MENYAMBUT BULAN MUHARRAM (bag 1)

Sahabat Insya Allah setelah bln Dzulhijjah berakhir kita akan memasuki Tahun baru Hijriah, yaitu Bulan Muharram. di penghujung Akhir Tahun (Akhir bulan Dzulhijjah) dan Awal Tahun (Tgl 1 Muharam) ada doa yang dianjurkan untuk di baca.

1. DOA AKHIR TAHUN

Do’a ini hendaknya dibaca tiga kali pada akhir waktu ashar tanggal 29 atau 30 bulan Dzulhijjah.
Fadhilahnya adalah barang siapa membaca do’a ini dalam waktu tersebut maka setan berkata:
“Kesusahanlah bagiku,dan sia-sia lah pekerjaanku menggoda anak Adam(manusia) pada satu tahun ini karena mereka mengerjakan amal ini hanya dalam waktu lebih kurang 1 jam”

Di mulai dengan membaca Suratul Fatihah 1 Kali

Inilah do’a Akhir Tahun:

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa sallallaahu ‘ala sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa aalihi wa sahbihii wa sallam.
Allaahumma maa ‘amiltu fi haazihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu fa lam atub minhu wa lam tardahuu
wa lam tansahuu wa halimta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati wa da’autani ilattaubati minhu
ba’da jur’ati alaa ma’siyatika fa inni astagfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardaahu wa
wa’attani ‘alaihis-sawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa zal-jalaali wal ikraam,an tataqabbalahuu
minni wa laa taqta’ rajaa’i minkaa yaa kariim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadiw wa ‘alaa
‘aalihii wa sahbihii wa sallam

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya.

Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat,padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat.Karena itu ya Allah, saya mohon Ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.

Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat YangMaha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan,semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang MahaPemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad,keluarga dan sahabatnya.

Amin yaa rabbal ‘alamin.

Setelah membaca Doa ini, akhiri lagi dengan SURATUL FATIHAH satu kali

2. DOA AWAL TAHUN

Sahabat, Pada Malam Harinya sejak permulaan terbenamnya Matahari (Timbul merah Jingga) itulah tanda tanggal 1 Muharam telah Tiba.

Kita perlu mengucapkan selamat datang dengan membaca doa Awal Tahun

Fadhilahnya Barangsiapa doa ini syetan2 akan berkata demikian :

“Alangkah bahagianya orang itum dia akan dilindungi dari godaan2ku pada sisa umurnya, karena Allah mengutus 2 malaikat untuk menjaganya dari godaan2ku”

Di mulai dengan membaca Suratul Fatihah 1 Kali.

inilah doa AWAL TAHUN

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihi wa sahbihii wa sallam. Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal, wa ‘alaa fadlikal-’azimi wa juudila-mu’awwali,wa hazaa ‘aamun jadidun qad aqbala nas’alukal ‘ismata fiihi minasy-syaitaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haazihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytigaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa zal-jalaali wal-ikraamin yaa arhamar-raahimiin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihi wa ashaabihii wa sallam

Amin yaa rabbal ‘alamin

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami
Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu
yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan
dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya.
Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak
pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami
kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan
kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarganya dan sahabatnya.
Amin yaa rabbal ‘alamin

Sahabat, selain doa2 diatas Sebaiknya pada siang dan malam harinya memperbanyak ibadah, Yang dianjurkan adalah Membaca Ayat Kursyi sebanyak 360X

Setelah selesai membaca doa Ini :

ALLAHUMMA YA MUHAWWILAL AHWAALI HAWWIL HAALII ‘ALA AHSANIL AHWAALI BIHAULIKA WAQUWWATIKA YA ‘AZIIZUN YAA MUTA’AALII, WASHOLLALLAHU TA’AALAA ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHII WASHOHBIHII WASALLAM

artinya :
Ya Allah, Dzat Yang suka memutar balikkan hal ihwal (kelakuan), balikanlah kelakuanku kepada Yang terbaik dengan daya upaya Engkau, Wahai Dzat Yang Maha Mulia, Yang Agung dengan Rahmat dan keselamatan, semoga tetap kepada Junjungan kmi Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi Wasllam beserta keluarganya dan sahabat2nya

Sumber http://www.facebook.com/note.php?note_id=179632027967

5 Responses to “MENYAMBUT BULAN MUHARRAM (bag 1)”


  1. 1 rayhan

    Mohon penjelasannya dong… doa2 tersebut sumbernya yang shohih ada ngga sih ya?
    saya selalu baca doa tersebut setiap pergantian tahun tapi sampai sekarang belum ketemu jawabannya apakah doa tersebut bersumber dari Rasululloh SAW, sahabat atau hanya karangan ulama saja.
    Terima kasih.

