleh keuntungan. Sekarang tabunganku telah cukup untuk membangun mesjid.”

“Jika kamu benar-benar ingin membangun mesjid, berikanlah tabunganmu itu kepadaku, terserah Habibmu Abdullah, akan ia gunakan uang itu untuk membangun mesjid, menyedekahkannya atau memakannya. Tetapi, di surga nanti, kamu akan memperoleh pahala membangun mesjid dan pahala orang yang beribadah di dalamnya.”

“Ya habib, jika benar ucapanmu itu, akan kuserahkan semua tabunganku kepadamu, dan aku tidak perlu bersusah-payah memikirkan pembangunan mesjid. Aku akan pulang sekarang untuk mengirimkan uang itu kepadamu. Gunakanlah uang itu sesukamu,”kata lelaki itu kegirangan.

“Habibmu ini tidak membutuhkan tabunganmu. Ia hanya ingin menguji niatmu. Sekarang, bangunlah sebuah mesjid dan umumkanlah rencana pembangunan itu kepada masyarakat, karena niatmu telah benar.”

[Diambil dari Sekilas Tentang Habib Ali Al-Habsyi, Novel bin Muhammad Alaydrus, penerbit Putera Riyadi, Solo]

Sumber mailing majelisrasulullah@yahoogrups.com, Riandi <wfg_spv@seid.sharp-world.com>

Untaian Hikmah Imam Haddad

Al Imam Haddad mengatakan :

“Bahwa di dalam diri manusia ada rumah Allah (Baitullah) serupa Ka’bah berikut dua penjaga, yakni Ibrahim dan Isma’il, yang bertugas memelihara dan membersihkannya. Jika seorang Mukmin tidak memiliki “Ibrahim” dan “Isma’il” di dalam dirinya, maka ia termasuk dungu dan bodoh. jika setiap orang memeiliki dua penjaga itu dalam dirinya tetapi tidak memerintahkannya untuk membersihkan rumah itu agar layal diziarahi oleh para malaikat yang berthawaf, iktikaf, rukuk dan sujud maka ia adalah wakil setan.”

Yang dimaksud oleh sang Imam dengan Rumah Allah dalam diri manusia adalah hati.
“Ibrahim”-nya adalah ILMU dan “Isma’il”-nya adalah AKAL.

Bagi Seorang Mukmin “Hatinya adalah singgasana ar-Rahman dan dadanya adalah Kursi Allah yang meliputi seluruh lapisan langit dan bumi.”

Sumber milist majelisrasulullah@yahoogroups.com, pengirim Riandi <wfg_spv@seid. sharp-world. com>

Taqdir

Berikut ini penggalan pertanyaan yang ada di forum diskusi Habib Munzir Al Mussawa

Pertanyaan

Assalamu’alaikum wr .wb

Semoga Habib dan Keluarga Selalu di limpahi
nikmat kesehatan dan nikmat perlindungan dari Allah SWT.
1. Bib saya minta di ijazahkan do’a setelah shalat fardhu serta zikir dan sholawat.do’a apa yang biasa habib baca.
2.Sayamasih bingung tenteng masalah takdir, Saya pernah dengar dari ustad takdir ada 2 jenis,takdir yang di usahakan dan takdir yang telah di tetapkan moon penjelasan dari
habib munzir.
terimakasih banyak

Wassalamu’alaikum W Wb.

Jawaban Habib Munzir

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
disunnahkan beristighfar 3X selepas shalat, lalu membaca : Allahumma a’inniy ala dzikirika wa syukrika wa husni ibaadatik.

lalu Subhanallah 33X, Alhamdulillah 33X, Allahu Akbar 33X, lalu diakhiri dg Laa ilaha illallah wahdahu Laa syarika lah, Lahul mulku walahul hamd, yuhyii wayumiit, wahuwa ala kulli syay;in qadir.
Barangsiapa yg membaca dzikir ini setiap habis shalat maka berjatuhan dosa dosanya walau sebanyak buih dilautan (Shahih Bukhari).

lalu berdoa.

saya ijazahkan dengan ijazah sempurna seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda, Ijazah sempurna yg saya terima dari Guru Mulia kita AL Hafidh Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, amalan sunnah, dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin

2. Taqdir ada yg Mubram (tidak bisa berubah, seperti hari Kiamat, keberadaan sorga, neraka, kematian dan hal hal lain yg sudah keputusan Allah yg tak lagi dikehendaki Allah untuk diubah.

lalu ada Taqdir Mu’allaq, yaitu ketentuan Allah swt yg sudah ALlah tentukan namun Allah swt Maha Mampu merubahnya, seperti rizki, jodo, usia, dll.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

Sumber http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard
&Itemid=34&func=view&catid=7&id=20817#20817

Lembaran Sholawat Wahidiyah

Lembaran Sholawat Wahidiyah adalah lembaran bacaan atau amalan dan Ajarannya. Lembaran Sholawat Wahidiyah dan Ajaranya yang diberikan cuma-cuma dan boleh diamalkan oleh siapa saja laki - perempuan , tua - muda dari aliran atau golongan dan bangsa manapun juga, tidak pandang bulu.

Standart lembaran Sholawat Wahidiyah dan tata cara pengamalan terdiri dari 3 lembar kertas ukuran F4 (21 cm x 33 cm) dengan tulisan lengkap bolak-balik :

 

  1. Lembaran Sholawat Wahidiyah pertama (1) dalam tampilan tulisan ARAB dan AJARAN WAHIDIYAH.
  2. Lembaran Sholawat Wahidiyah kedua (2) dalam tampilan tulisan LATIN dan AJARAN WAHIDIYAH (di peruntukan bagi yang tidak bisa membaca Arab).
  3. Lembaran Sholawat Wahidiyah kedua (3) dalam tampilan tulisan ARAB dan TERJEMA’AH / ARTI.

