Kadang aq gak habis pikir, kenapa orang berpikir kalau dirinya bodoh? Walaupun aq sendiri juga masih berpikir seperti itu. Permasalahannya kan bukan terletak pada apakah kita ini bodoh ataukah tidak? Tapi lebih kepada cara kita memandang usaha yang kita lakukan. Contoh kasusnya sih baru bisa dari diriku sendiri.

Aq sendiri punya suatu masalah sosial yang cukup pelik dan sampai saat ini masih kualami ^^. Namun, 2 minggu terakhir ini aq benar2 mengalami dan merasakan adanya perubahan yang terjadi dalam diriku. Aq bisa mulai melihat sosok diriku yang lain. Sebuah sosok yang lebih flexible, casual, nyaman, dan pede dalam berkomunikasi. Thanks banget buat fren-fren gue yang udah nolongin banget tanpa pamrih bahkan rela nemani gue jalan2 mencari inspirasi. Ketika aq merubah cara pandangku terhadap diriku dan mulai meyakinkan bahwa aq pasti bisa mengurangi “kebodohanku” dalam masalah sosial ini, perlahan-lahan jalan itu mulai terkuak. Berat untuk keluar dari kenyamanan yang ada, tapi HARUS dilakukan. Sekarang, hehehe…hasilnya kurahasiakan^^, tapi belum sesukses yang aq inginkan:D

Lalu apa hubungannya paragraf tentang “yourself” di atas dengan orang bodoh? Jawabannya adalah tidak ada orang bodoh di dunia ini kalau dia mau merubah cara pandangnya terhadap dirinya. Saya bukan bodoh, saya cuma perlu bekerja lebih keras 2-3 kali dari mereka untuk bisa mencapai hal tsb. Salah satu pebasket NBA terkenal (lupa namanya) yang datang ke NBA Madness 2008 di Filipina mengatakan hal yang mirip. “Le Bron memang pada dasarnya sudah jenius dalam basket, yang saya perlukan hanyalah berlatih lebih keras dari dia untuk tetap bisa survive di NBA”.

Ini adalah pengalaman, penyemangat diri, sekaligus juga pemahaman singkat saya terhadap hal-hal yang saya dengar dari sekitar saya. Tentu saja ibu saya punya pendapat lain, “Kerja sekarang itu kerja cermat dan pintar, bukan hanya keras…” Ah aq iyakan aja deh ^^

Leave a Reply