  2. 2 rahmaa

    do’a2 diatas sumbernya dari mana ya??
    Mohon lengkapi dengan sumber . . .

  3. 3 Choirun Niza

    Yang mempunyai inisiatif penanggalan /kalender Hijriyah adalah khalifah Umar bin Khattab. Sejak zaman Rasulullah sampai masa Abu Bakar ash Shiddiq, kaum muslimin belum mepunyai kalender sendiri. Waktu itu kaum muslimin disamping memakai kalender masehi juga menggunakan “suatu peristiwa” sebagai nama tahun.

    ***Alkisah, pada suatu ketika Umar bin Khattab berkirim surat kepada Abu Musa Al Asy’ari sebagai gubernur di Basroh. Surat yang tidak ada tanggal dan tahunnya itu menjadikan Abu Musa bingung, akhirnya dia membalas kepada khalifah Umar r.a. Sesudah menerima surat balasan itulah, Umar mengumpulkan cerdik pandai untuk mnentukan kalender Islam.

    Dalam pertemuan itu ada beberapa usul tentang nama kalender Islam.
    Sebagian mengusulkan, agar kalender Islam dihitung sejak kelahiran Rasulullah SAW, dengan nama Miladiyah. Ada pula yang mengusulkan kalender Islam dimulai dari Nuzulul Qur’an, dengan nama Nuzuliyah?Qur’aniyah. Ada pula yang mengusulkan dimulai dari wafat Rasulullah SAW dan ada pula yang mengusulkan tahun Islam dimulai dari Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Usul terakhir itulah yang akhirnya disetujui oleh musyawirin, yang kemudian ditetapkan oleh Umar bin Khattab.

    Kalender Islam itu merupakan bid’ah, yang tidak ada tuntunannya dalam zaman Nabi Muhammad SAW. Jadi, jika mencari dalil shahih tentang do’a tersebut tentu tidak ada. Namun bid’ah tersebut adalah bid’ah hasanah (bid’ah yang baik). Dan mengikuti tahun Hijriyyah, sudah menjadi kesepakatan ummat Islam, adalah wajib.

    Do’a sesuai tuntunan Nabi SAW memang bagus karena Nabi SAW mahir merangkai kata puitis yang tiada tertandingi. Tapi jika tidak, pada dasarnya do’a diserahkan ke masing masing individu, apa sebenarnya yang ingin dikehendaki dari masa lalu dan masa yang akan datang karena keinginan tiap-tiap individu tidaklah sama, selama hal itu memenuhi syarat-syarat dan adab dalam berdo’a.

    ***Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda :”Allah senantiasa memperkenankan do’a seorang hamba, selama do’a itu tidak mengandung dosa, atau memutus tali silaturahmu, dan selama tidak minta cepat-cepat diperkenankan.” Lalu beliau ditanya orang,”Apa maksudnya cepat-cepat?” Jawab beliau,”Umpamanya seorang berkata dalam do’anya, ‘Aku telah mendo’a, aku telah mendo’a tetapi aku belum melihat do’aku diperkenankan. Lalu ia putus asa dan berhenti berdo’a.”— HR. Muslim.

    Dari anas r.a., Rasulullah SAW bersabda :”Apabila kamu mendo’a, hendaklah yakin dalam do’a (bahwa Allah mendengar dan mengabulkan). Janganlah kamu mendo’a dengan kalimat : Ya Allah, jika Engkau mau berilah aku!’ Karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidak dipaksa memenuhi suatu do’a.”— HR. Muslim.

    Kiranya, do’a di atas telah memenuhi hal-hal tersebut. Sehingga, bukan masalah jka ingin melafalkannya tanpa mempermasalahkan dari mana itu sumbernya.

  4. 4 abdul

    ini sekalian ijazahnya juga nggak untuk semua ,…. dari Kholasah,… Wirid Latif,..Ratib Hadad dsb.,,,,

    ditunggu jawabannya

    Terima kasih,…

    Abdurachman

  5. 5 rd

    o…gt penjelasannya sdri choirun niza..trims
    tp,tentang fadhilahnya yg tertulis di atas,,,kira2 sumbernya dari mana y…
    klo bner ttg fadhilah di atas sumbernya dr Rosulullah,brarti harusnya d jaman Rosulullahpun dah ada doa ttg akhir tahun.

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image