Ketiga lembaran tersebut diatas merupakan standart pengamalan 40 hari (bilangan untuk Mujahadah 40 / EMPAT PULUHAN) dan diperuntukan bagi pengamal BARU atau yang pernah mengamalkan Mujahadah 40 hari dan ingin mengamalkan lagi baik untuk pribadi atau berjamaah. Dan Mujahadah Bilangan 40 hari ini juga digunakan untuk Penyongsongan MUJAHADAH KUBRO. Sedangkan Mujahadah-mujahadah pelengkap lainnya dapat di lihat di AUROD MUJAHADAH / TENTANG MUJAHADAH di website ini.

Lembaran Sholawat Wahidiyah dapat di DOWNLOAD di bawah ini.

Download Lembaran Sholawat Wahidiyah dan Ajaranya

ARAB dan AJARAN WAHIDIYAH

format *.pdf (1.737 KB)

format *.zip (1.681 KB)

LATIN dan AJARAN WAHIDIYAH

format *.pdf (1.890 KB)

format *.zip (1.889 KB)

ARAB dan TERJEMA’AH / ARTI

format *.pdf (1.750 KB)

format *.zip (1.686 KB)

Cara membaca Sholawat Wahidiyah berdasarkan tuntunan Mu’allif Sholawat Wahidiyah Mbah KH Abdoel Madjid Ma’roef Qs.Ra. (GUNAKAN INTERNET EXPLORER)

Download Cara Membaca Sholawat Wahidiyah sesuai Mu’allif

Mujahadah 40 hari / Sesuai Lembaran

format *.rar (4.689 KB)

Mujahadah 7/17

format *.rar (3.649 KB)

Sumber http://sholawat-wahidiyah.com/id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=31

Menyambut Mawlid Kelahiran Sayyidina Muhammad

  1. Download Gratis MP3 Maulid AlHabsyi / Simthudduror Habib Syech bin AbdulQadir Assegaf dari Majalah Alkisah
  2. Download Gratis MP3 Maulid Al Habsyi (Simtudduror) dilantunkan oleh Habib Abdurrahman Basurrah
  3. Download Gratis MP3 Maulid Al Habsyi (Simtudduror) dilantunkan oleh Haddad Alwi
  4. Download Gratis MP3 Maulid Simtudduror / Maulid Al Habsyi dari Majalah Al Kisah
  5. Download Gratis MP3 Khutbah Jumat dari Majalah Alkisah
  6. Download Gratis MP3 Dialog antara Majalah Alkisah dengan Habib Lutfi bin Yahya
  7. Download MP3 Gus Dur menyanyikan Al-i’tiraf (Doa abu Nawas) - Ilahi lastu lil Firdaus
  8. Download Gratis MP3 / Ceramah KH Mustafa Bisri
  9. Download Gratis MP3 / Ceramah Cak Nun (Emha Ainun Najib) dan Kyai Kanjeng
  10. Download Gratis MP3 Kumpulan Ceramah / Qasidah / Foto Guru Ijai - Guru Sekumpul
  11. Download Sholawat Langitan
  12. Download Gratis MP3 Mutiara Qasidah Al-Imam Abdullah Bin Alawi Al-Haddad
  13. Fadhilah Burdah
  14. Naseem Habbat A’laina (backsound blog ini)
  15. MP3 dan Teks Maulid Adh-Dhiyaul Lami
  16. Download Mp3 Burdah, Shalawat, Nasyid,Maulid
  17. Download Mp3, Teks Qasidah Burdah Imam Busyiri
  18. Download MP3 dan PDF Dalailul Khairat
  19. Download MP3 Qasidah Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf
  20. Kitab Khulasoh Madad An-Nabawy (amalan bani ‘alawy)
  21. Download MP3 - PDF - Manaqib Maulid Al Barzanji (Syekh Jakfar AL Barzanji)
  22. Download Gratis MP3 Maulid Ad Diba’i dari Majalah Al Kisah

PENJELASAN SHOLAWAT WAHIDIYAH

 

1. APA Sholawat Wahidiyah itu

Sholawat Wahidiyah adalah rangkaian do’a Sholawat Nabi (Shollallohu ‘alaihi wasallam) sebagaimana tertulis di dalam lembaran Sholawat Wahidiyah, termasuk tatacara dan adab pengamalannya.

2. Tunjukan lembaran Sholawat Wahidiyah yang di maksud dan bagaimana cara mengamalkanya

( Jawabannya terlampir )

3. Apakah faedah Sholawat Wahidiyah ?

Faedah Sholawat Wahidiyah untuk menjernikan hati dan Ma‘rifat Billah (sadar kepada Alloh SWT) wa Rosuluhi SAW.

Bersabda Rosululloh : “Barang siapa membaca shalawat kepadaku satu kali, maka Alloh membalas shalawat kepadanya sepuluh kali; dan barang siapa membaca shalawat kepadaku seratus kali, maka Alloh menulis pada antara kedua matannya : “bebas dari munafiq dan bebas dari neraka”, dan Alloh menempatkannya besok pada Yaumul Qiyamah bersama-sama dengan para suhadak”. (Riwayat Thabrani dari Anas bin Malik)

4. Siapa yang boleh mengamalkan Sholawat Wahidiyah ?

Boleh di amalkan oleh siapa saja pria, wanita, tua muda, dari aliran atau golongan dan bangsa manapun juga, pokoknya tidak pandang bulu, boleh mengamalkan Sholawat Wahidiyah.

5. Solawat wahidiyah telah di ijazahkan secara mutlak , jelaskan ?

Sholawat Wahidiyah telah diberi ijazah secara mutlak oleh mu‘allifnya yaitu AL MUKARROM ROMO KYAI HAJI ABDOEL MADJID MA‘ROEF, Pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo Kota Kediri Jatim, bahkan dianjurkan supaya di sebar luaskan kepada masyarakat luas tanpa pandang bulu secara ikhlas dan bijaksana.

