Baiknya Menikah

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepadaMu dengan ilmuMu, dan aku memohon kemampuan kepadaMu dengan kekuasaanMu, dan aku memohon sebagian dari karuniaMu yang agung. Karena sesungguhnya Engkaulah yang berkuasa sedang aku tidak berkuasa. Engkaulah yang mengetahui sedang aku tidak mengetahui, dan Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara-perkara gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa hal ini baik bagiku dalam agamaku dan kehidupanku serta akibat urusanku, maka tentukanlah ia untukku dan mudahkanlah ia bagiku, kemudian berilah aku berkah padanya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa hal itu jelek bagiku dalam agamaku dan kehidupanku serta akibat urusanku, maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya, dan tentukanlah untukku kebaikan di mana saja ia berada, kemudian jadikanlah aku ridho kepadanya (Doa Istikharah yang dianjuran Rasulullah SAW : Hadis Bukhari)

Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).

Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihah.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).

“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) :
a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.
b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.
c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”

“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).

“Barang siapa yang menikahi seorang wanita karena kemuliaannya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain dari pada kehinaan. Barangsiapa menikah karena hartanya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain dari pada kemiskinan, barang siapa menikah karena kedudukannya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain dari pada kerendahan. Dan barang siapa menikahi seorang wanita hanya karena ia menginginkan dengan wanita itu untuk menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya atau menyambungkan ikatan kekeluargaannya, maka Allah akan memberkahinya pada wanita itu dan akan memberkahi wanita itu padanya.” ( HR. Ath-Thabrani )

Sumber http://www.facebook.com/notes/fatimahkhori-bsa/baiknya-menikah/179464206644

3 Responses to “Baiknya Menikah”


  1. 1 Choirun Niza

    baca ini aku kok senyum nggak habis-habis….malah nahan ngakak… Baca bagian terakhir, Allah memang Maha Adil… andaikan semua pria benar2 menyadari hal itu…nggak bakal ada kamus ribet buat nikah deh…hehehe…

  2. 2 to_her

    to:Choirun Niza > betul juga ..tp itulah kehidupan,,yach pengennya kan dpt semuanya,,..bgtu kan tabiat manusia…walaupun ud ad keterangan kayak gtu…
    smga yg ud pada mampu cepet2…………..

  3. 3 Choirun Niza

    Ya, dan itu wajar. Mungkin sedikit tambahan ntuk pemahamannya biar lebih membumi nih…

    Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW, bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan hartamu, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal perbuatanmu.” —HR. Muslim.

    Intinya untuk hal2 di atas adalah cinta. Jk dah ada itu otomatis akan bisa mengadopsi hadis tersebut. karena:

    “Tidak sempurna iman seseorang kalau dia belum mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri-‘cintai olehmu makhluk yang ada di muka bumi, pasti Allah akan mencintaimu’-“ (HR. Muslim).

    Cinta sulit didefinisikan, dan kutipan2 ttg cinta :

    - Love cannot endure indifference. It needs to be wanted, like a lamp, it needs to be fed out of the oil of another’s heart or it’s flame burn slow.

    - In the arithmetic of love, one plus one equals everything and two minus one equals nothing

    - All love that has not friendship for its base, is like a mansion built upon the sand

    - I love you, not only for what you are but for what I am when I am with you

    - The best and most beautiful things in the world cannot be seen or even touched. They must be felt with the heart.

    - The most precious possession that ever comes to a man in this world is a woman’s heart.

    - From every human being there rises a light that reaches straight to heaven. And when two souls that are destined to be together, their streams of light flow together and a single brighter light goes forth from their united being.

    - “Love is like playing the piano. First : you must learn to play by the rules. Then, you must forget the rules and play from your heart.”

    - Where we love is home, home that our feet may leave, but not our hearts.

    - Love means to commit oneself without guaranties to give oneself completely in the hope that our love will produce love in the in loved person.

    - Love is an act of faith and whoever is of little faith is also of little love

    - You come to love not by finding the perfect person but by seeing an imperfect person perfectly.

    - True love begins when nothing is looked for in return.

    - For every beauty there is an eye some where to see it. For every truth there is an ear somewhere to hear it. For every love there is a heart somewhere to receive it.

    ……………………………………………

    Cinta sebagai dasar hidup lebih bermakna dan tahan lama jika memiliki unsur-unsur menurut Erich Fromm ada care, responsibility, respect dan knowledge.

    1. Care (perhatian). Cinta harus melahirkan perhatian pada obyek yang dicintai. Kalau kita mencintai diri sendiri, kita pun memperhatikan apa yang bermanfaat, yang kita suka dan yang kurang sesuai bagi kita. Jika kita mencintai orang lain, kita pun akan memperhatikan kesulitan yang dihadapi orang tersebut dan akan berusaha meringankan bebannya.

    2. Responsibility (Tanggung jawab). Cinta dapat melahirkan sikap bertanggung jawab terhadap obyek yang dicintai. Jika kita mencintai orang lain maka kita pun menjaga dia baik-baik demi keselamatannya. Seorang bapak yang mencintai keluarganya akan bertanggung jawab pada kesejahteraan material, spiritual, masa depan keluarga dan kebahagiaan rumah tangganya.

    3. Respect (hormat). Cinta melahirkan sikap menerima obyek yang dicintai apa adanya. Kelebihannya kita syukuri, kekurangannya kita terima dan perbaiki sehingga kita selalu berikhtiar agar tidak mengecewakannya.

    4. Knowledge (pengetahuan). Cinta melahirkan minat untuk memahami seluk beluk obyek yang dicintai. Misalnya dengan memahami kepribadian, latar belakang keluarga, minat/kebiasaan dan ketaatannya pada pegangan/ajaran-ajaran. Cinta terhadap Sang Pencipta, akan memahami ajaran-ajarannya.

    Endingnya jika belum mampu dan untuk tetep bisa jaga diri, akhirnya :

    “Ya Allah, aku memohon curahan cinta-Mu dan kecintaan orang-orang yang mencintai-Mu, serta memohon curahan amal yang dapat mengantar diriku mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah kecintaan kepada-Mu lebih tertanam dalam jiwaku melebihi kecintaanku kepada diri sendiri dan keluargaku.” (HR. Tirmidzi)

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image