6. Sholawat Wahidiyah memiliki beberapa kandungan , sebutkan !

Kandungan-kandungan Sholawat Wahidiyah :

  • Materi rangkaian do‘a Sholawat
  • Etika / tata cara pengamalan Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah
  • Ajaran pokok Wahidiyah.
  • Perjuangan Wahidiyah

7. Sebutkan materi rangkaian do’a Sholawat

Materi rangkaian do‘a Sholawat Wahidiyah adalah :

    • Hadiah / tawasyul bacaan fatihah kepada Rosululloh SAW dan Ghoutsu Hadzaz Zaman wa A‘wanihi Rodliyalloohu ‘Anhum
    • Sholawat Wahidiyah ( ALLOOHHUMMA YAA WAHIDU…………..dan seterusnya ).
    • Sholawat Ma’rifat ( ALLOOHUMMA KAMAA ANNTA ……………dan seterusnya ).
    • Sholawat Tsaljul Qulub ( YAA SYAFIAL KOLQOSH………….. dan seterusnya ).
    • N idak kepada Rosuulloh ( YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOH ).
    • Istighoutsah ( YAA AYYUHAL GHOUTSU…………………… dan seterusnya )
    • Tasyafu‘an / memohon syafaat untuk diri sendiri, keluarga, dan umat masyarakat (YAA SYAFIAL KHOLQI HABIBALLOH ……….. ………….. dan seterusnya ).
    • Doa sholawat yang berisi permohonan agar dalam waktu singkat ummat masyarakat sadar kepada Alloh SWT wa Rosulihi SAW, mohon ampun agar dimudahkan bersatu dalam fafiruu Ilalloh (YAA ROBBANALLAHUMMA……….. dan seterusnya )
    • Permohonan barokah untuk segala yang di ciptakan oleh Alloh SWT. ( ALLOHUMMA BAARIK……………….. dan seterusnya )
    • Permohonan barokah dalam Mujahadah.
    • Istighroq.
    • Do‘a ajakan kepada masyarakat untuk Fafirru Ilalloh.
  • Etika / tata cara pengamalan Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah.
  • Ajaran pokok Wahidiyah.
  • Perjuangan Wahidiyah.

8. Rangkaian Sholawat Wahidiyah sesuai dengan sabda Rosululloh Saw. Sebutkan !

“Apabila salah satu diantara kamu semua menghendaki permohonan sesuatu kepada Alloh SWT, maka awalilah dengan memuji dan menyanjung kepada Alloh SWT yang sepantasnya / sewajarnya, kemudian bacalah Sholawat kepada Rosululloh SAW dan mohonlah menurut kebutuhanmu, maka patutlah do’a itu dikabulkan oleh Alloh SWT”.

9. Jelaskan sejarah lahimya sholawat wahidiyah !

Sholawat Wahidiyah lahir di Pondok Pesantren Kedunglo Kota Kediri Jawa Timur pada tahun 1963.

10. Mengapa Sholawat Wahidiyah diamalkan dan di perjuangkan ?!

Sholawat Wahidiyah diamalkan dan di perjuangkan karena disebabkan :

 

  • adanya kerusakan mental manusia, masyarakat dewasa ini telah di ambang pintu kehancuran, dilanda arus nafsu sehingga mereka tenggelam dalam lautan munkarot dari kebodohanya tentang kesadaran kepada Allah SWT wa Rosulihi SAW. Sholawat Wahidiyah dan Ajaranya telah dibuktikan keampuhannya mampu membawa masyarakat kembali kepada Allah SWT wa Rosulihi SAW.

Sebagaimana sabda Rosululloh SAW:

“Akan teriadi di kalangan ummat_Ku beberapa fitnah dan tidak ada yang selamat dari fitnah itu, kecuali orang yang (hatinya) dihidupkan Alloh SWT dengan memiliki ilmu. Imam Turmudzi berkala .. yang dimaksud ilmu oleh Rosululloh SAW, ialah ILMU BILLAH

  • Sholawat Wahidiyah dalam cara mengamalkannya diatur praktis disertai dengan etika ( adab ) Ubudiyah kepada Alloh SWT wa Rosulihi, simpel / efektif, efesien mudah dan ringan diamalkan.

  • Sesuai dengan maksud dan tujuan Pengamalan Sholawat Wahidiyah. Untuk menjernihkan hati dan Ma‘rifat Billah, sedangkan menjernihkan hati dan ma‘rifat Billah adalah wajib hukumnya.

  • Sholawat Wahidiyah dan kandugannya berdasarkan Al - Qur‘an dan Al - Hadits

11. Apa dasar pengamal Sholawat Wahidiyah ?

Dasar pengamalan Sholawat Wahidiyah adalah perintah Alloh SWT wa Rosulihi SAW :

Allah SWT berfirman :

‘‘ sesungguhnya Allah beserta para malaikatnya senantiasa bersholawat untuk Nabi SAW. Hai orang orang yang beriman bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya (Nabi SAW.).

 Sabda Rosululloh SAW.:

‘‘Bacalahlah Solawat kamu sekalian kepada-KU, oleh karena sesungguhnya bacaan Sholawat kepada-KU itu merupakan penwmbus dosa dan pembersih bagi kamu sekalian, dan barang siapa membaca Sholawat pada-KU satu kali Alloh SWT memberi Sholawat kepadamu sepuluh kali ‘‘

 12. Apa tujuan pengamalan Sholawat Wahidiyah ?

 Tujuan Pengamalan Sholawat Wahidiyah adalah :

  • Ta‘dhim kepada Alloh SWT wa Rosulihi SAW Dalam Kitab Sa’aadatud-daroin hal 373 disebutkan :

‘Sesungguhnya maksud dari membaca Sholawat kepada Rosululloh SAW, hanya Ta’dhiman atau mengagungkan beliau beserta melahirkan butuh permohan Beliau untuk dimohonkan kepada Alloh SWT dan Rohmat-Nya yang sesuai dengan makom kedudukan keluhuran Rosululloh SAW disisi Alloh SWT. Andaikata tidak demikian, maka Rosululloh SAW sama sekali tidak membutuhkan kepada Sholawat kita, karena Alloh SWT telah melimpahkan bermacam-macam’kesempurnaan kepada beliau yang tidak ada batasnya”.

Meningkatkan rasa Mahabbah kepada Alloh SWT wa Rosulihi SAW dan mengikuti kepada Sholawat Alloh SWT dan para Malaikat-NYA.

Dalam Kitab Sa’aadatud Daroini hal..530 diterangkan

“Sesungguhnya Rosululloh SAW itu kekasih Alloh SWT,yang tinggi kedudukannya disisi Alloh SWT, dan sesungguhnya Alloh SWT dan para Malikat-NYA telah berSholawat kepada-Nya. Maka wajiblah mencintai kekasih Alloh SWT dan Taqorrub / mendekatkan diri kepada Alloh SWT dengan mencintai, mengagungkan serta menghaturkan Sholawat kepada kekasih Alloh SWT dan juga mengikuti Sholawat-NYA (Alloh) serta sholawatnya para Malaikatnya Alloh.”

Tujuan akhir dari pegamalan Sholawat Wahidiyah adalah Penerapan Ajaran Wahidiyah : LILLAH, BILLAH, LIRROSUL, BIRROSUL, LILGHOUTS, BILGHOUTS, YUKTI KULLADZI HAQQIN HAQQAH, TAQDIMUL AHAM, TSUMMAL ANFA, FAL ANFA / FAFIRRU – ILALLOH WA ROSULIHI SAW.

  Sumber http://sholawat-wahidiyah.com/id/rsl/pjlsnsw.htm

MUJAHADAH

1. Apakah pengertian mujahadah.

•  Pengertian MUJAHADAH secara umum adalah : berjuang, bersungguh – sungguh, berperang melawan musuh.

Didalam Wahidiyah yang dimaksud adalah bersungguh–sungguh memerangi dan menundukkan hawa nafsu untuk di arahkan kepada kesadaran Fafirru – Ilalloh wa Rosulihi SAW.

•  Pengertaian MUJAHADAH secara KHUSUS adalah : Pengamalan Sholawat Wahidiyah atau sebagian dari padanya menurut adab, cara dan tuntunan yang diberikan oleh Muallif Sholawat Wahidiyah, sebagai penghormatan kepada Rosululloh SAW dan sekaligus merupakan doa permoohonan kepada Alloh SWT yang diperuntukkan diri pribadi dan keluarga baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, bagi bangsa dan negara serta pemimpin mereka di segala bidang dan umumnya bagi segalah makhluk ciptaan Alloh SWT.

2. Sebutkan dasar Mujahadah !.

Alloh SWT berfirman :

Artinya : ‘‘ Dan orang – orang yang bersungguh – sungguh untuk mencari keridloan kami, benar – benar Kami tunjukkan kepada mereka jalan – jalan Kami ”

Syekh Imam Al-Ghozali Berkata :

‘‘Mujahadah adalah kunci hidayah tidak ada kunci untuk memperoleh hidayah selain Mujahadah”

3. Apakah faedah Mujahadah ?

Faedah Mujahadah antara lain :

•  Menjernikan hati dan marifat Billah ( sadar kepada Alloh )

•  Memperoleh hidayah Taufiq Allah SWT, Syafaat Tarbiyah Rosululloh SAW, Barokah Ghoutsu Hadzaz Zaman R.A

•  Mendidik menjadi orang yang sholeh / Sholihah, yang senantisa mendoakan kedua orang tuanya / leluhurnya.

•  Keamanan, ketentraman , kedamaian kesejahteraan, dan keberkahan hidup.

4. Sebutkan adab – adab Mujahadah ?!

Adab – adab Mujahadah adalah :

•  Dijiwai Lillah – Billah, Lirrosul – Birrosul, Lilghouts – Bilghouts

•  HUDLUR : hati showan / ingat / menghadap kepada Alloh SWT.

•  ISTIHDLOR : merasa benar – benar berada dihadapan Alloh SWT.

•  Disertai TA‘DHIM ( menghormat ) dan MAHABBAH ( mencintai ) Rosululloh SAW.

•  Disertai dengan Tadzallu (merasa rendah dan hina ) wal Iftiqor ( merasa sangat membutuhkan ) TADHOLLUM ( merasa dholim dan berlarut – larut penuh dengan dosa dihadapan Alloh SWT wa Rosulihi SAW wa Ghouts Hadzaz - Zaman Ra.

•  Berkeyakinan bahwa Mujahadahnya / doanya diijabahi ( diterima ) oleh Allaoh SWT ( jangan sampai ragu – ragu ).

•  Merasa benar – benar ma’mum / mengikuti Hadrotul Mukaram Mbah Yahi, maka gaya, lagu, sikap, dan cara melaksanakan Mujahadah harus sesuai dengan tuntunan Beliau .

•  Adab lahir supaya di sesuaikan dengan adab batin dan di anjurkan dalam keadaan dalam hadats ( tidak batal ).

5.Sebutkan macam – macam Mujahadah :

macam – macam mujahadah adalah :

•  Mujahadah Yaumiyah

•  Mujahadah Usbu iyyah

•  Mujahadah Syahriyah

•  Mujahadah Ru`‘busanah

•  Mujahadah Nishfusana

•  Mujahadah Kubro

•  Mujahadah Khusus

•  Mujahadah Non stop

•  Mujahadah Momenti / Waktiyah

•  Mujahadah Muqaddimah

•  Mujahadah 40 hari.

6. Apa yang di maksud dengan Mujahadah 40 hari !

Mujahadah 40 hari. : adalah Mujahadah yang dilaksanakan selama 40 hari dengan cara – cara sebagaimana yang tertulis didalam Lembaran Sholawat Wahidiyah

7. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Yaumiyah?

Mujahadah Yaumiyah : adalah Mujahadah yang dilaksanakan setiap hari oleh seiap pengamal Wahidiyah sesudah melaksanakan mujahadah 40 hari.

8 Apa yang di maksud dengan Mujahadah Usbu iyyah?

Mujahadah Usbu iyyah : adalah Mujahadah berjamaah yang dilaksanakan seminggu sekali oleh pengamal Wahidiayah satu kelompok / satu kampung / satu desa yang diatur oleh Penyiar Sholawat Desa.

9 Apa yang di maksud dengan Mujahadah Syahriyah!

Mujahadah Syahriyah : adalah mujahadah yang dilaksanakan oleh pengamal Wahidiyah sewilayah kecematan dalam sebulan / delapan hari sekali, yang diatur oleh pengamal Wahidiyah Desa.

10 Apa yang di maksud dengan Mujahadah Rubu’ussanah / Triwulan?

Mujahadah Rubu’ussanah / Triwulan : adalah Mujahadah yang dilaksanakan oleh pengamal Wahidiyah sekab./ Kodya dalam tiga bulan sekali yang diatur oleh pengamal Wahidiyah Kab. / Kodya.

11. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Nisfussanah ?

Mujahadah Nisfussanah : adalah yang dilaksanakan seluruh pengamal Wahidiyah sewilayah propinsi dalam setengah tahun sekali yang diatur oleh penyiar Sholawalat Wahidiyah Propinsi

12. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Kubro ?

Mujahadah Kubro : adalah Mujahadah yang dilaksanakan seluruh pengamal Wahidiyah dua sekali setahun yaitu : Bulan Suro, / Muharam dan Bulan Rojab, yang diatur oleh Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat.

13. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Khusus ?

Mujahadah Khusus : adalah Mujahadah yang dilaksanakan secara khusus . misalnya Mujahadah yang dilaksanakan sebelum melaksanakan tugas, Mujahadah Lapanan, Triwulan, Kubro dsb.mujahadah yang dilaksanakan secara khusus oleh anggota Penyiar Sholawat Wahidiyah

14. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Non stop

Mujahadah Non stop : adalah Mujahadah yang diklaksanakan terus – menerus dalam waktu yang di tentukan secara estafet.

15. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Momentil / Waktiyah

Mujahadah Momentil / Waktiyah: adalah Mujahadah yang dilaksanakan pada waktu tertentu yang diintruksikan oleh Penyiar Sholawa wahidiyah Pusat misalnya Menjelang Pemilu, Hari Besar Islam / Nasional dsb.

16. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Muqaddimah

Mujahadah Muqaddimah : adalah Mujahadah yang dilaksanakan dalam resepsi acara–acara Wahidiyah, lazimnya sebagai mata acara yang ketiga atau mujahadah yang di laksanakan sebelum musyawarah- musyawarah Wahidiyah / pengajian–pengajian Wahidiyah . mujahadah tersebut istilah populernya disebut ‘‘ Muqodimah Sholawat Wahidiyah ”

17. Bagaiman tuntunan imam Mujahadah !

tuntunan imam Mujahadah adalah :

a. Menerapkan adab – adab Mujahadah seperti tersebut di atas

b. Sebelumnya mujahadah khusus sendiri.

c. MengucapkEm salam dengan baik dan menghayati maksudnya, kemudian membaca basinalah dan khuthbah ala Wahdiyah. (Juga supaya dihayati maksudnya). Amma Ba’du.

d. Bacaan ILAA HADROTI tidak perlu dibaca keras,cukup dalam hatinya.

e. Banyaknya bilangan pembacaan tiap-tiap bagian disesuaikan dengan ketentuan yang ada.

f. Untuk meniakhiri melaksanakan tugas,menjucap : wabillaahit. Tauflq wal hidaayah wa minar Rosuli SAW Asy Syafa’ah wat Tarbiyah wamin Ghoutsi Hadaz Zaman Rodliyalloohu ‘anh An Naddroh wal barokah. Wassala amu ‘alaikum Wr. Wb.

18. Apa yang di maksud dengan Nidak Fafirru- ilalloh menghadap 4 penjuru?

Nidak Fafirru- ilalloh menghadap 4 penjuru maksudnya adalah mengajak secara bathiniyah agar umat dan masyarakat sedunia termasuk diri kita sendiri sekeluarga cepat- cepat lari kembali mengabdi diri dan sadar kepada Alloh SWT.

19. Bagaiman cara melaksanakanya ?

Cara melaksanakannya :

a. Sikap batin mengetrap jiwa sekuat – kuatnya memohon kepada Alloh SWT gar Nidak / ajakan ini disampaikan kepada hati sanubari ummat masyarakat seluruh dunia termasuk diri kita sendiri keluarga, dengan kesan yang mendalam .

b. sikap lahir disesuaikan dengan batin, kedua tangan lurus disamping kedua paha, pandangan mata lurus kedepan, ( tidak menunduk dan tidak menoleh ) pemindahan arah harap sesudah sempurna membaca Waqulja…..dan mendahulukan kaki kanan.

c. yang di baca setiap arah adalah Al Fatihah 1x Fafirru ilalloh 3X, Waqulja….. dsb 1x. Yang pertama menghadap barat,lalu kearah utara, timur , dan selatan.

20. Apa artinya Fafiruuilallooh ?

Artinya :”Larilah kembali kepada Alloh”

21. Apa artinya Waqulja…….dst.!

Artinya Waqulja……..dst artinya : dan katakan lah (wahai Muhammad ) perkara yang Haq telah datang dan musnahlah perkra yang batil sesungguhnya perkara yang batal itu pasti akan hancur / musnah Waqulja..dst maksudnya : adalah memohon supaya perbuatan dan akhlak – akhlak yang jahat dan yang merugikan ummat masyarakat segera di ganti oleh Alloh dengan akhlak yang baik yang membuahkan manfaat dan menguntungkan ummat dan masyarakat yang diridloi oleh Alloh SWT wa rosuliihi SAW apabila memang menjadi suratan takdir tidak bisa di perbaiki lagi , dari pada semakin lama, semakin berlarut – larut, makin hebat menimbulkan kerusakan dan kehancuran lebih baik lekas di musnakan saja ! ini soal mental bukan soal fisik. Terutama kita arah kan untuk diri kita sendiri .

22. Apakah maksud dan tujuan tasyafu’an dengan berdiri ?

Maksudnya adalah untuk mencetuskan rasa Ta’dhim (menghormat) memulyakan dan mencinta sedalam-dalarnnya kepada Rosululloh SAW wa Ghoutsi Hadzaz Zaman wa saairi ahbaabillaahi RA, dengan hati yang tulus semumi-murninya.

DASARNYA : SABDA NABI SAW :

‘Berdirilah kamu sekalian untuk menghormat pimpinan atau orang-orang pilihanmu “.

23. Darimana datang nya tangis dan apa sebabnya ?

Tangis datang dari diri orang menangis itu sendiri yang disebabkan oleh adanya suatu sentuhan jiwa atau rangsangan batin.

Contoh sebab – sebab adanya tangis :

•  Tangisnya bayi disebabkan adanya sesuatu yang di butuhkan atau yang dirasakan pada dirinya seperti lapar, sakit, badan terasa kotor, dll.

•  Sebab adanya susah karena mengalami musibah atau penderitaan yang berat seperti sakit, kematian sanak famili, kehilangan kekasih, harta benda dll.

•  Sebab terlalu senang / gembira.

•  Sebab terlalu takut pada sesuatu.

•  Sebab adanya sesuatu yang berhubungan atau berkaitan kepada Alloh SWT. Wa Rosulihi SAW dalam jiwa yang menangis.

24. Tangisan dalam Wahidiyah itu berhubungan dengan siapa ?

Tangis didalam Wahidiyah adalah tangis yang berhubungan atau berkaitan dengan Alloh SWT. Wa Rosulihi SAW dan motif tangis dalam Wahidiyah dapat terjadi dari bermacam – macam faktor ( pengaruh )

Misalnya :

•  karena perasaan takut ( Khosyyah ) kepada Alloh SWT

•  Karena adanya sentuhan jiwa yang halus sehingga merasa penuh berlumuran dosa, penuh berbuat kedholiman, merugikan masyarakat dsb.merasa berasa

berdosa kepada Alloh SWT, berdosakepada Rosululloh Saw, dosa terhadapa orang tua anak keluarga, terhadap gur, bangsa,negara pada umumnya.

•  Karena sentuhan batin berupa ‘‘ Syauq ” dan ‘‘ Mahabbah ”( rindu dan cinta ) yang mendalam kepada Alloh wa Rosulihi SAW.

•  Karena perasaan kagum atas keagungan Alloh SWT atas sifat jalal dan Jamal – NYA dan atas kasih sayang dan jasa serta pengorbanan Junjungan kita Kanjeng Nabi Muhammad SAW kepada ummatNya dsb. Semua itu semata – mata karena atas Fadlol dari Alloh SWT, Syafaat Rosululloh SAW dan Nadhroh Barokah dari Ghouts Hadzaz Zaman Ra. Yang harus di syukuri.

25. Apakah para nabi, para rosul dan orang-orang sholeh dahulu ada yang menangis berhubungan kepada Alloh SWT ?

Para Nabi, para Rosul mulai dari kanjeng Nabi Adam AS sampai Kanjeng Nabi Muhammad SAW serta orang–orang sholeh semua pernah menangis yang ada hubungannya kepada Alloh SWT, bahkan tangisan itu menjadi sunnahNya, terutama ketika mendengar ayat–ayat Alloh SWT, sesudah melakukan hal–hal yang tidak diridloi oleh Allah SWT, seperti Kanjeng Nabi Adam AS yang hanya melakukan satu kesalahan saja, Beliau menangis dalam waktu ratusan tahun, dan lain sebagianya

26. Adakah firman Alloh SWT yahg menunjukkan hal tersebut?

Ada, yaitu :

“Mereka itu adalah orang-orang yang diberi nVinat oleh Alloh SWT, yaitu para Nabi dari keturunan Adam dan dari orang-orang yang Kami bawa bersama NA, dan dari keturunan-Ibrahim & Ismail dan dari orang-orang yang telah Kami beripetunjuk dan telah Kami pilik Apabila telah dibacakan kepada mereka ayat-ayat Alloh Yang Maha Pemurah, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis”(19 - MAR YAM 58).

27. Adakah Nabi menyuruh kita supaya menangis ?

ada ! Nabi SAW memerintahkan kita supaya menangis

1. Nabi SAW bersabda :

Artinya :‘‘Wahai para manusia ! menangislah kamu sekalian karena Alloh SWT , maka jika kamu belum bisa menangis , berusahalah untuk menangis ‘’ riwayatkan oleh Abu Dawud.

“ Kuasailah ( jagalah ) lisan mu dan jembarkanlah rumahmu dan tangislah dosa dosamu Diriwayatkan Tirmizi dari Uqbah bin Amir”

Bahwa orang yang menangis itu mempunyai keuntungan yang sangat istimewah sebagaiman Nabi SAW bersabda :

28. Adakah hadits yang menunjukan keuntungan orang yang menangis dan apa kerugian orang yang tidak menangis?

Ada yaitu sabda Rosulullooh Saw. :

Artinya :‘‘ Dua jenis mata yang tidak akan tersentuh api neraka ialah : satu mata yang menangis kerena takut pada Alloh SWT dua , mata yang semalaman tidak tidak tidur untuk berjaga dalam sabilillah.”

Dan kerugian orang yang tidak mau menangis dia akan dimasukan kedalam neraka , dan sebagaimana tercantum dalam Firman Alloh :

Artinya :‘‘ maka apakah kamu heran atas pemberitaan ini ? kamu mentertawakan tidak menangis ? sedangkan kamu melengahkan !”

Dan sabda Rosululloh :

Artinya :‘‘ barang siapa berbuat dosa dan dia tertawa, maka dia akan masuk kedalam neraka sambil menangis.‘‘

29. Mengapa memanggil Rosululloh dengan sebutan “ YAA SAYIDII”?

Karena Beliau di panggil dengan ‘‘ SAYYID ” karena Beliau adalah Pemimpin NYA semua anak cucunya Nabi Adam AS dan kita termasuk anak cucu nya, jadi tidak salah kita memanggilnya dengan sebutan ‘‘ SAYYID ” karena ini untuk penghormatan Beliau .

Sabdab Rosululloh SAW :

Artinya : Saya adalah ‘‘ SAYYID ” ( pemimpin ) semua anak Nabi Adam ” Bahkan didalam Al–Qur‘an Allah SWT menyuruh kita memanggil Beliau dengan penghormatan.

30. Adakah Al- qur’an yang memerintahkan kita supaya memanggil Beliau dengan menghormat

Allah SWT berfirman :

Artinya : ‘‘ Jangan kamu memanggil Rosul seperti panggilan sebagian kamu kepada yang lain ”

31. Apa tujuan dan maksud Nida’ Yaa sayidii Yaa rosulullooh “

Tujuan dan maksud Nidak Yaa Sayyidii -Yaa Rosululloh adalah :

•  Ta’dim wa Tawadduban : Mengagungkan dan beradab.

•  Tasyaffuan : Mohon syafaat

•  Mahabbatan : Cetusan rasa cinta

•  Syauqon : Rindu yang mendalam

•  Thadhollul wal inkisar : Merasa hina dan menyesali segala dosa

32. Nidak ‘‘YAA SAYYIDII - YAA ROSULULLOH” dapat menalqi orang yang sedang sakaratul maut . jelaskan !

Nidak ‘‘YAA SAYYIDII - YAA ROSULULLOH” dapat untuk menaungi orang yang sedang sakratul maut sebab dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosulalloh dimaksudkan sebagai Tawassul memohon syafaat Kanjeng Nabi SAW. SEDANGKAN Beliau :

Terkabulnya Syafa’at di dunia dan akhirat

Dalam Kitah Jami’ul Ushul hal : 172. Diterangkan sbb :

“Sesungguhnya rohaniyah Beliau SAW itu seperti Jawsmaniyahnya (semasa hidup maupun setelah wafat) dalam hal membimbing dan. sebagai sum bernya pertolo ngan d,an sebagai tempat keluarnya idayah dan petunjuk Alloh SWT kapan saja dan dimanapun’

  pengalaman dalam Wahidiyah menaungi orang yang sakratul maut dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosululloh, Al-Hamdulillah dikaruniai kemajuan dan kemudahan si sakaratul maut dalam persiapan menghadap kembali kepda Alloh SWT, Al- Hamdulillah Haadzaa Min Fadli Robbii. Dan Nidak Yaa Sayyidii Yaa Rosululloh juga sebagai usaha untuk memperhubungkan rohaniyah kita dengan Kanjeng Nabi SAW.

Disebutkan dalam Tafsir Showi :

Artinya :‘‘ seberapa dekatnya ( seseorang ) terhadap Rosululloh SAW maka sebegitulah ukuran dekatnya ( seseorang ) kepada Alloh SWT. ‘‘

Sumber http://sholawat-wahidiyah.com/id/rsl/mjhdh.htm

HAL KEJERNIHAN HATI DAN KEBERSIHAN LAHIR

1. Untuk apa kejernihan hati / kesucian batin dan kebersihan lahir di butuhkan setiap manusia ?

kejernihan hati / kesucian batin dan kebersihan lahir adalah suatu kondisi yang mutlak yang di butuhkan oleh setiap manusia untuk membina dan menjamin hidup dan kehidupan yang tenang,tentram, bahagia dan sejahtera jasmani dan rohani dan kebersihan lahir adalah termasuk perjuangan hidup yang harus di usahakan oleh setiap manusia.

2. Apa yang di maksud menjernihkan hati?

Menjernihkan hati adalah : membebaskan hati dari pengaruh – pengaruh nafsu yang senantiasa berusaha dan bertipu daya untuk menguasai hati manusia

3. Apa gunanya menjernihkan hati ?

gunanya banyak sekali :

  • Untuk menghindari manusia dari kejahatan dan kehancuran dunia dan akhirat,karena nafsu itu senantiasa mengajak dan mengarahkan pada perbuatan jahat dan sesat. Sebagaiman Firman Alloh SWT yang menghikayahkan pernyataan Nabi Yusuf AS. Sebagai berikut :

    “ dan aku tidak akan membiarkan nafsuku menguasai diriku kerena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang di beri rohmat oleh Tuhanku “(QS.Yusuf : 54)

  • Untuk menjadikan manusia baik lahir maupun batinnya yang disebabkan hatinya suci bersih dari kotoran-kotoran nafsu. Sebagai sabda Rosululloh SAW :

    ‘Sesungguhnya di dalam jasad manusia itu ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, menjadi baik pulalah jasad, dan apabila rusak / kotor, menjadi pula rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, yaitu hati”.

  •   Untuk mendayagunakan segala aspek kehidupan, terutama dalam pengabdian diri kepada Alloh SWT. Firman

    ‘Pada hari yang tidak bermanfaat harta benda dan tidak bermanfa’at (berguna) pula anak-anak (hari qiyamat), kecuali orang yang datang kehadirot Alloh dengan hati yang suci (bersih dari syirik dan maasyi). AsySyuaroo 88 -,89.

 4. Bagainana hukumnya menjernihkan hati ?

Hukumnya Wajib ‘ain. Sebagaimana pernyataan para Ulama terutama para Ulama.Shufi, sebagai berikut

‘’Menjernihkan (membersihkan) jiwa (hati) dari kotoran-kotoran nafsu adalah wajib”

Wajib di sini dalam arti harus diusahakan oleh setiap orang. Baik pria wanita, tua-muda, dari golongan dan bangsa manapun juga semuanya wajib menjernihkan hati dalam dalam rangka mencapai kehidupan yang selamat, sejahtera dan bahagia lahir batin,

Wajib disini dalam arti harus diusahakan oleh setiap orang baik pria,wanita,tua,muda dari golongan dan bangsa manapun juga semuanya wajib menjernihkan hati, dalam rangka mencapai hidup dan kehidupan yang baik didunia dan akherat.

 5. Istilah populer sekarang menjernikan hati itu di sebut apa ?

membersihkan (menjernihkan) hati istilah populer sekarang di sebut : operasi mental dan pembangunan mental !

 6. Cara Menjernihkan Hati atau Operasi Mental

Sebelum kita pelajari bagaimana cara menjernihkan hati, marilah kita perhatikan operasi mental yang dialami Beliau Rasuululloh SAW, dalam menjalani Isro’ Mi’roj. Operasi mental tersebut merupakan tuntunan nyata yang harus diikuti para umat, bahkan oleh setiap manusia.

Adapun caranya operasi sebagai berikut :

a.Kotoran kotoran yang terdapat dihati Rasululloh SAW, oleh malaikat Jibril dicuci dengan air zam-zam.

b.Kemudian hati Rasuululloh SAW dipenuhi dengan Hikmah, Iman,Hikmah (ramah tamah / lemah lembut ), Ilmu yakin dan Islam.

Maka gangguan dan godaan yang di alami dalam perjalanan Isro Mi’roj semua di atasi dengan sempurna dan sukses menghadap Kehadirod Alloh SWT untuk menerima tugas – tugas yang harus di jalankan olah ummat . antara lain ;sholat lima waktu dalam sehari semalam

7. Bagaiman cara menjernikan hati /operasi mental bagi kita ?

Adapun cara menjernihkan hati bagi kita, secara global dapat dilaksanakan dengan dua macam cara yaitu :

1.Mendayagunakan kemampuan batiniyah, yakni dalam bentuk berdo’a kepada Alloh AWT. yang merupakan senjata dan otak / intinya ibadah.

2.Mendayagunakan kemampuan lahiriyah. yakni dalam bentuk bekerja, berkarya dan bentuk aktifitas lahiriyah lainnya.

8. Apakah ilmu itu harus disertai dengan hidayah ?

Ilmu itu harus disertai dengan hidayah, sebab kalau tidak ilmu itu akan menambah jauh pada pemiliknya dari Alloh SWT

dasarnya sabda Rosululloh Saw :

“Barang siapa bertambah ilmunya dan tidak bertambah hidayahnya, maka tidak bertambah (dekatnya ) melainkan semakin jauh dari Alloh SWT”.

 9. Apa sebab menjernihkan hati menggunakan do’a/mujahadah

sebab do’a adalah : senjata bagi orang iman (mukmin) dan Mujahadah adalah kunci dari pada hidayah sebagaiman Sabda Nabi :

Do’a adalah senjata orang mukmin dan tiangnya agama dan sebagai cahaya (yang menerangi) langit dan bumi”

 Dan kata Imam Ghozali RA, Dalam Kitabnya Ihyak Ulumuddin Juz I / 39.

“Mujahadah adalah kuncinya hidayah, tidak ada kunci untuk memperoleh hidayah selain Mulahadah”

  10. Apakah hidayah Alloh dapat diperoleh atau diusahakan dengan upaya manusia ? jawabannya tegas DAPAT.

Firman Alloh dalam Al Qur’an Surat Al Ankabut ayat 69, sebagai berikut :

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridloan) KAMI, sungguh-sungguh akan KAMI tunjukkan kepada mereka jalan-jalan KAMI’’.

11. Do’a apa yang paling ampuh menjernihkan hati ?

 Do’a yang paling ampuh mustajab adalah doa Sholawat kepada Rosulullooh SAW dasarnya Sabada Nabi SAW :

“Segala sesuatu itu ada alat pencuci dan pembasuh. Dan adapun alat pencuci hati seorang mu’min dan membasuhnya dari kotoran yang*sudah melekat / sudah berkarat itu dengan membaca Sholawat kepada-Ku”. (Saaadatud Daroini hal : 511 ).

Kata Syekh Hasan Al- ‘Adawi dalain Syarah Dalailul Khoirot : ‘

‘Sesungguhnya membaca Sholawat kepada Nabi SAW itu bisa menerangi hati dan mewushulkan kepada Tuhan Dzat yang Maha Mengetahui perkara ghoib tanpa guru”.(Sa’aadatud Daroini 36).

12. Jelaskan hubungan antara kejernihan hati ( mensucikan batin ) dengan kebersihan lahir.?

Hubungan antara keduanya sangat erat sekali dan kebersihan lahir itu menunjukan kesucian batin pepatah mengatakan :

“ Lahir itu menunjukan batinya”

13. Agama menganjurkan agar semua penganutnya selalu bersih jasmani dan suci rohaninya ( jernih hatinya ) Tulislah dasarnya !

dasarnya Alloh Berfirman :

“Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang bertaubat (mensucikan batin) dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri (mensucikan lahir) -.(Al-Baqoroh ayat : 222).

14. Perhatikan pernyataan di bawah ini!

a. Tidaklah sempurna iman seseorang, kecuali jika ia memandang bahwa kebersihan lahir dan kesucian batin itu sebagai hal yang penting dan pokok”.

Rosululloh SAW bersabda :

“Kebersihan itu sebagian dari iman !”

b. Kebersihan lahir dan kesucian batin adalah pangkal kesehatan jasmani dan rohani.

 15. Bagairnana cara menjaga kebersihan lahir dan apa alatnya !

Cara menjaga kebersihan lahir antara lain : mandi, bersuci, mencuci, menyapu. Alatnya seperti : air, sabun, sikat, sapu dll.

16. Perhatikan pernyataan di bawah ini !

Bersuci (THOHAROH) dari hadats dan najis perlu sekali kita pelajari dengan teliti tata caranya, karena sebagian besar tata cara ibadah, lahirnya harus keadaan suci dari hadats dan suci dari najis.

17. Bagaimana Cara pemeliharaan jasmani dan rohani ?

Untuk memelihara jasmani adalah dengan menjaga kesehatan. Adapun cara memelihara / menjaga kesehatan jasmani dan rohani adalah sebagai berikut :

Jasmani :

a.Memelihara kebersihan badan dan lingkungan.

b.Makan makanan yang bergizi.

c.Berolah raga dan beristirahat dengan teratur.

d.Berobat bila sakit.

Rohani :

a.Menjaga kesucian batin.

b.Menuntut ilmu yang bermanfaat.

c.Memberi makanan rohani dengan pengabdian diri dan kesadaran kepada Alloh wa Rasuulallohi SAW.

d.Bermujahadah.

18. Bagaiman hubungan antara kesehatan jasmani dengan kesehatan rohani?

Hubungan kesehatan jasmani dan kesahatan rohani sangat erat sekali, sebagaimana pepatah mengatakan :

“Akal / rohani yang sehat terletak didalam jasad yang sehat”.

MENSANAA AND CORPORESANO ‘Di dalam tubuh yang sehat terdapat Jiwa yang sehat “.

Sumber http://sholawat-wahidiyah.com/id/rsl/mjhati.htm